Jumat, 24 Januari 2014

As Shaffaat 141-150

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>


141. kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.(QS. 37:141)
142. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.(QS. 37:142)

Ash Shaaffaat 140 - 142 
إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ (140) فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ (141) فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ (142) 
Adapun Yunus as sesudah memberikan peringatan dengan ancaman azab kepada kaumnya itu lalu pergi meninggalkan mereka sebelum ada perintah dari Tuhan. Beliau melarikan diri dengan menumpang sebuah kapal yang penuh dengan muatan. Karena sarat dengan barang-barang dan penumpang, sehingga mereka takut tenggelam di tengah lautan, maka mereka mengadakan undian di antara penumpang. Barang siapa kalah undian dilempar ke laut dengan demikian kapal menjadi ringan serta terhindar dari bahaya tenggelam. Dalam undian itu, Yunus kalah, namun mereka merasa segan melemparkannya ke laut. Lalu diadakan undian ulangan dan Yunus mengalami kekalahan lagi. Juga mereka masih segan melemparkannya ke laut. Di adakan kembali undian ketiga kalinya, tetapi Yunus tetap kalah undian. Akhirnya dia memutuskan sendiri terjun ke laut. Dalam pada itu Allah SWT memerintahkan seekor ikan hiu menelan Yunus. Kepada ikan itu diwahyukan pula agar jangan memakan dagingnya ataupun tulangnya, tetapi menjadikan perutnya sebagai penjara bagi Yunus, karena Yunus bukanlah makanannya. 
Demikianlah keadaan Nabi Yunus hidup dalam kegelapan perut ikan itu disebabkan dia meninggalkan kaumnya tanpa izin dari Allah SWT dan karena tidak sabar menahan perlakuan kaumnya sebagaimana halnya para Rasul lainnya.

143. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,(QS. 37:143)
144. niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.(QS. 37:144)
Ash Shaaffaat 143 - 144 
فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ (143) لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (144) 
Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa sekiranya Yunus bukan orang yang banyak mengingat Tuhan, berzikir, tasbih dan tahmid sepanjang umurnya, tentulah dia tinggal di perut ikan itu sampai mati dan barulah dibangkitkan pada Hari Kiamat. Di dalam perut dia akan hancur lumat pada zat-zat dan darah seperti halnya makanan-makanan ikan lainnya; tetapi Allah Maha Pengampun lagi Pengasih membiarkannya tetap hidup dalam perut ikan beberapa waktu lamanya, dan selama di dalam perut itu, dia tetap mengucapkan tasbih dan bertobat kepada Allah SWT. Firman Allah SWT: 

فنادى في الظلمات أن لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين فاستجبنا له ونجيناه من الغم وكذلك ننجي المؤمنين 
Artinya: 
... maka Yunus menyeru ia dalam keadaan yang sangat gelap: Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (Q.S. Al Anbiya: 87-88)

145. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.(QS. 37:145)
146. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.(QS. 37:146)

Ash Shaaffaat 145 - 146 
فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ (145) وَأَنْبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِنْ يَقْطِينٍ (146) 
Kemudian Allah SWT menceritakan bagaimana dia menyelamatkan Nabi Nya dari perut ikan itu. Setelah beberapa hari ikan itu menelan Nabi Yunus, maka Tuhan mewahyukan kepada ikan itu agar melontarkan Yunus ke daratan yang sepi dan kering, tidak ada tumbuh-tumbuhan dan kayu-kayuan. Nabi Yunus setibanya di daratan dalam keadaan lemah dan sakit. Hal ini disebabkan penderitaan selama dalam perut ikan, dan kesedihan hati karena sikap kaumnya yang menentang dakwahnya. 
Untuk memeliharanya dari kepanasan matahari dan kedinginan malam, maka Allah SWT menumbuhkan di sampingnya sebatang pohon Yagtin (semacam labu) atau pisang (dengan daunnya). Dia dapat menyelimuti badannya dan berlindung dari panas matahari. Buahnya dimakannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

147. Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.(QS. 37:147)
148. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.(QS. 37:148)

Ash Shaaffaat 147 - 148 
وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَى مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ (147) فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ (148) 
Sesudah Nabi Yunus mulai sembuh dari penderitaannya, badannya sudah mulai segar, Allah SWT mengutus kembali kepada kaumnya yang pada waktu itu jumlahnya seratus ribu orang atau lebih. Kedatangan Nabi Yunus as disambut dengan baik dan mereka beriman kepadanya. Sesungguhnya mereka telah menyadari bahwa mereka dahulunya telah melakukan kesalahan sehingga Yunus as pergi meninggalkan mereka. Bilamana mereka tidak beriman dan mematuhinya, tentulah mereka akan ditimpa azab seperti halnya kaum-kaum yang dahulu yang mengingkari Nabi-nabinya. Ketika Yunus kembali ke tengah-tengah mereka dan mengajak mereka ke jalan yang benar, beriman kepada Allah dan Rasul Nya, mereka segera menerimanya dengan penuh ketaatan. Karena itu, Allah SWT menganugerahkan kenikmatan kepada mereka dengan hidup bahagia, aman sentosa sampai ajal mereka.

149. Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah):` Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki,(QS. 37:149)

Ash Shaaffaat 149 
فَاسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَ (149) 
Allah SWT memerintahkan kepada Rasul Nya agar menanyakan kepada orang-orang kafir Quraisy tentang anggapan mereka bahwa malaikat itu anak-anak perempuan Allah. Pertanyaan ini mengandung bantahan atas kesalahan jalan pikiran mereka bahwa Allah SWT mempunyai anak-anak perempuan. Hal itu tidak masuk akal karena mereka sendiri menyenangi anak laki-laki dan membenci anak perempuan, bahkan apabila istri-istri mereka melahirkan anak perempuan mereka malu bertemu dengan kaumnya sebelum mereka mengubur anak perempuan itu hidup-hidup. 
Allah SWT berfirman: 

وإذا بشر أحدهم بالأنثى ظل وجهه مسودا وهو كظيم 
Artinya: 
Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. (Q.S. An Nahl: 58) 
Dan firman-Nya: 

ألكم الذكر وله الأنثى تلك إذا قسمة ضيزى 
Artinya: 
Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. (Q.S. An Najm: 21-22)

150. atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)?(QS. 37:150)

Ash Shaaffaat 150 
أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ (150) 
Sudah itu Allah SWT memperkeras bantahannya terhadap keyakinan mereka yang salah itu, mereka tidaklah menyaksikan apa yang mereka katakan itu dan tidak dapat membuktikan dengan keterangan-keterangan wahyu yang tertulis, tetapi keyakinan mereka itu hanyalah didasarkan kepada dongeng-dongeng yang mereka terima dari mulut ke mulut, yang sama sekali tidak didasarkan kepada jalan pikiran yang sehat. Anggapan mereka tersebut tidak benar bahkan mereka harus mempertanggungjawabkan yang mereka katakan dan bertanggungjawab pula terhadap akibat buruk yang dialami oleh orang-orang yang mengikutinya. 
Allah SWT berfirman: 

وجعلوا الملائكة الذين هم عباد الرحمن إناثا أشهدوا خلقهم ستكتب شهادتهم ويسألون 
Artinya: 
Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan diminta pertanggungjawaban. (Q.S. Az Zukhruf: 19)

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH AS SHAFFAT (182)>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar