Senin, 11 Februari 2013

Al Qashash 51 - 60

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-QASHASH>>
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=3&SuratKe=28
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 51 
وَلَقَدْ وَصَّلْنَا لَهُمُ الْقَوْلَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (51) 
Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al quran) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran.(QS. 28:51)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia menurunkan Alquran itu berturut-turut, susul-menyusul; sebagian demi sebagian sesuai dengan keadaan dan suasana menurut kebijaksanaan yang telah digariskannya, tidak seperti halnya kitab-kitab Samawi sebelumnya seperti kitab Taurat yang diturunkan sekaligus dan tidak berangsur-angsur, dilakukan yang demikian itu adalah supaya mudah selalu dibaca dan diingat untuk dapat memperoleh pelajaran-pelajaran, dapat memantapkan pengertian dan menguatkan iman dalam hati, sebagaimana firman Allah SWT: 

وقال الذين كفروا لولا نزل عليه القرءان جملة واحدة كذلك لنثبت به فؤادك ورتلناه ترتيلا 
Artinya: 
Berkatalah orang-orang yang kafir, "Mengapa Alquran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja ?", Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar)". (Q.S. Al furqan: 32)

Surah Al Qashash 52 
الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِهِ هُمْ بِهِ يُؤْمِنُونَ (52) 
Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelumnya Al quran, mereka beriman (pula) dengan Al quran itu.(QS. 28:52)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang ahli kitab yang percaya kepada kitab Taurat dan Injil, dan kemudian mereka mengalami kedatangan Muhammad saw, mereka percaya juga kepada Kitab Alquran, karena mereka itu menemukan di dalam kitab Samawi mereka berita yang menggembirakan tentang Alquran dan sesuainya sifat-sfat Alquran yang ada dijelaskan di dalam kitab mereka. Hal ini dijelaskan pula di dalam ayat yang lain, sebagaimana firman Allah SWT: 

وإن من أهل الكتاب لمن يؤمن بالله وما أنزل إليكم وما أنزل إليهم خاشعين لله 
Artinya: 
Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka, sedang mereka berendah hati kepada Allah. (Q.S. Ali Imran: 199) 
Dan firman-Nya. 

الذين آتيناهم الكتاب يتلونه حق تلاوته أولئك يؤمنون به 
Artinya: 
orang-orang yang telah Kami berikan Al kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. (Q.S. Al Baqarah: 121)

Surah Al Qashash 53 
وَإِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ قَالُوا آمَنَّا بِهِ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ (53) 
Dan apabila dibacakan (Al quran itu) kepada mereka, mereka berkata:` Kami beriman kepadanya; sesungguhnya Al quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan (nya).(QS. 28:53)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa-apabila dibawakan kepada mereka kitab Alquran, mereka membenarkan bahwa Alquran itu benar-benar diturunkan dari Allah SWT, bahkan mereka telah membenarkannya sebelum diturunkan, karena mereka telah menemukan sifat-sifat Muhammad dan sifat-sifat Alquran di dalam Kitab Samawi mereka. Kepercayaan Ahli Kitab kepada Kitab Alquran sudah lama sejak dulu. Nenek moyang mereka membaca uraian Alquran di dalam kitabnya, yang kemudian diikuti oleh anak cucunya jauh sebelum Alquran itu diturunkan.

Surah Al Qashash 54 
أُولَئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (54) 
Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.(QS. 28:54)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang percaya kepada Alquran sesudah mereka percaya kepada kitab-kitab samawi sebelumnya, akan diberikan pahala dua kali lipat. Pahala atas kepercayaan mereka kepada kitab-kitab Suci mereka, dan pahala atas kepercayaan mereka kepada Alquran, karena kesabaran dan ketabahan mempertahankan kedua kepercayaan mereka itu yang tentunya sangat berat, bahkan kadang-kadang mendapat perlakuan yang tidak wajar, karena mereka mengikuti Muhammad saw dan menganut agamanya. 
Ada tiga macam orang yang mendapat pahala dua kali lipat sebagaimana dijelaskan di dalam sabda Nabi Muhammad saw: 

ثلاثة يؤتون أجرهم مرتين : رجل من أهل الكتاب أمن بنبيه وأدرك النبي /50 فأمن به واتبعه وصدقه فله أجران , وعبد مملوك أدى حق الله عز وجل وحق سيده فله أجران , ورجل كانت له أمة فغذاها فأحسن غذاءها ثم أدبها ثم أعتقها وتزوجها فله أجران. 
Artinya: 
Tiga macam orang yang diberi pahala, masing-masing dua kali lipat. Seorang ahli Kitab yang percaya kepada Nabinya, kemudian ia mendapati masa (Muhammad saw) maka ia beriman pula kepadanya dan mengikutinya serta membenarkannya maka baginya dua pahala. Hamba sahaya laki-laki yang menunaikan hak Allah Azza Wa jalla dan hak tuannya, maka baginya dua pahala. Dan seorang yang mempunyai hamba sahaya perempuan lalu ia memberi makan, maka diberinya pendidikan yang baik, kemudian ia memerdekakannya lalu menikahinya, maka baginya dua pahala. (H.R. Muslim dari Abu Musa Al Asy'ari) 
Selain dari kesabaran dan ketabahan mereka, mereka juga mempunyai beberapa sifat yang menjadikan mereka dekat kepada Allah SWT antara lain : 
1. Mereka menolak kejahatan dengan kebaikan. Apa yang didengar mereka yang menyakitkan hati, berupa cacian dan sebagainya, mereka sambut dengan tenang dan memaafkannya. Atau mereka berbuat suatu kejahatan, mereka cepat-cepat berbuat kebaikan untuk menghapuskan kejahatan itu, seperti yang pernah dianjurkan Nabi Muhammad saw kepada Sahabat Muaz bin Jabal. sabda Nabi : 

وأتبع السيئة الحسنة تمحها 
Artinya: 
Iringilah kejahatan itu dengan kebaikan, maka kejahatan itu, hapus dengan kebaikan. (H.R. Tirmizi dari Muaz bin Jabal) 
2. Mereka nafkahkan apa yang telah di rezekikan Allah kepada mereka. Di dalam usaha mereka, mereka memperoleh rezeki halal lalu di nafkahkan di jalan Allah, baik yang hukumnya wajib seperti mengeluarkan zakat, membelanjai rumah tangga, maupun yang berupa tatawwu' seperti mendermakan kepada pembangunan mesjid, madrasah, pengajian, pembinaan dan pemeliharaan anak yatim dan lain sebagainya yang diridai Allah SWT sesuai dengan anjuran bernafkah yang disebutkan di dalam firman-Nya: 

وأنفقوا في سبيل الله 
Artinya: 
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah. (Q.S. Al Baqarah: 195) 
Dan firman-Nya: 

يا أيها الذين آمنوا أنفقوا من طيبات ما كسبتم 
Artinya: 
Hai orang-orang yang beriman; nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik (halal). (Q.S. Al Baqarah: 267)

Surah Al Qashash 55 
وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ (55) 
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: `Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil`.(QS. 28:55)
Mereka apabila mendengar dari seseorang perkataan yang tidak bermanfaat baik mengenai urusan dunia maupun mengenai urusan akhirat, seperti cacian, cemoohan, mendustakan Rasul dan sebagainya, mereka berpaling daripadanya dan tidak bergaul dengannya. Apabila mereka dikasari atau disakiti baik dengan kata-kata atau perbuatan, mereka tidak membalasnya dengan yang serupa, tetapi mereka menghadapinya dengan tenang dan berkata "Bagi kami amal-amal kami, kamu tidak akan diberi pahala dan tidak pula di ganjar karenanya, dan bagimu amal-amalmu, kami tidak akan menuntut sedikitpun dari perbuatan itu, dan tidak akan berusaha membalasnya, selamat tinggal buat kamu, kami tidak ingin berbuat seperti orang-orang jahat sebagaimana kamu berbuat. Sejalan dengan ayat ini, firman Allah SWT: 

وإذا مروا باللغو مروا كراما 
Artinya: 
Dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya. (Q.S. Al Furqan: 72) 
Diriwayatkan oleh Muhammad bin Ishak bahwa telah berkunjung kepada Rasulullah saw di Mekah dua puluh orang lebih, dari kaum Nasara Habasyah setelah mereka itu mendengar berita tentang beliau. Mereka mendapati beliau dalam mesjid, maka duduklah mereka bersama-sama beliau lalu berbicara dan bertanya kepada beliau, sedang di sekeliling Kakbah pada waktu itu berada tokoh kaum Quraisy di tempat berkumpulnya, beliau menyeru mereka untuk beriman kepada Allah dan membacakan kepada mereka Alquran. Setelah mereka mendengar ayat-ayat Alquran dibacakan, mereka menangis tersedu-sedu dengan spontan beriman kepada Allah SWT serta percaya kepada beliau dan membenarkannya, dan telah mengetahui bahwa sifat-sifat yang mereka saksikan pada diri. beliau sama persis dengan sifat-sifat yang telah diterangkan di dalam kitab Samawi mereka. Ketika mereka meninggalkan Muhammad mereka dicegat oleh Abu Jahal bin Hisyam dan beberapa orang Quraisy dan berkata kepada mereka: "Semoga Allah menggagalkanmu, kalian diutus oleh teman seagama kalian hanya untuk mengetahui sifat-sifat pribadi Muhammad lalu memberitahukan kepadanya, tetapi hanya beberapa saat saja kalian sudah terpengaruh lalu meninggalkan agama kalian dan membenarkan apa yang dikatakan Muhammad itu. Kami tidak melihat suatu rombongan yang lebih bodoh dari kalian". Mendengar kata-kata pedas dan tajam dari Abu Jahal bin Hisyam, mereka menjawab : "Selamat tinggal buat kamu, kami tidak akan membalas dan berbuat jahat kepadamu. Bagi kami amal-amal kami, dan bagimu amal-amal kamu".

Surah Al Qashash 56 
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (56) 
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau mendapat petunjuk.(QS. 28:56)
pada ayat-ayat ini Allah menerangkan bahwa Muhammad saw tidak dapat menjadikan kaumnya sampai mereka taat dan menganut agama yang dibawanya sekalipun ia berusaha sekuat tenaga dan kemampuannya. la hanya berkewajiban menyampaikan dan Allah-lah yang akan memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dia-lah yang mempunyai kebijaksanaan yang mendalam dan alasan yang cukup. Hal tersebut di atas ditegaskan pula pada ayat lain di dalam Alquran sebagaimana firman-Nya: 

ليس عليك هداهم ولكن الله يهدي من يشاء 
Artinya: 
Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. (Q.S. Al Baqarah: 272) 
Dan firman-Nya: 

وما أكثر الناس ولو حرصت بمؤمنين 
Artinya: 
Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya. (Q.S. Yusuf: 103) 
Berkata Abu Ishak Az Zajjaj : "Para ahli tafsir telah sepakat mengatakan bahwa ayat 56 ini diturunkan mengenai diri Abu Talib. Diriwayatkan oleh Abd bin Hamid, Muslim, Tirmizi dan Baihaqi dari Abu Hurairah bahwa ketika Abu Talib (paman Nabi saw) didalam keadaan sakaratulmaut, Nabi saw mendatanginya dan berkata: "Wahai paman ucapkanlah : "La ilaha illallah" saya akan menjadi saksi bagimu di Hari Kiamat nanti di sisi Allah". Abu Talib menjawab: "Andaikata, saya tidak akan dicemoohkan oleh kaum Quraisy yang akan mengatakan: "Tidak ada yang membawanya (menurut kemauan kemenakannya) kecuali karena keluh kesah dan penderitaannya menghadapi maut itu, niscaya saya akan menyambut baik ajakanmu itu", maka diturunkanlah ayat ini oleh Allah SWT. Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia lebih mengetahui orang-orang yang bersedia menerima hidayah itu, maka Ia berikanlah kepada mereka itu. Di antara mereka itu ialah orang-orang Ahli Kitab yang pernah dikisahkan peristiwanya, sebaliknya orang-orang yang tidak mempunyai kesediaan seperti sebagian kaum dan kerabat Nabi saw, tidak akan diberikan hidayah kepadanya. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qashash 56 
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (56) 
Ayat berikut ini diturunkan berkenaan dengan keinginan Nabi saw. akan keimanan pamannya yaitu Abu Thalib. (Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi) supaya ia mendapat hidayah (tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya dan Allah lebih mengetahui) yakni mengetahui (orang-orang yang mau menerima petunjuk) .


Surah Al Qashash 57 
وَقَالُوا إِنْ نَتَّبِعِ الْهُدَى مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَا أَوَلَمْ نُمَكِّنْ لَهُمْ حَرَمًا آمِنًا يُجْبَى إِلَيْهِ ثَمَرَاتُ كُلِّ شَيْءٍ رِزْقًا مِنْ لَدُنَّا وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (57) 
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa sebagian dari orang-orang musyrik Mekah mengemukakan alasan yang tidak bernilai dan tidak dapat diterima oleh pikiran yang sehat. Mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk yang diberikan Muhammad kepada kami, dan cahaya (agama) yang diturunkan kepadanya, kami khawatir akan diusir dari negeri kami, dan orang-orang musyrik dan tokoh-tokoh bangsa Arab akan menghajar kami serta menghadapi kami dengan kekerasan yang tak dapat kami menangkisnya. Mereka lebih takut kepada makhluk daif dari Tuhan yang menciptakan mereka, Tuhan yang mempunyai kekuasaan yang tertinggi. Mereka tidak pernah menggambarkan azab yang akan ditimpakan kepada mereka oleh Allah SWT. Tuhan yang berbuat menurut kehendak-Nya. Mereka lupa bahwa mereka itu berada di negeri yang aman di daerah Haram yang sangat dihormati sejak adanya di mana di datangkan ke tempat itu buah-buahan yang bermacam-macam, berasal dari segala macam tumbah-tumbuhan untuk menjadi rezeki bagi mereka dari sisi Allah. Apakah mereka mengira akan tetap aman dan sejahtera di daerah Haram yang aman itu ? Sekalipun mereka tetap di dalam kekafiran dan kemusyrikan mereka, ataukah mereka merasa tidak aman dan sejahtera di negeri yang aman itu sekalipun mereka itu sudah masuk Islam menganut agama yang hak ? Tidak sedikit di antara mereka itu yang tidak tahu di mana letak kebaikan dan kebahagiaan mereka. 
Mereka seharusnya mengetahui bahwa rezeki yang berlimpah-limpah itu datangnya dari Allah SWT, karena Dialah yang patut ditakuti dan ditaati bukan manusia, makhluk yang bersifat lemah dan kekurangan. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini diturunkan mengenai diri Harits bin Usman bin Abdul Manaf ketika ia dan beberapa orang Quraisy lainnya mendatangi Nabi saw dan berkatalah ia kepadanya, kami telah mengetahui bahwa apa yang engkau katakan itu, benar, tetapi yang menghalangi kami mengikuti ialah orang-orang Arab akan sepakat memusuhi kami dan mengusir dari negeri kami, dan kami tidak mempunyai kesanggupan sedikitpun melawan mereka. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Qashash 57 
وَقَالُوا إِنْ نَتَّبِعِ الْهُدَى مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَا أَوَلَمْ نُمَكِّنْ لَهُمْ حَرَمًا آمِنًا يُجْبَى إِلَيْهِ ثَمَرَاتُ كُلِّ شَيْءٍ رِزْقًا مِنْ لَدُنَّا وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (57) 
Dan mereka berkata: `Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami`. Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.(QS. 28:57)
(Dan mereka berkata) yaitu kaumnya, ("Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami") kami akan diusir dengan cepat daripadanya. Maka Allah swt. berfirman, (Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram yang aman) maksudnya, mereka hidup dengan aman di dalamnya dari segala serangan dan pembunuhan, tidak sebagaimana yang terjadi di kalangan orang-orang Arab lainnya yang saling serang menyerang dan saling bunuh membunuh (yang didatangkan) dapat dibaca Tujba dan Yujba (ke tempat itu buah-buahan dari segala penjuru) dari berbagai penjuru (sebagai rezeki) bagi mereka (dari sisi Kami?) dari hadirat Kami (tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui) bahwa apa yang Kami katakan itu adalah benar.

Surah Al Qashash 58 
وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ بَطِرَتْ مَعِيشَتَهَا فَتِلْكَ مَسَاكِنُهُمْ لَمْ تُسْكَنْ مِنْ بَعْدِهِمْ إِلَّا قَلِيلًا وَكُنَّا نَحْنُ الْوَارِثِينَ (58) 
Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang telah Kami binasakan, yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya; maka itulah tempat kediaman mereka yang tiada didiami (lagi) sesudah mereka, kecuali sebahagian kecil. Dan Kami adalah Pewaris (nya).(QS. 28:58)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa banyak penduduk negeri yang telah hidup bersenang-senang dengan kekayaan berlimpah-limpah, tetapi karena mereka itu selalu membuat kerusakan dari tidak mensyukuri nikmat Allah, maka Allah SWT menghancurkan, negeri mereka itu dan hanya sedikit saja rumah-rumah mereka yang tinggal. Allah SWT tidak akan menghancurkan suatu negeri, selama penduduk negeri itu berbuat kebaikan, sebagaimana firman Allah SWT: 

وما كان ربك ليهلك القرى بظلم وأهلها مصلحون 
Artinya: 
Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (Q.S. Hud: 117) 
Setelah kaum itu hancur, tempat itu telah kosong dan tidak dimakmurkan lagi, hingga kembalilah negeri itu .kepada pemiliknya yang hakiki, yaitu Allah SWT. Allah SWT berfirman. 

وضرب الله مثلا قرية كانت ءامنة مطمئنة يأتيها رزقها رغدا من كل مكان فكفرت بأنعم الله فأذاقها الله لباس الجوع والخوف بما كانوا يصنعون 
Artinya: 
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. (Q.S. An Nahl: 112)

Surah Al Qashash 59 
وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَى حَتَّى يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَى إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ (59) 
Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.(QS. 28:59)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa sesuai dengan Sunah-Nya pada hamba-hamba-Nya Ia tidak pernah membinasakan suatu kota, kecuali Ia lebih dahulu mengutus seorang Rasul ke kota itu untuk membacakan kepada penduduknya ayat-ayat Allah yang membawa kebenaran, menyeru dan memberi peringatan kepada mereka supaya mereka itu beriman kepada Allah SWT, kemudian mereka itu tidak mengindahkan Rasul dan seruannya. Sejalan dengan ayat ini firman Allah SWT: 

وما كنا معذبين حتى نبعث رسولا 
Artinya 
Dan Kami tidak akan mengazab, sebelum Kami mengutus seorang Rasul. (Q.S. Al Isra: 15) 
Sesudah Allah SWT mengutus Rasul untuk membimbing penduduk kota itu ke jalan yang benar, memberi petunjuk kepada kebenaran, tetapi mereka itu tetap melakukan kelaliman dan mendustakan Rasul, mengingkari ayat-ayat Allah SWT, barulah Allah SWT membinasakan kota-kota itu beserta penduduknya.

Surah Al Qashash 60 
وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلَا تَعْقِلُونَ (60) 
Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. 28:60)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apa yang diberikan manusia itu baik berupa harta benda maupun berupa keturunan kesemuanya itu hanya merupakan kesenangan duniawi dengan segala perhiasannya belum tentu menjamin keselamatan dan kebahagiaan mereka, tetapi pahala yang ada di sisi Allah SWT yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang taat kepada-Nya adalah lebih baik, karena yang demikian itu, kekal dan abadi. Berbeda dengan kesenangan duniawi yang dipujanya itu karena waktunya terbatas sekali, dan sesudah itu habislah riwayatnya sebagaimana firman Allah SWT: 

وما عند الله خير للأبرار 
Artinya: 
Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. (Q.S. Ali Imran: 198) 
Dan firman-Nya: 

ما عندكم ينفد وما عند الله باق 
Artinya: 
Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. (Q.S. An Nahl: 96) 
Pada ayat lain ditegaskan pula sebagai berikut: 

بل تؤثرون الحياة الدنيا والآخرة خير وأبقى 
Artinya: 
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Q.S. Al A'la: 17-18) 
Ayat ini ditutup dengan peringatan dari Allah SWT, kenapa mereka tidak mau mempergunakan akalnya, berpikir secara mendalam sehingga mereka itu mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak baik? Apakah kehidupan dunia dengan segala bentuknya yang fana dalam waktu yang sangat pendek lebih baik dari pada kehidupan ukhrawi yang kekal dan abadi itu.


<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-QASHAASH>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar