Senin, 14 Mei 2012

Ar-Ra'd 41 - 43

Surah Ar-Ra'd
Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah Ar-Ra'd
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?SuratKe=13&start=41#Top
41. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya.(QS. 13:41)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ra'd 41 
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا وَاللَّهُ يَحْكُمُ لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِ وَهُوَ سَرِيعُ الْحِسَابِ (41) 
Dalam ayat ini Allah swt. memperlihatkan pula segi yang lain dari kekuasaan-Nya dalam menimpakan hukuman terhadap orang-orang kafir, yaitu dengan cara mengurangi luas daerah negeri mereka sedikit demi sedikit dari tepi-tepinya. Pengurangan daerah mereka itu dalam kenyataannya mungkin disebabkan bencana alam yang diturunkan Allah kepada mereka, sehingga sebagian dari daerah mereka menjadi rusak dan tak dapat didiami lagi, atau karena terjadi peperangan di mana kekuasaan bangsa lain dan mereka menjadi terdesak atau diusir sama sekali dari negeri mereka. 
Selanjutnya, dalam ayat ini dijelaskan pula kekuasaan-Nya dalam hal menetapkan hukum, yaitu bahwa Dia kuasa menetapkan hukum menurut hikmah dan kehendak-Nya, dan hukum yang telah ditetapkan-Nya tak akan dapat ditolak atau dibantah oleh siapa pun juga. 
Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dialah Yang Maha Cepat hisab-Nya. Maksudnya ialah bahwa Allah cepat sekali mengadakan perhitungan terhadap perbuatan hamba-Nya, sehingga mereka yang beriman dan berbuat kebajikan akan memperoleh ganjaran kebaikan pula, sedang mereka yang ingkar kepada-Nya dan berbuat kelaliman pasti mendapat siksa dan kemurkaan-Nya. Allah sama sekali tidak lupa terhadap segala perbuatan hamba-Nya.




42. Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu.(QS. 13:42)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ra'd 42 
وَقَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلِلَّهِ الْمَكْرُ جَمِيعًا يَعْلَمُ مَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ وَسَيَعْلَمُ الْكُفَّارُ لِمَنْ عُقْبَى الدَّارِ (42) 
Dalam ayat ini Allah pun menjelaskan segi yang lain dari kekuasaan-Nya, yaitu dalam menghadapi tipu daya yang dilakukan oleh kaum kafir Mekah terhadap Rasulullah dan kaum muslimin. Allah menjelaskan, bahwa orang-orang kafir yang sebelum kaum kafir Mekah juga telah mengadakan tipu daya terhadap Rasul-rasul-Nya. Tetapi semua tipu daya mereka itu adalah dalam kekuasaan Allah sehingga tidak akan membinasakan agama-Nya dan Rasul-Nya. Karena Allah senantiasa mengetahui apa saja yang diperbuat oleh setiap makhluk-Nya. 
Dari sini dapat dipahami, bahwa jika tipu daya orang-orang kafir pada masa dahulu terhadap Rasul-rasul Allah adalah di bawah kekuasaan Allah untuk mengatasinya, tentulah tipu daya kaum kafir Mekah terhadap Nabi Muhammad dan kaum Muslimin juga berada di bawah kekuasaan Allah, sehingga tipu daya tersebut tidak akan berhasil membinasakan Rasulullah dan kaum Muslimin, dan tidak akan mampu membendung tersiarnya agama Islam. 
Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa orang kafir pasti akan mengetahui kelak, bahwa yang berhak untuk memperoleh tempat tinggal terakhir dan abadi yang penuh kenikmatan itu hanyalah mereka yang beriman dan beramal saleh.




43. Berkatalah orang-orang kafir:` Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul `. Katakanlah:` Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku (dan kamu, dan antara orang) yang mempunyai ilmu Al Kitab.(QS. 13:43)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ra'd 43 
وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَسْتَ مُرْسَلًا قُلْ كَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِنْدَهُ عِلْمُ الْكِتَابِ (43) 
Ayat ini menunjukkan suatu dialog antara orang-orang kafir Mekah dan Rasulullah, di mana mereka mengingkari kerasulannya dengan mengatakan: "Engkau bukanlah seorang yang dijadikan Rasul." Untuk menghadapi pengingkaran ini, maka Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad menjawabnya dengan mengatakan kepada mereka: "Cukuplah Allah menjadi saksi dalam pertentangan yang terjadi antara aku dan kamu. Juga orang-orang yang mempunyai ilmu tentang Al-Kitab dari kalangan kamu yang telah masuk Islam dapat pula menjadi saksi tentang kebenaran kerasulanku." 
Sesuai dengan penegasan Allah dalam ayat yang lalu, bahwa tugas pokok Nabi Muhammad adalah menyampaikan agama Islam ini kepada manusia, maka beliau tidak perlu gelisah dalam menghadapi sikap ingkar dari kaum kafir tersebut. Hal tersebut diserahkan kepada Allah swt. sebab Dialah yang mengangkat dan mengutusnya menjadi Rasul-Nya. 
Ulama-ulama ahlul kitab yang telah masuk Islam mereka menganut agama Islam karena mereka telah mengetahui bahwa dalam kitab Injil dan Taurat yang diwahyukan Allah kepada Nabi Isa dan Nabi Musa telah ada keterangan yang jelas tentang akan datangnya Nabi dan Rasul terakhir, yaitu Muhammad saw., oleh karena itu mereka sama sekali tidak mengingkari kerasulan beliau.




Surah Ar-Ra'd
Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah Ar-Ra'd

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar