Selasa, 28 Agustus 2012

Maryam 81 - 98

Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah Maryam
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Maryam 81 
81. Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka,(QS. 19:81)

وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّا (81) 
Pada ayat ini Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad saw. bahwa maksud dan tujuan dari orang-orang musyrik menyembah berhala dan sembahan-sembahan lainnya, ialah agar berhala-berhala dan sembahan-sembahan itu dapat menolong mereka baik di dunia maupun di akhirat kelak. Mereka membawa berbagai macam barang dan uang ke berhala-berhala itu dan mempersembahkannya dengan harapan agar berhala-berhala itu dapat mengabulkan permintaan mereka, agar mereka diberi restu dan diberkati dalam kehidupan, dalam usaha dan pekerjaan, dan agar mereka tetap berbahagia mulia dan terhormat di kalangan mereka seakan-akan berhala itulah yang paling berkuasa, berhak melimpahkan rahmat dan nikmat, berhak menimpakan siksa dan kesengsaraan. Di akhirat nanti (menurut paham mereka) berhala-berhala itu akan dapat memintakan syafaat lagi mereka dan akan menolong mereka bila mereka menghadapi kesulitan atau mengalami penderitaan.



82. sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan itu) akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.(QS. 19:82)

كَلَّا سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا (82) 
Pada ayat ini Allah menolak paham yang salah itu terutama mengenai pertolongan di akhirat nanti. Berhala-berhala dan sembahan-sembahan itu sekali-kali tidak akan dapat menolong mereka bahkan mereka akan mengingkari di hadapan Allah bahwa mereka disembah oleh orang-orang musyrik itu sebagai tersebut dalam firman Allah: 

وإذا رأى الذين أشركوا شركاءهم قالوا ربنا هؤلاء شركاؤنا الذين كنا ندعوا من دونك فألقوا إليهم القول إنكم لكاذبون 
Artinya: 
Apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka, mereka berkata "Ya Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami sembah selain dari Engkau". Lalu sekutu-sekutu mereka mengatakan kepada mereka "Sesungguhnya kamu benar-benar orang-orang yang berdusta". (Q.S. An Nahl: 86) 
Dan firman-Nya: 

إذ تبرأ الذين اتبعوا من الذين اتبعوا ورأوا العذاب وتقطعت بهم الأسباب وقال الذين اتبعوا لو أن لنا كرة فنتبرأ منهم كما تبرءوا منا كذلك يريهم الله أعمالهم حسرات عليهم وما هم بخارجين من النار 
Artinya: 
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti, "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia) pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami". Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka, (Q.S. Al Baqarah: 166-167) 
Berhala-berhala dan sembahan-sembahan itu bukan saja tidak dapat memberi syafaat kepada penyembah-penyembahnya dan berlepas diri dari mereka, tetapi juga menjadi musuh yang selalu melaknati mereka. Beginilah nasib kaum musyrikin itu di akhirat nanti, tuhan-tuhan yang mereka persekutukan dengan Allah itu tidak dapat menghindarkan mereka dari azab yang disediakan Allah untuk mereka. Mereka benar-benar merasakan bahwa mereka telah terjerumus ke dalam perangkap yang dipasang setan untuk mencelakakan mereka.

83. Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?,(QS. 19:83)

أَلَمْ تَرَ أَنَّا أَرْسَلْنَا الشَّيَاطِينَ عَلَى الْكَافِرِينَ تَؤُزُّهُمْ أَزًّا (83) 
. Pada ayat ini Allah menyuruh supaya Nabi Muhammad memperhatikan dan mengingat bahwa Dia telah melepaskan setan dan memberi kesempatan kepadanya untuk menipu, membujuk serta memperdayakan manusia yang terkena bujuk rayu setan itu termasuk orang-orang kafir Mekah. Mereka akan tetap dalam kesesatan dan tidak akan kembali ke jalan yang benar bagaimanapun Muhammad mengajak dan menyeru mereka. Hal ini dijelaskan Allah sebagai obat hati Nabi Muhammad yang luka karena dia telah bersungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati memberikan petunjuk dan peringatan kepada mereka, tetapi mereka tetap juga ingkar dan tidak mau beriman.

84. Maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.(QS. 19:84)

فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّا (84) 
. Pada ayat ini Allah melarang Nabi Muhammad merasa sempit hati dan marah kepada orang-orang kafir itu dan meminta supaya azab kepada mereka disegerakan karena saat untuk menimpakan azab itu sudah dekat hanya tinggal menghitung-hitung harinya saja lagi. 
Di dunia mereka akan menerima balasan dengan kekalahan mereka dalam perang Badar dan di akhirat walaupun dalam pikiran kita masih jauh lagi tetapi bagi Allah hari itu adalah dekat. Satu hari dalam perhitungan Allah bukanlah 24 jam seperti perhitungan kita, mungkin seribu tahun dan mungkin lebih, sebagai tersebut dalam firman Nya: 

ويستعجلونك بالعذاب ولن يخلف الله وعده وإن يوما عند ربك كألف سنة مما تعدون 
Artinya: 
Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.. (Q.S. Al Hajj: 47)

85. (Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat,(QS. 19:85)

يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَنِ وَفْدًا (85) 
. Pada hari itu Allah mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada-Nya dalam suatu rombongan untuk menghadap ke hadirat-Nya sebagai rombongan yang dimuliakan karena iman dan amal mereka di dunia. Mereka dibawa dengan kendaraan yang bagus dan indah sebagai tamu yang dihormati. Ali bin Abu Talib mengatakan bahwa rombongan itu bukanlah rombongan biasa yang berjalan kaki atau digiring tetapi dibawa dengan kendaraan yang belum pernah dilihat kebagusannya oleh manusia, di atasnya ada tempat duduk dari emas dan tali lesnya bertatahkan permata zamrud sehingga sampailah mereka di muka pintu surga.

86. dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga.(QS. 19:86)

وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَى جَهَنَّمَ وِرْدًا (86) 
. Sebaliknya orang-orang yang durhaka yang tetap ingkar dan kafir digiring ke neraka. Dalam perjalanan ke neraka itu mereka menderita berbagai macam penderitaan yang tidak terperikan seperti haus dan lapar karena panasnya udara padang mahsyar itu. Mereka digiring seperti hewan-hewan yang hina dina yang tidak berdaya bukan ke tempat yang teduh atau ke mata air yang jernih untuk melepaskan haus dan dahaga tetapi ke neraka yang amat panas.

87. Mereka tidak dapat memberi syafaat, kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah.(QS. 19:87)

لَا يَمْلِكُونَ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَنِ عَهْدًا (87) 
. Orang-orang kafir itu tidak memperoleh syafaat dari siapapun untuk menolong mereka atau meringankan penderitaan pahit dan getir yang mereka alami. Karena yang berhak menerima syafaat pada hari itu hanyalah orang-orang yang telah dijanjikan Allah akan mendapat syafaat yaitu orang-orang mukmin yang di masa hidupnya di dunia telah mempersiapkan diri untuk mendapat syafaat itu dengan amal ibadatnya dan perjuangannya menegakkan kalimat Allah. Syafaat pada hari itu hanya dimiliki oleh para Nabi, ulama dan para syuhada sesuai dengan amal dan bakti mereka masing-masing. Di antara amal ibadat yang menjadikan seseorang berhak memperoleh syafaat itu ialah memelihara salat lima waktu dengan sebaik-baiknya sebagaimana diriwayatkan oleh Tabrani dalam kitab "Al Ausat" dari Abu Hurairah. Rasulullah bersabda: Barang siapa yang datang pada hari kiamat membawa salatnya yang lima waktu dengan sempurna yaitu disempurnakan wudunya dipeliharanya waktunya, rukuk dan sujudnya, tidak pernah ditinggalkannya barang sekalipun maka Allah berjanji tidak akan menyiksanya. Tetapi orang yang pernah meninggalkan salatnya, tidak akan memperoleh janji Allah itu. Terserahlah kepada Tuhan apakah Dia akan memberinya rahmat atau menimpakan azab kepadanya.

88. Dan mereka berkata:` Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak `.(QS. 19:88)

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (89) 
Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak baik mereka itu dari kaum musyrikin Mekah. orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani maupun penganut agama lain, adalah orang -orang yang paling sesat di dunia ini karena telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah. Perkataan seperti ini adalah perkataan yang sangat mungkar yang tak dapat diterima oleh akal dan sangat bertentangan dengan sifat-sifat Allah Yang Maha Esa, Maha Pencipta, Maha Kuasa lagi Maha Perkasa. Allah sangat murka terhadap mereka ini karena kelancangan mulut mereka merendahkan martabat Yang Maha Tinggi seakan-akan Dia disamakan saja dengan manusia dan makhluk-makhluk-Nya yang lain yang berkehendak kepada anak dan keturunan yang akan melanjutkan kelangsungan adanya (eksistensinya) dikemudian hari dan yang akan menolong membantunya di kala ia telah tua menjadi lemah tak berdaya. padahal Dia-lah Yang hidup Kekal Senantiasa berdiri sendiri tak memerlukan pertolongan atau bantuan dari selain-Nya, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya: 

الله لا إله إلا هو الحي القيوم 
Artinya: 
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal terus menerus mengurus makhluk Nya. (Q.S. Ali Imran: 2) 
Allah mencela mereka dengan keras dan mengatakan bahwa mereka dengan ucapan seperti itu telah mengatakan sesuatu yang sangat mungkar sekali, ucapan yang tidak sepatutnya keluar dari mulut makhluknya yang diciptakan-Nya sendiri, makhluknya yang telah dianugerahinya akal dan pikiran agar dia dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Maryam 88 
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) 
(Dan mereka berkata,) orang-orang Yahudi dan Nasrani dan orang-orang yang menyangka bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah ("Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak") maka Allah menyanggah perkataan mereka itu melalui firman-Nya,

89. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat munkar,(QS. 19:89)

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا (88) لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا (89) 
Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak baik mereka itu dari kaum musyrikin Mekah. orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani maupun penganut agama lain, adalah orang -orang yang paling sesat di dunia ini karena telah mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah. Perkataan seperti ini adalah perkataan yang sangat mungkar yang tak dapat diterima oleh akal dan sangat bertentangan dengan sifat-sifat Allah Yang Maha Esa, Maha Pencipta, Maha Kuasa lagi Maha Perkasa. Allah sangat murka terhadap mereka ini karena kelancangan mulut mereka merendahkan martabat Yang Maha Tinggi seakan-akan Dia disamakan saja dengan manusia dan makhluk-makhluk-Nya yang lain yang berkehendak kepada anak dan keturunan yang akan melanjutkan kelangsungan adanya (eksistensinya) dikemudian hari dan yang akan menolong membantunya di kala ia telah tua menjadi lemah tak berdaya. padahal Dia-lah Yang hidup Kekal Senantiasa berdiri sendiri tak memerlukan pertolongan atau bantuan dari selain-Nya, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya: 

الله لا إله إلا هو الحي القيوم 
Artinya: 
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal terus menerus mengurus makhluk Nya. (Q.S. Ali Imran: 2) 
Allah mencela mereka dengan keras dan mengatakan bahwa mereka dengan ucapan seperti itu telah mengatakan sesuatu yang sangat mungkar sekali, ucapan yang tidak sepatutnya keluar dari mulut makhluknya yang diciptakan-Nya sendiri, makhluknya yang telah dianugerahinya akal dan pikiran agar dia dapat membedakan mana yang hak dan mana yang batil.

90. hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,(QS. 19:90)
91 karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.(QS. 19:91)

تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا (90) أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا (91) 
Kalau sekiranya bumi, langit dan gunung-gunung mendengar dan memahami ucapan orang-orang kafir itu, meskipun ia tidak diberi akal dan pikiran oleh Allah, tentulah langit, bumi dan gunung-gunung itu akan terguncang dengan dahsyatnya karena kaget dan terhanyut dan mungkin akan menjadi hancur lebur, karena tidak dapat menerima kata-kata yang sangat berat risiko dan tanggung jawabnya itu, kata-kata, yang sangat menghina dan merendahkan martabat Penciptanya. Untunglah bumi langit dan gunung-gunung itu tidak dapat mendengar apalagi memahami ucapan orang-orang kafir yang sangat sembrono itu. 
Ini adalah suatu sindiran yang sangat tajam dan celaan yang amat keras terhadap orang-orang kafir itu yang bila mereka dapat mempergunakan akal yang dianugerahkan Allah kepada mereka, tentulah mereka tidak mungkin akan mengucapkan kata-kata seperti itu.

92. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.(QS. 19:92)

وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا (92) 
Hal ini ditegaskan oleh Allah pada ayat ini dengan firman-Nya: "Padahal tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak". Demikianlah jawaban Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang terhadap ucapan hamba-Nya ucapan yang sangat dimurkai-Nya. Dia tidak menghardik dan menghajarnya, tetapi menjawabnya dengan kata-kata yang seharusnya dipikirkannya dalam-dalam agar dia kembali kepada kebenaran dan menyucikan Tuhannya dari segala sifat yang bertentangan dengan ke Esaan dan ke-Agungan-Nya.

93. Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.(QS. 19:93)

إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا (93) 
Pada ayat ini Allah menegaskan pula bahwa semua yang ada di langit dan di bumi malaikat, jin, manusia, maupun setan-setan semuanya akan datang menghadap ke hadirat Allah (Tuhannya) pada hari kiamat sebagai hamba Nya, patuh dan tunduk kepada semua putusan dan hukuman yang diputuskan Nya untuk masing-masing mereka. Tiada seorangpun yang dapat menyangkal putusan Nya pada waktu itu karena putusan itu adalah putusan yang adil. Ada yang berhak menerima azab dan siksaan sesuai dengan kedurhakaan dan kejahatan yang dilakukannya, ada pula yang berhak menerima ganjaran dan pahala sesuai pula dengan ketakwaan dan amal kebaikan yang telah diusahakan.

94. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.(QS. 19:94)

لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا (94) 
Semua mereka itu telah terdaftar dalam statistik-Nya yang amat teliti dan terperinci tak seorangpun terluput dalam Catatan itu, semua amal perbuatan mereka baik yang kecil maupun yang besar. Semua ucapan mereka yang nyata dan tersembunyi telah dihitung secermat-cermatnya dan mereka semua menunggu balasan apa yang akan diterimanya.

95. Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.(QS. 19:95)

وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا (95) 
Mereka datang menghadap ke hadirat Allah pada hari itu untuk menerima perhitungan dan putusan bukan berkelompok-kelompok tetapi sendiri-sendiri tidak dapat disertai walaupun oleh orang yang paling dekat kepadanya seperti anak atau istrinya. Demikianlah ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan Allah bagi setiap hamba-Nya pada hari itu, tiada seorangpun yang dapat lolos dari padanya, setiap makhluk pasti menghadapi peristiwa yang hebat dan dahsyat itu dengan perasaan harap-harap cemas, apakah ia akan termasuk golongan celaka yang akan digiring ke neraka dalam keadaan hina dina atau termasuk golongan bahagia yang akan dipersilahkan masuk ke surga dengan terhormat dan mulia.

96. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.(QS. 19:96)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا (96) 
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia akan menanamkan rasa kasih sayang dalam hati hamba-Nya terutama kaum Muslimin terhadap hamba-Nya yang mukmin yang bertakwa serta tetap mengerjakan amal yang saleh. Ini berarti setiap orang yang benar-benar beriman dan selalu mengerjakan perbuatan yang baik pasti akan mendapat tempat yang baik dalam hati setiap muslim. Walaupun orang yang beriman itu tidak pernah berusaha untuk menarik hati orang lain kepadanya namun orang itu pasti tertarik kepadanya karena tertanamnya rasa simpati dan kasih sayang kepada orang mukmin itu bukanlah karena mulut manis dan tutur kata yang baik tetapi hal itu adalah karena Allah sendiri yang menanamkan rasa kasih sayang itu dalam dada hamba-hamba Nya. Dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: 

إذا أحب الله تعالى عبدا يقول لجبريل إني قد أحببت فلانا فأحبه فينادى في السماء ثم تنزل له المحبة في الأرض 
Artinya: 
Sesungguhnya Allah bila mengasihi seorang hamba-Nya. Dia panggil Malaikat Jibril lalu Dia berkata kepadanya, "Aku sesungguhnya mengasihi sianu maka hendaklah engkau mengasihi dia pula. Maka diserukanlah (hal itu) di langit kemudian turunlah kepadanya kasih sayang di bumi". (H.R. Bukhari, Muslim dan Tirmizi) 
Mengenai turunnya ayat ini Ibnu Mardawaih dan Dailami meriwayatkan dari Al Barra ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: kepada Ali Karramallahu wajhah: 

قل اللهم اجعل لي عندك عهدا. واجعل لي في صدور المؤمنين ودا. 
Artinya: 
Katakanlah. "Ya Allah berikanlah kepadaku janji Engkau" (agar aku diselamatkan di akhirat nanti) dan tanamkanlah dalam hati orang-orang yang beriman rasa cinta terhadapku. (H.R. Ibnu Mardawaih dan Dailami) 
Maka turunlah ayat ini. 61) 
Memang apabila kita perhatikan kehidupan manusia dalam masyarakatnya akan terbuktilah kebenaran ayat ini. Setiap orang yang benar-benar beriman benar-benar ikhlas dalam amal baiknya benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakatnya tidak mengharapkan uang, pangkat atau kedudukan, dan semata-mata mengharapkan keridaan Ilahi, pastilah orang itu dicintai masyarakatnya walaupun dia sendiri tidak pernah berusaha ke arah itu. Kalau ada orang yang benci atau marah kepadanya pastilah orang yang marah itu orang yang tidak baik niatnya, kotor hatinya dan tergoda oleh tipu daya setan dan Iblis.

97. Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al quran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.(QS. 19:97)

فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِينَ وَتُنْذِرَ بِهِ قَوْمًا لُدًّا (97) وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هَلْ تُحِسُّ مِنْهُمْ مِنْ أَحَدٍ أَوْ تَسْمَعُ لَهُمْ رِكْزًا (98) 
Allah menerangkan bahwa Alquran diturunkan dalam bahasa Arab, bahasa yang dipakai oleh Nabi Muhammad dan kaumnya agar mudah baginya menyampaikan isi dan maksudnya dan mudah pula dipahami oleh kaumnya, karena kepada merekalah seruan Islam disampaikan pada mulanya kemudian baru kepada manusia seluruhnya berbagai jenis dan bahasanya. Tujuan utamanya ialah supaya manusia bertakwa kepada Allah yaitu beriman kepada Nya tanpa mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun dan menaati perintah Nya, menghentikan larangan-Nya dan selalu mencari keridaan Nya. Orang-orang yang demikian sifatnya akan dikaruniai Allah kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Adapun orang-orang yang ingkar kepada Nya dan mendustakan Rasul-Nya maka mereka akan menerima balasan yang setimpal atas keingkaran dan kedurhakaannya itu baik di dunia maupun di akhirat kelak. Bagi umat-umat yang dahulu balasan di dunia ini dengan menghancurkan dan membinasakan mereka dengan berbagai macam siksa, ada yang berupa gempa yang dahsyat, angin topan, suara keras yang mengguntur dan lain sebagainya, seperti yang ditimpakan kepada kaum 'Aad, Samud dan kaum Nabi Nuh. Tetapi bagi umat Muhammad siksaan di dunia ini tidaklah berupa penghancuran dan pembinasaan tetapi dengan menurunkan cobaan dan mala petaka semoga dengan demikian mereka akan sadar dan insaf lalu kembali kepada kebenaran. Pembalasan di akhirat ialah dengan melimpahkan karunia-Nya kepada orang-orang mukmin yang bertakwa dengan memasukkan mereka ke dalam surga Jannatun Na'im yang penuh nikmat dan kesenangan serta mendapat kasih sayang dan keridaan-Nya. Bagi orang-orang yang ingkar dan kafir disediakan azab yang pedih yaitu neraka. 
Mereka dimasukkan ke dalam neraka menderita berbagai macam siksaan yang tidak dapat dilukiskan bagaimana perih dan sakitnya serta jauh dari rahmat dan keridaan-Nya. Sebagai bukti bagi kebenaran berita gembira dan siksa ini Allah menerangkan bahwa telah banyak umat-umat dahulu yang durhaka yang dimusnahkan dan bekas-bekas peninggalan mereka ada yang masih dapat dilihat dan disaksikan sampai sekarang dan ada pula yang tidak ada-bekasnya sama sekali. Tetapi yang jelas umat-umat itu telah hancur binasa tiada seorangpun yang tinggal sampai masa kini yang tidak dapat didengar lagi suara mereka, yang terdengar hanya beritanya yang dihikayatkan orang secara turun temurun. Tetapi yang jelas mengenai berita mereka diceritakan dalam Alquran dengan terang dan kita wajib. meyakininya karena sumbernya adalah wahyu Allah SWT.

98. Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Adakah kamu melihat seorangpun dari mereka atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar?(QS. 19:98)

فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِينَ وَتُنْذِرَ بِهِ قَوْمًا لُدًّا (97) وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هَلْ تُحِسُّ مِنْهُمْ مِنْ أَحَدٍ أَوْ تَسْمَعُ لَهُمْ رِكْزًا (98) 
Allah menerangkan bahwa Alquran diturunkan dalam bahasa Arab, bahasa yang dipakai oleh Nabi Muhammad dan kaumnya agar mudah baginya menyampaikan isi dan maksudnya dan mudah pula dipahami oleh kaumnya, karena kepada merekalah seruan Islam disampaikan pada mulanya kemudian baru kepada manusia seluruhnya berbagai jenis dan bahasanya. Tujuan utamanya ialah supaya manusia bertakwa kepada Allah yaitu beriman kepada Nya tanpa mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun dan menaati perintah Nya, menghentikan larangan-Nya dan selalu mencari keridaan Nya. Orang-orang yang demikian sifatnya akan dikaruniai Allah kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Adapun orang-orang yang ingkar kepada Nya dan mendustakan Rasul-Nya maka mereka akan menerima balasan yang setimpal atas keingkaran dan kedurhakaannya itu baik di dunia maupun di akhirat kelak. Bagi umat-umat yang dahulu balasan di dunia ini dengan menghancurkan dan membinasakan mereka dengan berbagai macam siksa, ada yang berupa gempa yang dahsyat, angin topan, suara keras yang mengguntur dan lain sebagainya, seperti yang ditimpakan kepada kaum 'Aad, Samud dan kaum Nabi Nuh. Tetapi bagi umat Muhammad siksaan di dunia ini tidaklah berupa penghancuran dan pembinasaan tetapi dengan menurunkan cobaan dan mala petaka semoga dengan demikian mereka akan sadar dan insaf lalu kembali kepada kebenaran. Pembalasan di akhirat ialah dengan melimpahkan karunia-Nya kepada orang-orang mukmin yang bertakwa dengan memasukkan mereka ke dalam surga Jannatun Na'im yang penuh nikmat dan kesenangan serta mendapat kasih sayang dan keridaan-Nya. Bagi orang-orang yang ingkar dan kafir disediakan azab yang pedih yaitu neraka. 
Mereka dimasukkan ke dalam neraka menderita berbagai macam siksaan yang tidak dapat dilukiskan bagaimana perih dan sakitnya serta jauh dari rahmat dan keridaan-Nya. Sebagai bukti bagi kebenaran berita gembira dan siksa ini Allah menerangkan bahwa telah banyak umat-umat dahulu yang durhaka yang dimusnahkan dan bekas-bekas peninggalan mereka ada yang masih dapat dilihat dan disaksikan sampai sekarang dan ada pula yang tidak ada-bekasnya sama sekali. Tetapi yang jelas umat-umat itu telah hancur binasa tiada seorangpun yang tinggal sampai masa kini yang tidak dapat didengar lagi suara mereka, yang terdengar hanya beritanya yang dihikayatkan orang secara turun temurun. Tetapi yang jelas mengenai berita mereka diceritakan dalam Alquran dengan terang dan kita wajib. meyakininya karena sumbernya adalah wahyu Allah SWT.

Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah Maryam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar