Minggu, 26 Januari 2014

Shad 61-70

[TAFSIR] : SHAAD
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH SHAD >>

Mereka berkata (lagi): `Ya Tuhan kami; barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka`.(QS. 38:61)
Shaad 61 
قَالُوا رَبَّنَا مَنْ قَدَّمَ لَنَا هَذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِي النَّارِ (61) 
Bahkan penduduk neraka yang baru datang itu berdoa kepada Tuhan agar menambah azab yang berat kepada orang-orang yang telah menyesatkan mereka itu dengan mengatakan: "Wahai Tuhan kami timpakanlah azab yang berlipat ganda kepada pemimpin-pemimpin dan pemuka-pemuka agama kami yang telah menyebabkan kami menderita karena azab yang berat ini. 
Ayat lain yang searti dengan ayat ini firman Allah SWT: 

ربنا هؤلاء أضلونا فآتهم عذابا ضعفا من النار 
Artinya: 
Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka. (Q.S. Al A'raf: 38)

Dan (orang-orang durhaka) berkata: `Mengapa kami tidak melihat orang- orang yang dahulu (di dunia) kami angkat sebagai orang-orang yang jahat(hina).(QS. 38:62)
Shaad 62 
وَقَالُوا مَا لَنَا لَا نَرَى رِجَالًا كُنَّا نَعُدُّهُمْ مِنَ الْأَشْرَارِ (62) 
Orang-orang kafir itu saling bertanya sesamanya, setelah mereka tidak melihat seorangpun orang-orang yang beriman yang mereka anggap hina sewaktu di dunia: "Mengapa kita tidak melihat seorangpun dari orang-orang yang sewaktu di dunia kita pandang sebagai orang bodoh, orang jahat dan orang hina yang tidak ada kebaikan pada dirinya". 
Berkata lbnu Abbas: "Yang mereka maksud dengan orang bodoh dan jahat adalah sahabat Rasul, Abu Jahal berkata: Di mana Bilal, di mana Suhaib, di mana Ammar, mereka semuanya di dalam surga. Kasihan Abu Jahal, anaknya Ikrimah dan Juwairiyah masuk Islam, demikian pula ibunya, saudaranya, sedang ia sendiri kafir.

Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka(QS. 38:63)

Shaad 63 
أَأَتَّخَذْنَاهُمْ سِخْرِيًّا أَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الْأَبْصَارُ (63) 
Selanjutnya mereka saling bertanya sesama mereka: "Apakah karena telah kita ejek dan perolok-olokkan sewaktu di dunia, sehingga mereka tidak masuk neraka ini, sedang mereka adalah orang-orang yang tidak pantas diejek dan diperolok-olokkan. Atau mereka sebenarnya telah masuk bersama-sama kita ke dalam neraka, tetapi kita tidak melihat mereka. Demikianlah keadaan orang-orang kafir di dalam neraka, mereka sating salah menyalahkan, sating tuduh-menuduh, bahkan mereka sating bertengkar antara yang satu dengan yang lain.

Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, (yaitu) pertengkaran penghunineraka.(QS. 38:64)

Shaad 64 
إِنَّ ذَلِكَ لَحَقٌّ تَخَاصُمُ أَهْلِ النَّارِ (64) 
Pada ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa semua yang diceritakan itu benar-benar akan terjadi, tidak diragukan sedikitpun. Orang-orang kafir itu akan selalu bertengkar sesama mereka di dalam neraka nanti.

Katakanlah (ya Muhammad): `Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Ilah selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.(QS. 38:65)
Shaad 65 
قُلْ إِنَّمَا أَنَا مُنْذِرٌ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ (65) 
Allah SWT memerintahkan kepada Rasul Nya agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik Mekah: "Aku ini adalah Rasul Allah yang menyampaikan janji dan ancaman Nya kepada manusia. Ancaman Nya ialah azab yang pedih akan ditimpakan kepada orang-orang yang menyalahi perintah-Nya sebagaimana yang telah ditimpakan kepada orang-orang yang sebelumnya, seperti kaum 'Ad, Samud dan sebagainya". Selanjutnya Rasulullah saw menyatakan bahwa dia bukanlah tukang sihir sebagaimana yang mereka tuduhkan dan bukan pula seorang pendusta. Ia bukanlah seorang yang berkuasa atas manusia, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah SWT": 

فذكر إنما أنت مذكر لست عليهم بمسيطر 
Artinya: 
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. (Q.S. Al Gasyiah: 21-22) 
Allah SWT menerangkan tugas seorang Rasul dan batas-batas kemampuan, Dia menerangkan ajaran yang harus disampaikan kepada orang-orang kafir itu, yaitu: "Tidak ada satupun Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya".

Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.(QS. 38:66)
Shaad 66 
رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ (66) 
Dialah Tuhan yang tidak dapat ditandingi oleh siapapun. Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Kuasa, menguasai, mengatur, mengawasi dan memelihara kelangsungan hidup segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Dialah Tuhan Yang Maha Mengampuni segala dosa-dosa hamba yang dikehendaki-Nya.

Katakanlah: `Berita itu adalah berita yang benar,(QS. 38:67)
yang kamu berpaling daripadanya.(QS. 38:68)

Shaad 67 - 68 
قُلْ هُوَ نَبَأٌ عَظِيمٌ (67) أَنْتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُونَ (68) 
Katakanlah hai Muhammad kepada orang-orang musyrik itu bahwa berita tentang Rasul utusan Allah yang memberi peringatan kepada manusia dan berita keesaan dan kekuasaan Allah, tiada sekutu bagi Nya adalah berita yang sangat besar faedahnya bagi seluruh manusia, karena berita itu dapat menyelamatkan manusia dari kesesatan, dapat menunjukkan kepada manusia jalan yang lurus, jalan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak akan mau mengerti bahkan mereka berpaling dari agama Allah.

Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al malaul ala (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.(QS. 38:69)
Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.`(QS. 38:70)

Shaad 69 - 70 
مَا كَانَ لِيَ مِنْ عِلْمٍ بِالْمَلَإِ الْأَعْلَى إِذْ يَخْتَصِمُونَ (69) إِنْ يُوحَى إِلَيَّ إِلَّا أَنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ (70) 
Selanjutnya Rasulullah saw diperintahkan Allah SWT menyatakan kepada orang-orang musyrik Mekah: "Seandainya Allah SWT tidak menurunkan wahyu kepadaku, tentulah aku tidak akan mengetahui para malaikat yang selalu tunduk dan patuh kepada Allah, tidak pula mengetahui pembicaraan yang dilakukan para malaikat, Iblis dan Adam di hadapan Allah. Malaikat dan Adam tunduk dan patuh kepada Allah, sedang Iblis menjadi orang yang ingkar dan durhaka kepada Nya. 
Pada akhir ayat ini Rasulullah saw menegaskan lagi tugas yang diberikan Allah SWT: "Aku ini hanyalah seorang Rasul yang memberi petunjuk dan peringatan, bukanlah seorang yang dapat memaksa manusia masuk agama Islam".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar