Senin, 03 September 2012

AL-MU'INUUN 21 - 40

SURAH 
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH MU'MINUUN>>
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=2&SuratKe=16

Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan,(QS. 23:21)

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ (21) 
Dan sesungguhnya pada penciptaan binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran yang sangat penting bagi kamu di samping kemanfaatannya sendiri sebagai nikmat pemberian Allah SWT. Sebagai pelajaran dan bahan riset, rumput yang di makan oleh binatang ternak seperti sapi itu, setelah dikunyah dan masuk dalam perutnya, kemudian bercampur dengan darah, maka Allah berkuasa untuk memisahkan air susu dari percampuran dua benda yang kotor itu sebagaimana tersebut dalam firman Allah: 
وإن لكم في الأنعام لعبرة نسقيكم مما في بطونه من بين فرث ودم لبنا خالصا سائغا للشاربين 
Artinya: 
Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. (Q.S. An Nahl: 66) 
Dan jika diperinci, maka terdapat ada empat macam kemanfaatan yang diperoleh manusia dari binatang ternak itu: 
1. Air susu yang sangat lezat untuk di minum dan mengandung unsur kesehatan, yang juga dapat dijadikan mentega dan keju dan lain-lain. 
2. Bulu atau rambutnya dapat dijadikan bahan pakaian yang sangat berguna terutama di musim dingin. 
3. Dagingnya dapat dimakan segera atau diawetkan dalam kaleng. 
4. Dapat dijadikan kendaraan, terutama ke tempat yang jauh yang sulit dicapai dengan kendaraan lain seperti tersebut dalam ayat (21). 

وتحمل أثقالكم إلى بلد لم تكونوا بالغيه إلا بشق الأنفس 
Artinya: 
Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan diri). (Q.S. An Nahl: 7)

dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut.(QS. 23:22)

وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُونَ (22) 
Dan di atas binatang ternak itu, terutama unta kamu diangkut ke tempat yang sangat jauh melalui padang pasir yang sulit untuk dilalui oleh kendaraan lain di samping kamu mempergunakan kapal-kapal pula sebagai kendaraan di laut.

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata:` Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)? `(QS. 23:23)

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ (23) 
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah mengutus Nuh kepada kaumnya untuk memberi peringatan kepada mereka tentang azab Allah, bila mereka membuat kemusyrikan kepada-Nya dan mendustakan Rasul-Nya, seraya berkata dengan lemah lembut kepada mereka "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah saja, jangan sekali-kali mempersekutukan-Nya, karena tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak merasa takut akan azab-Nya, lalu menjauhkan diri dari kemusyrikan terhadap-Nya?"

Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab:` Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.(QS. 23:24)

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا هَذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً مَا سَمِعْنَا بِهَذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ (24) 
Maka menjawablah pemuka-pemuka orang kafir di antara kaumnya: Nuh ini tidak lain hanya seorang biasa saja seperti kamu, tidak mempunyai kelebihan apa-apa, baik fisik maupun mental sehingga ia berhak untuk menjadi utusan Allah dan menerima wahyu. Dia hanya ingin menjadi seorang yang lebih tinggi kedudukannya dari kamu, dan ingin lebih berkuasa, maka untuk mencapai tujuannya itu, lalu ia mengaku menjadi pesuruh Allah, padahal sebenarnya ia tidak pantas. Lalu mereka menyebutkan tiga perkara yang menjadi alasan untuk tidak mengakui Nuh sebagai utusan Allah. 
Pertama Seandainya Allah menghendaki mengutus seorang Rasul yang memerintahkan beribadah hanya kepada Allah saja, tentu Dia mengutus beberapa malaikat, dan bukan mengutus seorang manusia biasa. 
Kedua Mereka belum pernah mendengar dari nenek moyang mereka sendiri seperti apa yang dikemukakan oleh Nuh, tentang penyembahan hanya kepada Allah saja. Mereka memandang bahwa seruan kepada ketauhidan itu tidak ada tradisinya dari nenek moyang mereka sendiri, dan oleh karenanya mereka menantang habis-habisan walaupun bertentangan dengan akal dan rasio mereka sendiri. Hal demikian menunjukkan betapa dalamnya mereka terseret dalam taklid-buta, yang sukar sekali dikembalikan dari kesesatannya. 
Ketiga Yang terdapat dalam ayat 25, sebagai tersebut di bawah ini:

Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu. `(QS. 23:25)

إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ بِهِ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوا بِهِ حَتَّى حِينٍ (25) 
Nuh tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang miring otaknya, yang berbicara seenaknya saja, tidak memperhatikan apa yang diucapkannya, yang tidak beralasan sama sekali, dan oleh karena itu tidak usah dilayani. Karena itu bersabarlah terhadapnya sampai ia pada suatu waktu merasa terjepit atau dipojokkan sehingga kembali kepada keadaannya yang normal dan memeluk lagi agama nenek moyang kita". Ucapan mereka itu menunjukkan betapa jauh mereka dalam keingkarannya, padahal mereka mengetahui, bahwa Nuh orang yang paling cerdas pikirannya di antara mereka. Allah SWT tidak membalas sanggahan mereka itu, karena sanggahan mereka itu tidak ada nilainya. Memang setiap Rasul seharusnya melebihi setiap orang dari umatnya dengan kelebihan dalam segi akhlak dan mukjizat. Bila seorang rasul ingin kedudukannya lebih tinggi dari kedudukan umatnya, hal itu karena dengan demikian semua petunjuk-petunjuknya akan diikuti. Di samping itu harus berwibawa, supaya dengan wibawanya itu dapat memimpin umatnya kepada jalan yang benar, dan Rasul itu ma'sum, yakni terpelihara dari kesombongan. Dan ucapan mereka, tentang seruan kepada ketauhidan itu belum pernah mereka jumpai sejak nenek moyang mereka dahulu. Padahal ucapan mereka itu tidak cukup untuk dijadikan alasan menolak risalah Nuh. Dan tuduhan mereka bahwa Nabi Nuh menderita sakit ingatan, bertentangan dengan kenyataan yang mereka alami sendiri.

Nuh berdoa:` Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku. `(QS. 23:26)

قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي بِمَا كَذَّبُونِ (26) 
Tatkala sudah jelas kepada Nuh keingkaran kaumnya yang terus menerus, bahwa mereka tidak mau menyadari kesesatan mereka, dan telah cukup lama beliau melaksanakan kewajiban dakwahnya, maka Allah SWT mewahyukan kepadanya, bahwa tidak akan beriman kaumnya, melainkan orang yang sudah beriman saja, tidak akan bertambah lagi bilangannya, maka Nuh berdoa kepada Tuhannya supaya diberi pertolongan, seraya berdoa , "Ya Tuhanku tolonglah aku, karena mereka mendustakan aku. "Doa Nuh tersebut pula dalam firman Allah lainnya: 

فدعا ربه أني مغلوب فانتصر 
Artinya: 
Maka dia mengadu kepada Tuhannya, "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)". (Q.S. Al Qamar: 10) 
Dan seperti dalam firman-Nya: 

وقال نوح رب لا تذر على الأرض من الكافرين ديارا 
Artinya: 
Nuh berkata, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi". (Q.S. Nuh: 26)

Lalu Kami wahyukan kepadanya:` Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan tanur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.(QS. 23:27)

فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ فَاسْلُكْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ (27) 
Setelah doa Nuh diperkenankan, maka Allah mewahyukan kepadanya, agar ia memulai membuat bahtera di bawah pengawasan dan petunjuk wahyu-Nya, supaya bahtera itu utuh tidak mengalami kerusakan dan supaya Nuh mengetahui teknik pembuatannya, sebab pembuatan sebuah bahtera yang besar lagi kokoh tentu saja memerlukan keahlian. Apabila perintah Allah sudah datang untuk membinasakan kaumnya dengan taufan yang besar, dan tanda permulaannya sudah nampak, yaitu tannur tempat membakar roti di bawah tanah sudah mulai memancarkan air, maka Allah menyuruh Nabi Nuh memasukkan ke dalam bahtera itu dari tiap-tiap jenis binatang sepasang jantan dan betina. Tahapan yang paling bawah untuk binatang buas seperti: singa jantan dan singa betina, harimau jantan dan harimau betina dan sebagainya. Di tahapan kedua binatang ternak seperti: sapi jantan dan sapi betina, kambing jantan dan kambing betina dan sebagainya. Di tahapan ketiga semua jenis burung-burung sepasang-sepasang dan di tahapan yang paling atas sekali Nabi Nuh dengan sekalian keluarganya yang selamat, yaitu di antaranya tiga orang putranya : SAM, HAM dan YAFIS Adapun putra beliau yang bernama KAN'AN termasuk orang yang tenggelam, karena ia tidak mau ikut bersama ayahnya. 
Oleh karena dalam bahtera Nuh itu dimasukkan dari setiap jenis binatang yang ada pada waktu itu sepasang-sepasang maka bahtera Nuh itu merupakan suatu kebun binatang yang lengkap. Dan semua binatang selain ikan yang tidak masuk ke dalam bahtera termasuk pula semua orang kafir yang tidak mengikuti akan Nabi Nuh itu semuanya ditenggelamkan dalam besar itu, karena lebih dahulu telah ditetapkan, bahwa mereka akan ditimpa azab. Dan Allah SWT melarang Nuh supaya jangan membicarakan dengan-Nya tentang orang-orang yang zalim itu, karena mereka semuanya akan ditenggelamkan. Dan semua manusia yang sekarang berada di atas permukaan bumi ini adalah keturunan Nabi Nuh dari putranya yang tiga orang itu, yang ikut bersamanya yaitu: Sam, Ham, Yafis.

Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah: `Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim.`(QS. 23:28)

فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنْتَ وَمَنْ مَعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (28) 
Allah SWT memerintahkan kepada Nuh, jika ia bersama orang-orang yang beriman bersamanya telah berada di atas bahtera itu, supaya mengucapkan pujian kepada Allah SWT sebagai rasa syukur atas keselamatan mereka semuanya yang berada dalam bahtera itu, "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim". Ayat ini memberi petunjuk bahwa kita tidak boleh merasa gembira dengan turunnya azab atas sesuatu golongan, kecuali bila di dalamnya mengandung keselamatan bagi kaum mukminin, terhindarnya mereka dari bahaya kemusnahan, dan tersapu bersihnya dunia dari segala bentuk kemusyrikan dan kemaksiatan. 
Menurut keterangan Ibnu Abbas r.a. yang berada dalam bahtera Nuh itu selain semua jenis binatang-binatang itu ada 80 orang manusia, yaitu Nuh beserta istrinya yang saleh, selain istrinya yang tenggelam, tiga orang putranya beserta istri-istrinya dan 72 orang mukmin umat Nuh yang setia kepadanya.

Dan berdoalah: `Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat.`(QS. 23:29)

وَقُلْ رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ (29) 
Nuh disuruh berdoa pula, "Ya Tuhanku, turunkanlah aku, bila taufan sudah berakhir, pada tempat yang diberkati dan hanya Engkaulah yang dapat memberi tempat yang sebaik-baiknya, yang mengetahui tempat-tempat yang cocok lagi selaras bagi kami". Qatadah berkata, "Allah SWT mengajarkan kepada kita supaya membaca doa ini ketika naik kapal: 

اركبوا فيها بسم الله مجراها ومرساها 
Artinya: 
Dan Nuh berkata, "Naiklah kamu sekalian ke dalam kapal itu dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya". (Q.S. Hud: 41) 
Dan ketika berada di atas kendaraan membaca: 

سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وإنا إلى ربنا لمنقلبون 
Artinya: 
Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami. padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. (Q.S. Az Zukhruf: 13-14)

Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah), dan sesungguhnya Kami menimpakan azab (kepada kaum Nuh itu).(QS. 23:30)

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ وَإِنْ كُنَّا لَمُبْتَلِينَ (30) 
Sesungguhnya dalam peristiwa taufan besar yang membinasakan kaum Nuh yang mendustakan Rasul-Nya, dengan mengingkari ke Esaan Allah dan menyembah berhala-berhala, terdapat pelajaran bagi kaum Quraisy yang mendustakan kerasulan Muhammad saw, bahwa peristiwa, yang menimpa kaum Nuh itu dapat pula menimpa kaum Quraisy yang berani mendustakan Rasulullah dan memusuhinya. Pada kejadian itu benar-benar terdapat beberapa tanda azab yang sangat besar kepada kaum Nuh itu, supaya orang-orang yang datang kemudian mengambil pelajaran dari padanya, sesuai dengan firman Allah: 

ولقد تركناها آية فهل من مدكر 
Artinya: 
Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?. (Q.S. Al Qamar: 15)

Kemudian, Kami jadikan sesudah mereka umat yang lain.(QS. 23:31)

ثُمَّ أَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ (31) 
Kemudian Allah menerangkan bahwa Dia yang menciptakan umat yang lain setelah kaum Nuh itu.

Lalu Kami utus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): `Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya).(QS. 23:32)

فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ (32) 
Dan Kami utus kepada kaum 'Ad itu seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yaitu Nabi Hud as yang melaksanakan dakwah kepada mereka seraya menyerukan, "Hai kaumku, sembahlah Allah saja dan tinggalkanlah semua berhala-berhalamu, karena sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya melainkan Dia. Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?'

Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia:` (Orang) ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum.(QS. 23:33)

وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِلِقَاءِ الْآخِرَةِ وَأَتْرَفْنَاهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا مَا هَذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُونَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُونَ (33) 
Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya, yang mengingkari ketauhidan kepada Allah yang tidak percaya akan adanya kebangkitan dan hisab pada hari kiamat karena terdorong oleh rasa kemewahan hidup di dunia, "Orang ini (Hud) tidak lain hanyalah seorang manusia biasa seperti kamu, tidak mempunyai kelebihan di atas kamu, makan minum biasa seperti kita. Karena itu seruannya tak usah dihiraukan sama sekali."

Dan sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi.(QS. 23:34)

وَلَئِنْ أَطَعْتُمْ بَشَرًا مِثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ (34) 
Dan jika kamu sekalian menaati manusia biasa seperti kamu, dan mengikuti saja seruannya tanpa penelitian lebih dahulu, niscaya kamu akan menjadi manusia yang merugi dan tertipu."

Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian, bahwa bila kamu telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu)?,(QS. 23:35)
Jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu,(QS. 23:36)
kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi.(QS. 23:37)
Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya. `(QS. 23:38)
Rasul itu berdoa:` Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendustakanku. `(QS. 23:39)
Allah berfirman:` Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal. `(QS. 23:40)
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH MU'MINUUN>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar