Minggu, 26 Januari 2014

Ash Shaffaat 1 - 10

[TAFSIR] : ASF-SHAFFAAT
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH ASh SHAFFAT >>

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 1
1. Demi (rombongan) yang bershaf-shaf dengan sebenar-benarnya,(QS. 37:1)

وَالصَّافَّاتِ صَفًّا (1) 
Dalam ayat ini Allah berfirman: "Demi (rombongan malaikat) yang berbaris-baris dengan lurusnya". Maksudnya: demi malaikat-malaikat yang berbaris dalam saf-saf yang lurus dan teratur, dalam melakukan ibadah. Atau: malaikat-malaikat yang berbaris lurus mengembangkan sayap-sayapnya menanti perintah dari Allah SWT untuk melakukan suatu tugas.


2. dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan perbuatan maksiat),(QS. 37:2)

فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا (2) 
Pada ayat ini Allah bersumpah dengan menyebut para malaikat yang menghardik untuk melarang makhluk sedemikian rupa dari perbuatan-perbuatan maksiat. Malaikat adalah makhluk Allah yang sangat patuh dan taat kepada perintah-perintah dan larangan Allah. Sebab itu mereka tidak senang melihat makhluk lain yang berbuat kemaksiatan, melanggar larangan Allah dan tidak melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya. Sebab itu mereka menghardik, seperti seorang gembala yang menghardik untuk menghalau ternaknya.

3. dan demi (rombongan) yang membaca pelajaran.(QS. 37:3)

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 3 
فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا (3) 
Dalam ayat ini Allah bersumpah dengan menyebutkan malaikat yang senantiasa membacakan zikir atau ayat-ayat Allah. Maksudnya ialah bahwa Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad saw adalah dengan perantaraan malaikat. Demikian pula wahyu Allah yang diturunkan kepada para Rasul sebelum Nabi Muhammad, juga disampaikan dengan perantaraan malaikat.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 3 
فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا (3) 
(Dan demi rombongan yang membacakan) maksudnya para pembaca Alquran yang sedang membacakannya sebagai (peringatan) lafal Dzikran menjadi Mashdar dari makna Fi'il At-Taaliyaat. Maksudnya, demi para qari yang membacakan peringatan atau Alquran.

4. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.(QS. 37:4)
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...

5. Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.(QS. 37:5)

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 5 
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ (5) 
Kata-kata sumpah yang terdapat pada ayat-ayat yang lalu, diikuti dengan keterangan dan pembuktian tentang kekuasaan Allah. Maka pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia adalah Tuhan yang menciptakan dan memelihara semua langit dan bumi, serta segala apa yang berada di antara langit dan bumi itu. Dan Dia pulalah yang menguasai seluruh penjuru alam ini, antara lain tempat-tempat terbitnya matahari setiap hari sepanjang tahun. Ini semuanya menunjukkan kekuasaan dan kebesaran-Nya, serta keindahan dari semua ciptaan-Nya yang tak dapat ditiru oleh siapapun juga.

6. Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang.(QS. 37:6)

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 6 
إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ (6) 
Selanjutnya dalam ayat ini Allah menambahkan lagi bukti-bukti tentang kekuasaan-Nya, yaitu bahwa Dia telah menghias langit dengan planet-planet yang demikian indah. Barangsiapa memandang langit di waktu malam yang cerah dan penuh bintang, serta bulan yang bersinar lemah, pastilah merasa sangat takjub dan dari mulutnya akan terlahir ucapan "Allahu Akbar", Allah Maha Besar.

7. Dan (telah memeliharanya) sebenar-benarnya dari setiap syaitan yang sangat durhaka,(QS. 37:7)

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 7 
وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ (7) 
(Dan sebagai pemelihara) lafal Hifzhan dinashabkan oleh Fi'il yang diperkirakan keberadaannya pada sebelumnya, yakni Kami memelihara langit dengan bintang-bintang atau meteor-meteor (dari setiap) lafal ayat ini berta'alluq kepada Fi'il yang diperkirakan keberadaannya (setan yang durhaka) setan yang membangkang atau tidak mau taat.

8. syaitan-syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.(QS. 37:8)
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 8 
لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ (8) 
(Mereka tidak dapat mendengar-dengarkan) maksudnya setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan apa yang telah dipelihara oleh-Nya. Lafal ayat ini merupakan jumlah Isti'naf (pembicaraan para malaikat) yang berada di langit. Lafal Yasma'uuna dimuta'addikan dengan huruf Ilaa karena pengertiannya mengandung makna seperti apa yang terdapat di dalam lafal Al-Ishghaa. Menurut suatu qiraat dibaca La Yassamma'uuna dengan memakai Tasydid pada huruf Mim dan Sin-nya, berasal dari lafal Yatasamma'uuna, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Sin, sehingga jadilah Yassamma'uuna (Dan mereka dilempari) yakni setan-setan itu dengan meteor-meteor (dari segala penjuru) langit.

9. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal.(QS. 37:9)
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 9 
دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ (9) 
(Untuk mengusir mereka) lafal Duhuuran bentuk Mashdar dari lafal Daharahu, artinya dia mengusir mereka dan menjauhkan mereka, juga menjadi Maf'ul Lah (dan bagi mereka) di akhirat kelak (azab yang kekal) yang abadi.

10. Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.(QS. 37:10)

إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ (10) 
(Terkecuali setan yang mencuri-curi -pembicaraan malaikat- dengan sekali curi) lafal Al-Khathfah adalah Mashdar Marrah dan yang diistitsnakan atau yang dikecualikan adalah dhamir yang terkandung di dalam lafal Laa Yasma'uuna. Maksudnya, tiada yang dapat mendengarkan pembicaraan para malaikat kecuali hanya setan yang dapat mencuri-curinya dengan cepat (maka ia dikejar oleh meteor) yakni bintang yang bercahaya (yang melubanginya) yang menembus tubuh setan-setan itu, atau membakarnya, atau membuatnya cacat.

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH ASh SHAFFAT (182)>>

3 komentar:

  1. Alkhamdulillah jadi pencerahan unutk semakin mendalami arti Alqur'an

    BalasHapus