Senin, 27 Januari 2014

Az-Zumar 31-40

[TAFSIR] : AZ-ZUMAR
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH AZ-ZUMAR>>

Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).(QS. 39:30)
Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhanmu.B(QS. 39:31)

Az Zumar 30 - 31 
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ (30) ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ (31) 
Allah SWT menerangkan bahwa semua manusia akan kembali kepada Tuhan dan di Hari Kiamat nanti manusia antara yang satu dengan yang lain akan saling berbantah-bantahan dan saling tuduh menuduh. Pada Hari Kiamat orang-orang musyrik berusaha membela diri mereka masing-masing, tetapi Nabi Muhammad dapat menolak alasan mereka itu, dengan menyatakan bahwa dakwah telah disampaikan kepada mereka, tetapi mereka mengingkari dan mendustakannya. Karena itu mereka mohon ampunan kepada Allah, tetapi permohonan mereka tidak dapat diterima, karena pada hari itu tobat tidak dapat diterima lagi. 
Di antara perbantahan antara orang-orang musyrik dengan sembahan-sembahan mereka itu disebutkan dalam ayat ini. Mereka berkata kepada pemimpin-pemimpin mereka: "Kami ikuti kamu, tetapi kamu menyesatkan kami". Para pemimpin menjawab: "Kami juga telah ditipu oleh setan-setan dan nenek moyang kita dahulu". 
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah Rasulullah saw berkata: 

من كان عنده مظلمة لأخيه من عرض أو مال فليتحلله اليوم قبل ألا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم يكن حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحملت عليه. حديث رواه البخاري 
Artinya: 
Barangsiapa yang mempunyai kesalahan terhadap sandarannya baik berupa kehormatan atau harta, maka hendaklah ia selesaikan dengan saudaranya itu di dunia. sebelum datang hari yang tidak berguna lagi padanya dinar dan dirham. Jika ia punya amal saleh maka dia ambil daripadanya sebesar kesalahannya. Jika tidak punya kebaikan diambil dosa temannya itu lalu dibebankan kepadanya. 
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda: 

أتدون من المفلس قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن المفلس من يأتي يوم القيامة بصلاة وزكاة وصيام. ويأتي قد شتم هذا, وقذف هذا, وأكل مال هذا وسفك دم هذا ويعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته, فإن فنيت حسناته قبل أن يقضي ما عليه أخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار. (حديث أخرجه مسلم) 
Artinya: 
Tahukah kamu sekalian siapakah orang yang bangkrut itu? Para sahabat menjawab: "Grang yang bangkrut di kalangan kami ialah orang yang tidak mempunyai uang dirham dan harta". Berkata Nabi saw: "Orang yang bangkrut ialah orang yang datang pada Hari Kiamat membawa pahala salat. zakat, puasa dan membawa kesalahan mencaci si anu, menuduh si anu memakan harta si anu, menumpahkan darah si anu, memukul si anu. Kemudian diberikanlah sebahagian dari kebaikannya kepada si anu dan sebahagian lagi kepada si anu dan sebahagian lagi kepada si anu. Jika habis kebaikannya sebelum menyelesaikan kesalahan orang-orang itu kemudian ditimpakan kepadanya. dan kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka".

Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?(QS. 39:32)
Az Zumar 32 
فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَبَ عَلَى اللَّهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ إِذْ جَاءَهُ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ (32) 
Tidak ada orang yang lebih zalim dari pada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah, dengan mengadakan sesembahan yang lain, atau dengan mengatakan bahwa para malaikat itu adalah anak-anak putri Allah, dan mendustakan kebenaran Alquran, yang dibawa oleh Muhammad saw utusan Allah, yang mengajak kepada ketauhidan, yang melaksanakan amar makruf nahi mungkar dan memberitahukan akan datangnya hari berbangkit dan hari pembalasan. Mereka bersikap mendustakan itu justru ketika kebenaran datang kepada mereka, seolah-olah mereka menutup akal dan pancaindra mereka sama sekali untuk mengadakan penyelidikan atau membedakan mana yang hak dan mana yang batil seperti yang biasa dilakukan oleh manusia yang sadar dan wajar. Semua itu timbul karena sifat kesombongan dan keangkuhan. Maka Allah SWT menyampaikan ancaman yang keras dalam bentuk pertanyaan; "Bukankah di neraka Jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?". Cara menyampaikan ancaman dengan bentuk pertanyaan itu sering dijumpai dalam Alquran, karena faedahnya besar sekali bagi mereka yang sedang mencari kebenaran. Pertanyaan itu menimbulkan kejutan atau paling sedikit perhatian bagi mereka yang lengah dan lalai Dan sesuai dengan Sunatullah, maka setelah Allah menyampaikan ancaman terhadap orang-orang kafir itu, memberi kabar gembira dan pujian kepada Nabi Muhammad saw yang membawa kebenaran itu dan kepada para sahabat dan pengikutnya yang membenarkannya, yang selalu hidup bertakwa kepada-Nya.

Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.(QS. 39:33)
Az Zumar 33 
وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ (33) 
Adapun orang yang membawa kebenaran yaitu Muhammad saw dan orang-orang yang membenarkannya, yaitu para sahabat dan pengikutnya sampai Hari Kiamat, mereka itu selalu bertakwa kepada Allah tidak menyembah patung dan berhala, selalu menunaikan kewajiban syariatnya, melaksanakan amar makruf nahi mungkar sambil mengharapkan pahala-Nya dan takut azab-Nya, maka mereka itulah yang dimaksudkan golongan orang-orang yang bertakwa.

Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik,(QS. 39:34)

Az Zumar 34 
لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ (34) 
Mereka akan memperoleh pahala dan kehormatan pada sisi Tuhan yang selalu mereka taati dan menyembah kepada-Nya. Mereka di dalam surga akan memperoleh apa saja yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka, seperti dijelaskan dalam beberapa hadis yang sahih bahwa dalam surga itu mereka akan menjumpai berbagai nikmat yang belum pernah dilihat oleh mata, dan belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah terbayang dalam hati. Itulah balasan bagi mereka yang selalu mengutamakan amal kebaikan, dengan hati yang tulus ikhlas dalam keadaan sembunyi atau terang-terangan, yang selalu mengawasi amal perbuatan dan ucapan mereka, baik mengenai soal berat atau ringan, yang besar maupun yang kecil, terhadap semuanya itu mereka menghadapinya dengan penuh rasa tanggung jawab. Kemudian Allah SWT menerangkan pula kesudahan mereka yang balk, yaitu:

agar Allah menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(QS. 39:35)

Az Zumar 35 
لِيُكَفِّرَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي عَمِلُوا وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ (35) 
Semua rahmat, pahala dan karunia yang dilimpahkan Allah kepada mereka itu, agar Allah mengampuni bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang pernah mereka kerjakan di dunia. Allah SWT tidak membalas dengan azab tentang dosa-dosa dan kesalahan mereka, bahkan Allah menutupi dosa dan perbuatan mereka yang buruk itu dan membalas dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Dalam ayat ini didahulukan ampunan dosa dari pada pemberian pahala, karena menolak kemudaratan harus didahulukan dari pada menarik kemanfaatan.

Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya.(QS. 39:36)

Az Zumar 36 
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (36) 
Dalam ayat ini Allah SWT memberikan jaminan bahwa barangsiapa yang bertawakkal kepada-Nya maka Dia adalah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya dan menghindarkan bahaya dari mereka dan melaksanakan cita-cita yang jadi idaman mereka, seperti tersebut dalam firman Allah: 

ومن يتوكل على الله فهو حسبه إن الله بالغ أمره قد جعل الله لكل شيء قدرا 
Artinya: 
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S. At Talaq: 3) 
Tentang perintah untuk bertawakkal ini dalam ayat dikemukakan dalam bentuk pertanyaan, supaya lebih menyentuh dalam hati, sehingga terasa lebih mantap, seperti sesuatu yang lebih jelas dan terang keadaannya, sehingga tak dapat diingkari lagi. Dan kaum musyrikin itu menakut-nakuti Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya seperti tersebut dalam sebuah hadis, baliwa mereka berkata kepada Nabi saw "Mengapa kamu mencaci maki tuhan-tuhan kami? Jika kamu terus-menerus mencaci mereka, maka berhala itu akan menjadikan kamu orang gila atau kamu akan ditimpa bencana yang besar". Dan diriwayatkan oleh Qatadah bahwa Khalid bin Walid datang kepada patung Uzza untuk memecahkannya dengan kampaknya. Maka datanglah (kuncen) juru kunci yang. menjaganya sambil memberi peringatan: "Awas Khalid, patung itu sangat gagah perkasa, tidak dapat dikalahkan oleh siapapun". Lalu oleh Khalid dipotong hidungnya. Ternyata patung itu tidak dapat membela dirinya apalagi memberi manfaat kepada penyembahnya. karena setiap kemanfaatan dan kemudaratan itu, tidak akan sampai melainkan dengan izin dan kehendak Allah SWT. Dan barangsiapa yang berserah diri dan bertawakal kepada Allah, maka Dia-lah yang akan memberi kecukupan dalam keperluannya, seperti dalam firman-Nya: 

فسيكفيكم الله 
Artinya: 
Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. (Q.S. Al Baqarah: 137) 
Dan firman Allah mengenai Ibrahim: 

وكيف أخاف ما أشركتم ولا تخافون أنكم أشركتم بالله ما لم ينزل به عليكم سلطانا 
Artinya: 
Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. (Q.S. Al An'am : 81) 
Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, sehingga mengikuti ajakan hawa nafsunya dan senang melihat pelanggaran, kefasikan dan mendurhakai Rasul-Nya, maka tidak seorangpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?(QS. 39:37)

Az Zumar 37 
وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ (37) 
Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah dan dimudahkan baginya untuk menempuh jalan-jalan kebahagiaan dengan mengekang hawa nafsunya dan mencintai amal kebaikan, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya dan memalingkannya dari tujuannya yang baik, atau memaksanya kepada perbuatan maksiat, karena tidak ada yang dapat membendung arus kehendak Allah atau menentang, kekuasaan-Nya. Karena itu dikatakan: "Bukankah Allah Maha Perkasa yang tidak dapat dikalahkan, lagi mempunyai kekuasaan untuk mengazab orang-orang yang memusuhi Rasul-Nya?". Kemudian Allah mengemukakan beberapa hujah atas kekuasaan dan keesaan-Nya dan menegaskan kebodohan kaum musyrikin penyembah berhala yang tidak mempunyai ciptaan apa-apa.

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: `Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?`, Niscaya mereka menjawab: `Allah`. Katakanlah: `Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Katakanlah:` Cukuplah Allah bagiku `. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.(QS. 39:38)

Surah Az Zumar 38 
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ (38) 
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa kaum musyrikin itu mengakui adanya Tuhan Pencipta alam, Yang Maha Bijaksana, karena dalil-dalil kebenarannya tidak dapat diingkari lagi. Dan sungguh jika mereka ditanya: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi, niscaya mereka menjawab: "Allah". Jika demikian mengapa mereka menyembah kepada selain Allah, atau mempersekutukan-Nya dengan yang lainnya, dan mereka telah dikenal sejak dahulu kala sebagai orang-orang yang cerdas pikirannya, akan tetapi karena mereka secara taklid buta mengikuti saja kebiasaan nenek moyangnya, maka mereka tidak bertindak sesuai dengan pikirannya yang sehat bahkan melakukan perbuatan orang-orang jahil secara tidak sadar. Allah SWT menyuruh Nabi-Nya, menyampaikan kritik yang mengandung kecaman yang pedas dalam bentuk pertanyaan: "Coba terangkan olehmu kepada-Ku tentang patung-patung berhala-berhala itu, yang kamu sembah selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu, atau jika Allah hendak melimpahkan rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Apabila mereka ternyata tidak dapat berbuat demikian, maka apa faedahnya menyembah mereka yang sama sekali tidak berdaya itu. Bukankah lebih baik menyembah Tuhan Yang Maha Esa saja yang dapat melindungi hamba-hamba-Nya dan mencukupi segala kebutuhan mereka?" 
Muqatil meriwayatkan, ketika turun ayat ini Rasulullah saw bertanya kepada mereka dengan perintah Allah kepadanya, lalu mereka menjawab: "Memang berhala-berhala itu tidak dapat menghalang-halangi kehendak Allah, akan tetapi mereka itu dapat memberi syafaat kepada kami". Maka turunlah firman Allah yang artinya: "katakanlah, cukuplah Allah bagiku dalam segala urusanku tentang mendatangkan kemanfaatan dan menolak kemudaratan, dan aku sama sekali tidak takut terhadap ancaman berhala-berhalamu dan hanya kepada Allahlah orang-orang yang berserah diri bertawakkal. Sebagaimana tersebut juga dalam sebuah hadis: "Barangsiapa yang ingin menjadi manusia yang paling kuat, hendaklah ia bertawakkal kepada Allah, dan barangsiapa yang ingin menjadi manusia terkaya, maka hendaklah ia lebih percaya kepada yang berada di tangan Allah dari pada yang berada di tangannya sendiri, dan barangsiapa yang ingin menjadi manusia yang terhormat, maka ia hendaklah bertakwa kepada Allah. 
Dan Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dari Nabi saw sabdanya: "Peliharalah (agama) Allah nanti kamu menemui-Nya di hadapanmu ingatlah Allah pada saat bersenang-senang, nanti Allah akan mengingatmu dalam kesempitan, dan jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada-Nya. dan ketahuilah, bahwa jika seluruh umat manusia sepakat untuk membuat mudarat kepadamu dengan sesuatu, yang Allah belum memastikannya kepadamu. niscaya mereka tidak dapat membuat mudarat kepadamu, dan jika mereka semuanya sepakat untuk menyampaikan suatu kemanfaatan kepadamu, yang Allah belum memastikannya untukmu. maka mereka sama sekali tidak dapat berbuat manfaat kepadamu; qalani (di Lohmahfuz) telah diangkat, buku Catatan amal telah kering. beramallah karena Allah dengan rasa syukur dan penuh keyakinan. dan ketahuilah bahwa dalam kesabaran untuk menahan kebencian terdapat banyak kebaikan dan setiap kesusahan ada jalan keluarnya dan tiap kesulitan ada kemudahannya. Ayat ini seperti firman Allah mengenai Nabi Hud as: 

إن نقول إلا اعتراك بعض إلهتنا بسوء قال إني أشهد الله واشهدوا أني برئ مما تشركون 
Artinya: 
Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab: "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (Q.S. Al Hud: 54) 
Dan setelah Rasulullah saw mengemukakan argumen yang tidak dapat dibantah lagi oleh kaum musyrikin, maka Allah SWT memerintahkan beliau supaya menyampaikan ancaman berikut ini:

Katakanlah:` Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui,(QS. 39:39)

Az Zumar 39 
قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ (39) 
Katakanlah: "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan anggapanmu, bahwa kamu mempunyai kekuatan dan ketrampilan, dan peraslah keringatmu dalam membuat makar dan tipu dayamu, karena akupun bekerja pula dalam mengokohkan dan menyiarkan agamaku, nanti kamu akan mengetahui, siapakah di antara kita yang lebih baik kesudahannya.

siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal `.(QS. 39:40)
Az Zumar 40 
مَنْ يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُقِيمٌ (40) 
Siapakah di antara kita yang mendapat siksa yang hina dan siapakah di antara kita yang akan ditimpa oleh azab yang kekal, kami atau kamu?".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar