Sabtu, 15 Februari 2014

Al-Mu'min 70-85

[TAFSIR] : al-Mu'min
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH al-Mu'min>>
Surah Al Mu'min 71 - 72
ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret,(QS. 40:71)
ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api,(QS. 40:72)
 
إِذِ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلَاسِلُ يُسْحَبُونَ (71) فِي الْحَمِيمِ ثُمَّ فِي النَّارِ يُسْجَرُونَ (72) 
Akibat keingkaran orang-orang kafir itu akan mereka rasakan di akhirat, ketika belenggu dan rantai-rantai dikalungkan ke leher mereka, kemudian mereka ditarik dengan paksa ke dalam neraka yang di dalamnya mereka dibakar. 
Ayat ini sama isinya dan maksudnya dengan firman Allah SWT: 

ثم إن مرجعهم لإلى الجحيم 
Artinya: 
Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim. (Q.S. As Saffat: 68) 
Dan firman Allah SWT 

خذوه فاعتلوه إلى سواء الجحيم ثم صبوا فوق رأسه من عذاب الحميم ذق إنك أنت العزيز الكريم إن هذا ما كنتم به تمترون 
Artinya: 
Peganglah dia, kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka Jahim. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang sangat panas. Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia. Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu ragu-ragukan. (Q.S. Ad Dukhan: 47-50)

kemudian dikatakan kepada mereka:` Manakah berhala-berhala yang selalu kamu persekutukan,(QS. 40:73)
(yang kamu sembah) selain Allah? `Mereka menjawab:` Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu `. Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang kafir.(QS. 40:74)
Surah Al Mu'min 73 - 74 
ثُمَّ قِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تُشْرِكُونَ (73) مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالُوا ضَلُّوا عَنَّا بَلْ لَمْ نَكُنْ نَدْعُو مِنْ قَبْلُ شَيْئًا كَذَلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ الْكَافِرِينَ (74) 
Orang-orang kafir yang sedang ditimpa azab yang sangat itu, kepada mereka diajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menambah berat penderitaan yang sedang mereka derita itu. Pertanyaan-pertanyaan itu ialah: "Hai orang-orang kafir, manakah berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah dahulu, yang kamu katakan bahwa berhala itu sanggup melepaskan dan menyelamatkan kamu dari azab dan bencana hari ini?" 
Mereka menjawab: "Berhala-berhala itu telah menghilang dari kami, dan telah mengikuti jalan yang lain dan membiarkan kami ditimpa bencana dan kesengsaraan pada hari ini. Sebenarnya kami selama hidup di dunia telah mengikuti agama dan kepercayaan yang salah dan menyembah sesuatu yang tidak layak disembah. 
Pada akhir ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa sebagaimana Dia telah membiarkan sesat orang-orang musyrik, sehingga tidak ada sesuatu pun yang dapat diterima dari mereka sebagai amal yang saleh, maka demikian pula-lah 
Dia bersikap terhadap semua pekerjaan yang telah dilakukan orang-orang kafir. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari amal-amal mereka.

Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).(QS. 40:75)

Surah Al Mu'min 75 
ذَلِكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَفْرَحُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَمْرَحُونَ (75) 
Ayat ini menerangkan sebab-sebab Allah menimpakan azab yang pedih kepada orang-orang kafir itu. Yaitu karena merasa gembira dan bahagia selama hidup di dunia mengerjakan perbuatan-perbuatan syirik, seperti menyembah lebih dari satu tuhan, atau menyembah tuhan yang lain di samping menyembah Allah, atau mengakui bahwa ada makhluk-makhluk selain Allah mempunyai kekuatan gaib seperti kekuatan Allah. Di samping itu mereka juga melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, berlaku congkak dan sombong serta belaka zalim terhadap manusia.

(Dikatakan kepada mereka):` Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong `.(QS. 40:76)
Al Mu'min 76 
ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ (76) 
Kemudian kepada mereka dikatakan. masuklah kamu ke dalam neraka melalui pintu-pintunya, sesuai dengan keadaan perbuatan jahat yang telah kamu lakukan. Tetaplah kamu di dalam Jahanam itu. dan itulah tempat yang layak bagi orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan menyombong diri kepada-Nya.

Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar; maka meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka ataupun Kami wafatkan kamu (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kami sajalah mereka dikembalikan.(QS. 40:77)

Surah Al Mu'min 77 
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ (77) 
Allah SWT memerintahkan kepada Rasul-rasul-Nya: "Hai Rasul, hendaklah engkau sabar terhadap tindakan orang-orang musyrik yang mendustakan dan membantah ayat-ayat Allah dan bersabarlah atas gangguan don ancaman-ancaman mereka itu. Bertakwalah kepada-Nya, mohonkanlah ampun atas segala dosa-dosamu dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu petang dan pagi. 
"Wahai Rasul, jika Kami memperlihatkan kepadamu di waktu engkau masih hidup azab yang ditimpakan kepada orang-orang musyrik, seperti kekalahan mereka dalam perang Badar dan sebagainya, atau tidak kami perlihatkan kepadamu azab itu dengan mewafatkan engkau sebelum kedatangan azab itu, maka hal itu adalah sama saja, karena pada Hari Kiamat semuanya kembali kepada Kami, lalu Kami berikan kepada mereka balasan yang setimpal.
Ayat lain yang searti dengan ayat ini ialah: 

فإما نذهبن بك فإنا منهم منتقمون أو نرينك الذي وعدناهم فإنا عليهم مقتدرون 
Artinya: 
Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat). Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami (Allah) ancamkan kepada mereka. Maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka. (Q.S. Az Zukhruf: 41-42) 


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Mu'min 77 
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ (77) 
(Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah) yang akan mengazab mereka (adalah benar; maka jika Kami perlihatkan kepadamu) lafal Immaa adalah berasal dari In Syarthiyah yang diidgamkan kepada Maa Zaidah yang berfungsi mengukuhkan makna Syarat di awal Fi'il, kemudian menyusul Nun Taukid sesudahnya yang juga mengukuhkan makna syarath tadi (sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka) yakni semasa kamu masih hidup Kami menurunkan sebagian azab kepada mereka. Jawab Syarathnya tidak disebutkan, yaitu lafal Fadzaaka, yakni maka itulah sebagian dari azab Kami (atau pun Kami wafatkan kamu) yaitu sebelum mereka diazab (namun kepada Kami sajalah mereka dikembalikan) lalu Kami akan mengazab mereka dengan siksaan yang sangat keras. Jawab Syarath yang telah disebutkan di atas tadi hanyalah untuk Ma'thuf saja, yakni hanya untuk kalimah, Fa-immaa Nuriyannaka Ba'dhal Ladzii Na'iduhum, Fadzaaka.

Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.(QS. 40:78)

Al Mu'min 78 
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ فَإِذَا جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُونَ (78) 
Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT, telah mengutus Rasul-rasul dan Nabi-nabi kepada umat-umat dahulu sebelum Muhammad. Di antara Nabi dan Rasul itu ada yang diterangkan kisahnya di dalam Alquran, sebanyak 25 Rasul, seperti Nuh as. Idris as, Ibrahim as.; Musa as., Sulaiman as., Isa as., dan Rasul-rasul yang lain, dan ada pula di antara Nabi-nabi dan Rasul-rasul itu yang tidak disebutkan di dalam Alquran. 
Dari Abu Zar ia berkata: "Aku berkata: "Ya Rasulullah berapa jumlah bilangan Nabi-nabi itu?". Rasulullah saw. menjawab: "124 ribu dan yang menjadi Rasul di antaranya ialah 315 orang". (H.R. Imam Ahmad) 
Tiap-tiap Rasul yang diutus Allah itu tidak sanggup mengadakan mukjizat sendiri, tetapi yang memberikan mukjizat kepada mereka adalah Allah SWT. Mukjizat itu adalah sebagai bukti kerasulannya yang dikemukakan kepada kaum yang mendustakannya. Bentuk mukjizat itu disesuaikan dengan keadaan, masa dan tempat, sehingga mukjizat itu benar-benar diyakini oleh umat pada waktu itu sebagai bukti kerasulan yang diutus Allah SWT kepada mereka. Dalam pada itu mukjizat itu diberikan jika Allah SWT sendiri berkehendak memberikannya. Jika Allah belum berkehendak memberikannya, maka mukjizat itu tidak akan diberikannya walaupun orang-orang kafir memintanya. Mukjizat itu diberikan sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan Allah dan sesuai pula dengan kemaslahatan. 
Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa jika azab Allah telah datang, menimpa orang-orang yang mendustakan-Nya, maka Allah menyelesaikan perkara mereka dengan seadil-adilnya. Allah SWT menyelamatkan para Rasul dan orang-orang yang beriman besertanya dari azab itu, dan membinasakan orang-orang yang ingkar dan mempersekutukan Allah itu. Hal ini dapat dilihat pada waktu azab Allah menimpa kaum `Ad, maka Allah menyelamatkan Nabi Hud dan orang-orang yang beriman dengannya, demikian pula azab yang menimpa kaum Samud dan sebagainya. 


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Mu'min 78 
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ فَإِذَا جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُونَ (78) 
(Dan sesungguhnya telah Kami utus rasul-rasul sebelum kamu; di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada -pula- yang tidak Kami ceritakan kepadamu) menurut suatu riwayat diceritakan, bahwa Allah swt. telah mengutus delapan ribu orang nabi untuk menjadi rasul; yang empat ribu orang di antaranya dari kaum Bani Israel, sedangkan yang empat ribu orang lagi dari kalangan umat-umat selain Bani Israel. (Tidak dapat bagi seorang rasul) di antara rasul-rasul itu (membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah) karena mereka juga hamba-hamba Allah yang diperintah oleh-Nya (maka apabila telah datang perintah Allah) yang memerintahkan supaya azab diturunkan atas orang-orang kafir (diputuskan) semua perkara di antara rasul-rasul dan orang-orang yang mendustakannya (dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil) yakni, keputusan itu merupakan kemenangan bagi rasul-rasul dan kerugian bagi orang-orang yang mendustakannya; pada hakikatnya sebelum itu pun orang-orang yang mendustakan para rasul sudah merugi.

Allah-lah yang menjadikan binatang ternak untuk kamu, sebagiannya untuk kamu kendarai dan sebagiannya untuk kamu makan.(QS. 40:79)
Dan (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu dan supaya kamu mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya. Dan kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera.(QS. 40:80)

Surah Al Mu'min 79 - 80 
اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَنْعَامَ لِتَرْكَبُوا مِنْهَا وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ (79) وَلَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَلِتَبْلُغُوا عَلَيْهَا حَاجَةً فِي صُدُورِكُمْ وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُونَ (80) 
Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan binatang ternak dalam ayat ini ialah unta, karena binatang itulah yang sesuai dengan sifat-sifat yang disebutkan di atas pada ayat ini. 
Karena itu maksud ayat ini ialah: Allah SWT telah menjadikan unta untuk kamu tunggangi, untuk kamu makan dagingnya dan untuk manfaat-manfaat yang lain seperti bulunya dapat dijadikan bahan pakaian, dan susunya dapat dijadikan minuman yang menyehatkan, badan dan dapat dibuat keju, kulitnya dapat dibuat tas, sepatu dan sebagainya, dan untuk mengangkut barang-barang dari suatu negeri ke negeri yang lain. Di samping unta maka kapal-kapal pun dapat pula mengangkut barang-barang, pergi dari suatu negeri ke negeri yang lain dengan mengarungi sungai-sungai, danau-danau dan lain-lain. 
Ayat ini sama maksudnya dengan firman Allah SWT: 

والأنعام خلقها لكم فيها دفء ومنافع ومنها تأكلون ولكم فيها جمال حين تريحون وحين تسرحون وتحمل أثقالكم إلى بلد لم تكونوا بالغيه إلا بشق الأنفس إن ربكم لرءوف رحيم 
Artinya: 
Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebagainya kamu makan. Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dari ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". (Q.S. An Nahl: 5-7) 
Unta adalah binatang yang paling banyak digunakan oleh orang-orang yang hidup di padang pasir, seakan-akan unta itu tidak dapat dipisahkan dari hidup dan kehidupan mereka. Untalah yang membawa mereka ke berbagai-bagai negeri dalam usaha perdagangan. Unta merupakan sahabat setia mereka jika mereka seorang diri di tengah-tengah padang pasir luas. Perut unta merupakan persiapan tempat air minum mereka yang akan mereka ambil air itu di waktu kehabisan air dalam perjalanan, Banyak lagi manfaat unta yang lain. 
Karena itu jika unta dikemukakan oleh ayat-ayat ini kepada orang-orang Arab, sebagai salah satu binatang yang besar manfaatnya, maka perumpamaan itu sudah tertangkap oleh pikiran mereka. Pada zaman Pertengahan bangsa Arab merupakan bangsa yang menghubungkan negeri Barat dan negeri Timur. Pada waktu itu terjadi perdagangan dari Timur ke Barat, membawa rempah-rempah ke Barat, dan membawa hasil kerajinan ke Timur. 
Di negeri Timur rempah-rempah itu dibawa ke Arab Selatan atau ke Teluk Persia. kemudian barang itu dibawa ke Turki melalui padang pasir yang luas. Pengangkutan utama yang digunakan oleh orang Arab waktu itu adalah binatang unta.

Dan Dia memperlihatkan kepada kamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya); maka tanda-tanda (kekuasaan) Allah yang manakah yang kamu ingkari?(QS. 40:81)

Al Mu'min 81 
وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ فَأَيَّ آيَاتِ اللَّهِ تُنْكِرُونَ (81) 
Demikianlah Allah SWT memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Nya itu yang kamu akui dan mana pula yang tidak kamu akui. Sebenarnya tidak ada satu pun di antara tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Nya itu yang tidak dapat dilihat atau tidak sesuai dengan akal pikiran. sehingga tidak ada jalan bagimu untuk mengingkarinya. Jika kamu mengingkarinya, maka alasan keingkaranmu itu hanyalah dicari-cari belaka.

Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.(QS. 40:82)

Al Mu'min 82 
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ فَمَا أَغْنَى عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (82) 
Apakah orang-orang musyrik Mekah, yang mengingkari ayat-ayat Allah yang disampaikan kepada mereka itu tidak pernah berjalan dan bepergian ke negeri-negeri lain? Sebenarnya mereka adalah para perantau dan para musafir yang telah pergi ke berbagai negeri dalam melakukan perdagangan. Mereka pergi ke Yaman, Arab Selatan dan Syria pada setiap musim dan waktu, sesuai dengan bentuk perdagangan waktu itu. Dalam perjalanan mereka melalui negeri-negeri yang pernah didiami oleh umat-umat dahulu, seperti negeri-negeri kaum `Ad, negeri kaum Samud, negeri penduduk Aikah negeri Mesir, Babilonia dan sebagainya. Dari bekas-bekas yang mereka lihat di negeri itu demikian pula dari cerita yang mereka terima dari nenek moyang mereka, mereka mengetahui bahwa di negeri-negeri itu pernah ada umat-umat perkasa, berkebudayaan tinggi, telah menaklukkan negeri-negeri sekitarnya, mereka memahat gunung untuk rumah-rumah mereka, membuat piramida-piramida yang kokoh dan sebagainya. Tetapi karena keingkaran mereka kepada Rasul-rasul Allah yang diutus kepada mereka, maka mereka pun ditimpa azab Allah. Di saat itu tidak ada sesuatu pun yang dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah. Kamu hai orang-orang musyrik Mekah, yang belum dapat menandingi hasil yang pernah dicapai oleh umat-umat dahulu itu, jika tetap mengingkari Rasul Kami Muhammad, maka kamu akan mengalami nasib, seperti nasib orang-orang yang dahulu itu dan tidak seorang pun yang dapat menyelamatkan kamu dari pada-Nya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Mu'min 82 
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ فَمَا أَغْنَى عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (82) 
(Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan -lebih banyak- bekas-bekas mereka di muka bumi) seperti gedung-gedung dan bangunan-bangunan lainnya sebagai peninggalan mereka (maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.)

Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu.(QS. 40:83)

Al Mu'min 83 
فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَرِحُوا بِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الْعِلْمِ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (83) 
Umat-umat dahulu itu datang kepada mereka Rasul-rasul Kami yang diutus kepada mereka dengan membawa dalil-dalil dan keterangan-keterangan yang kuat dan nyata, tetapi mereka tetap mengingkarinya bahkan menentang seruan Rasul-rasul itu. Mereka memperlihatkan kepada para Rasul itu betapa kuatnya keyakinan mereka dalam agama yang telah mereka anut. Mereka menyangka bahwa ilmu yang mereka peroleh itu adalah ilmu yang tiada tara sehingga mereka memperolok-olokkan para Rasul itu. 
Ucapan-ucapan mereka itu disebutkan dalam firman Allah SWT: 

وما يهلكنا إلا الدهر 
Artinya: 
Dan tidak ada yang membinasakan kita kecuali masa". (Q.S. Al Jatsiah: 29) 
Dan firman Allah SWT: 

لو شاء الله ما أشركنا ولا آباؤنا 
Artinya: 
Jika Allah menghendaki niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya". (Q.S. Al an'am: 148) 
Orang-orang kafir itu akan ditimpa siksa yang berat di akhirat nanti.

Maka tatkala mereka melihat azab Kami mereka berkata:` Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami mempersekutukan (nya) dengan Allah `.(QS. 40:84)

Al Mu'min 84 
فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِ مُشْرِكِينَ (84) 
Ayat ini menerangkan watak dan kepercayaan manusia yang sebenarnya kepada Allah SWT. Manusia pada dasainya mempercayai bahwa Tuhan itu adalah Esa. Dia-lah Yang Maha Kuasa, Yang memberikan nikmat kepada hamba-hamba-Nya. Kepercayaan itu dapat ditutup oleh keadaan yang mempengaruhi kehidupan manusia itu. Jika mereka sedang berkuasa, sedang kaya dan sedang dikuasai oleh hawa nafsunya, maka ia lupa kepada Allah SWT, bahkan dia mencari tuhan-tuhan yang lain yang akan disembahnya, sesuai dengan tuntutan hawa nafsunya. Jika mereka ditimpa bahaya, malapetaka, kesedihan dan sebagainya, mereka kembali ingat dan menghambakan diri kepada Tuhan yang menciptakannya dan di saat itu pula mereka kembali mengingkari tuhan-tuhan yang mereka adakan itu. 
Banyak contoh dan perumpamaan yang dikemukakan Allah dalam ayat-ayat-Nya yang berhubungan dengan hal ini dan banyak pula orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang demikian, seperti Firaun. Karun dan sebagainya.

Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir.(QS. 40:85)

Surah Al Mu'min 85 
فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَ (85) 
Ayat ini menegaskan bahwa iman orang-orang seperti diterangkan ayat di atas, tidak ada manfaatnya lagi, jika azab Allah telah datang, maka pintu tobat telah tertutup bagi mereka, seperti firman Allah SWT kepada Firaun waktu ia akan tenggelam: 

أمنت أنه لا إله إلا الذي أمنت به بنوا إسرائيل 
Artinya: 
Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel".(Q.S. Yunus: 90) 
Dan firman Allah SWT: 

الآن وقد عصيت قبل وكنت من المفسدين 
Artinya: 
Apakah sekarang (kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan". (Q.S. Yunus: 91) 
Ayat ini akan memberi pengertian bahwa iman itu akan berfaedah bagi seseorang, apabila ia beriman kepada Allah dalam kehidupannya di dunia yang fana ini, pikiran dan hatinya merasakan kebesaran dan kekuasaan Allah dan ia merasa bahwa hidup dan matinya tergantung kepada-Nya, jika ia melakukan kesalahan, ia pun bertobat dan berjanji tidak akan melakukan kesalahan. 
Yang diterangkan itu adalah hukum-hukum Tuhan yang berlaku bagi semua orang. Iman itu tidak ada faedahnya lagi di kala mereka melihat azab. Pada saat itu tidak ada lagi gunanya iman dan pada masa itu rugilah semua orang-orang yang kafir. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Mu'min 85 
فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَ (85) 
(Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunah Allah) dinashabkannya lafal Sunnatallaahi karena menjadi Mashdar dari Fi'il yang diperkirakan keberadaannya, dan Fi'il tersebut diambil dari lafalnya (yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya) yaitu pada semua umat, bahwasanya iman tiada gunanya apabila timbul di kala azab turun. (Dan di waktu itu merugilah orang-orang kafir) yakni jelaslah kerugian mereka; masing-masing di antara mereka mengalami kerugian yang nyata; dan memang sebelum itu pun mereka adalah orang-orang yang merugi.

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH al-Mu'min>>

COPAS FROM:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar