Selasa, 19 Februari 2013

Al-'Ankabut 51 - 60

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-'ANKABUT>>
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=1&SuratKe=28
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 51 
أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (51) Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.(QS. 29:51)
Ayat ini merupakan jawaban yang lain terhadap permintaan orang-orang musyrik Mekah kepada Nabi Muhammad saw untuk mendatangkan mukjizat yang nyata. Jawaban ini menolak tuntutan mereka yang meminta mukjizat yang nyata. Padahal Alquran telah dibacakan kepada mereka. Apakah tidak cukup bagi mereka dalil-dalil yang menerangkan bukti-bukti kerasulannya, memberitahukan yang. termuat dalam kitab-kitab suci yang terdahulu, sedang mereka sendiri tidak mengetahuinya dengan pasti. Dalam pada itu apakah tidak terpikir oleh mereka bahwa seorang yang tidak pandai tulis baca, tidak pernab bergaul rapat apalagi belajar kepada Ahli Kitab sanggup menyampaikan -Alquran kepada mereka dengan isi yang demikian itu. Seandainya mereka mau berpikir dan menginginkan kebenaran, sebenarnya telah cukup Alquran itu saja bagi mereka untuk membenarkan kerasulanmu. 
Kemudian Allah SWT menerangkan keutamaan dan kelebihan Alquran dengan mengatakan bahwa ayat-ayatnya merupakan rahmat bagi mereka, karena di dalamnya tidak terdapat ancaman-ancaman kehancuran itu, seperti ancaman yang pernah diberikan kepada orang-orang yang terdahulu, mereka pasti mengingkari juga, dan tentu mereka akan mengalami pula apa yang pernah dialami oleh orang-orang dahulu yang pernah mengingkari Rasul Nya, seperti yang pernah dialami oleh kaum `Ad, Samud, Firaun dan kaumnya yang lain. Tidak adanya ancaman kemusnahan bagi kaum musyrikin di dalam Alquran merupakan suatu rahmat Allah yang besar bagi umat Muhammad yang datang kemudian. 
Diterangkan pula bahwa ayat-ayat Alquran itu adalah pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Maksudnya ialah ayat-ayat Alquran-itu menerangkan peristiwa yang dialami umat-umat dahulu karena sikap mereka terhadap para Rasul yang diutus kepada mereka, menerangkan bukti-bukti yang kuat dan lengkap, menerangkan akhlak yang mulia yang harus dipunyai oleh seorang manusia yang baik, menerangkan hukum-hukum dan petunjuk mencapai kebahagiaan hidup, memuat pengetahuan yang sangat berguna bagi manusia, dan sebagainya. Seandainya orang-orang musyrik dan manusia yang lain mau menjadikan ayat-ayat tersebut sebagai pelajaran, memikirkan serta mengamalkannya, tentulah mereka akan memperoleh jalan yang benar, mereka akan berbahagia hidup di dunia dan di akhirat. Tetapi jika mereka tidak mau dan tidak berniat untuk menghilangkan penyakit yang ada dalam hati mereka, tentulah mereka akan menjadi orang yang merugi di dunia dan di akhirat.

Surat Al Ankabut 61 - 69

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-'ANKABUT>>
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=4&SuratKe=29#Top

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 61 
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَ (61) 
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: `Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?` Tentu mereka akan menjawab: `Allah`, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).(QS. 29:61)
Ayat ini menerangkan bahwa kaum musyrikin itu mengakui bahwa yang menciptakan langit dan bumi itu adalah Allah Yang Maha Esa. Dialah yang menundukkan matahari dan bulan untuk kepentingan manusia. 
Pengakuan mereka itu adalah suatu hal yang wajar, karena pada mulanya nenek moyang mereka beragama tauhid, yaitu agama yang di bawa nenek moyang mereka, Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail as. Pada mulanya mereka berbangga dengan agama tauhid itu, sehingga mereka tidak tertarik kepada agama Yahudi dan Nasrani yang berkembang di Jaziratul Arab. Dengan berlalunya masa dan bergantinya generasi yang satu dengan generasi yang datang kemudian, tanpa mereka sadari agama tauhid yang murni itu sedikit demi sedikit telah dimasuki oleh unsur-unsur musyrikin. Makin lama, makin jauh menyimpang dari dasar semula., mereka telah menyembah patung-patung, jin-jin dan benda-benda lain di samping mereka menyembah Allah, mereka juga menyembah berhala Lata, Uzza dan Manat. 

Daftar Surah al-'Ankabut (69)

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-'ANKABUT>>

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-'ANKABUT>>


Senin, 11 Februari 2013

Al Qashash 1 - 10

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-QASHASH>>
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=1&SuratKe=28
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 1 
طسم (1) 
Ta Sin Mim, termasuk huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surah Alquran. Ada dua hal yang perlu dibicarakan tentang huruf-huruf abjad yang disebutkan pada permulaan beberapa surah dari Alquranul Karim itu, yaitu apa yang dimaksud dengan huruf ini, dan apa hikmahnya menyebutkan huruf-huruf ini? 
Tentang soal pertama, maka para mufassir berlainan pendapat, yaitu: 
1. Ada yang menyerahkan saja kepada Allah, dengan arti mereka tidak mau menafsirkan huruf-huruf itu. Mereka berkata, "Allah sajalah yang mengetahui maksudnya." Mereka menggolongkan huruf-huruf itu ke dalam golongan ayat-ayat mutasyabihat. 
2. Ada yang menafsirkannya. Mufassirin yang menafsirkannya ini berlain-lain pula pendapat mereka, yaitu:

Al Qashash 11 - 20

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-QASHASH>>
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=1&SuratKe=28
Surah Al Qashash 11 - 12 
وَقَالَتْ لِأُخْتِهِ قُصِّيهِ فَبَصُرَتْ بِهِ عَنْ جُنُبٍ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (11) وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ الْمَرَاضِعَ مِنْ قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَ (12) 
Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan:` Ikutilah dia `. Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya,(QS. 28:11)
dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan (nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa:` Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya? `.(QS. 28:12)
Walaupun hatinya sudah tenteram, tetapi disuruhnya juga saudaranya perempuan Musa mencari-cari dari berita tentang saudaranya itu. Pergilah saudaranya ke pasar-pasar dan ke tempat-tempat yang agak ramai untuk mendengarkan pembicaraan orang-orang kalau-kalau ada di antara mereka yang membicarakan anak yang dihanyutkan ke sungai. Akhirnya dia melihat sendiri dari jauh anak itu telah diangkat ke istana Firaun, sedang orang-orang ramai melihat kejadian yang aneh itu. Di istana orang-orang amat sibuk mencari siapa yang menyusukan anak itu, karena ia menolak setiap wanita yang hendak menyusukannya. Setelah saudara Musa mengetahui hal ini diapun memberanikan diri tampil ke muka dan mengatakan bahwa ia mengetahui seorang wanita yang sehat dan banyak air susunya, dan mungkin anak itu mau disusukan oleh wanita itu. Wanita itu dari keluarga baik-baik dan pasti anak itu akan dijaga dengan penuh perhatian dan penuh rasa kasih sayang. 

Al Qashash 21 - 30



<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-QASHASH>>
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=2&SuratKe=28
Surah Al Qashash 21 
فَخَرَجَ مِنْهَا خَائِفًا يَتَرَقَّبُ قَالَ رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (21) 
Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: `Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang zalim itu`.(QS. 28:21)
Mendengar nasihat yang dikemukakan oleh orang itu dan melihat sikap orang yang menampakkan kejujuran dan keikhlasan, dengan segera ia berangkat tanpa rencana dan persiapan meskipun ia tahu bahwa perjalanan yang akan dilakukannyan itu penuh dengan bahaya dan kesulitan, karena akan mengarungi padang pasir yang luas, padang pasir yang seram dan kejam, yang telah banyak memakan korban. Di samping itu harus berjalan dengan cepat dan selalu waspada, karena di belakangnya telah siap beberapa orang tentara Firaun untuk mengepung dan menangkapnya. Alangkah hebatnya tekanan yang diderita oleh Musa, tetapi walaupun demikian ia tetap berusaha melepaskan dirinya dan berdoa kepada Tuhannya, "Hai Tuhanku Yang Maha Kuasa, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bebaskanlah aku dari cengkeraman kaum Firaun yang aniaya. Allah mengabulkan doanya dan memimpinnya menempuh jalan raya yang menuju Madyan. Menurut riwayat Firaun memerintahkan kepada tentaranya supaya mengejar Musa ke jalan-jalan kecil yang bercabang dan melarang mereka melalui jalan raya karena ia yakin bahwa Musa tidak mungkin akan menempuh jalan itu.

Al Qashash 31 - 40



<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-QASHASH>>
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=2&SuratKe=28
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 31 
وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّى مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ يَا مُوسَى أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ إِنَّكَ مِنَ الْآمِنِينَ (31) 
dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru):` Hai Musa, datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.(QS. 28:31)
Kemudian Allah memerintahkan kepadanya supaya dia melemparkan tongkatnya. Musa dengan patuh melemparkan tongkatnya, tetapi apa yang terjadi ? Tongkat itu telah menjadi ular besar yang bergerak dengan cepat seakan-akan dia seekor ular kecil yang gesit. Musa sangat terkejut dan merasa ngeri serta takut melihat ular itu dengan serta merta ia lari tanpa menoleh ke belakang. Tak ada yang dipikirkannya kecuali menyelamatkan dirinya dari cengkeraman ular yang dahsyat itu. 
Di waktu itu Tuhannya berseru lagi : "Datanglah kembali ke tempatmu semula dan janganlah engkau takut kepada ular itu. Ular itu hanyalah tongkatmu belaka yang berubah menjadi ular dan ular itu tidak akan mengganggumu dan sekali-kali tidak berbahaya bagimu. Engkau aman di sini tak ada sesuatupun yang dapat mengganggu ketenteramanmu. Ini adalah suatu mukjizat yang Aku berikan kepadamu untuk menghadapi Firaun yang sombong dan takabur itu. Barulah hati Musa merasa aman dan tenteram, setelah mendengar bahwa keamanannya dijamin oleh Tuhannya.