Minggu, 26 Januari 2014

Shad 11-20


<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH SHAD >>

Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan(QS. 38:11)
Shaad 11 
جُنْدٌ مَا هُنَالِكَ مَهْزُومٌ مِنَ الْأَحْزَابِ (11) 
Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa keadaan orang-orang musyrik Quraisy yang mendustakan kerasulan Muhammad dan mengingkari agama tauhid laksana bala tentara yang besar, yang merupakan gabungan dari kesatuan-kesatuan tentara. Bala tentara yang bersekutu bergerak untuk menghancurkan kaum Muslimin itu pasti dapat dikalahkan, karena landasan perjuangan mereka tidak didasarkan pada keyakinan yang kokoh, akan tetapi hanyalah karena hasad dan sombong. 
Peristiwa seperti digambarkan dalam ayat ini bukanlah terjadi pada saat diturunkannya ayat, karena pada saat itu kaum Muslimin belum mempunyai tentara, jumlah pengikutnyapun masih sedikit, dan belum ada tanda-tanda untuk menyusun kekuatan yang dapat mengalahkan bala tentara gabungan seperti digambarkan dalam ayat. Akan tetapi peristiwa itu baru terjadi pada saat terjadinya perang Badar, di mana kaum musyrikin yang jumlahnya berlipat ganda melebihi kaum Muslimin dapat dikalahkan alas bantuan Allah. 
Penjelasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang terdapat dalam ayat ini termasuk salah satu di antara mukjizat Nabi dan sekaligus sebagai tanda kebenaran wahyu yang diterimanya bahwa wahyu itu benar-benar dari Allah bukan buatan Muhammad.

Telah mendustakan (rasul-rasul pula) sebelum mereka itu kaum Nuh, Aad, Firaun yang mempunyai tentara yang banyak,(QS. 38:12)
dan Tsamud, kaum Luth dan penduduk Aikah.Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul).(QS. 38:13)

Shaad 12 - 13 
كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ ذُو الْأَوْتَادِ (12) وَثَمُودُ وَقَوْمُ لُوطٍ وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ أُولَئِكَ الْأَحْزَابُ (13) 
Dalam kedua ayat ini Allah SWT menjelaskan enam kaum yang mendustakan Rasul-rasul Allah, serta akibat yang mereka derita, dengan maksud agar menjadi pelajaran bagi kaum musyrik Quraisy, sehingga mereka terlepas dari kesesatan, dan mau menerima tuntunan hidayah. 
Pertama: Kaum Nuh yang menuduh Nabi Nuh as telah memberikan nasihat-nasihat dan peringatan yang dibuat-buat, oleh karena itu mereka memperolok-olokkannya, bahkan mengatakannya gila. Meskipun Nabi Nuh telah berulang kali menyeru kepada mereka dengan lemah lembut agar mereka beragama tauhid tetapi tantangan mereka tidak berkurang juga, bahkan bertambah-tambah, akhirnya sampailah Nabi Nuh pada keputusan untuk berlindung dan berdoa kepada Allah: 
Firman Allah: 

وقال نوح رب لا تذر على الأرض من الكافرين ديارا إنك إن تذرهم يضلوا عبادك ولا يلدوا إلا فاجرا كفارا 
Artinya: 
Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan,: seorangpun di antara orang-orang kafir itu linggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir". (Q.S. Nuh: 26-27) 
Kemudian setelah kaum Nuh itu tetap juga mendustakan seruan Nuh, dan tenggelam dalam kesesatan, Allah SWT membinasakan mereka dengan perantaraan badai dan topan sebagai balasan dari kejahatan yang mereka lakukan. Akan tetapi Nuh dan pengikut-pengikut setianya diselamatkan Allah dari siksaan itu. 
Allah SWT Berfirman: 

ففتحنا أبواب السماء بماء منهمر وفجرنا الأرض عيونا فالتقى الماء على أمر قد قدر وحملناه على ذات ألواح ودسر تجري بأعيننا جزاء لمن كان كفر 
Artinya: 
Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkat Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari(Nuh). (Q.S. Al Qamar: 11-14) 
Kedua: Kaum `Ad mendustakan seruan Hud yang mengajak mereka menyembah Allah Yang Maha Esa dan meninggalkan sembahan-sembahan yang mereka persekutukan dengan Allah. Akan tetapi kaum `Ad menentang seruan itu bahkan mereka memperolok-olokkan Hud dan mengatakannya gila. Itulah sebabnya mereka dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi kencang. 
Allah SWT berfirman: 

وأما عاد فأهلكوا بريح صرصر عاتية سخرها عليهم سبع ليال وثمانية أيام حسوما فترى القوم فيها صرعى كأنهم أعجاز نخل خاوية فهل ترى لهم من باقية 
Artinya: 
Adapun kaum `Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang. Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum `Ad pada waktu itu mati bergelimpangan, seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka. (Q.S. Al Haqqah: 6-8) 
Ketiga: Firaun yang mempunyai bala tentara yang besar. Allah SWT telah mengutus Musa as kepada Firaun dan pengikut-pengikutnya agar menghentikan kesesatannya dan menyembah Allah Yang Maha Esa. Kebenaran seruan Musa itu dikuatkan pula dengan mukjizat. Akan tetapi Firaun dan pengikut-pengikutnya tetap berkeras hati menolak seruan Musa, bahkan bersikap sombong dan menghinanya dengan menyatakan bahwa dialah tuhan yang maha tinggi. Maka Allah SWT memerintahkan Musa untuk mengungsikan kaumnya agar selamat dari kekejaman Firaun. Dengan itu selamatlah Musa dan kaum Bani Israel dari pengejaran Firaun sedang dia dengan bala tentaranya tenggelam ditelan gelombang laut. 
Allah SWT berfirman: 

وجاوزنا ببني إسرائيل البحر فأتبعهم فرعون وجنوده بغيا وعدوا حتى إذا أدركه الغرق قال ءامنت أنه لا إله إلا الذي ءامنت به بنو إسرائيل وأنا من المسلمين آلآن وقد عصيت قبل وكنت من المفسدين فاليوم ننجيك ببدنك لتكون لمن خلفك ءاية وإن كثيرا من الناس عن ءاياتنا لغافلون 
Artinya: 
Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga ketika Firaun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel; dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu, supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. (Q.S. Yunus: 90-92) 
Keempat: Kaum Samud mendustakan seruan Nabi Saleh yang diutus untuk mereka. Mereka telah berbuat kesalahan yang melampaui batas. Mereka telah menyembelih unta yang disuruh untuk dipelihara. Sebagai balasan atas kedurhakaan mereka, Allah telah menimpakan suara keras yang mengguntur, hingga mereka musnah seperti rumput-rumput kering. 
Allah SWT berfirman: 

كذبت ثمود بالنذر فقالوا أبشرا منا واحدا نتبعه إنا إذا لفي ضلال وسعر أؤلقي الذكر عليه من بيننا بل هو كذاب أشر سيعلمون غدا من الكذاب الأشر إنا مرسلو الناقة فتنة لهم فارتقبهم واصطبر ونبئهم أن الماء قسمة بينهم كل شرب محتضر فنادوا صاحبهم فتعاطى فعقر فكيف كان عذابي ونذر إنا أرسلنا عليهم صيحة واحدة فكانوا كهشيم المحتظر 
Artinya: 
Kaum Samud-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata: "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila" Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. (Q.S. Al Qamar: 23-31) 
Kelima: Nabi Lut juga didustakan kaumnya. Berulang kali dia memperingatkan kaumnya agar bertakwa kepada Allah dan meninggalkan perbuatan keji, melakukan homoseks, namun mereka tetap tidak menghiraukannya. Maka Allah memerintahkan Lut dan keluarganya meninggalkan Sodom karena mereka akan diazab dengan siksa yang membinasakan mereka. 
Allah SWT berfirman: 

كذبت قوم لوط بالنذر إنا أرسلنا عليهم حاصبا إلا ءال لوط نجيناهم بسحر 
Artinya: 
Kaum Lut-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Nabinya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka) kecuali keluarga Lut. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing. (Q.S. Al Qamar: 33-34) 
Keenam: Ashabul Aikah. Mereka ini kaum Nabi Syuaib, yang juga mendustakan Nabinya. Nabi Syuaib mengajak mereka agar menyembah Allah Yang Maha Esa, melarang mempersekutukan-Nya dan mengurangi timbangan. Tetapi kaumnya bukan saja menolak seruan itu, bahkan mereka bersekutu menentangnya. Itulah sebabnya maka mereka dibinasakan dengan kilat yang menyambar mereka dalam keadaan gelap gulita. 
Allah SWT berfirman: 

فأسقط علينا كسفا من السماء إن كنت من الصادقين قال ربي أعلم بما تعملون فكذبوه فأخذهم عذاب يوم الظلة إنه كان عذاب يوم عظيم 
Artinya: 
Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit jika kamu termasuk orang-orang yang benar. Syuaib berkata: "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan, kemudian mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. (Q.S. As syu'ara: 187-189)

Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku.(QS. 38:14)
Shaad 14 
إِنْ كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ (14) 
Sesudah itu Allah SWT menjelaskan sebab-sebab mereka mendapat siksa dan mengalami kehancuran, yaitu karena umat-umat terdahulu itu mendustakan seruan Rasul-rasul Allah, maka sepantasnyalah mereka mendapat siksa dan mengalami kehancuran. Kisah-kisah umat yang lalu itu dikemukakan kepada kaum musyrik Quraisy sebagai peringatan kepada mereka agar menginsafi dan suka merubah sikap mereka yang mendustakan seruan Rasul dan sebaliknya menjadi umat yang taat dan menerima seruannya. Juga kisah itu menjadi hiburan dan dorongan kepada kaum mukminin agar tahan dan tabah menghadapi siksaan dan penghinaan musuh-musuh Allah, serta menjadi suri teladan kepada mereka bahwa perjuangan membela agama tauhid tentu mendapat pertolongan dan pasti berakhir dengan kemenangan.

Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang(QS. 38:15)
Shaad 15 
وَمَا يَنْظُرُ هَؤُلَاءِ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً مَا لَهَا مِنْ فَوَاقٍ (15) 
Kemudian Allah SWT mengancam kaum musyrik Quraisy yang tidak mau merubah keingkarannya kepada Rasul, dengan ancaman berupa teriakan yang amat keras dan cepat, sebagai tanda tibanya Hari Kiamat yang membinasakan. Pada saat itu mereka tidak mempunyai kesempatan untuk mengelakkan diri mereka dari kebinasaan yang datang secara tiba-tiba dan tidak berselang sesaatpun.

Dan mereka berkata:`Ya Tuhan kami cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari berhisab`.(QS. 38:16)

Shaad 16 
وَقَالُوا رَبَّنَا عَجِّلْ لَنَا قِطَّنَا قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَابِ (16) 
Dalam ayat ini Allah SWT mengungkapkan keingkaran orang-orang kafir Quraisy terhadap azab yang diancamkan kepada mereka. Mereka memperolok-olokkan Rasulullah setelah mendengar bahwa azab yang diancamkan kepada mereka itu ialah azab di Hari Kiamat. Mereka meminta kepada Allah agar azab yang diancamkan kepada mereka itu seperti dikatakan oleh Rasulullah, agar dipercepat datangnya dan tidak perlu ditunggu hingga tibanya hari hisab. Dimaksud dengan hari berhisab ialah hari diperiksanya setiap amal seseorang dengan pemeriksaan yang teliti agar mendapat balasan yang sesuai dengan amalnya. Kemudian disebutkannya hari berhisab dalam ayat ini. Hari hisab itu terjadinya didahului oleh terjadinya teriakan keras yang membinasakan seluruh kehidupan pada Hari Kiamat. 
Allah SWT berfirman: 

وإذ قالوا اللهم إن كان هذا هو الحق من عندك فأمطر علينا حجارة من السماء أو ائتنا بعذاب أليم 
Artinya: 
Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: "Ya Allah, jika betul (Alquran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (Q.S. Al Anfal: 32) 
Menurut riwayat Imam An Nasai dari Ibnu Abbas, bahwa orang yang meminta agar siksa Allah disegerakan datangnya itu ialah An Nadir bin Kaldah. Kemudian An Nidir ini mati terbunuh dalam perang Badar.

Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Allah).(QS. 38:17)

Shaad 17 
اصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُدَ ذَا الْأَيْدِ إِنَّهُ أَوَّابٌ (17) 
Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya agar tetap bersabar menghadapi apa saja yang dikatakan oleh kaum musyrikin, meskipun perkataan itu merupakan hinaan dan pendustaan. Hal serupa itu tidak Saja menimpa Rasulullah dan pengikut-pengikutnya, akan tetapi juga menimpa Nabi-nabi yang diutus sebelumnya. Bagi orang-orang yang beriman, pengingkaran dan penganiayaan yang. datang dari pihak musuh-musuh Allah, tidaklah mengurangi perjuangan mereka dalam menegakkan agama tauhid, bahkan menjadi pendorong untuk tetap mempertahankan kebenaran tauhid dan tetap berjuang menghancurkan kemusyrikan. Allah SWT juga memerintahkan kepada Rasulullah agar mengingatkan kaumnya akan kisah Nabi Daud yang memiliki kekuatan. Dimaksud kekuatan dalam ayat ini ialah kekuatan dalam menaati Allah dan kekuatan dalam memahami agama. Ketaatan kepada Allah dan pengetahuannya terhadap agama tergambar pada tindakannya yang selalu berjuang untuk melaksanakan amanat, menyebar luaskan seruan menganut agama tauhid, tanpa menampakkan kelemahan sedikitpun. 
Nabi Daud terkenal sebagai Nabi yang paling kuat beribadah. la menggunakan waktunya sepertiga malam untuk salat, dan selang sehari ia berpuasa. 
Mengenai ketaatan Daud kepada Tuhannya lebih jauh dijelaskan dalam beberapa hadis sebagai berikut: 

أحب الصلاة إلى الله تعالى داود وأحب الصيام إلى الله عز وجل صيام داود, كان ينام نصف الليل ويقوم ثلثه وينام سدسه وكان يصوم يوما ويفطر يوما, ولا يفر إذا لاقى وإنه كان أوابا 
Artinya: 
Salat yang paling dicintai Allah Taala ialah salat Daud, dan puasa yang paling dicintai Allah `Azza wa Jalla ialah puasa Daud. Dia tidur separuh malam, dan melakukan salat sepertiganya, lalu tidur lagi seperenamnya. Dia berpuasa selang sehari. Dan dia tidak lari apabila bertemu musuh. Dan memang sebenarnyalah dia amat taat kepada Tuhan. (H.R. Bukhari Muslim) 
Dari riwayat ini dapatlah dipahami bahwa Nabi Daud as dalam segala urusan selalu mengembalikannya kepada Allah. Dan apabila ia merasa bersalah, atau terlintas dalam hatinya ada kesalahan pada dirinya, maka ia selalu meminta ampun kepada Allah. 
Imam Bukhari meriwayatkan dalam bab Tarikh Daud dari Abi Darda' yang menyatakan: 

كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا ذكر داود وحدث عنه قال: كان أعبد البشر. 
Artinya: 
Apabila Nabi (Muhammad) saw menyebutkan Daud, atau membicarakan tentang dia maka beliau memberikan sifat bahwa ia adalah manusia yang paling banyak ibadahnya. 
Imam Ad Dailamy meriwayatkan dari Ibnu Umar yang menyatakan bahwa Rasulullah saw bersabda: 

لا ينبغي لأحد أن يقول: إني أعبد من داود 
Artinya: 
Tidak patut bagi seseorang mengatakan bahwa saya lebih banyak beribadah dari Nabi Daud. 
Riwayat-riwayat tersebut menunjukkan bahwa Nabi Daud adalah Nabi yang amat taat kepada Allah, sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT pada akhir ayat yang ditafsirkan ini.

Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,(QS. 38:18)
dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah.(QS. 38:19)
Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.(QS. 38:20)


Shaad 18 - 20 
إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ (18) وَالطَّيْرَ مَحْشُورَةً كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ (19) وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ (20) 
Di dalam ayat-ayat ini Allah SWT menyebutkan beberapa kenikmatan yang telah diberikan kepada Daud. 
Pertama: Bahwa sebenarnya Allah SWT telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih, memahasucikan Allah bersama-sama Daud di waktu petang dan pagi. Ungkapan seperti ini mengandung pengertian bahwa Nabi Daud selalu taat beribadah kepada Allah. Dia selalu bertasbih, memuji kebesaran-Nya pagi dan petang, Allah SWT menyamakan ketaatan Daud ini dengan ketaatan gunung-gunung bertasbih, adalah menunjukkan betapa dalam taatnya Nabi Daud itu. Adapun tentang taatnya gunung bertasbih itu adalah dalam kenyataan bahwa gunung-gunung itu mengikuti Sunah Allah yang tidak berubah-ubah, yang sudah barang tentu lain dengan taatnya manusia. 
Allah SWT berfirman: 

وإن من شيء إلا يسبح بحمده ولكن لا تفقهون تسبيحهم 
Artinya: 
Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. (Q.S. Al Isra': 44) 
Apabila seseorang memperhatikan dengan cermat akan arti dan kegunaan gunung itu diciptakan untuk manusia, serta memperhatikan pula fungsinya sebaik-baiknya, maka ia akan mengetahui bahwa gunung itu merupakan salah satu penyebab turunnya hujan, yang memberi kehidupan pada manusia, sebagai penyimpan air di musim penghujan, dan dialirkannya di musim kemarau, mineral yang dimuntahkannya menjadi penyubur tanah pertanian mereka. Demikian pula dalam perutnya terdapat segala macam tambang yang sangat perlu untuk kepentingan perlengkapan hidupnya. Gunung-gunung itu menunaikan tugasnya sebaik-baiknya dan tidak pernah keluar dari ketentuan yang berlaku. 
Kemudian dalam ayat berikutnya Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menundukkan pula burung-burung yang sedang bertasbih kepada Allah dan ikut pula bertasbih bersama dia. Ungkapan serupa ini mengandung pengertian betapa indahnya suara Nabi Daud pada saat membaca kitab Zabur, sehingga seolah-olah getaran suaranya dapat menawan burung-burung yang sedang beterbangan di angkasa. Digambarkanlah seolah-olah burung-burung yang sedang terbang itu terhenti di udara karena mendengar suara Nabi Daud yang sedang bertasbih, dan ikut pula bertasbih bersama-sama dengannya. 
Tasbihnya burung-burung tidaklah sama dengan tasbihnya manusia. Burung-burung mempunyai cara tersendiri di dalam menyatakan keagungan Allah. 
Sesudah itu Allah SWT menegaskan bahwa masing-masing makhluk yang disebutkan tadi, yaitu gunung dan burung tunduk, takluk dan jinak patuh pada ketentuan Allah untuk kepentingan umat manusia. 
Di dalam ayat ini terdapat sindiran bagi orang-orang musyrik Quraisy, bahwa apabila gunung dan burung yang diciptakan tidak berakal itu selalu menaati ketentuan-ketentuan Allah, maka seharusnyalah mereka yang diciptakan sebagai makhluk yang lebih sempurna dan dilengkapi dengan akal lebih taat kepada hukum-hukum Allah. Dan apabila terjadi sebaliknya, berarti terjadilah sesuatu yang tidak wajar pada diri mereka. 
Kedua: Allah SWT telah menguatkan kerajaannya. Kuatnya kerajaan Daud karena jumlah bala tentaranya banyak, harta kekayaannya berlimpah ruah, pribadinya sangat disegani, kemahirannya dalam mengatur siasat perang sangat mengagumkan sehingga selalu meraih kemenangan. 
Ketiga: Allah SWT telah menganugerahkan kepadanya hikmah. Dimaksud hikmah dalam ayat ini adalah: kenabian kesempurnaan ilmu, dan ketelitian dalam melaksanakan amal perbuatan. 
Di antara ilmu pengetahuan yang diberikan Allah kepada Daud ialah seperti disebutkan dalam firman Allah: 

وألنا له الحديد أن اعمل سابغات وقدر في السرد واعملوا صالحا إني بما تعملون بصير 
Artinya: 
Dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S. As Saba: 10-11) 
Sedang yang dimaksud ketelitiannya dalam melaksanakan amal perbuatan ialah dia tidak mau memulai sesuatu perbuatan, terkecuali ia mengetahui sebab apa dan untuk apa amal perbuatan itu dilakukan. 
Keempat: Allah SWT juga telah menganugerahkan kepadanya kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. Dalam menyelesaikan persengketaan ia selalu memeriksa pihak-pihak berdasarkan bukti-bukti yang meyakinkan jauh dari sifat-sifat berat sebelah, dan bersih dari pengaruh hawa nafsu. Untuk mencari keyakinan yang sebenar-benarnya yang dapat dijadikan landasan yang tepat dalam memutuskan perkara memerlukan ilmu pengetahuan yang luas, sikap yang lemah lembut, menguasai persoalan yang dipersengketakan, dan kesabaran yang kuat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar