Minggu, 09 September 2012

Al-Furqaan 51 - 60

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-FURQAAN>>
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=3&SuratKe=25
Dan andaikata Kami menghendaki, benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul).(QS. 25:51)

وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيرًا (51) 
Seandainya Allah menghendaki pengutusan seorang utusan bagi tiap-tiap negeri, niscaya Dia utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan, tetapi sebagai Nabi penutup Allah cukup mengutus Muhammad saja kepada seluruh umat manusia dengan konsekwensinya bahwa Muhammad harus berdakwah dengan sungguh-sungguh, disertai kesabaran dan ketabahan hati yang semaksimal mungkin. Ketahuilah bagi beliau disediakan pahala dan kemuliaan yang besar dan tinggi sekali. 
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Furqaan 51 
وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيرًا (51) 
(Dan andai kata Kami menghendaki, benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan) untuk mengingatkan penduduknya, akan tetapi Kami mengutus kamu, hai Muhammad, kepada penduduk semua negeri sebagai pemberi peringatan kepada mereka semuanya, supaya pahalamu menjadi besar.

Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al quran dengan jihad yang besar.(QS. 25:52)

فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا (52) 
Oleh karena itu Allah melarang Nabi Muhammad saw mengikuti orang-orang kafir yang mengajaknya supaya menyetujui atau mengadakan kompromi dengan mereka dalam hal-hal yang pokok dalam agama. Hendaklah ia tetap bersikap tegas dan konsekwen dalam melaksanakan dakwah kepada mereka dan berjihad dengan Alquran dengan sungguh-sungguh. Seperti firman Allah: 

يا أيها النبي جاهد الكفار والمنافقين واغلظ عليهم 
Artinya: 
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. (Q.S. At Taubah: 73) 
Nabi Muhammad saw diperintahkan Allah supaya menyampaikan risalahnya dengan sungguh-sungguh, melaksanakan jihad dan perjuangan dengan penuh kebijaksanaan, kesabaran. ketabahan dan jangan takut atau gentar oleh ancaman dari musuh yang manapun. bahkan harus tenang dan yakin, bahwa Allah SWT pasti menolongnya, sehingga kemenangan terakhir berada di tangan Nabi dan kaum mukminin, agama Islam unggul mengatasi agama yang lain, walaupun kaum musyrikin tidak menyukainya

Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.(QS. 25:53)

وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا (53) 
Tanda kekuasaan Allah yang keempat, yaitu Dialah yang membiarkan dua laut mengalir berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, seperti yang terjadi di muara sungai-sungai besar, tetapi anehnya walaupun berdekatan rasa airnya tidak bercampur seolah-olah ada dinding yang membatasi diantara keduanya, sehingga yang satu tidak merusak rasa yang lainnya. Walaupun menurut pandangan mata kedua lautan itu bercampur, namun pada kenyataannya yang tawar terpisah dari yang asin dengan kekuasaan Allah SWT seperti dalam firman-Nya: 

مرج البحرين يلتقيان بينهما برزخ لا يبغيان 
Artinya: 
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing. (Q.S. Ar Rahman: 19-20) 
Di antara ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa kalimat "layabgiyan" maksudnya: masing-masing tidak menghendaki. Dengan demikian maksud ayat tersebut ialah bahwa pada dua laut yang keduanya tercerai karena dibatasi oleh tanah genting, tetapi tanah genting itu tidaklah dikehendaki (tidak diperlukan) sehingga pada akhirnya tanah genting itu dibuang (digali sebuah terusan untuk keperluan lalu lintas) maka bertemulah kedua lautan itu seperti terusan Suez dan terusan Panama.

Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.(QS. 25:54)

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا (54) 
Tanda kekuasaan Allah yang kelima, yaitu Dialah yang menciptakan dari air sperma, sehingga air itu termasuk salah satu unsur yang keempat, menjadi sebagian dari tubuh manusia, agar dapat menerima bermacam-macam bentuk dan corak yang diperlukan menyusun insan kamil, lalu Dia jadikan manusia mempunyai keturunan dari yang berkelamin laki-laki dan musaharah atau hubungan kekeluargaan yang berasal dari perkawinan dengan pihak perempuan seperti menantu, ipar, mertua, dan sebagainya sesuai dengan firman Allah: 

ألم يك نطفة من مني يمنى ثم كان علقة فخلق فسوى فجعل منه الزوجين الذكر والأنثى 
Artinya: 
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang laki-laki dan perempuan. (Q.S. Al Qiyamah: 37-39) 
Tuhanmu Maha Kuasa Dia menciptakan manusia yang sangat ajaib susunan tubuhnya dilengkapi dengan pancaindra yang serba lengkap, disempurnakan dengan kemampuan untuk berpikir dengan diberi segala fasilitas sehingga semua yang berada di atas permukaan bumi, diperuntukkan bagi manusia, sesuai dengan firman Allah: 

ألم تروا أن الله سخر لكم ما في السموات وما في الأرض وأسبغ عليكم نعمه ظاهرة وباطنة 
Artinya: 
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. (Q.S. Luqman: 20) 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Furqaan 54 
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا (54) 
(Dan Dia pula yang menciptakan manusia dari air) yakni dari air mani; lafal Basyar adalah sinonim dari lafal Insaan (lalu Dia jadikan manusia itu punya keturunan) punya hubungan nasab (dan mushaharah) punya hubungan mushaharah, misalnya seorang lelaki atau perempuan melakukan perkawinan dengan pasangannya untuk memperoleh keturunan, maka hubungan kekeluargaan dari perkawinan ini dinamakan hubungan Mushaharah (dan adalah Rabbmu Maha Kuasa) untuk menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.

Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) memberi mudharat kepada mereka. Adalah orang-orang kafir itu penolong (syaitan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya-xx(QS. 25:55)

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُهُمْ وَلَا يَضُرُّهُمْ وَكَانَ الْكَافِرُ عَلَى رَبِّهِ ظَهِيرًا (55) 
Orang-orang musyrikin itu menyembah selain Allah, mereka menyembah patung-patung dan berhala yang tidak memberi manfaat kepada mereka. Mereka menyembahnya hanya sekadar mengikuti hawa nafsu dan melangsungkan tradisi nenek moyang mereka saja, dan mereka meninggalkan ibadah kepada Allah SWT yang menciptakan mereka yang telah melimpahkan berbagai-bagai kenikmatan kepada mereka. Di samping itu mereka telah membuat kemungkaran yaitu membiasakan diri membantu setan dalam tindakannya memusuhi Allah, Rasul-Nya dan kaum mukminin, seperti dalam firman-Nya: 

وإخوانهم يمدونهم في الغي 
Artinya: 
Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan. (Q.S. Al A'raf: 202) 
Kata "zahir" dalam ayat lain diartikan penolong. Sebagian ahli tafsir mengartikan terhina atau tersia-sia sehingga artinya jadi begini: Dan orang-orang kafir pada sisi Tuhannya sangat hina dan sia-sia.

Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.(QS. 25:56)

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (56) 
Mengapa kaum musyrikin itu membantu setan berbuat durhaka terhadap Tuhannya, padahal Allah telah mengutus Rasul-Nya memberi peringatan kepada mereka, dan mereka mengetahui bahwa Rasul itu diutus untuk membawa kabar gembira dan memberi peringatan. Alangkah bodohnya orang-orang yang memusuhi Rasul.

Katakanlah:` Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.(QS. 25:57)

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلًا (57) 
Allah SWT memerintahkan Nabi saw supaya menerangkan kepada kaumnya, bahwa walaupun beliau diutus untuk keselamatan mereka, namun beliau sama sekali tidak mengambil keuntungan untuk diri pribadinya, beliau berkata: "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah ini, hanya saja ada orang yang dengan kemauannya sendiri ingin berbuat amal saleh untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan mengeluarkan derma atau bantuan sukarela, itulah yang baik baginya. Kemudian setelah Allah SWT menerangkan bahwa kaum musyrikin dengan setan saling bantu membantu menentang dan menyakiti Rasulullah saw beliau diperintahkan supaya tetap bertawakal kepada Allah. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Furqaan 57 
قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلًا (57) 
(Katakanlah! "Aku tidak meminta kepada kalian dalam menyampaikan hal ini) yakni menyampaikan apa yang aku diutus untuk menyampaikannya (upah sedikit pun, melainkan) tetapi hanya mengharapkan kepatuhan (orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Rabbnya) dengan cara menginfakkan harta bendanya ke jalan keridaan-Nya, maka untuk hal ini aku tidak mencegahnya.

Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya,(QS. 25:58)

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا (58) 
Allah SWT memerintahkan agar bertawakal kepada-Nya yang hidup Kekal tidak mati, Tuhan seru sekalian alam, berserah diri kepada-Nya, dan bersabar dalam segala nasib yang menimpa dirinya, karena Tuhanlah yang memberi kecukupan kepadanya, yang menyampaikan kepada tujuan kebahagiaan, dan bertasbih dengan memuji-Nya, menyucikan-Nya dari segala sekutu, anak atau istri dari segala sifat yang tidak pantas yang dilemparkan oleh kaum musyrikin kepada-Nya. Perintah Allah bartawakal kepada-Nya itu bukan berarti bahwa manusia tidak perlu berusaha lagi, atau tidak perlu memikirkan sebab-sebab yang menimbulkan usaha itu, tetapi maksudnya ialah agar manusia ,menyerahkan kepada Allah segala sesuatu yang telah diusahakannya, sebab tawakal itu ditugaskan kepada hati, sedang usaha ditugaskan kepada tubuh anggota. Bidangnya barlainan yaitu bidang hakikat dan bidang syariat. dan cukuplah Dia Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya. baik yang nampak maupun yang tidak. Oleh karena dalam ayat ini Allah memerintahkan supaya bertawakal hanya kepada Allah Yang Maha Hidup, maka jelas sekali bahwa semua makhluk akan mati, tidak patut bartawakal kepada selain-Nya. Hanya Allah lah Yang Maha Hidup Kekal, yang mengetahui segala amal perbuatan dan dosa-dosa hamba-Nya dan mampu memberi balasan amal-amalnya, yang baik dengan pahala dan yang buruk dengan siksa. Kesempurnaan kekuasaan Allah itu dijelaskan lagi dalam ayat berikutnya. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Furqaan 58 
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا (58) 
(Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup Kekal Yang tidak mati, dan bertasbihlah) seraya (memuji kepada-Nya) yakni, katakanlah, 'Subhanallah Wal Hamdulillah' yang artinya; Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah. (Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya) lafal Bihi berta'alluq kepada lafal Dzunubi.

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, (dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah tentang itu kepada Yang Maha Mengetahui.(QS. 25:59)

الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا (59) 
Dalam ayat ini diterangkan bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Kalimat "yaum" biasanya diartikan hari, tetapi hari di sini bukanlah hari yang lamanya dua puluh empat jam tetapi dengan arti masa. 
Kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Bersemayam di sini maksudnya seperti tersebut pada surat Al A'raf ayat 54, ialah selain satu sifat di antara sifat-sifat yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran dan kesucian-Nya. Seorang yang bertawakal kepada Allah karena meyakini bahwa Dialah Tuhan Yang Hidup Kekal, Tuhan Yang Maha Kuasa Yang menciptakan langit, bumi dan segala yang ada di antaranya dalam enam masa, niscaya akan bertambah pula tawakalnya kepada Allah, karena Tuhan yang seperti itulah yang patut semua makhluk berserah diri dan tawakal kepada-Nya. Dialah Yang Maha Pemurah, yang rahmat dan karunia-Nya amat besar kepada manusia oleh sebab itu maka hendaklah menanyakan hal itu jika dia masih belum jelas dan mantap. Maka tanyakanlah tentang itu kepada Yang Maha Mengetahui. Janganlah bertanya tentang hal itu kepada sembarangan orang mukmin yang memberi jawaban tidak memuaskan karena pengetahuannya serba terbatas, akan tetapi tanyakanlah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Mengetahui supaya sikap tawakkal dan berserah diri kepada-Nya itu bertambah kuat dan mantap lagi. Setelah Allah SWT menjelaskan betapa besar karunia dan nikmat-Nya yang dilimpahkan-Nya kepada mereka, Allah menerangkan pula sikap orang-orang kafir yang mestinya mereka bersyukur dan berterima kasih, tetapi malah sebaliknya. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Furqaan 59 
الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا (59) 
Dia adalah (Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari) dari hari-hari dunia menurut perkiraan; karena pada masa itu masih belum ada matahari. Akan tetapi jika Dia menghendaki niscaya Dia dapat menciptakan kesemuanya dalam waktu sekejap saja. Sengaja Dia memakai cara ini dengan maksud untuk mengajari makhluk-Nya supaya berlaku perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa dalam segala hal (kemudian Dia berkuasa di atas Arasy) arti kata Arasy menurut istilah bahasa adalah singgasana raja. (yakni Allah Yang Maha Penyayang) lafal Ar-Rahmaan ini berkedudukan menjadi Badal dari Dhamir yang terkandung di dalam lafal Istawaa Makna Istawaa ialah bersemayam, karena ungkapan inilah yang sesuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya (maka tanyakanlah) hai manusia (tentang Dia) tentang Allah Yang Maha Pemurah (kepada orang yang mengetahui.") tentang-Nya, dia akan menceritakan kepada-Mu mengenai sifat-sifat-Nya.

Dan apabila dikatakan kepada mereka: `Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang`, mereka menjawab: `Siapakah Yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)?`, Dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).(QS. 25:60)

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا (60) 
Dan apabila dikatakan kepada mereka yang menyembah selain Allah itu: "Sujudlah kamu sekalian kepada Tuhan Yang Maha Penyayang". Mereka menjawab: "Siapakah Tuhan Yang Maha Penyayang?". Pertanyaan mereka seperti pertanyaan Firaun kepada Musa ketika ia mengatakan: "Sesungguhnya aku adalah seorang utusan dari Rabbul 'Alamin". Firaun bertanya: "Siapakah Rabbul 'Alamin itu?". Kaum musyrikin itu dalam bantahannya mengatakan: "Apakan kami akan sujud kepada Tuhan yang dikatakan Maha Penyayang tetapi kami belum kenal sama sekali?". Dan perintah sujud itu menambah mereka ingkar dan jauh dari iman. 
Diriwayatkan oleh Ad Dahhaq, bahwa Nabi Muhammad saw beserta para sahabat bersujud ketika selesai membacakan ayat ini, dan ayat ini termasuk di antara ayat-ayat yang disunahkan bersujud bagi para pembaca dan pendengarnya, ketika selesai membacanya dan sujudnya dinamakan "sujud tilawat". Ayat-ayat yang disunahkan sujud tilawat ada 14 buah, dua buah di antaranya berada dalam surat Al Hajj dan yang 12 lagi tersebar dalam surat-surat: "Al A'raf, Ar Ra'd, An Nahl, Al Isra', Maryam, Al Furqan, An Naml, Alif Lam Mim, As Sajdah, Fussilat, An Najm, Insyiqaq dan Isra', Yang berada dalam surat Sad bukan saja sujud tilawat akan tetapi sujud syukur. Setelah Allah SWT menerangkan sikap orang-orang kafir yang menjauhkan diri daripada sujud, maka Allah SWT menerangkan beberapa sifat keutamaan-Nya, dan bila dijadikan bahan pemikiran, pasti mereka tertarik untuk melakukan sujud itu. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Furqaan 60 
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا (60) 
(Dan apabila dikatakan kepada mereka) yaitu penduduk Mekah ("Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Pemurah", mereka menjawab, "Siapakah Yang Maha Pemurah itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami bersujud kepada-Nya?") lafal Ta`muruuna dapat dibaca Ya`muruuna dan yang memerintahkan kepada mereka untuk bersujud adalah Nabi Muhammad. Makna ayat; kami tidak mengetahui-Nya, maka kami tidak mau bersujud kepada-Nya (dan makin menambah mereka) perintah bersujud yang ditujukan kepada mereka itu menambah mereka (semakin jauh) dari iman. Maka Allah swt. berfirman,

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-FURQAAN>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar