Selasa, 19 Februari 2013

Surat Al Ankabut 21 -30

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-'ANKABUT>>
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=1&SuratKe=28
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 21 
يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَشَاءُ وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ (21) Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.(QS. 29:21)
Setelah Allah menegaskan tentang adanya Hari Berbangkit tersebut dilanjutkan pula dengan menerangkan bahwa Allah akan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya di antara orang-orang yang tak mau beriman dan orang beriman (yang mengerjakan dosa), siksaan tersebut tidak hanya terbatas di kampung akhirat saja, tetapi juga siksaan di atas dunia ini, sesuai dengan tata aturannya yang berlaku. Sebaliknya Allah akan merahmati siapa yang dikehendaki-Nya dengan nikmat dan keutamaannya. Allah-lah penguasa yang berbuat menurut kehendak-Nya dan menetapkan sesuatu menurut apa yang diinginkan-Nya. Allah tidak bertanggung jawab kepada manusia, tapi manusialah yang wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Allah. Akhir ayat ini menyebutkan semua manusia akan dikembalikan kepada Tuhan setelah mereka dimatikan. Ayat tersebut berarti bahwa andaikata kematian itu tidak kunjung menimpa kamu seperti yang kamu harapkan, maka janganlah kamu kira kamu akan luput daripadanya. Dialah yang memperhitungkan amal perbuatanmu. Dia pula yang menentukan pahala dan siksaan untukmu.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 22 
وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (22) Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah.(QS. 29:22)
Tidak ada yang mengalahkan dan menandingi kekuasaan Allah seorangpun juga. Justru Allah berkuasa atas sekalian hamba-Nya. Semua yang diciptakan-Nya membutuhkan-Nya. Andaikata seseorang pergi mencari tempat pelarian ke langit yang tinggi, atau bersembunyi dalam perut ikan di laut, namun ia takkan dapat melepaskan diri dari genggaman kekuasaan Allah. Oleh karena itu tidak seorangpun di antara manusia yang dapat mencari seorang penolong yang akan melepaskannya dari azab dan siksaan Allah, baik di langit maupun di bumi.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 23 
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَلِقَائِهِ أُولَئِكَ يَئِسُوا مِنْ رَحْمَتِي وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (23) Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.(QS. 29:23)
Setelah Allah menjelaskan tiga masalah pokok dalam Islam yang merupakan sebagian dari rukun iman, maka Allah mengancam orang yang kafir yang tidak mau membenarkan keterangan-keterangan Allah di atas dengan ancaman bahwa orang yang demikian adalah orang yang tidak akan mendapat rahmat Allah SWT, yang mengakibatkan mereka berputus asa dari rahmat Allah. Karena mereka mengingkari keesaan Allah, mendustakan para Rasul yang diutus-Nya, serta tidak percaya akan adanya Hari Berbangkit, maka hal itu berarti bahwa mereka tidak takut akan ancaman siksaan Allah dan tidak mengharapkan balasan yang baik dari sisi Nya. Oleh karena itu wajarlah mereka diancam dengan siksaan yang pedih, di dunia maupun di akhirat.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 24 
فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا اقْتُلُوهُ أَوْ حَرِّقُوهُ فَأَنْجَاهُ اللَّهُ مِنَ النَّارِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (24) Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim selain mengatakan: `Bunuhlah atau bakarlah dia`, lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.(QS. 29:24)
Karena Ibrahim tetap saja dengan gigih mengajak kaumnya menyembah Allah SWT dengan mengesakan-Nya serta bertakwa kepada-Nya, maka kesabaran merekapun sampailah ke puncaknya. "Bunuh saja Ibrahim atau campakkan dia ke dalam api", teriak mereka. Demikianlah suatu hari, dibangunlah sebuah rumah tempat pembakaran. Api dinyalakan, dan menyala tidak lama kemudian. Ibrahim dengan disaksikan oleh semua orang-orang kafir itu dilemparkan ke dalam api yang sedang berkobar-kobar itu. Akan tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya. Ibrahim selamat, dan tidak satupun anggota tubuhnya yang hangus terbakar. Api diperintahkan menjadi dingin dan memberi keselamatan bagi Ibrahim. Allah berfirman: 

قلنا يا نار كوني بردا وسلاما على إبراهيم 
Artinya 
Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim":. (Q.S. Al anbiya: 69) 
Selamatnya Nabi Ibrahim dari amukan api yang begitu dahsyat dan mengerikan, adalah Suatu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah bagi orang yang beriman kepada-Nya. Tidak hanya itu, justru api yang sedang berkobar malah memberikan keselamatan bagi Ibrahim. Suatu peristiwa yang tiada duanya di dunia ini.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 25 
وَقَالَ إِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا مَوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ (25) Dan berkata Ibrahim: `Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu melaknati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolongpun.(QS. 29:25)
Ibrahim setelah selamat, mendatangi kaumnya lagi dengan sikap mengecam dan mencela tuhan-tuhan yang mereka sembah. Sebenarnya kamu menyembah berhala-berhala itu tidak lain adalah demi untuk memelihara kasih sayang antara sesamamu. Kamu merasa mesra dan semakin akrab karena menyembah kepadanya. Sedang tidak ada sedikitpun alasan yang dapat dibenarkan tentang penyembahan itu", kata Ibrahim memberi pengajaran kepada kaumnya. Sebaliknya di Hari Kiamat kelak hubungan kasih sayang itu akan berubah menjadi suasana saling tuduh menuduh dan saling benci membenci, malahan saling kutuk mengutuk. Baik antara sesama teman akrab, maupun antara yang mengikut (rakyat) dengan yang diikuti (pemimpin). Hanya satu yang tidak mungkin lagi meneka harapkan yakni pertolongan dari Allah. 
Allah berfirman: 

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ 
Artinya: 
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Az Zukhruf: 67)

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 26 
فَآمَنَ لَهُ لُوطٌ وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَى رَبِّي إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (26) Maka Luth membenarkan (kenabian) nya. Dan berkatalah Ibrahim:` Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku (kepadaku); sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 29:26)
Dalam ayat ini disebutkan seorang hamba Allah yang bernama Lut menurut ahli silsilah, nama keturunannya ialah Lut Ibnu Haran. Beliau anak saudara Nabi Ibrahim. Setelah ia menyaksikan kehebatan mukjizat Allah atas Nabi Ibrahim (tidak hangus dimakan api), ia segera menyatakan keimanannya. Ibrahim menyambut gembira pengikut pertamanya itu dengan ucapan: "Aku akan menjadikan negeri Syam sebagai kampung tempat aku berhijrah". Menurut keterangan ahli sejarah, kampung yang dijadikan Ibrahim tempat berhijrah tersebut adalah dalam wilayah Kufah yaitu Kusa sampai ke negeri Syam. Lut semakin kuat keimanannya dengan memperoleh hidayah dari Allah, meskipun hidup dalam suasana masyarakat yang porak poranda, membuang waktu dan pekerjaan yang tiada bermanfaat, dan jika ia diam tanpa menjalankan tugas dakwah, maka diamnya (Ibrahim) itu adalah tanda tidak setuju atas perbuatan mungkar yang dilakukan kaumnya. Ibrahim berkata dalam hatinya jika ia tinggal tetap dinegerinya maka berarti ia membuang waktu percuma begitu saja. Atas pertimbangan inilah Ibrahim hijrah ke negeri Syam. Imam Al Baihaqy meriwayatkan dari Qatadah, bahwa di antara kaum Muslimin (pada masa Rasulullah saw) yang pertama hijrah dengan keluarganya adalah sahabat Usman bin Affan. Anas bin Malik menceritakan bahwa Usman bersama istrinya Ruqayah binti Rasulullah melakukan hijrah ke negeri Habsyah. Rasulullah terlambat mendapat berita tentang keadaan mereka di Habsyah. Akhirnya seorang wanita Quraisy datang menceritakan kepada Nabi bahwa ia melihat putri beliau bersama suaminya. Rasulullah bertanya, "bagaimana keadaan mereka yang engkau lihat". Aku lihat, kata perempuan itu, istrinya (Ruqayah) sedang menunggangi himar yang sedang merangkak sedang suaminya menuntun himar istrinya". Ya, mudah-mudahan keduanya selalu ditemani Allah. Sesungguhnya Usman adalah orang yang pertama hijrah dengan keluarganya "Karena agamanya", sesudah Lut, ujar beliau pula. Berdasarkan hadis di atas, jelaslah bahwa Lut ialah orang pertama yang terpaksa melakukan hijrah (bersama Ibrahim) demi menyelamatkan agamanya. Alasan Ibrahim melakukan hijrah itu ialah, karena Allah sajalah yang berkuasa untuk memberikan pertolongan kepadanya. Allah-lah yang mencegah niat seseorang yang ingin berbuat jahat kepadanya. Dia Maha Bijaksana dalam mengatur urusan makhluk-Nya, dan segala apa yang mereka usahakan.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 27 
وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ وَآتَيْنَاهُ أَجْرَهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ (27) Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yaqub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.(QS. 29:27)
Pada ayat ini Allah menceritakan pula beberapa nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada Ibrahim as di dunia dan di akhirat sebagai imbangan dari keikhlasan beliau dalam beramal. Nikmat karunia tersebut adalah antara lain: 
a. Ibrahim dikaruniai seorang putra bernama Ishak. Ishak kelak berputra pula yang bernama Yakub. Dalam pada itu di ayat lain dijumpai pula keterangan sebagai berikut: 

ووهبنا له إسحق ويعقوب كلا هدينا ونوحا هدينا من قبل ومن ذريته داود وسليمان وأيوب ويوسف وموسى وهارون وكذلك نجزي المحسنين 
Artinya: 
Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk, dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman. Ayub. Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang berbuat baik. (Q.S. Al An'am: 84) 
Dalam ayat lain diperoleh pula keterangan; yaitu: 

ووهبنا له إسحق ويعقوب نافلة وكلا جعلنا صالحين 
Artinya: 
Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim), Ishak dan Yakub, sebagai suatu anugerah (dari pada Kami). Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang saleh. (Q.S. Al anbiya: 72) 
Ketinggian derajat Ibrahim, Ishak dan Yakub pernah pula ditegaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya: 

إن الكريم ابن الكريم ابن الكريم ابن الكريم يوسف بن يعقوب بن إسحاق بن إبراهيم 
Artinya: 
Sesungguhnya orang yang dikatakan mulia adalah anak dari orang mulia, anak dari orang yang mulia, anak dari orang yang mulia, yaitu Yusuf Ibnu Yakub Ibnu Ishak Ibnu Ibrahim. (H.R. Bukhari dan Muslim) 
b. Dijadikan dari garis-garis keturunan anak-anak cucu Ibrahim, orang yang mendapat derajat nubuat (kenabian) dengan memperoleh wahyu. Boleh dikatakan nabi-nabi yang datang sesudah beliau merupakan anak cucunya belaka Sekalipun Nabi Yakub as (putra Nabi Ishak as), sampai kepada Nabi terakhir dikalangan mereka, yakni Isa Ibnu Maryam. 
c. Dianugerahkan kepada Ibrahim pahala di dunia, para ahli tafsir menerangkan makna "pahala di dunia" di sini ialah keturunan yang banyak, menukar keyakinan pengikutnya dari bangsa yang sesat menjadi bangsa yang memperoleh hidayah, yakni di kalangan keturunannya yang banyak di antara mereka memperoleh derajat kenabian yang diturunkan wahyu, (Al Kitab), padahal di antara mereka itu bukan keturunan kaya. Dan disebutkan nama Ibrahim dalam ucapan selamat ketika mengerjakan salat, dan namanya terkenal sebagai "bapak para Nabi", di mana sebelumnya dia seorang laki-laki yang tidak begitu banyak dikenal. Ini ditegaskan Allah dalam ayat yang berbunyi: 

قالوا من فعل هذا بآلهتنا إنه لمن الظالمين قالوا سمعنا فتى يذكرهم يقال له إبراهيم 
Artinya: 
Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami. Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim". Mereka berkata "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim". (Q.S. Al anbiya: 59-60) 
Lebih dari itu Ibrahimlah satu-satunya Nabi yang memperoleh gelar "Khalilullah" (kekasih Allah). 
d. Pada Hari Kiamat Ibrahim dimasukkan dalam barisan orang-orang saleh. Maksudnya disempurnakan untuknya pahala kebaikan dan ketakwaan. Juga disempurnakan pahalanya dengan memberikan bermacam-macam kelebihan. Lebih dari itu ia memperoleh kemenangan dengan mencapai beberapa derajat yang tinggi di sisi Tuhan semesta alam. 
Ringkasnya Allah telah menghimpunkan kepada Ibrahim segala macam kebahagiaan dunia dan akhirat.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 28 
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (28) Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: `Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu`.(QS. 29:28)
Allah menyuruh Nabi Muhammad menceritakan tentang kisah Nabi Lut. Beliau diutus ke suatu kaum yang berdiam di negeri Sodom. Lut sendiri berasal dan berdiam di negeri itu. Salah seorang dari putri kaum itu dikawininya, sehingga Lut ada hubungan ipar besan dengan mereka. Dengan tegas Lut mengatakan kepada kaumnya bahwa apa yang mereka kerjakan selama ini dipandang sebagai perbuatan-perbuatan jahat (fahisyah). Menurut. bahasa Arab yang disebut fahisyah itu ialah "perbuatan jahat dan tercela yang mengotorkan kesucian jiwa". Apa yang mereka kerjakan belum pernah diperbuat oleh umat-umat sebelumnya seperti dijelaskan dalam ayat berikutnya tentang jenis perbuatan apa yang mereka kerjakan itu.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 29 
أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (29) Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: `Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar`.(QS. 29:29)
Mereka kaum Lut senang melampiaskan syahwatnya kepada kaum pria. Kebiasaan ini jelas bertentangan dengan tujuan kebutuhan biologis manusia biasa. Nafsu sexual yang normal justru merangsang pria untuk melampiaskan nafsu syahwatnya kepada wanita. Oleh Lut perbuatan ini sangat dicela dan menasihati kaumnya agar perbuatan terkutuk tersebut ditinggalkan. Selain dari itu mereka senang melakukan perampokan dan pembunuhan di jalan yang dilalui oleh kafilah yang membawa barang dagangan mereka. Barang-barang mereka dirampas, kemudian pemiliknya dibunuh. Di samping itu perkataan dan perbuatan mereka di tempat-tempat perkumpulan sangat menjijikkan, merusak sendi-sendi akhlak dan moral yang mulia dan pikiran yang sehat. 
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Tirmizi dan Tabrani serta Imam Al Baihaqy dari Umi Hani bin Abi Talib, yang menanyakan arti ayat "Kamu berbuat mungkar ditempat perkumpulan" kepada Rasulullah. Beliau menjelaskan, bahwa perkataan tersebut berarti mereka senang duduk-duduk sambil ngobrol di pinggir jalan. Kalau ada seseorang lewat, segera mereka menuduh yang bukan-bukan serta mengejek dan menghinanya. 
Lut tidak tinggal diam melihat kepincangan-kepincangan yang terjadi dalam masyarakat kaumnya, ia berusaha mencegahnya dengan memberikan nasihat-nasihat dan pengajaran yang berharga. Akan tetapi semuanya itu dipandang remeh dan tidak pernah mereka gubris. 
Ketika Lut mengancam mereka bahwa Allah akan menurunkan azabnya kalau mereka tidak juga mau merubah kelakuannya yang keji itu, malah mereka itu mengeluarkan tantangannya. Kalau benar Tuhan itu akan mendatangkan siksaan-Nya, coba engkau wahai Lut mintakan kepada Tuhan engkau itu supaya diturunkan siksaan yang dijanjikan itu sekarang juga", kata mereka. "Kami akan membuktikan sampai di mana kebenaran ucapanmu, hai Lut", tegas mereka pula. Karena sangat bencinya mereka kepada Lut, beliau diusir dari negerinya sendiri. Sebab tak ada gunanya orang-orang suci seperti beliau tinggal di negeri mereka. Allah menjelaskan: 

وما كان جواب قومه إلا أن قالوا أخرجوهم من قريتكم إنهم أناس يتطهرون 
Artinya: 
Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan "Usirlah mereka (Lut dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri". (Q.S. Al A'raf: 82) 
Ayat di atas menggambarkan betapa keras sikap kekafiran mereka dan sikap keras kepalanya, sampai-sampai tega hati mereka mengusir Rasul utusan Tuhan itu sendiri dari negerinya sendiri.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 30 
قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ (30) Luth berdoa: `Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu`.(QS. 29:30)
Akhirnya Lut telah sampai kepada kesimpulan bahwa kaumnya tidak mungkin lagi menerima seruannya. Ia tidak berpengharapan lagi bahwa kaumnya akan mendapatkan petunjuk dari Tuhan. Di saat itu Lut berdoa kepada Tuhan agar Dia membantunya menghadapi dan memberantas perbuatan-perbuatan jahat dan busuk yang sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakatnya, serta menjadi kebudayaan yang turun temurun. Mereka menganggap ancaman-ancaman Lut sebagai gertak sambal belaka. Oleh karena itu Allah sungguh-sungguh mengabulkan doa Lut. Dikirimkanlah kepada mereka hujan abu dari langit sehingga mereka binasa semua. Ini diakibatkan kefasikan dan kekafiran mereka jua.

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-'ANKABUT>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar