Jumat, 24 Januari 2014

As Shaffaat 161-170

[TAFSIR] : ASH-SHAFFAAT
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>

Maka sesungguhnya kamu dan apa-apa yang kamu sembah itu,(QS. 37:161)
sekali-kali tidak dapat menyesatkan seseorang) terhadap Allah,(QS. 37:162)
kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala.(QS. 37:163)

Ash Shaaffaat 161 - 163 
فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ (161) مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِينَ (162) إِلَّا مَنْ هُوَ صَالِي الْجَحِيمِ (163) 
Dalam ayat-ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa segala macam usaha yang mereka lakukan untuk memperlahankan keyakinan mereka yang salah, seperti mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang lain, sedikitpun tidak akan menyesatkan hamba Allah yang dibersihkan hatinya, terkecuali orang yang membiarkan dirinya dikotori oleh noda-noda kemusyrikan. Orang yang serupa inilah yang akan menjadi penghuni neraka yang menyala, sebagai balasan yang setimpal dengan perbuatan mereka.


Tiada seorangpun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu,(QS. 37:164)
Ash Shaaffaat 164 
وَمَا مِنَّا إِلَّا لَهُ مَقَامٌ مَعْلُومٌ (164) 
Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa malaikat itu mempunyai kedudukan tertentu, mereka ini hamba-hamba Allah yang mempunyai tugas-tugas yang tidak boleh dilampaui dan tidak boleh dikurangi. Mereka selalu siap menjalankan perintah Allah dengan sangat teliti. Sedikitpun tidak terlintas di dalam dirinya untuk menyimpang dari perintah Nya. 
Allah SWT berfirman: 

لا يعصون الله ما أمرهم ويفعلون ما يؤمرون 
Artinya: 
Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S. At Tahrim: 6)

dan sesungguhnya kami benar-benar bershaf-shaf (dalam menunaikan perintah Allah).(QS. 37:165)
Ash Shaaffaat 165 
وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَ (165) 
Allah SWT menjelaskan bahwa malaikat itu dalam melaksanakan perintah Nya selalu berbaris bersaf-saf sebagai tanda ketaatannya kepada Allah masing-masing mempunyai tugas dan kewajiban sendiri yang harus dilaksanakan, sehingga tidak akan terjadi malaikat yang satu melampaui tugas yang diberikan pada malaikat yang lain. 
Di dalam sebuah hadis sahih Muslim dari Jabir bin Gamurah ia mengatakan bahwa: Rasulullah saw keluar untuk menemui kami, sedangkan kami berada di Mesjid, kemudian beliau bersabda: Mengapa kamu tidak berbaris seperti para malaikat berbaris menghadap Tuhannya? Lalu kami berkata: "Ya Rasulullah, bagaimana caranya malaikat-malaikat itu berbaris menghadap Tuhan Nya? Rasulullah saw bersabda yang artinya: 

يتمون الصفوف +الأول ويتراصون في الصف 
Artinya: 
Mereka memenuhi saf pertama dan berbaris dengan rapatnya. (H.R. Muslim dari Jabir bin Samurah) 
Dan diriwayatkan pula bahwa Umar pernah berkata: "Apabila seseorang menyuarakan ikamat maka hendaklah kamu berdiri bersaf-saf, dan luruskanlah safmu, sebenarnya Allah menghendaki agar kamu mencontoh malaikat ketika menghadap Tuhannya. Iapun membaca: 
أقيموا صفوفكم واستووا "وإنا لنحن الصافون" 
Artinya: 
Luruskan barisanmu dan rapikan. "Dan sesungguhnya kami benar-benar bersaf-saf (dalam menunaikan perintah Allah)". (Kemudian Umar menyuruh orang) maju atau mundur meluruskan dan merapikan saf, lalu iapun maju ke depan dan bertakbir. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 165 
وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَ (165) 
(Dan sesungguhnya kami benar-benar bersaf-saf) artinya meluruskan telapak kaki kami dalam salat.

Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih (kepada Allah).(QS. 37:166)
`Kalau sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,(QS. 37:168)
benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa)`.(QS. 37:169)

Ash Shaaffaat 167 - 169 
وَإِنْ كَانُوا لَيَقُولُونَ (167) لَوْ أَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِنَ الْأَوَّلِينَ (168) لَكُنَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ (169) 
Dalam pada itu Allah SWT mengungkapkan ucapan kaum musyrik Arab sebelum Nabi Muhammad saw diutus menjadi Rasul. Dahulu mereka mengharapkan kedatangan utusan Allah, yang membawa kitab mengandung perintah dan larangan yang dapat mereka pedomani sehingga mereka dapat beribadah kepada Allah dengan ikhlas. Kitab yang mereka harap-harapkan kedatangannya itu ialah kitab yang mengandung pedoman yang dengan kitab itu mereka mendapat petunjuk bagaimana memurnikan ketaatan yang lebih baik kepada Allah dibanding Ahli Kitab yang dahulu yaitu orang Yahudi dan Nasara.

Tetapi mereka mengingkarinya (Al quran); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).(QS. 37:170)

Ash Shaaffaat 170 
فَكَفَرُوا بِهِ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (170) 
Allah SWT menjelaskan bahwa setelah Rasul yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya itu berada di antara mereka, merekapun mendustakannya. Mereka mengingkari kebenaran wahyu yang dibawa oleh Muhammad padahal wahyu Muhammad itu mengandung pedoman-pedoman seperti yang mereka harapkan. Alquran mengandung ajaran-ajaran pokok yang termuat dalam kitab sebelumnya dan sekaligus melengkapi isi kitab itu. 
Allah SWT berfirman: 

وأقسموا بالله جهد أيمانهم لئن جاءهم ليكونن أهدى من إحدىالأمم فلما جاءهم نذير ما زادهم إلا نفورا 
Artinya: 
Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah: sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran). (Q.S. Fatir: 42) 
Di akhir ayat Allah SWT mengancam orang-orang musyrik Quraisy bahwa mereka itu ahan merasakan siksaan yang pedih, yaitu siksaan api neraka karena keingkaran wahyu yang diturunkan kepada Rasul Nya.

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH AS SHAFFAT (182)>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar