Minggu, 26 Januari 2014

As Shaffaat 11 - 20

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AS SHAFFAT >>

11. Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): `Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?` Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.(QS. 37:11)
12. Bahkan kamu menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan kamu.(QS. 37:12)

Ash Shaaffaat 11 - 12 
فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ مَنْ خَلَقْنَا إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ (11) بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ (12) 
Dalam ayat ini Allah menyuruh Nabi Muhammad saw menanyakan kepada orang-orang yang mengingkari adanya kebangkitan dari kubur, tentang mana yang lebih sukar antara menjadikan manusia termasuk orang-orang yang ingkar tadi dengan menjadikan malaikat, langit, bumi dan segala isinya, yang ujudnya lebih besar dan lebih beraneka ragam. 
Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya supaya mengajukan pertanyaan kepada mereka dimaksudkan sebagai celaan terhadap sikap kepala batu mereka itu, karena sebenarnya mereka sendiri mengakui bahwa penciptaan langit, bumi dan segala isinya yang besar itu lebih sukar dari menciptakan manusia. Maka bagaimana mereka dapat mengingkari kebangkitan itu, padahal mereka menyaksikan suatu yang lebih sukar dari apa yang mereka ingkari itu. 
Firman Allah: 

أوليس الذي خلق السموات والأرض بقادر على أن يخلق مثلهم 
Artinya: 
Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu, berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu. (Q.S. Yasin : 81) 
Dalam ayat lain Allah berfirman: 

لخلق السموات والأرض أكبر من خلق الناس ولكن أكثر الناس لا يعلمون 
Artinya: 
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar dari penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Q.S. Al Mu'min: 57) 
Untuk menjelaskan perbandingan ini Allah memberikan tambahan penjelasan dengan menyebutkan kejadian nenek moyang mereka, yaitu Adam dari tanah liat. Proses kejadian Adam itu menunjukkan kepada mereka tentang kesederhanaan penciptaannya jika dibandingkan dengan penciptaan alam semesta yang maha besar ini. Bila mana Allah SWT kuasa menciptakan alam ini tentulah lebih kuasa lagi menghidupkan kembali anak cucu Adam pada Hari Kiamat. 
Rasulullah saw kemudian diperingatkan Allah SWT agar jangan terlalu mengharapkan iman mereka yang berkepala batu itu. Tidak ada manfaat keterangan dan peringatan itu karena mereka tidak tertarik. Bahkan orang-orang kafir itu memperolok-olokkan Rasul dan terhadap hal ini Rasulullah saw sendiri merasa heran. 
Sesungguhnya hati mereka telah tertutup, dan jiwa mereka tidak dapat menjangkau keyakinan yang seperti itu. Mereka tidak mampu lagi melihat keterangan-keterangan dan tanda-tanda yang dapat menunjukkan kebangkitan dari kubur. Bahkan kesombongan dan pembangkangan mereka telah sampai ke puncaknya. Mereka memperolok-olokan apa yang telah diucapkan oleh Nabi Muhammad saw. dan meremehkan kesungguhan beliau supaya mereka meyakini terhadap hari kebangkitan itu. 


Tafsir Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 11 

فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ مَنْ خَلَقْنَا إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ (11) 
(Maka tanyakanlah kepada mereka) kepada orang-orang kafir Mekah, kalimat ayat ini mengandung makna Taqrir atau Taubikh, yakni mengandung nada menetapkan atau celaan, ("Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah yang telah Kami ciptakan itu?") yakni para malaikat, langit, bumi dan semua apa yang ada di antara keduanya. Didatangkannya lafal Man mengandung pengertian memprioritaskan makhluk yang berakal. (Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka) asal mereka, yaitu Nabi Adam (dan tanah liat) tanah yang melekat di tangan bilamana dipegang. Maksudnya, kejadian mereka adalah dari sesuatu yang lemah, karena itu janganlah mereka bersikap takabur dan sombong, yakni mengingkari Nabi saw. dan Alquran, yang hal ini dengan mudah dapat mengakibatkan mereka terjerumus ke dalam jurang kebinasaan.

Tafsir Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 12 
بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ (12) 
(Bahkan) lafal Bal di sini menunjukkan arti Intiqal, yakni perpindahan dari suatu topik pembicaraan kepada pembicaraan yang lain, yaitu pembahasan mengenai keadaan Nabi Muhammad dan orang-orang kafir Mekah (kamu heran) pembicaraan ayat ini ditujukan kepada Nabi saw. yakni kamu heran akan keingkaran mereka terhadapmu (dan) mereka (menghinakan kamu) karena keherananmu itu.

13. Dan apabila mereka diberi pelajaran mereka tiada mengingatnya.(QS. 37:13)
14. Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah, mereka sangat menghinakan.(QS. 37:14)
15. Dan mereka berkata: `Ini tiada lain hanyalah sihir yang nyata.(QS. 37:15)

Surah Ash Shaaffaat 13 - 15 
وَإِذَا ذُكِّرُوا لَا يَذْكُرُونَ (13) وَإِذَا رَأَوْا آيَةً يَسْتَسْخِرُونَ (14) وَقَالُوا إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ (15) 
Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa karena kekerasan hati orang-orang yang ingkar tadi, maka apabila mereka di beri nasihat tidak ada manfaatnya. Karena jiwa mereka telah dikotori tingkah laku dan perbuatan mereka sendiri. 
Bilamana diperlihatkan kepada mereka dalil-dalil dan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran Nabi, maka merekapun menertawakan dan memperolok-olokkannya serta menuduh Nabi sebagai seorang tukang sihir yang telah memperdayakan pikiran mereka dan ingin menjauhkan mereka dari sembahan-sembahan nenek moyang mereka. Mereka juga mengatakan bahwa segala dalil-dalil kenabian yang beliau sampaikan kepada mereka dipandang sebagai permainan sihir. Mereka mengatakan bahwa semua bukti-bukti kebenaran yang dibawa Nabi itu tidak ada artinya sama sekali. Karena itu mereka menghindari seruan Nabi itu dan tetap berpegang kepada agama nenek moyang yang sudah dianut mereka berabad-abad lamanya.

16. Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan (kembali)?(QS. 37:16)
17. Dan apakah bapak-bapak kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)`?(QS. 37:17)

Surah Ash Shaaffaat 16 - 17 
أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ (16) أَوَآبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ (17) 
Dalam ayat ini Allah menunjukkan keingkaran kaum musyrikin terhadap peristiwa-peristiwa pada Hari Kiamat. Kejadian-kejadian pada Hari Kiamat itu membingungkan akal mereka. Mereka sama sekali tidak dapat mengerti apa yang dikatakan Nabi Muhammad saw bahwa tulang belulang yang berserakan dan sudah menjadi tanah dapat dihidupkan kembali. Lebih mengherankan mereka lagi adalah kebangkitan nenek moyang mereka yang sudah lama dalam bumi, yang tidak ada lagi bekas-bekasnya, sehingga dengan demikian nenek moyang mereka tidak dapat hidup kembali. Semuanya ini ditanyakan mereka kepada Nabi saw.


18. Katakanlah: `Ya, dan kamu akan terhina`.(QS. 37:18)
19. Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka melihatnya.(QS. 37:19)

Ash Shaaffaat 18 - 19 
قُلْ نَعَمْ وَأَنْتُمْ دَاخِرُونَ (18) فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ يَنْظُرُونَ (19) 
Dalam ayat ini Allah SWT menyuruh Nabi Muhammad saw agar menjawab secara tegas pertanyaan mereka itu, bahwa benar mereka dan nenek moyang mereka akan dibangkitkan kembali sesudah menjadi tanah. Mereka yang ingkar itu menjadi hina di hadapan Allah Yang Maha Tinggi. Sebagaimana Allah berfirman: 

إن الذين يستكبرون عن عبادتي سيدخلون جهنم داخرين 
Artinya: 
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (Q.S. Al Muu'min: 60) 
Dan ada ayat lain Allah SWT berfirman: 

وكل أتوه داخرين 
Artinya: 
Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (Q.S. An Naml: 87) 
Terjadinya Hari Kiamat sangatlah mudah bagi Allah SWT. Dengan satu teriakan saja yang ditiupkan dari sangkakala manusia akan bangkit dari kubur dan hidup kembali. Pada waktu itu mereka akan menyaksikan terlaksananya ancaman Allah SWT.

20. Dan mereka berkata: `Aduhai celakalah kita!` Inilah hari pembalasan.(QS. 37:20)
Ash Shaaffaat 20 - 21 
وَقَالُوا يَا وَيْلَنَا هَذَا يَوْمُ الدِّينِ (20) هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ (21) 
Dalam ayat ini, Allah menjelaskan keluhan orang-orang yang ingkar akan Hari Kiamat Ketika mereka melihat azab yang akan menimpa mereka, mereka menjadi sadar akan ancaman Allah kepada mereka melalui lisan para Rasul dan hukuman yang akan mereka terima pada hari itu atas perbuatan mereka ketika di dunia. Mereka memperolok-olokkan dan mendustakan para Rasul serta mengingkari kebenaran ajaran yang dibawanya. Pada Hari Kiamat mereka menyesali atas perbuatan dan kata-kata demikian itu terhadap diri sendiri. Mereka sadar bahwa hari pembalasan sudah datang. Lalu mereka saling menyalahkan satu sama lain karena mendustakan Hari Kiamat yang benar-benar terjadi. 
Pada Hari Kiamat itu akan jelas perbedaan antara orang yang baik dan kebaikan yang dibuatnya dengan orang-orang jelek dengan kejahatan yang dilakukannya. 
Orang-orang yang telah berbuat baik akan dimasukkan ke surga Na'im. Sedang orang-orang yang telah berbuat fasik dan durhaka akan dimasukkan ke neraka Saqar. Firman Allah: 

وما أدراك ما سقر لا تبقي ولا تذر 
Artinya: 
Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Q.S. Al Muddassir: 27-28)


<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH AS SHAFFAT (182)>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar