Jumat, 24 Januari 2014

Ash Shaffaat 100-110

[TAFSIR] : ASH-SHAFFAAT
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>

101. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.(QS. 37:101)
Ash Shaaffaat 100 - 101 
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ (101) 
Dalam ayat ini, Allah SWT menceritakan bahwa Nabi Ibrahim dalam perantauan memohon kepada Tuhan kiranya dianugerahi seorang anak yang saleh lagi taat yang dapat menolongnya dalam menyampaikan dakwah dan mendampinginya dalam perjalanan dan menjadi kawan dalam kesepian. 
Kehadiran anak itu sebagai pengganti dari keluarga dan kaumnya yang ditinggalkannya. Permohonan Nabi Ibrahim as ini diperkenankan Allah SWT. Kepadanya disampaikan berita gembira bahwa Allah SWT akan menganugerahkan kepadanya seorang anak laki-laki yang punya sifat sangat sabar. 

As Shaffaat 111-120

[TAFSIR] : ASH-SHAFFAAT
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>

111. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.(QS. 37:111)

Ash Shaaffaat 108 - 111 
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ (108) سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ (109) كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (110) إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (111) 
Dalam ayat-ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa umat manusia dari berbagai agama (samawi) dan golongan mencintai Nabi Ibrahim as, sepanjang masa. Penganut agama Yahudi, Nasrani dan Islam semuanya menghormatinya dan memuji namanya, bahkan kaum musyrikin Arab mengakui bahwa agama mereka juga mengikuti agama Islam (Ibrahim). 
Demikianlah Allah SWT memenuhi permohonan Ibrahim as ketika dia berdoa seperti difirmankan Allah SWT: 

As Shaffaat 121-130

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>

121. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.(QS. 37:121)
122. Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.(QS. 37:122)

Ash Shaaffaat 121 - 122 
إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (121) إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (122) 
Dalam dua ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa kenikmatan-kenikmatan yang besar tersebut di atas seperti kemenangan atas musuh-musuh, petunjuk-petunjuk Tuhan, kemuliaan-kemuliaan dan sebagainya adalah berkat amal-amal kebaikan yang mereka lakukan dan pengorbanan serta penderitaan mereka dalam perjuangan menegakkan agama tauhid. Jadi begitulah Allah SWT memberikan pembalasan pahala dunia akhirat atas orang-orang yang berbuat kebaikan untuk kemaslahatan sesama umat manusia. 
Yang mendorong keduanya mengerjakan amal-amal kebaikan dan bersedia mengalami penderitaan adalah iman yang bersemi dalam dada mereka. Dari landasan iman yang kuat lahirlah perbuatan-perbuatan yang mulia. Itulah sebabnya Allah SWT menegaskan bahwa keduanya adalah hamba-hamba Allah yang beriman.

As Shaffaat 131-140

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>

129. Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.(QS. 37:129)
130. (Yaitu):` Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas `.(QS. 37:130)
131. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.(QS. 37:131)
132. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.(QS. 37:132)

Ash Shaaffaat 129 - 132 
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ (129) سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ (130) إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (131) إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (132) 
Dalam ayat-ayat ini Allah SWT menjelaskan kemuliaan yang diberikan Nya kepada Ilyas sebagaimana kemuliaan yang dulu telah dianugerahkan Nya pula kepada Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Harun. Bahwa Allah SWT akan mengabadikan keharuman namanya di kalangan umat manusia terutama di kalangan umat Yahudi, Nasrani dan Islam. Salam sejahtera selalu mereka ucapkan bagi Ilyas sejak zaman yang silam sampai akhir zaman. Kemuliaan itu diberikan kepadanya karena dia seorang yang selalu berbuat kebaikan beramal saleh. Terus berjuang menegakkan agama tauhid dan meluruskan kembali jalan kehidupan yang ditempuh oleh kaumnya Bani Israel. Semua itu dikerjakannya berlandaskan pengabdian yang tulus ikhlas, dan keimanan yang sempurna.

As Shaffaat 141-150

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>


141. kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.(QS. 37:141)
142. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.(QS. 37:142)

Ash Shaaffaat 140 - 142 
إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ (140) فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ (141) فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ (142) 
Adapun Yunus as sesudah memberikan peringatan dengan ancaman azab kepada kaumnya itu lalu pergi meninggalkan mereka sebelum ada perintah dari Tuhan. Beliau melarikan diri dengan menumpang sebuah kapal yang penuh dengan muatan. Karena sarat dengan barang-barang dan penumpang, sehingga mereka takut tenggelam di tengah lautan, maka mereka mengadakan undian di antara penumpang. Barang siapa kalah undian dilempar ke laut dengan demikian kapal menjadi ringan serta terhindar dari bahaya tenggelam. Dalam undian itu, Yunus kalah, namun mereka merasa segan melemparkannya ke laut. Lalu diadakan undian ulangan dan Yunus mengalami kekalahan lagi. Juga mereka masih segan melemparkannya ke laut. Di adakan kembali undian ketiga kalinya, tetapi Yunus tetap kalah undian. Akhirnya dia memutuskan sendiri terjun ke laut. Dalam pada itu Allah SWT memerintahkan seekor ikan hiu menelan Yunus. Kepada ikan itu diwahyukan pula agar jangan memakan dagingnya ataupun tulangnya, tetapi menjadikan perutnya sebagai penjara bagi Yunus, karena Yunus bukanlah makanannya. 

As Shaffaat 161-170

[TAFSIR] : ASH-SHAFFAAT
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>

Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu,(QS. 37:161)
sekali-kali tidak dapat menyesatkan seseorang) terhadap Allah,(QS. 37:162)
kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala.(QS. 37:163)

Ash Shaaffaat 161 - 163 
فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ (161) مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِينَ (162) إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِي الْجَحِيمِ (163) 
Dalam ayat-ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa segala macam usaha yang mereka lakukan untuk memperlahankan keyakinan mereka yang salah, seperti mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang lain, sedikitpun tidak akan menyesatkan hamba Allah yang dibersihkan hatinya, terkecuali orang yang membiarkan dirinya dikotori oleh noda-noda kemusyrikan. Orang yang serupa inilah yang akan menjadi penghuni neraka yang menyala, sebagai balasan yang setimpal dengan perbuatan mereka.

As Shaffaat 171-182

[TAFSIR] : ASH-SHAFFAAT
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>

Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,(QS. 37:171)
(yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.(QS. 37:172)

Ash Shaaffaat 171 - 172 
وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ (171) إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُورُونَ (172) 
Allah SWT menjelaskan bahwa janji Allah telah terbukti kebenarannya bahwa Rasul-rasul yang diutus sebelum Muhammad yang disebutkan dalam surat ini mendapat pertolongan dari Allah terhindar dari kesewenangan musuh-musuhnya. Mereka terlepas dari pembunuhan, penculikan dan pengusiran karena pertolongan Allah. 

Jumat, 17 Januari 2014

As Shaffaat 151-160

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>

151. Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan:(QS. 37:151)
152. `Allah beranak`. Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.(QS. 37:152)

Ash Shaaffaat 151 - 152 
أَلَا إِنَّهُمْ مِنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ (151) وَلَدَ اللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (152) 
Kemudian Allah SWT mengungkapkan kebatilan akidah mereka bahwa apa yang mereka katakan dan apa yang mereka yakini, tiada lain kecuali kebohongan besar yang mereka ada-adakan untuk mendustakan dan menghinakan kebenaran wahyu yang dibawa oleh Rasul Nya. Anggapan mereka bahwa Allah mempunyai anak sama sekali bertentangan dengan pikiran yang sehat, karena Allah sebagai Pencipta langit dan bumi serta segenap isinya mustahil apabila dikatakan memerlukan anak. Bukanlah dia yang memerlukan sesuatu, akan tetapi segala sesuatu itu memerlukan bantuan dan bimbingan Nya. Jadi jelaslah bahwa kebohongan yang mereka ada-adakan, tiada lain kecuali sikap pengingkaran kepada agama tauhid yang dibawakan oleh Rasulullah saw. Itulah sebabnya maka di akhir ayat Allah SWT menegaskan bahwa mereka benar-benar orang yang berdusta.