Jumat, 24 Januari 2014

As Shaffaat 121-130

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>

121. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.(QS. 37:121)
122. Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.(QS. 37:122)

Ash Shaaffaat 121 - 122 
إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (121) إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (122) 
Dalam dua ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa kenikmatan-kenikmatan yang besar tersebut di atas seperti kemenangan atas musuh-musuh, petunjuk-petunjuk Tuhan, kemuliaan-kemuliaan dan sebagainya adalah berkat amal-amal kebaikan yang mereka lakukan dan pengorbanan serta penderitaan mereka dalam perjuangan menegakkan agama tauhid. Jadi begitulah Allah SWT memberikan pembalasan pahala dunia akhirat atas orang-orang yang berbuat kebaikan untuk kemaslahatan sesama umat manusia. 
Yang mendorong keduanya mengerjakan amal-amal kebaikan dan bersedia mengalami penderitaan adalah iman yang bersemi dalam dada mereka. Dari landasan iman yang kuat lahirlah perbuatan-perbuatan yang mulia. Itulah sebabnya Allah SWT menegaskan bahwa keduanya adalah hamba-hamba Allah yang beriman.


123. Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul.(QS. 37:123)
124. (Ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya:` Mengapa kamu tidak bertakwa?(QS. 37:124)
125. Patutkah kamu menyembah Ba_l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta,(QS. 37:125)
126. (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu? `(QS. 37:126)

Ash Shaaffaat 123 - 126 
وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ (123) إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَلَا تَتَّقُونَ (124) أَتَدْعُونَ بَعْلًا وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ (125) اللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ (126) 
Dalam ayat-ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Ilyas salah seorang Rasul yang diutus Nya. Menurut lbnu Jarir, Ilyas anak dari Yassin Finhas bin 'Iyzar bin Harun saudara Musa as. Masa kenabiannya sesudah masa kenabian Sulaiman as. Dia di utus Tuhan kepada Bani Israel sewaktu penyembahan berhala tersebar di kalangan mereka. Raja-raja mereka pada waktu itu ikut mendukung perkembangan agama berhala itu. Mereka membangun tempat penyembelihan binatang untuk dipersembahkan pada berhala-berhala itu. Hukum-hukum Taurat mereka tinggalkan. Nabi Ilyas as bangkit di antara mereka, memperingarkan kesesatan mereka dan mengajak kembali kepada agama tauhid. 
Nabi Ilyas memperingatkan kaumnya agar mereka waspada dan takut kepada azab Tuhan yang sewaktu-waktu dapat datang menimpa mereka. Karena itu dia mengajak mereka menjunjung segala perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Juga beliau mencela dengan keras perbuatan mereka menyembah Ba'l yang diwujudkan berupa patung. Patung Ba'l itu salah satu patung orang-orang Punisia zaman dahulu. Mereka membangun tempat-tempat peribadatan dan tempat korban untuk menyembahnya dan mengadakan pendeta-pendeta yang mengatur penyembahan patung-patung itu. Pada hari-hari besar pendeta itu juga mengatur binatang-binatang korban untuk memuliakan patung itu. 
Demikianlah orang-orang Israel sedang tenggelam dalam agama berhala dan meninggalkan agama tauhid. Nabi Ilyas berusaha membawa mereka kembali ke jalan yang benar, menyembah Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang paling patut disembah. Tuhan yang dulu juga menjadi sembahan nenek moyang mereka Ismail, Ishak dan Yakub. Mereka ini sudah melupakan pesan Yakub, yang disebut juga Israel, ketika menjelang ajalnya, sebagaimana diterangkan Allah dalam firman Nya: 

أم كنتم شهداء إذ حضر يعقوب الموت إذ قال لبنيه ما تعبدون من بعدي قالوا نعبد إلهك وإله ءابائك إبراهيم وإسماعيل وإسحاق إلها واحدا ونحن له مسلمون 
Artinya: 
Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu, dan Tuhan nenek moyangmu. Ibrahim, Ismail dan Ishak (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan Kami hanya tunduk patuh kepada Nya". (Q.S. Al Baqarah: 133)

127. Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka),(QS. 37:127)
128. kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).(QS. 37:128)

Ash Shaaffaat 127 - 128 
فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ (127) إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ (128) 
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa kaum Ilyas itu menentangnya, membantah kerasulannya dan kebenaran-kebenaran yang dibawanya serta tidak mengindahkan segala peringatan tentang azab yang dibawanya serta tidak mengindahkan segala peringatan tentang azab yang akan menimpa mereka dan mereka menolak kembali kepada agama tauhid. Karena itu mereka pada Hari Kiamat dihadapkan ke muka api neraka untuk menerima siksaan sesuai dengan kesalahan perbuatan dan perkataan mereka. 
Tetapi kaumnya yang beriman kepada Nya dan mengerjakan amal-amal saleh dengan tulus dan ikhlas dan bertobat kepada Nya dijauhkan dari azab neraka, bagi mereka pahala yang besar dan surga yang penuh kenikmatan.

129. Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.(QS. 37:129)
130. (Yaitu):` Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas `.(QS. 37:130)
131. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.(QS. 37:131)
132. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.(QS. 37:132)

Ash Shaaffaat 129 - 132 
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ (129) سَلَامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ (130) إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (131) إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (132) 
Dalam ayat-ayat ini Allah SWT menjelaskan kemuliaan yang diberikan Nya kepada Ilyas sebagaimana kemuliaan yang dulu telah dianugerahkan Nya pula kepada Nabi Nuh, Ibrahim, Musa dan Harun. Bahwa Allah SWT akan mengabadikan keharuman namanya di kalangan umat manusia terutama di kalangan umat Yahudi, Nasrani dan Islam. Salam sejahtera selalu mereka ucapkan bagi Ilyas sejak zaman yang silam sampai akhir zaman. Kemuliaan itu diberikan kepadanya karena dia seorang yang selalu berbuat kebaikan beramal saleh. Terus berjuang menegakkan agama tauhid dan meluruskan kembali jalan kehidupan yang ditempuh oleh kaumnya Bani Israel. Semua itu dikerjakannya berlandaskan pengabdian yang tulus ikhlas, dan keimanan yang sempurna.


<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH AS SHAFFAT (182)>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar