Jumat, 17 Januari 2014

As Shaffaat 151-160

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>

151. Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan:(QS. 37:151)
152. `Allah beranak`. Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.(QS. 37:152)

Ash Shaaffaat 151 - 152 
أَلَا إِنَّهُمْ مِنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ (151) وَلَدَ اللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (152) 
Kemudian Allah SWT mengungkapkan kebatilan akidah mereka bahwa apa yang mereka katakan dan apa yang mereka yakini, tiada lain kecuali kebohongan besar yang mereka ada-adakan untuk mendustakan dan menghinakan kebenaran wahyu yang dibawa oleh Rasul Nya. Anggapan mereka bahwa Allah mempunyai anak sama sekali bertentangan dengan pikiran yang sehat, karena Allah sebagai Pencipta langit dan bumi serta segenap isinya mustahil apabila dikatakan memerlukan anak. Bukanlah dia yang memerlukan sesuatu, akan tetapi segala sesuatu itu memerlukan bantuan dan bimbingan Nya. Jadi jelaslah bahwa kebohongan yang mereka ada-adakan, tiada lain kecuali sikap pengingkaran kepada agama tauhid yang dibawakan oleh Rasulullah saw. Itulah sebabnya maka di akhir ayat Allah SWT menegaskan bahwa mereka benar-benar orang yang berdusta.


Apakah Tuhan memilih (mengutamakan) anak-anak perempuan daripada anak laki-laki?(QS. 37:153)
Apakah yang terjadi padamu? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?(QS. 37:154)
Maka apakah kamu tidak memikirkan?(QS. 37:155)

Ash Shaaffaat 153 - 155 
أَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِينَ (153) مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ (154) أَفَلَا تَذَكَّرُونَ (155) 
Kemudian Allah SWT membatalkan alasan dari anggapan mereka itu dengan menjelaskan bahwa tak ada sesuatu alasanpun yang dapat dibenarkan oleh pikiran yang sehat, bahwa Allah Pencipta segala sesuatu yang ada di jagat raya ini, harus memerlukan anak-anak perempuan sedangkan menurut kebiasaan sehari-hari, dan pikiran yang sehat menunjukkan kepada keadaan yang sebaliknya, yaitu Allah sebagai Pencipta tidak menghajatkan sesuatu, baik sebagai pembantu, sebagai perantara ataupun sebagai anak. 
Allah SWT berfirman: 

أفأصفاكم ربكم بالبنين واتخذ من الملئكة إناثا إنكم لتقولون قولا منكرا 
Artinya: 
Maka apakah patut Tuhan memilihkan bagimu anak-anak laki-laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan di antara para malaikat? Sesungguhnya kamu benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya). (Q.S. Al Isra': 40) 
Itulah sebabnya maka Allah SWT menegaskan bahwa. meskipun mereka mempunyai akal, tetapi mereka tidak mempergunakan akal itu sebaik-baiknya sehingga mereka tidak bisa menilai apa yang mereka katakan. Akibatnya mereka terjerumus kepada kesimpulan yang salah, yaitu mengiktikadkan sesuatu yang bertentangan dengan jalan pikirannya; padahal andainya mereka mau mempergunakan akalnya sebaik-baiknya, tentulah mereka tidak akan mengatakan dan meyakini sesuatu yang memang jelas kebatilannya.

156. Atau apakah kamu mempunyai bukti yang nyata?(QS. 37:156)
157. Maka bawalah kitabmu jika kamu memang orang-orang yang benar.(QS. 37:157)
Ash Shaaffaat 156 - 157 
أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُبِينٌ (156) فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (157) 
Lalu Allah SWT memerintahkan kepada Rasul-Nya agar membantah iktikad mereka lagi dengan meminta agar mereka mengemukakan keterangan wahyu yang dapat membuktikan kebenaran iktikad mereka. Kalau mereka mempunyai bukti-bukti yang nyata kebenarannya yang berdasar wahyu, tentulah mereka mampu mengembangkannya, akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya, mereka tidak akan sanggup mendatangkan bukti itu dengan demikian jelaslah bahwa keyakinan mereka hanyalah di dasarkan kepada dongeng-dongeng yang berasal dari nenek moyang mereka, yang disampaikan dari mulut ke mulut, yang sebenarnya jauh dari kebenaran.
Di dalam ayat ini terkandung isyarat bahwa apa yang mereka katakan dan apa yang mereka yakini, adalah perbuatan dosa besar yang patut menerima murka Allah, dan mengingkari kebenaran. 
Allah SWT berfirman: 

أم أنزلنا عليهم سلطانا فهو يتكلم بما كانوا به يشركون 
Artinya: 
Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan. lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran) apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan? (Q.S. Ar Rum: 35)

158. Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka),(QS. 37:158)

Ash Shaaffaat 158 
وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ (158) 
Dalam pada itu Allah SWT menyebutkan ucapan orang-orang kafir Quraisy yang lebih jahat lagi, yaitu mereka menghubungkan nasab antara malaikat dengan Allah. Mereka menyembah malaikat, karena mereka menganggap bahwa malaikat-malaikat itu anak-anak perempuan Allah. 
Penjelasan lebih jauh mengenai penafisiran ini dapat dikemukakan beberapa pendapat sebagai berikut: 
Imam Mujahid berpendapat: bahwa orang-orang musyrikin mengatakan malaikat itu anak-anak perempuan Allah. 
Abu Bakar ra pernah bertanya: "Siapakah ibu malaikat itu?". Orang-orang musyrikin pun menjawab: "Ibu mereka ialah putri pembesar Jin". 
Ibnu Ishak menyatakan bahwa orang-orang musyrikin Arab menyembah malaikat, karena malaikat itu anak-anak perempuan Allah. 
Di akhir ayat Allah SWT menegaskan bahwa malaikat yang mereka anggap sebagai anak perempuan Allah dan mereka persekutukan dengan Dia itu, mengetahui dan menyaksikan bahwa orang-orang kafir Quraisy yang beriktikad seperti itu akan disiksa dengan siksaan api neraka di hari pembalasan. 
Allah SWT berfirman: 

ويوم يحشرهم جميعا ثم يقول للملائكة أهؤلاء إياكم كانوا يعبدون 
Artinya: 
Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya, kemudian Allah berfirman kepada malaikat: Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu? (Q.S. As Saba: 40) 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 158 
وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ (158) 
(Dan mereka adakan) orang-orang musyrik itu (antara Dia) yakni Allah swt. (dan antara jin) yakni malaikat dinamakan Al-Jinnah karena mereka tidak dapat dilihat oleh mata (hubungan nasab) melalui perkataan mereka yang menyatakan bahwasanya malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. (Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka) yakni orang-orang yang mengatakan demikian (benar-benar akan diseret) ke dalam neraka dan mereka akan diazab di dalamnya.

159. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan,(QS. 37:159)
160. kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari (dosa).(QS. 37:160)

Ash Shaaffaat 159 - 160 
سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ (159) إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ (160) 
Kemudian Allah SWT menyatakan bahwa Dia Maha Suci dari sifat-sifat kekurangan yang tidak layak diperuntukkan kepada Nya dengan menegaskan bahwa Dia Maha Suci dari anggapan-anggapan yang dikemukakan oleh orang-orang kafir Quraisy itu. Dia tidak memerlukan anak, tidak memerlukan sekutu dan tidak memerlukan perantara yang dapat mendekatkan hubungan dengan ibadah hamba-hamba Nya. 
Sesudah itu Allah SWT menyebutkan para hamba Nya yang ikhlas. Mereka ini diselamatkan dari siksaan api neraka, karena keikhlasannya dan kecenderungan hatinya yang selalu mengikuti keterangan-keterangan yang benar, yang diturunkan Allah kepada Rasul Nya dengan perantaraan wahyu. 
Mereka ini meyakini bahwa malaikat itu tiada lain kecuali hamba Allah yang selalu siap untuk menghambakan diri kepada Nya melaksanakan perintah-perintah Nya dan tidak membangkang sedikit juapun.

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH AS SHAFFAT (182)>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar