Jumat, 24 Januari 2014

As Shaffaat 91-100


<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>

91. Kemudian ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: `Apakah kamu tidak makan?(QS. 37:91)
92. Kenapa kamu tidak menjawab?`(QS. 37:92)
93. Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).(QS. 37:93)
94. Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas.(QS. 37:94)

Ash Shaaffaat 91 - 94 
فَرَاغَ إِلَى آلِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ (91) مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُونَ (92) فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ (93) فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّونَ (94) 
Sesudah kaumnya pergi, maka Ibrahim as diam-diam ia menuju tempat patung-patung itu, lalu dia berkata dengan maksud mengejek: "Mengapa patung-patung itu tidak memakan makanan-makanan yang dihidangkan di hadapannya. Sesajen-sesajen itu disuguhkan oleh penyembah-penyembahnya pada hari-hari tertentu untuk mengharapkan berkah. 
Tentu saja patung-patung itu tidak berkata apa-apa. Tetapi kemudian Ibrahim as bertanya lagi: "Mengapa patung-patung itu tidak menjawab pertanyaanku?". Kemudian dipukullah patung-patung itu dengan keras sampai hancur berpotong-potong kecuali sebuah patung yang paling besar. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan kaumnya. Lalu mereka mencari pelakunya. Mereka memperoleh keterangan bahwa Ibrahimlah yang memecahkan patung-patung itu. Mereka buru-buru menemui Ibrahim as dan segera menanyakan kepadanya, benar tidaknya dia memecahkan patung-patung itu. Ibrahim as mengelakkan pertanyaan itu dan mengatakan, patung yang besar itulah yang memecahkannya. Setelah mendengar ucapan itu kaumnya itu menundukkan kepala dan merenung diri mereka masing-masing. Tidak ada yang dapat diperbuat mereka terhadap patung besar itu, yang selama ini disembah mereka

95. Ibrahim berkata: `Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?(QS. 37:95)
96. Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu`.(QS. 37:96)
97. Mereka berkata: `Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu dilemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu`.(QS. 37:97)
98. Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.(QS. 37:98)
99. Dan Ibrahim berkata: `Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku(QS. 37:99)


Ash Shaaffaat 95 - 99 
قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ (95) وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ (96) قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ (97) فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَسْفَلِينَ (98) وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ (99) 
Sesudah melihat keadaan kaumnya menundukkan kepala. Nabi Ibrahim lalu berkata lagi kepada mereka bahwa tidak patut mereka menyembah patung-patung yang mereka pahat dengan tangan mereka sendiri. Sekiranya di pihak mereka sendiri lahir seorang yang punya akal pikiran, yang mencegah penyembahan patung-patung itu. Nabi Ibrahim as menegaskan lagi bahwa yang patut disembah hanyalah Allah SWT yang menciptakan mereka sendiri dan menciptakan patung-patung sembahan-sembahan, hasil pekerjaan tangan mereka. Tuhan Maha Pencipta lebih berhak disembah daripada makhluk-Nya. Peringatan Ibrahim as ini diceritakan Allah SWT juga dalam firman-Nya: 

قال أفتعبدون من دون الله ما لا ينفعكم شيئا ولا يضركم أف لكم ولما تعبدون من دون الله أفلا تعقلون 
Artinya: 
Ibrahim berkata: "Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kamu?" Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?. (Q.S. Al Anbiya: 66-67) 
Alasan-alasan yang kuat disampaikan Nabi Ibrahim as tidak dapat mereka bantah dengan alasan pula, sehingga mereka menempuh cara kekerasan menantang Ibrahim as, mereka lalu merencanakan. membunuh Ibrahim as. Maka dibangunlah sebuah bangunan untuk dijadikan tempat pembakaran Nabi Ibrahim as. Manakala bangunan itu sudah siap lalu dilemparkanlah Nabi Ibrahim ke dalam unggun api itu seperti yang diceritakan Allah dalam firman-Nya: 

قالوا حرقوه وانصروا آلهتكم إن كنتم فاعلين 
Artinya: 
Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bela tuhan-tuhan kamu jika kamu benar-benar hendak bertindak. (Q.S. Al Anbiya: 68) 
Kaum Ibrahim itu benar-benar menghendaki kemusnahan Ibrahim dalam unggun api itu. Tetapi Tuhan berkehendak menyelamatkan dia dari kebinasaan itu dengan memerintahkan kepada api supaya tidak membakar Ibrahim. sebagaimana firman-Nya: 

قلنا يا نار كوني بردا وسلاما على إبراهيم 
Artinya: 
Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim", (Q.S. Al Anbiya: 69) 
Nabi Ibrahim as dengan demikian selamatlah dari unggun api, dan mendapat kemenangan atas orang kafir itu. 
Sesudah beliau tidak melihat lagi tanda-tanda kesediaan untuk beriman pada kaumnya, maka beliau bermaksud untuk meninggalkan mereka, berhijrah dari kampung halaman. Barangkali di tempat yang baru itu beliau dapat beribadah kepada Tuhan tanpa gangguan dari kaum yang ingkar, dan dapat mengembangkan agama dengan taufik dan hidayah Allah SWT. Adapun negeri yang beliau tuju ialah Baitulmakdis.

100. Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.(QS. 37:100)

Ash Shaaffaat 100 - 101 
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ (101) 
Dalam ayat ini, Allah SWT menceritakan bahwa Nabi Ibrahim dalam perantauan memohon kepada Tuhan kiranya dianugerahi seorang anak yang saleh lagi taat yang dapat menolongnya dalam menyampaikan dakwah dan mendampinginya dalam perjalanan dan menjadi kawan dalam kesepian. 
Kehadiran anak itu sebagai pengganti dari keluarga dan kaumnya yang ditinggalkannya. Permohonan Nabi Ibrahim as ini diperkenankan Allah SWT. Kepadanya disampaikan berita gembira bahwa Allah SWT akan menganugerahkan kepadanya seorang anak laki-laki yang punya sifat sangat sabar. 
Sifat kesabaran itu sedikit pada waktu balig. Karena pada masa kanak-kanak sedikit sekali didapati sifat-sifat seperti sabar, tabah, lapang dada. Anak remaja itu ialah Ismail as, anak laki-laki pertama dari Ibrahim as, ibunya bernama Hajar istri kedua dari Ibrahim as. Putra kedua ialah Ishak, lahir kemudian sesudah Ismail dari istri pertama "Sarah".

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH AS SHAFFAT (182)>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar