Minggu, 14 Juli 2013

Surah al-Ahzab 11-20

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH  al-Ahzab>>
Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat.(QS. 33:11)
Al Ahzab 11 
هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا (11) 
Dengan keadaan demikian Allah SWT pasti menguji kekuatan iman orang-orang yang beriman, sehingga nyata mana yang benar-benar beriman, yang memurnikan ketaatan hanya kepada Allah saja dan percaya bahwa Muhammad saw adalah Rasul Allah serta percaya pula akan kemenangan Islam dan kaum Muslimin, mana yang goyah dan rapuh imannya, yang mengikuti Rasulullah hanya semata-mata hendak mencari keuntungan diri mereka saja. Seakan-akan peperangan Ahzab ini merupakan suatu seleksi bagi kaum Muslimin, tentang siapa yang benar-benar kawan dan siapa yang sungguh-sungguh lawan.


Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: `Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya`.(QS. 33:12)
Al Ahzab 12 
وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا (12) 
Dalam ayat ini diterangkan hasil ujian Allah SWT kepada kaum Muslimin itu, dengan tercetusnya perkataan orang-orang munafik seperti Mu'attib bin Qusyair dan orang-orang yang lain yang masih lemah imannya: "Semua yang dijanjikan Allah dan Rasul Nya kepada kita, seperti akan mendapat kemenangan, memperoleh kebahagiaan hidup, dan sebagainya tidak lain hanyalah tipu daya dan janji-janji kosong saja bahkan janji itu menimbulkan kesengsaraan dan malapetaka bagi kita semuanya. Muhammad mengatakan bahwa kerajaan Persia dan Romawi akan takluk ke bawah kekuasaan kaum Muslimin, tetapi kenyataannya sekarang. kaum Muslimin yang akan menaklukkan itu sedang dikepung rapat oleh tentara yang bersekutu dan akan mengalami kehancuran dan kemusnahan". 
Menurut riwayat, Tu'mah dan Ubairiq dan tujuh puluh orang yang lain mengatakan: "Bagaimana pula yang dijanjikan kepada kita, penaklukkan kerajaan Persia dan Romawi, padahal pada saat ini untuk buang air besar saja tidak seorangpun di antara kita yang sanggup". Ucapan ini sengaja mereka lontarkan tatkala mereka mendengar berita tentang peristiwa yang terjadi di waktu Rasulullah menggali parit dan mencangkul batu yang memancarkan cahaya sebagaimana yang telah diterangkan. Maka Allah SWT menurunkan ayat ini.

Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata: `Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu`. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata: `Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)`. Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari.(QS. 33:13)
Al Ahzab 13 
وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا (13) 
Di antara mereka seperti Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya, ada pula yang mengatakan: "Hai penduduk kota Madinah, tempat ini bukanlah tempat yang harus kita tempati, maka kembalilah ke rumahmu masing-masing, agar kamu tidak ditimpa malapetaka dan kesengsaraan serta tidak mati terbunuh oleh musuh-musuh yang sedang mengepung itu. 
Sebagian ahli tafsir ada yang menafsirkan: "Hai penduduk Madinah, tidak ada tempat bagi kamu sekalian, untuk tetap menganut agama Muhammad, kembalilah kamu kepada agamamu dahulu, dan serahkanlah Muhammad dan pengikut-pengikutnya kepada musuh-musuhnya yang sedang mengepung itu, sehingga keselamatan kamu semua terjamin". 
Karena perkataan dan ajakan-ajakan pemimpin-pemimpin munafik dan Yahudi itu maka sebagian dari mereka ada yang terpengaruh dan mereka meminta kepada Nabi saw agar dapat meninggalkan medan perang dan kembali ke rumah mereka. Di antara yang meminta itu ialah Bani Harisah. Alasan yang mereka kemukakan ialah rumah-rumah mereka berada di tempat yang berdekatan dengan pangkalan-pangkalan pasukan musuh sedang dindingnya tidak kuat, mereka khawatir musuh akan mengambil harta benda mereka". 
Pada akhir ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa semua alasan-alasan yang dikemukakan oleh orang-orang munafik dan Yahudi adalah alasan-alasan yang dibuat-buat saja. Alasan-alasan itu mereka kemukakan semata-mata untuk menghindarkan diri dari ikut berperang beserta Nabi dan kaum Muslimin, karena mereka tidak melihat suatu keuntungan yang akan mereka peroleh.

Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad niscaya mereka mengerjakannya; dan mereka tiada akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat.(QS. 33:14)
Al Ahzab 14 
وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِمْ مِنْ أَقْطَارِهَا ثُمَّ سُئِلُوا الْفِتْنَةَ لَآتَوْهَا وَمَا تَلَبَّثُوا بِهَا إِلَّا يَسِيرًا (14) 
Ayat ini menerangkan, kelemahan hati dan keyakinan orang-orang munafik dan Yahudi yang sedang menerima cobaan Allah itu. Mereka tidak sanggup mengatasi kesukaran-kesukaran yang sedang mereka hadapi, tidak sanggup menghadapi bahaya dan ancaman yang datang kepada mereka, sehingga mereka meminta kepada Rasulullah saw agar diizinkan meninggalkan medan pertempuran. 
Keadaan hati dan keyakinan mereka itu dilukiskan Allah SWT sebagai berikut: "Seandainya tentara bersekutu itu memasuki rumah-rumah orang munafik dan Yahudi itu dari segenap penjuru, merusak dan merampas apa yang ada di dalamnya, menganiaya dan membunuh anak-anak dan keluarga mereka, kemudian tentara bersekutu itu meminta kepada mereka agar kembali memeluk agama syirik dan mengadakan keonaran serta menghantam kaum Muslimin dari belakang, tentulah mereka membiarkan tindakan musuh itu dan mengikuti segala yang mereka kehendaki, akibat ketakutan dan tidak adanya Cita-cita dalam hati mereka, kecuali mencari kesenangan duniawi dan keuntungan pribadi belaka. 
Dari ayat ini dipahami bahwa ketakutanlah yang merupakan sebab, sehingga orang-orang munafik dan Yahudi itu tidak mempunyai pendirian. Ketakutan itu timbul di dalam hati mereka karena tidak ada keimanan sedikitpun. Padahal jika mereka pikir benar-benar dan menimbang untung ruginya, mereka lebih selamat jika mereka mengikuti peperangan.

Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah dahulu: `Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)`. Dan adalah perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya.(QS. 33:15)
Al Ahzab 15 
وَلَقَدْ كَانُوا عَاهَدُوا اللَّهَ مِنْ قَبْلُ لَا يُوَلُّونَ الْأَدْبَارَ وَكَانَ عَهْدُ اللَّهِ مَسْئُولًا (15) 
Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang minta izin meninggalkan medan pertempuran itu pernah berjanji dengan Rasulullah saw bahwa mereka tidak akan mengkhianati Rasulullah lagi dan akan ikut berperang bersama-sama kaum Muslimin menghadapi kaum musyrikin, tetapi mereka mengingkari janjinya. 
Menurut riwayat bahwa Bani Harisah pernah lari dari medan perang Uhud, kemudian mereka minta agar Nabi memaafkan kesalahan mereka itu. Mereka berjanji bahwa mereka tidak akan lari lagi dari medan pertempuran dan akan berjuang dengan Nabi dan kaum Muslimin. 
Pada akhir ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa mereka yang telah berjanji itu akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah diucapkannya itu, di hari kiamat mereka akan diberi pembalasan yang setimpal dengan tindakan mereka itu.

Katakanlah: `Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja`.(QS. 33:16)
Al Ahzab 16 
قُلْ لَنْ يَنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ إِنْ فَرَرْتُمْ مِنَ الْمَوْتِ أَوِ الْقَتْلِ وَإِذًا لَا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًا (16) 
Pada ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menyampaikan kepada orang-orang yang menghindarkan diri dan lari dari medan pertempuran itu. bahwa tindakan mereka itu tidak akan ada manfaatnya sedikitpun dan mereka tidak dapat menghindarkan ketentuan ajal yang telah ditetapkan Nya terhadap semua makhluk, tidak dapat mengelakkan pembunuhan yang ditetapkan Allah terhadap seseorang, yang akan dilakukan oleh musuh-musuhnya. Karena segala sesuatu itu ditetapkan Allah, tidak seorangpun yang dapat merubahnya. 
Seandainya seseorang dapat lari dari pertempuran dan lari itu memberi manfaat kepadanya, serta dapat menghindarkan kematian dirinya, maka yang demikian itu hanyalah bersifat sementara, karena hal hidup di dunia ini adalah hidup yang fana, walaupun dirasakan lama, tetapi pada hakikatnya adalah pendek sekali, jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang abadi.

Katakanlah: `Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu. Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah.(QS. 33:17)
Al Ahzab 17 
قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا (17) 
Pada ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menjawab perkataan orang-orang yang mengatakan bahwa mereka akan selamat bila mereka meninggalkan medan pertempuran. Jawaban ini ialah: "Tidak seorangpun di antara kamu yang sanggup menghindarkan diri dari pembunuhan atau kesengsaraan, jika Allah telah menetapkannya, demikian pula tidak seorangpun yang dapat mendatangkan sesuatu kebaikan kepada seseorang, jika Allah tidak menghendakinya. Manfaat dan kemelaratan itu hanyalah Allah yang menetapkannya, tidak seorangpun yang sanggup mengganti atau merubahnya. 
Karena itu orang-orang munafik dan Yahudi yang mengkhianati Nabi itu tidak akan memperoleh seorang penolongpun yang dapat menolong mereka dan tidak akan memperoleh seorang yang dapat mengelakkan bencana yang akan menimpa mereka. 
Menurut suatu riwayat, Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya orang-orang munafik dan Yahudi berkata kepada kaum Muslimin: "Muhammad dan pengikut-pengikutnya berjumlah sedikit jika dibandingkan dengan jumlah kaum Quraisy dan sekutu-sekutunya. Karena itu mereka pasti binasa, dan marilah kita menjauhkan diri dari padanya. 
Menurut riwayat lain bahwa yang mengajak itu adalah orang-orang Yahudi. Mereka mengajak orang-orang munafik menghindarkan diri dari Nabi dan orang-orang Muslimin dengan mengatakan: "Apabila Abu Sofyan menang tentulah Muhammad dan pengikut-pengikutnya akan dibinasakan semuanya". Karena itu turunlah ayat ini.

Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya:` Marilah kepada kami `. Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar.(QS. 33:18)
Al Ahzab 18 
قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الْمُعَوِّقِينَ مِنْكُمْ وَالْقَائِلِينَ لِإِخْوَانِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَا وَلَا يَأْتُونَ الْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًا (18) 
Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT mengetahui dengan sesungguhnya orang-orang yang menghambat-hambat manusia mengikuti Rasulullah saw berperang di jalan Nya, sebagaimana Dia mengetahui pula orang-orang yang enggan dan minta izin kepada Rasulullah saw tidak ikut berperang serta orang-orang yang mengajak penduduk Madinah agar tidak ikut berperang bersamanya. 
Dalam pada itu ada pula orang-orang yang ikut berperang sebentar saja sekadar untuk memperlihatkan kepada kaum Muslimin bahwa sebenarnya mereka itu termasuk orang yang ikut berperang, tetapi di saat kaum Muslimin terlengah mereka menghilang dengan diam-diam dan kembali ke rumahnya masing-masing. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Ahzab 18 
قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الْمُعَوِّقِينَ مِنْكُمْ وَالْقَائِلِينَ لِإِخْوَانِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَا وَلَا يَأْتُونَ الْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًا (18) 
(Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi) yang menghambat (di antara kalian dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya, "Marilah) kemarilah (kepada kami." Dan mereka tidak mendatangi peperangan) pertempuran (melainkan hanya sebentar) hanya ingin pamer dan cari muka.

Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(QS. 33:19)
Al Ahzab 19 
أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَى عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُمْ بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِ أُولَئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا فَأَحْبَطَ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا (19) 
Pada ayat ini Allah SWT menyebutkan sifat-sifat orang-orang yang selalu menghindarkan diri dari ikut berperang bersama Nabi itu: 
1. Mereka tidak menolong Muhammad dan kaum Muslimin dalam menghadapi musuh-musuh, baik pertolongan berupa harta benda maupun berupa jiwa raga. 
2. Apabila musuh-musuh telah menyerang dan orang-orang yang beriman telah bertempur dengan gagahnya, menolak serangan musuh, mereka menoleh ke kiri dan ke kanan, karena ketakutan dan mencari-cari jalan kesempatan lari dari medan pertempuran menghindari mati. 
3. Apabila pertempuran telah usai dan merasa diri mereka telah aman, mereka bersikap sombong dan membangga-banggakan jasa dan keberanian dalam medan pertempuran padahal semua itu adalah omong kosong belaka yang menyakitkan hati. Seakan-akan merekalah orang-orang yang berperang mati-matian sampai kemenangan tercapai, padahal semua yang mereka katakan itu adalah dusta belaka. 
4. Mereka sangat rakus kepada harta rampasan yang telah diperoleh kaum Muslimin, dan tidak mau melepaskan sesuatu yang telah mereka dapat. Padahal sebelumnya mereka tidak mau mengeluarkan harta untuk menolong Nabi saw. 
Orang-orang yang telah disebutkan sifat-sifatnya itu pada hakikatnya adalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul Nya, tidak beramal dengan tulus ikhlas dan tidak mau berkorban sedikitpun, karena mereka adalah orang-orang munafik. Karena sifat dan sikap mereka yang demikian itu, maka Allah SWT menghapus segala pahala amal perbuatan mereka dan menjadikan nya seolah-olah debu yang beterbangan yang tidak ada artinya sama sekali. 
Pada akhir ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa menghapuskan pahala amal perbuatan orang-orang munafik itu bukanlah suatu yang sukar bagi Allah, tetapi amat mudah bagi Nya, karena Dia Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui segala sesuatu. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Ahzab 19 
أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَى عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُمْ بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِ أُولَئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا فَأَحْبَطَ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا (19) 
(Mereka bakhil terhadap kalian) maksudnya sangat perhitungan dalam menolong dan membantu kalian. Lafal asyihhatan bentuk jamak dari lafal syahiihun; berkedudukan menjadi hal atau kata keterangan keadaan dari dhamir yang terkandung di dalam lafal ya'tuuna (apabila datang ketakutan, kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti) penglihatan atau seperti terbeliaknya (orang yang pingsan karena akan mati) yaitu orang yang sedang sekarat maut (dan apabila ketakutan telah hilang) harta-harta rampasan telah diperoleh kaum Muslimin (mereka mencaci kalian) menyakiti kalian atau memukul kalian (dengan lidah yang tajam, sedangkan mereka bakhil untuk berbuat kebaikan) atas harta rampasan yang telah diperolehnya. (Mereka itu tidak beriman) sesungguhnya (maka Allah menghapus pahala amal mereka. Dan yang demikian itu) penghapusan pahala amal perbuatan itu (adalah mudah bagi Allah) dengan kehendak-Nya.

Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. Dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.(QS. 33:20)
Al Ahzab 20 
يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوا وَإِنْ يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُمْ بَادُونَ فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنْبَائِكُمْ وَلَوْ كَانُوا فِيكُمْ مَا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا (20) 
Orang-orang munafik itu akibat sangat ketakutan, mereka mengira bahwa tentara yang bersekutu itu masih berada di medan pertempuran, padahal tentara-tentara itu telah lari berserakan, kembali ke negeri mereka masing-masing.\ Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang munafik itu, karena mereka adalah orang-orang yang pengecut dan tidak beriman, maka mereka tidak ikut berperang, seakan-akan mereka tidak hadir di medan perang itu. Oleh karena itu mereka tidak menghayati gerak gerik musuh. Dalam pada itu, kalau kiranya tentara yang bersekutu itu kembali lagi menyerang mereka menginginkan agar mereka berada di Badiyah (padang pasir) yang jauh dari kota bersama-sama Arab Badwi dan penduduk padang pasir, agar mereka tidak kena bahaya peperangan. Bagi mereka cukuplah kiranya bila telah dapat bertanya kepada orang-orang yang datang ke tempat mereka itu tentang keadaan Nabi dan kaum Muslimin. 
Selanjutnya Allah SWT menerangkan bahwa pada peperangan yang telah lewat itu, andaikata orang-orang munafik itu tidak meninggalkan medan pertempuran dan tetap bersama kaum Muslimin digaris depan, kemudian terjadi pertempuran yang dahsyat, maka mereka juga tidak akan ikut berperang, atau kalau mereka ikut berperang mereka berperang tidak dengan sepenuh hati dan keimanan, mereka akan melawan musuh sekadar memenuhi permintaan Nabi saja, dan mereka juga tidak meninggalkan medan pertempuran di saat-saat musuh melakukan serangan yang gencar. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Ahzab 20 
يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوا وَإِنْ يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُمْ بَادُونَ فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنْبَائِكُمْ وَلَوْ كَانُوا فِيكُمْ مَا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا (20) 
(Mereka mengira golongan-golongan yang bersekutu itu) yaitu orang-orang kafir (belum pergi) maksudnya belum kembali ke Mekah disebabkan perasaan takut mereka terhadapnya (dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali) mengadakan serangan ulang (niscaya mereka ingin) mengharapkan (berada di dusun-dusun bersama orang-orang Arab badui) berada di tengah-tengah mereka di perkampungan (sambil menanya-nanya tentang berita-berita kalian) yakni kabar kalian beserta orang-orang kafir yang menyerang kalian. (Dan sekiranya mereka berada bersama kalian) di dalam serangan kali ini (mereka tidak akan berperang melainkan sebentar saja) hanya karena pamer dan takut dicela sebab tidak ikut berperang.

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH   al-Ahzab >>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar