Rabu, 12 September 2012

Qashash 81 - 88


<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-QASHASH>>
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=5&SuratKe=28
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 81 
فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ (81) 
Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).(QS. 28:81)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan akibat kesombongan dan keangkuhan Karun Ia beserta rumahnya dan segala kemegahan dan kekayaannya dibenamkan ke dalam bumi, tak ada yang dapat menolongnya menyelamatkan dari azab Allah itu, baik perorangan maupun golongan secara bersama-sama. Ia sendiri tidak dapat membela dirinya. Tidak sedikit orang yang sesat jalan. keliru paham tentang harta yang diberikan kepadanya. Disangkanya harta itu hanya untuk kemegahan dan kesenangan; sehingga mereka itu tidak menyalurkan penggunaannya ke jalan yang diridai Allah SWT, maka datanglah murka Allah, ditimpakan azab-Nya kepada mereka.

Surah Al Qashash 82 
وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَوْلَا أَنْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا وَيْكَأَنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ (82) 
Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu berkata: `Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)`.(QS. 28:82)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang tadinya bercita-cita mempunyai kedudukan dan tempat terhormat seperti yang pernah dimiliki Karun, dengan seketika mereka mengurungkan cita-cita mereka setelah mereka itu menyaksikan azab yang ditimpakan kepada Karun yaitu dibenamkan bersama segala kekayaan yang ada padanya ke dalam bumi dan tak seorangpun yang dapat menolongnya. Mereka menyadari bahwa banyaknya harta benda dan kesenangan menikmati kehidupan duniawi yang serba mewah, tidak menunjukkan keridaan Allah SWT bagi pemiliknya. Allah memberi kepada yang dikehendaki, dan tidak memberi kepada yang tidak dikehendaki. Allah meninggikan orang yang dikehendaki dan merendahkannya. Kesemuanya itu adalah berdasarkan kebijaksanaan Allah dan ketetapan yang telah digariskan-Nya. 
Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud r.a bahwasanya Allah SWT telah memberikan kepada manusia watak mereka masing-masing sebagaimana Dia telah membagi-bagikan rezeki di antara mereka. Dan sesungguhnya Allah itu memberikan harta kepada orang yang disenangi, dan tidak menganugerahkan iman kecuali kepada orang yang disenangi dan dikasihi-Nya. 
Mereka merasa memperoleh karunia dari Allah SWT karena cita-cita mereka belum sampai tercapai. Andaikata tercapai tentunya mereka dibenamkan juga ke dalam bumi sebagaimana nasib yang telah dialami Karun. Pengertian mereka bertambah mantap bahwa benar-benar akan tidak beruntung orang-orang yang mengingkari nikmat Allah, dan mendustakan Rasul-Nya serta pahala yang dijanjikan di akhirat bagi orang yang taat kepada-Nya, bahkan mereka itu akan dimusnahkan oleh azab sebagaimana firman Allah SWT: 

ولقد جاءهم رسول منهم فكذبوه فأخذهم العذاب وهم ظالمون 
Artinya: 
Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang Rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya, karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orong yang zalim. (Q.S. An Nahl: 113)

Al Qashash 83 
تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ (83) 
Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.(QS. 28:83)
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa kebahagiaan dan segala kenikmatan di akhirat disediakan untuk orang-orang yang tidak takabur, menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi, seperti menganiaya dan sebagainya. Mereka itu bersifat merendah diri, tahu menempatkan diri. Kepada orang yang lebih tua dan lebih banyak ilmunya, mereka menghormatinya, dan kepada yang lebih muda dan kurang ilmunya, mereka mengasihinya, tidak takabur dan menyombongkan diri kepadanya, karena orang yang bersifat demikian itu tidak disukai oleh Allah SWT. Mereka akan mendapat siksa yang amat pedih dan tidak masuk surga di akhirat nanti sebagaimana firman Allah SWT: 

وأما الذين استنكفوا واستكبروا فيعذبهم عذابا أليما 
Artinya: 
Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih. (Q.S. An Nisa: 173) 
Dan sabda Rasulullah saw: 

لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر 
Artinya: 
Tidak akan masuk surga orang-orang yang ada di dalam hatinya sifat takabur, sekalipun sebesar zarah. (H.R. Muslim dan Abu Daud dari Ibnu Masud) 
Ayat 83 ini ditutup dengan penjelasan bahwa kesudahan yang baik yaitu surga bagi orang-orang yang takwa kepada Allah dengan mengamalkan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, tidak takabur dan menyombongkan diri seperti Firaun dan tidak berbuat kerusakan di bumi seperti Karun.

Surah Al Qashash 84 
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (84) 
Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.(QS. 28:84)

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa barangsiapa di akhirat nanti datang dengan satu amal kebaikan, akan dibalas dengan yang lebih baik, akan dilipat gandakan sebanyak-banyaknya, tidak ada yang mengetahui kecuali Allah SWT sebagai karunia dan rahmat daripada-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: 

من هم بحسنة فلم يعملها كتبه الله عنده حسنة كاملة وإن هم بها فعملها كتبها الله عنده عشر حسنات إلى سبعمائة ضعف إلى أضعاف كثيرة. 
Artinya: 
Maka barangsiapa bermaksud akan mengerjakan satu kebaikan, kemudian tidak jadi dikerjakannya Allah mencatat pahala pada sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna, kalau ia bermaksud mengerjakan satu kebaikan lalu dikerjakannya, maka Allah mencatat (pahala) dengan sepenuh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan lipat ganda yang lebih banyak lagi. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas) 
Sebaliknya orang yang datang di Hari Kiamat dengan membawa satu kejahatan, maka ia akan dibalas oleh Allah SWT hanya setimpal dengan kejahatan yang diperbuatnya sebagai rahmat dan keadilan dari pada-Nya sebagaimana firman Allah SWT: 

ومن جاء بالسيئة فكبت وجوههم في النار هل تجزون إلا ما كنتم تعملون 
Artinya: 
Dan barangsiapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan. (Q.S. An Naml : 90) 
Dan sabda Nabi saw: 

وإن هم بالسيئة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة وإن هم بها وعملها كتبها الله عنده سيئة واحدة. 
Artinya: 
Dan barangsiapa yang bermaksud mengerjakan satu kejahatan kemudian tidak dikerjakannya. maka ditulislah oleh Allah SWT di sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna, dan kalau ia bermaksud mengerjakan kemudian dikerjakannya, maka Allah mencatatkan baginya hanya satu kejahatan saja. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas)

Surah Al Qashash 85 
إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ مَنْ جَاءَ بِالْهُدَى وَمَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (85) 
Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: `Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata`.(QS. 28:85)
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dialah yang mewajibkan kepada Muhammad mengamalkan isi Alquran melaksanakan hukum-hukum dan perintah yang ada di dalamnya, Dia pulalah yang akan mengembalikan Muhammad ke tanah suci Mekah, tanah tumpah darahnya dalam keadaan menang merebutnya kembali dari kaumnya yang telah mengusirnya dari sana Muhammad saw kembali ke Mekah berkuasa dengan satu kemenangan besar bagi kaum Muslimin, karena dengan demikian dapatlah ia mengembangkan Islam dengan bebas dan dapat menekan kehendak-kehendak kaum musyrikin. Ini adalah janji dari Allah SWT ketika Muhammad selalu disakiti dan mendapat tekanan yang berat dari kaumnya bahwa dia akan berhijrah akan meninggalkan Mekah, dan akan kembali dalam keadaan menang. 
Diriwayatkan oleh Muqatil bahwa ketika Muhammad saw keluar dari gua tempat persembunyiannya di dalam perjalanannya menuju Madinah, ia mengambil jalan yang tidak bisa dijalani orang, khawatir kalau-kalau ia diketahui oleh pencarinya. Setelah ia merasa aman ia kembali kepada jalan biasa dan singgahlah ia beristirahat di Juhfah Satu tempat terletak antara Mekah dan Madinah. Di sinilah Muhammad merasakan rindu pada tanah tumpah darahnya dan turunlah malaikat Jibril kepadanya dan berkata: "Apakah engkau rindu akan negerimu, tanah tumpah darahmu ? "Muhammad menjawab: "Ya, betul saya sangat rindu". Berkata Jibril: "Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan "Inna.. (permulaan ayat ini). Selanjutnya kaum musyrikin berkata kepada Rasulullah saw, bahwasanya kaum Muhammad berada dalam kesesatan yang nyata maka datanglah perintah dari Allah supaya Muhammad menolak tuduhan orang-orang musyrikin yang menentang dan yang mendustakannya dan menegaskan kepada mereka bahwa Tuhanku yang lebih mengetahui, siapa yang dapat petunjuk dan siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata, kamikah atau kamu sekalian? Kamu akan mengetahui nanti siapa-siapa yang mempunyai hasil baik di dunia dan siapa-siapa yang akan menang di dunia dan di akhirat kelak, sebagaimana firman Allah SWT: 

قل ياقوم اعملوا على مكانتكم إني عامل فسوف تعلمون من تكون له عاقبة الدار إنه لا يفلح الظالمون 
Artinya: 
Katakanlah "Hai kaumku. berbuatlah sepenuh kemampuanmu. sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. (Q.S. Al An'am: 135)

Surah Al Qashash 86 
وَمَا كُنْتَ تَرْجُو أَنْ يُلْقَى إِلَيْكَ الْكِتَابُ إِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرًا لِلْكَافِرِينَ (86) 
Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir.(QS. 28:86)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Muhammad tidak pernah mengharapkan diturunkannya Alquran kepadanya untuk mengetahui berita-berita orang-orang sebelumnya, dan hal-hal yang terjadi sesudahnya, antara lain seperti agama yang mengandung kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat, dan juga adab-adab yang meninggikan derajat mereka dan mencerdaskan akal pikiran mereka. Sekalipun demikian, Allah SWT menurunkan juga semuanya itu kepada Muhammad sebagai rahmat daripadanya. Oleh karena itu hendaklah ia memuji Tuhannya atas nikmat yang dikaruniakan kepadanya dengan diturunkannya kitab suci Alquran kepadanya, dan tidak perlu menolong dan membantu orang-orang musyrik yang mengingkari Kitab suci Alquran itu, tetapi hendaklah ia memisahkan diri dari mereka dan berpaling dari mereka sesuai dengan firman Allah SWT: 

فاصدع بما تؤمر وأعرض عن المشركين 
Artinya: 
Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. (Q.S. Al Hijr: 94)

Surah Al Qashash 87 
وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنْ آيَاتِ اللَّهِ بَعْدَ إِذْ أُنْزِلَتْ إِلَيْكَ وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (87) 
Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.(QS. 28:87)
Pada ayat ini Allah SWT menganjurkan kepada Muhammad supaya ia tidak mengindahkan tipu daya mereka, dan jangan sekali-kali terpengaruh sehingga mereka dapat berhasil menghalang-halangi menyampaikan ayat-ayat suci Alquran sesudah diturunkan kepadanya, karena Allah SWT selalu bersamanya dan menguatkan serta memenangkan agama-Nya dari agama-agama yang disyariatkan sebelumnya Bahkan ia diperintahkan menyeru kaumnya ke jalan Allah dan menyampaikan agama-Nya kepada mereka, menyembah hanya kepada Allah saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Pada akhir ayat ini Allah SWT menekankan supaya Muhammad jangan sekali-kali meninggalkan dakwahnya ke jalan Allah, menyampaikan risalahnya kepada kaum musyrikin, agar supaya dia tidak seperti mereka, bermaksiat menyalahi perintah-Nya Di ayat lain diterangkan sebagai berikut: 

ولا تكونن من المشركين 
Artinya: 
Don janganlah sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik. (Q.S. Al An'am: 14)

Surah Al Qashash 88 
وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (88) 
Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.(QS. 28:88)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa janganlah hendaknya Muhammad menyembah di samping Allah sembahan lain selain Dia, karena tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah SWT, sebagaimana firman-Nya: 

رب المشرق والمغرب لا إله إلا هو فاتخذه وكيلا 
Artinya: 
(Dialah) Tuhan masyrik dan magrib tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. (Q.S. Al Muzammil: 9) 
Allah SWT itu kekal abadi, hidup selama-lamanya sepanjang masa, sekalipun semua makhluk yang ada sudah mati dan binasa sebagaimana firman Allah SWT: 

كل من عليها فان ويبقى وجه ربك ذو الجلال والإكرام 
Artinya: 
Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (Q.S. Ar Rahman: 26-27) 
Dan sabda Nabi Muhammad saw: 

أصدق كلمة قالها لبيد: ألا كل شيء ما خلا الله باطل. 
Artinya: 
Kalimat palig benar yang telah diucapkan Labid, ketauhilah setiap sesuatu selain dari Allah akan binasa. (H.R. Bukhari Muslim dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah) 
Allah lah yang mempunyai kerajaan, berbuat sekehendak-Nya. Dia lah yang menentukan segala sesuatunya yang akan berlaku kepada semua makhluk, dan kepada-Nyalah akan dikembalikan semuanya, dan dibalas menurut amal perbuatannya masing-masing. Kalau ia beramal baik taat dan patuh kepada perintah Allah akan dimasukkan ke dalam surga. Sebaliknya kalau ia berbuat maksiat, bergelimang dosa akan dimasukkan ke-dalam neraka sebagaimana sabda Nabi saw, dari Abu Hurairah: 

عن أبي هريرة قال النبي صلى الله عليه وسلم كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى من أطاعني دخل الجنة ومن عصاني دخل النار. رواه البخاري, الجامع الصغير ص 333
Artinya: 
Semua umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau. Barangsiapa toot kepada ku masuklah ia ke dalam surga, dan barangsiapa durhaka kepada ku masuklah ia ke neraka. (Hadis Sahih Riwayat Bukhari). Lihat Al Jamius Sagif hal. 

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AL-QaSHAASH>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar