Minggu, 26 Januari 2014

As Shaffaat 21 - 30

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>

21. Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya.(QS. 37:21)
Ash Shaaffaat 20 - 21 
وَقَالُوا يَا وَيْلَنَا هَذَا يَوْمُ الدِّينِ (20) هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ (21) 
Dalam ayat ini, Allah menjelaskan keluhan orang-orang yang ingkar akan Hari Kiamat Ketika mereka melihat azab yang akan menimpa mereka, mereka menjadi sadar akan ancaman Allah kepada mereka melalui lisan para Rasul dan hukuman yang akan mereka terima pada hari itu atas perbuatan mereka ketika di dunia. Mereka memperolok-olokkan dan mendustakan para Rasul serta mengingkari kebenaran ajaran yang dibawanya. Pada Hari Kiamat mereka menyesali atas perbuatan dan kata-kata demikian itu terhadap diri sendiri. Mereka sadar bahwa hari pembalasan sudah datang. Lalu mereka saling menyalahkan satu sama lain karena mendustakan Hari Kiamat yang benar-benar terjadi. 
Pada Hari Kiamat itu akan jelas perbedaan antara orang yang baik dan kebaikan yang dibuatnya dengan orang-orang jelek dengan kejahatan yang dilakukannya. 
Orang-orang yang telah berbuat baik akan dimasukkan ke surga Na'im. Sedang orang-orang yang telah berbuat fasik dan durhaka akan dimasukkan ke neraka Saqar. Firman Allah: 
وما أدراك ما سقر لا تبقي ولا تذر 
Artinya: 
Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Q.S. Al Muddassir: 27-28)

22. (Kepada malaikat diperintahkan): `Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah,(QS. 37:22)
23. selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.(QS. 37:23)

Ash Shaaffaat 22 - 23 
احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ (22) مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَى صِرَاطِ الْجَحِيمِ (23) 
Kemudian pada hari itu diperintahkan kepada malaikat Zabaniyah untuk mengumpulkan orang-orang yang telah berbuat zalim, agar pergi ke tempat hukuman menurut kelompok perbuatan dosa mereka masing-masing, yaitu para pezina sesama pezina, pemakan riba sesama pemakan riba, demikianlah seterusnya. Demikian pula penyembah-penyembah berhala dikumpulkan bersama berhala mereka agar mereka tambah merasa malu dan sedih. Lalu mereka digiring menuju neraka Jahanam. Allah SWT berfirman: 

ونحشرهم يوم القيامة على وجوههم عميا وبكما وصما مأواهم جهنم كلما خبت زدناهم سعيرا 
Artinya: 
Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada Hari Kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Tiap-Tiap kali nyala api itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya. (Q.S. Al Isra': 97)

24. Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya:(QS. 37:24)
25. ` Kenapa kamu tidak tolong-menolong? `(QS. 37:25)
26. Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.(QS. 37:26)
Ash Shaaffaat 24 - 26 
وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ (24) مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ (25) بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ (26) 
Kepada malaikat diperintahkan supaya menahan mereka di tempat pemberhentian dan menanyakan kepada mereka tentang apa yang mereka usahakan, serta dosa dan kemaksiatan yang telah mereka lakukan. Pada waktu itu juga ditanyakan kepada mereka tentang akidah-akidah palsu yang diajarkan oleh setan kepada mereka yang menyesatkan hidup mereka. Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa tidaklah bergeser dua telapak kaki seorang hamba sebelum dia ditanya lima perkara: tentang masa mudanya dipergunakan untuk apa, tentang umurnya dihabiskannya untuk apa, lalu tentang harta yang dimilikinya diperoleh dari mana, dan dipergunakan untuk apa, lalu tentang ilmunya sampai sejauh mana diamalkannya. Pada waktu itu orang-orang kafir tolong-menolong satu sama lain sebagaimana mereka perkirakan di dunia dulu. Tetapi nyatanya hal itu tak dapat mereka lakukan dan mereka benar-benar ditimpa azab setimpal dengan perbuatan mereka. Allah SWT berfirman: 

يوم لا يغني مولى عن مولى شيئا ولا هم ينصرون 
Artinya: 
Yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan. (Q.S. Ad Dukhan: 41)

27. Sebahagian dari mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan.(QS. 37:27)
28. Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka):` Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dari kanan `.(QS. 37:28)
Ash Shaaffaat 27 - 28 
وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ (27) قَالُوا إِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ الْيَمِينِ (28) 
Juga pada Hari Kiamat itu terjadi perdebatan antara pemimpin dengan pengikut-pengikutnya. Para pengikut itu melontarkan pertanggungjawaban kepada para pemimpin mereka atas kesesatan dan kekafiran mereka. Mereka menyatakan bahwa para pemimpin itulah yang mencegah mereka berbuat kebaikan, dan menghalang-halangi mereka serta memaksa mereka untuk memeluk keyakinan pemimpin-pemimpin itu. Perbantahan mereka sebagaimana di atas itu dilukiskan oleh Allah dalam firman-Nya: 

وإذ يتحاجون في النار فيقول الضعفاء للذين استكبروا إنا كنا لكم تبعا فهل أنتم مغنون عنا نصيبا من النار قال الذين استكبروا إنا كل فيها إن الله قد حكم بين العباد 
Artinya: 
Dan (ingatlah) ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri; "Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?". Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: "Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-Nya. (Q.S. Al Mu'min: 47-48)

29. Pemimpin-pemimpin mereka menjawab:` Sebenarnya kamulah yang tidak beriman `.(QS. 37:29)
30. Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.(QS. 37:30)
Ash Shaaffaat 29 - 30 
قَالُوا بَلْ لَمْ تَكُونُوا مُؤْمِنِينَ (29) وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طَاغِينَ (30) 
Kemudian Allah menerangkan penolakan pemimpin mereka terhadap tuduhan mereka. Para pemimpin itu menyatakan bahwa mereka tidak menyesatkan orang itu. Mereka sendirilah yang karena tabiatnya, menjadi kafir dan melakukan perbuatan syirik dan maksiat. Mereka mempersekutukan Allah SWT dengan berhala dan patung dan berbuat macam-macam dosa yang menjadikan hatinya tertutup sehingga tidak lagi mengetahui jalan yang benar lagi baik. 
Selanjutnya pemimpin-pemimpin itu membantah bahwa mereka memiliki kekuasaan atas pengikut-pengikut mereka itu, menyesatkan dan mengkafirkannya serta tidak pernah menghalangi mereka menentukan pilihan, mana perbuatan yang buruk dan mana perbuatan yang baik. Tetapi kecenderungan pengikut-pengikut itu sendirilah yang menyebabkan mereka berbuat kekafiran dan kemaksiatan. Allah SWT berfirman: 

إن جهنم كانت مرصادا للطاغين مآبا 
Artinya: 
Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, (Q.S. An Naba' 21-22)

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH AS SHAFFAT (182)>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar