Minggu, 26 Januari 2014

Shad 81-88


SHAAD


<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                          DAFTAR SURAH SHAD >>

Allah berfirman: `Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,(QS. 38:80)
sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)`.(QS. 38:81)

Shaad 80 - 81
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (80) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (81)
Allah SWT mengabulkan doa Iblis itu, dengan membiarkan Iblis tersebut hidup sampai Hari Kiamat nanti.


Iblis menjawab: `Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan merreka semuanya,(QS. 38:82)
Shaad 82
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (82)
Selanjutnya Iblis berdoa lagi: "Wahai Tuhanku, demi kekuasaan dan kemuliaan Engkau, berilah aku kesempatan untuk menggoda dan menyesatkan manusia dari jalan Engkau, dengan menjadikan mereka memandang baik perbuatan buruk dan maksiat yang mereka kerjakan.

kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka,(QS. 38:83)
Shaad 83
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (83)
Selanjutnya Iblis mengatakan: "Tentu saja hamba-hamba Engkau yang kuat imannya, yang tunduk dan patuh kepada Engkau, tidak dapat aku menggodanya dan menyesatkannya. Yang mungkin aku sesatkan hanyalah orang-orang kafir seperti aku dan orang-orang yang lemah imannya.

Allah berfirman: `Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan(QS. 38:84)
Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.(QS. 38:85)

Shaad 84 - 85
قَالَ فَالْحَقُّ وَالْحَقَّ أَقُولُ (84) لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ (85)
Allah mengabulkan permintaan Iblis: "Yang hak itu ada pada-Ku dan yang hak itulah Aku katakan. Yang hak itu ialah neraka Jahanam itu aku penuhi dengan engkau dan anak cucumu yang datang kemudian dan yang mengikuti engkau dalam kesesatan, dari sebagian anak cucu Adam.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 84
قَالَ فَالْحَقُّ وَالْحَقَّ أَقُولُ (84)
(Allah berfirman, "Maka yang benar adalah sumpah-Ku dan hanya kebenaran itulah yang Kukatakan") dapat dibaca Falhaqqa Wal Haqqa atau Falhaqqu Wal Haqqa; kalau dibaca Nashab berarti dinashabkan oleh Fi'il yang sesudahnya. Bila lafal pertama dinashabkan, menurut suatu pendapat dikatakan, bahwa dinashabkan oleh Fi'll yang telah disebutkan. Menurut pendapat yang lainnya lagi dinashabkan karena menjadi Mashdar, bentuk asalnya adalah Uhiqqal Haqqa. Menurut pendapat yang lainnya lagi karena huruf Qasamnya dicabut. Dibaca Rafa' atas dasar karena menjadi Mubtada yang dibuang Khabarnya, bentuk asalnya adalah Falhaqqu Minnii. Menurut pendapat yang lainnya lagi bentuk asalnya adalah, Falhaqqu Qasami, dan jawab Qasamnya ialah kalimat berikutnya, yaitu:

Katakanlah (hai Muhammad): `Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas dakwahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.(QS. 38:86)

Shaad 86
قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ (86)
Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik: "Hai orang-orang musyrik: "Aku tidak mengharapkan apalagi meminta upah kepadamu sebagai imbalan dari tugasku menyampaikan agama Allah kepadamu. Sedikitpun aku tidak mengharapkannya. Hanyalah Allah yang akan memberi upahku. Kamu telah mengenalku dengan sebaik-baiknya bahwa aku tidak pernah mengada-adakan dan membuat yang bukan-bukan.
Dari ayat ini dipahami agar orang-orang yang beriman berbuat seperti yang telah diperbuat Rasulullah, yaitu selalu menyampaikan agama Allah kepada manusia, walaupun agama Allah itu hanya sedikit yang baru diketahuinya, sebagaimana hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud, Rasulullah saw bersabda:

أيها الناس من علم منكم علما فليقل به, ومن لم يعلم فليقل: الله تعالى أعلم قال الله تعالى لرسوله صلى الله عليه وسلم قل لا أسألكم ... الآية.
Artinya:
"Wahai sekalian manusia, barangsiapa di antara kamu yang memperoleh pengetahuan, maka hendaklah ia mengatakannya. Dan barangsiapa yang tidak mengetahui hendaklah ia menyatakan "Allah Taala lebih mengetahui, Allah Taala berkata kepada Rasulullah saw. "Qul ma'as 'alukum..." sampai akhir ayat. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 86
قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ (86)
(Katakanlah! "Aku tidak meminta kepada kalian atas hal ini) atas penyampaian risalah ini (upah sedikit pun) persenan sedikit pun dari kalian (dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan) maksudnya, membuat-buat Alquran dari diriku sendiri.

Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.(QS. 38:87)

Shaad 87
إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (87)
Allah SWT menegaskan bahwa Alquran ini petunjuk dan pengajaran bagi jin dan manusia. Semua orang yang sehat akal pikirannya, tentu mengakui kebenaran Alquran. Petunjuk ke jalan yang lurus dan sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil.


Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita al-Quran setelah beberapa waktu lagi.(QS. 38:88)

وَلَتَعْلَمُنَّنَبَأَهُبَعْدَحِينٍ

sebagai bahan renungan silahkan dilihat di http://www.keajaibanalquran.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar