Minggu, 14 Juli 2013

Surah Saba' 11-20

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH  Saba'>>
11 (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.(QS. 34:11)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 11
أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ وَقَدِّرْ فِي السَّرْدِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (11)
Lalu Allah memerintahkan kepada Nabi Daud as supaya membuat baju besi istimewa dari bahan besi yang lunak dan lembut bukan seperti baju yang dikenal di masa itu. Biasanya baju besi di masa itu dibikin dari kepingan-kepingan besi yang tipis disusun seperti baju, tetapi baju besi itu sangat mengganggu pemakainya selain menimbulkan panas pada badan juga membatasi gerak badan. Tetapi baju besi yang dibikin Daud, karena besinya telah menjadi lunak dan lembut itu jauh berbeda dengan baju besi biasa. Baju besi itu dibikin seperti gulungan-gulungan rantai yang disusun rapi sehingga baju besi itu mengikuti gerak badan sehingga pemakainya dapat bergerak dengan bebas tanpa merasakan gangguan apapun. Demikianlah dengan baju besi yang lunak dan lembut itu Daud dapat membikin alat senjata yang baru dan modern untuk mempertahankan kerajaannya dari serangan musuh.
Kemudian untuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah kepadanya, Allah memerintahkan pula supaya Daud dan kaumnya selalu mengerjakan amal saleh dan mempergunakan segala nikmat yang dikaruniakan Allah itu untuk mencapai keridaan-Nya.
Dia selalu melihat dan mengetahui apa yang dikerjakan oleh hamba-Nya.

12 Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.(QS. 34:12)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 12
وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَمَنْ يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ (12)
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia menundukkan angin untuk Nabi Sulaiman as, yang dapat membawanya ke tempat-tempat yang diingininya dengan cepat sekali, sehingga dalam waktu setengah hari saja angin dapat membawanya ke tempat yang jauhnya sebulan perjalanan, baik perjalanan itu di waktu pagi sampai Zuhur maupun di waktu siang mulai dari waktu Zuhur sampai terbenamnya matahari.
Berkata Qatadah dalam menafsirkan ayat ini: "Angin dapat membawa Sulaiman as dari pagi sampai tergelincirnya matahari sejauh sebulan perjalanan dun dari tergelincirnya matahari sampai terbenamnya sejauh sebulan perjalanan pula. Hasan Al-Basri berkata tentang ini: "Sulaiman pernah berangkat dengan mengendarai angin, dari Damaskus ke Istahar lalu dia turun di sana untuk makan siang, kemudian dia berangkat lagi ke Kabul untuk bermalam di sana. Padahal jarak antara Damaskus dan Istahar adalah sebulan perjalanan bagi orang yang berjalan cepat dan jarak antara Istahar dan Kabul adalah sebulan perjalanan pula Di antara karunia yang diberikan Allah kepada Sulaiman ialah menjadikan tembaga lunak seperti lilin yang dengan mudah dapat dibentuk menurut keinginan orang yang mengolahnya. Hal ini sama dengan menjadikan besi lunak seperti karunia yang diberikan kepada Nabi Daud as. Di antara karunia itu pula ialah menundukkan jin untuk bekerja membuat apa saja yang diingini Sulaiman as. Jin-jin itu selalu taat dan patuh mengikuti perintahnya, karena mereka diancam oleh Allah apabila tidak memenuhi perintah Sulaiman mereka akan dilemparkan ke dalam api yang bernyala-nyala


13 Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.(QS. 34:13)

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 13
يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ (13)
Oleh sebab itu mereka dengan giat sekali melaksanakan apa yang diperintahkan Sulaiman, seperti membangun tempat-tempat beribadah, arca-arca yang indah yang terbikin dari kayu, tembaga, kaca dan batu pualam, belanga-belanga besar untuk memasak makanan yang cukup untuk berpuluh-puluh orang.
Bejana-bejana itu karena besar dan luasnya kelihatan seperti kolam-kolam air. Begitu pula mereka membuatkan untuk Sulaiman periuk yang besar pula yang karena besarnya tidak dapat diangkat dan dipindahkan. Memang karena jin mempunyai kekuatan yang dahsyat dengan mudah mereka membikin semua yang dikehendaki Sulaiman seperti membangun istana yang megah dan mewah, menggali selokan-selokan untuk irigasi sehingga termasyhurlah kerajaan Sulaiman as sebagai suatu kerajaan besar dan paling makmur, tidak ada suatu kerajaanpun di waktu itu yang dapat menandinginya. Hal ini ialah sebagai realisasi dari doanya yang dikabulkan Tuhan seperti tersebut dalam firman-Nya.

قال رب اغفر لي وهب لي ملكا لا ينبغي لأحد من بعدي إنك أنت الوهاب فسخرنا له الريح تجري بأمره رخاء حيث أصاب والشياطين كل بناء وغواص
Artinya:
Ia berkata; "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku, kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi". Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam. (Q.S. Sad: 35-37)
Kemudian Allah memerintahkan kepada Sulaiman as sebagai keluarga Daud as supaya bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan Allah kepadanya. Mensyukuri nikmat Allah itu bukanlah sekadar mengucapkan tetapi harus diiringi dengan amal saleh dan mempergunakan nikmat itu untuk hal-hal yang diridai-Nya. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw naik ke atas mimbar lalu membaca ayat ini kemudian beliau bersabda: "Ada tiga sifat bila dipunyai oleh seseorang berarti dia telah diberi karunia seperti karunia yang diberikan kepada keluarga Daud as. Kami bertanya kepada beliau "sifat-sifat apakah itu? Rasulullah menjawab:
Pertama Berlaku adil, baik dalam keadaan marah maupun dalam keadaan senang dun duka.
Kedua Selalu hidup sederhana baik di waktu miskin maupun di waktu kaya.
Ketiga Selalu takut kepada Allah baik di waktu sendirian maupun di badapan orang banyak. (H.R. Tirmizi)
Kemudian Allah mengiringi perintah-Nya supaya Sulaiman as. bersyukur atas nikmat yang diterimanya dengan menjelaskan bahwa sedikit sekali di antara hamba-hamba-Nya yang benar-benar bersyukur kepada-Nya. Bagaimana seorang hamba bersyukur kepada Tuhannya dapat dilihat dari bersyukurnya Nabi saw kepada Allah. Rasulullah dilihat oleh `Aisyah ra salat di malam hari sampai tumitnya bengkak seakan-akan hendak mengeluarkan darah; maka aku berkata kepadanya (kata `Aisyah), mengapa engkau berbuat seperti ini padahal Allah telah mengampuni dosamu yang sekarang dan dosamu yang akan datang? Rasulullah menjawab: "Bukankah aku ini seorang hamba yang bersyukur (kepada Tuhannya)?".

14 Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan.(QS. 34:14)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 14
فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَى مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ (14)
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Nabi Sulaiman ketika telah dekat ajalnya duduk di atas singgasananya bertelekan di atas tongkatnya. Di waktu itulah Sulaiman meninggal dunia dan tidak seorangpun yang tahu bahwa dia sudah meninggal baik pengawal-pengawalnya, penghuni istana, maupun jin-jin yang selalu bekerja keras melaksanakan perintahnya. Baru setelah dia jatuh tersungkur karena tongkatnya sudah dimakan rayap tidak dapat menahan lagi beratnya lalu ia patah. Ketika itu barulah orang sadar bahwa Sulaiman sudah meninggal, demikian pula jin-jin yang tetap bekerja keras melaksanakan perintahnya. Di waktu itulah mereka mengakui kelemahan mereka, karena tidak dapat mengetahui bahwa Sulaiman telah meninggal. Kalau mereka tahu bahwa Sulaiman as telah meninggal tentulah mereka tidak akan tetap kerja keras, karena mereka hanya diperintahkan Allah taat dan patuh kepada Nabi Sulaiman as saja, tidak kepada semua pembesar-pembesar di istananya. Allah tidak menerangkan dalam ayat ini berapa lama Sulaiman bertelekan di atas tongkatnya sampai ia jatuh tersungkur.
Ada di antara mufassirin yang mengatakan bahwa Sulaiman as bertelekan di atas tongkatnya sampai ia mati selama satu tahun. Mereka mengatakan bahwa Nabi Daud as telah mulai membangun Baitulmakdis tetapi tidak dapat menyelesaikan pembangunannya. Tatkala sudah dekat ajalnya ia berwasiat kepada Nabi Sulaiman supaya menyelesaikan pembangunannya Nabi Sulaiman memerintahkan kepada jin-jin yang tunduk di bawah kekuasaannya supaya menyelesaikan bangunan itu. Tatkala Sulaiman merasa ajalnya sudah dekat pula dia ingin menyembunyikan kematiannya kepada jin-jin yang bekerja keras menyelesaikan bangunan itu. Lalu Nabi Sulaiman bertelekan di atas tongkatnya agar kalau ia mati orang menyangkanya ia masih hidup karena masih duduk bertelekan di atas tongkatnya. Akhirnya tongkatnya itu dimakan rayap dan patah. Di waktu itu barulah diketahui bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal. Mereka karena ingin mengetahui berapa lama Sulaiman as bertelekan di atas tongkat itu setelah ia meninggal, mereka mengambil sisa tongkat itu. Setelah mereka perhitungkan ternyata rayap itu dalam sehari semalam hanya memakan sebagian kecil saja dari tongkat itu. Setelah mereka perhitungkan ternyata rayap baru dapat merusak tongkat itu dalam masa satu tahun.
Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa Sulaiman bertelekan di atas tongkatnya sampai ia meninggal tidak dalam waktu yang lama. Memang tongkat itu telah lama dimakan rayap tanpa diketahui oleh Sulaiman. Dan di waktu Sulaiman bertelekan di atas tongkat ketika ajalnya sampai, tongkat itu sudah lapuk juga. Tidak mungkin seorang raja akan dibiarkan saja oleh keluarga dan pengawalnya tanpa makan dan minum, tanpa menanyakan kepadanya beberapa hal yang panting yang harus diketahui pendapatnya. Mana yang benar di antara kedua pendapat ini tidak dapat kita ketahui karena mengenai kisah-kisah para Nabi banyak sekali terjadi hal-hal yang tidak dapat dijangkau oleh pikiran manusia karena mereka diberi mukjizat oleh Allah. Kalau Nabi Sulaiman bertelekan hanya sebentar saja lalu ia rubuh tersungkur tentulah para jin tidak akan menyesal demikian hebatnya karena mereka telah terlanjur bekerja menyelesaikan bangunan Baitulmakdis itu.

15 Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan): `Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun`.(QS. 34:15)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 15
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ (15)
Di sebelah selatan negeri Yaman berdiam suatu kaum bernama Saba'. Mereka menempati suatu daerah yang amat subur sehingga mereka hidup makmur dan telah mencapai kemajuan dan kebudayaan yang tinggi. Mereka dapat menguasai air hujan yang turun dengan lebatnya pada musim tertentu dengan membangun sebuah bendungan raksasa yang dapat menyimpan air untuk musim kemarau. Bendungan itu boleh dikatakan bendungan alami karena terletak di antara dua buah bukit dan di ujungnya di bangun bangunan yang tinggi untuk mencegah air mengalir ke padang pasir dengan percuma. Mereka membuat pintu-pintu air yang bila di buka dapat mengalirkan air ke daerah yang mereka kehendaki.
Bendungan ini terkenal dengan "Bendungan Ma'rib" atau "Bendungan Al-Arim". Banyak di antara ahli sejarah dan bara peneliti di barat meragukan tentang adanya Bendungan Ma'rib ini. Akhirnya seorang peneliti dari Prancis datang sendiri ke selatan Yaman untuk menyelidiki sisa-sisa Bendungan itu pada tahun 1843. Dia dapat membuktikan adanya Bendungan itu dengan menemukan bekas-bekasnya, lalu memotretnya dan mengirimkan gambar-gambarnya ke suatu majalah di Prancis. Kemudian para peneliti lainnya menemukan pula beberapa batu tulis di antara reruntuhan Bendungan itu. Dengan demikian bertambah yakinlah mereka bahwa dahulu kala di sebelah Selatan Yaman telah berdiri sebuah kerajaan yang maju, makmur dan tinggi peradaban dan kebudayaannya. Pada ayat ini Allah menerangkan sekelumit tentang kaum Saba' yang mendiami daerah sebelah selatan Yaman itu. Mereka menempati sebuah wadi (lembah) yang luas dan subur berkat pengairan yang teratur dari Bendungan Ma'rib. Di kiri kanan daerah mereka terbentang kebun-kebun yang amat luas dan subur yang menghasilkan bahan makanan dan buah-buahan yang melimpah ruah. Negeri ini karena subur dan makmurnya di bawah lindungan Allah Yang Maha Pengampun". Kaum Saba' pada mulanya menyembah matahari. Setelah pimpinan kerajaan sampai ke tangan ratu Balqis mereka menjadi kaum yang beriman dengan tunduknya ratu itu kepada Sulaiman as. Hal ini diceritakan dalam Alquran sebagai berikut:

فمكث غير بعيد فقال أحطت بما لم تحط به وجئتك من سبإ بنبإ يقين إني وجدت امرأة تملكهم وأوتيت من كل شيء ولها عرش عظيم وجدتها وقومها يسجدون للشمس من دون الله وزين لهم الشيطان أعمالهم فصدهم عن السبيل فهم لا يهتدون
Artinya:
Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud) lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba' suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk. (Q.S. An Naml: 22-24)
Tetapi lama kelamaan kaum Saba' itu menjadi sombong dan takabur dan lupa bahwa nikmat kekayaan dan kemakmuran yang mereka miliki itu adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa dan Maha Pemurah. Allah dengan perantaraan Rasul-Nya memerintahkan agar mereka mensyukuri-Nya atas segala nikmat dan karunia yang dilimpahkan-Nya kepada mereka. Negeri mereka berkat karunia Allah menjadi subur dan makmur sedang Dia Maha Pengampun melindungi mereka dari segala macam bahaya dan malapetaka.

16 Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.(QS. 34:16)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 16
فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ (16)
Tetapi mereka menolak seruan Allah itu dan berpaling darinya, bahkan mereka menghalangi orang-orang yang insaf beriman kepada Allah, maka Allah menimpakan siksaan kepada mereka dengan membobolkan Bendungan Ma'rib dan terjadilah malapetaka yang hebat. Negeri mereka dilanda banjir yang deras, menghanyutkan semua yang menghalangi arusnya sehingga musnahlah semua kebun-kebun yang berada di kiri kanan negeri itu dan hanyutlah semua binatang ternak. Korban manusia pun tidak terhitung banyaknya sehingga hanya sedikit orang saja yang masih tetap hidup. Hanya beberapa kelompok kecil dari mereka yang selamat dari malapetaka yang dahsyat itu. Mereka yang selamat ini pun tidak dapat tinggal dengan senang di tempat mereka semula sebagian mereka hijrah ke tempat lain yang subur karena tidak ada lagi kebun-kebun yang bisa mereka tanami dengan baik dan tidak seberapa lagi binatang-binatang ternak yang akan mereka pelihara. Tanah-tanah yang dahulu subur telah menjadi tandus, karena semua air yang tersimpan di dalam bendungan telah tertumpah ke padang pasir yang dapat menelan air berapapun banyaknya. Yang tumbuh di bekas kebun-kebun mereka hanya tumbuhan yang tidak banyak gunanya, pahit buahnya pohon atal (sejenis pohon cemara) dan sedikit pohon sidr (sejenis pohon bidara). Bila mereka ingin bercocok tanam yang mereka harapkan hanya air hujan yang turun dari langit saja.


17 Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.(QS. 34:17)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 17
ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ (17)
Demikianlah Sunah Allah telah berlaku terhadap kaum Saba' sebagaimana telah berlaku pula pada umat-umat yang sombong dan durhaka, tidak mau menerima kebenaran, selalu menolak dan membangkang terhadap ajaran Allah yang dibawa oleh para Rasul-Nya. Demikianlah Allah tidak akan menimpakan azab dan malapetaka, kecuali kepada kaum kafir yang mengingkari dan tidak bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan kepada mereka.

18 Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman.(QS. 34:18)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 18
وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ (18)
Kaum yang masih tinggal itu walaupun mereka mengalami kesulitan hidup karena negeri mereka telah menjadi lekang dan tandus tetapi mereka dapat mengadakan perjalanan untuk berdagang dari suatu negeri ke negeri yang lain, terutama ke negeri-negeri yang agak besar seperti ke Yaman sebelah utara, Mekah dan Syam. Negeri-negeri tersebut pada waktu itu termasuk negeri yang makmur yang menjadi pusat perdagangan. Perjalanan di antara ketiga negeri itu mudah dan aman karena adanya kampung-kampung tempat singgah para musafir bila kemalaman kehabisan bekal atau merasa letih dan payah. Hal itu tersebut dalam firman Allah dalam menerangkan nikmat-Nya kepada kaum Quraisy:

لإيلاف قريش إيلافهم رحلة الشتاء والصيف فليعبدوا رب هذا البيت الذي أطعمهم من جوع وءامنهم من خوف
Artinya:
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Kakbah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. (Q.S. Quraisy: 1-4)
Dengan demikian mereka dapat bertahan hidup di negeri mereka dan dapat pula bercocok tanam sekadarnya pada waktu musim hujan dan juga memelihara binatang ternak di padang-padang rumput ketika di sana masih banyak rumput-rumput. Ini adalah suatu nikmat dari Allah kepada mereka walaupun tidak sebesar nikmat yang dianugerahkannya ketika Bendungan Ma'rib belum hancur dan musnah. Allah menyuruh mereka mempergunakan nikmat itu dengan sebaik-baiknya dan berjalan dengan membawa barang dagangan di antara negeri-negeri dengan aman, walaupun jarak yang ditempuh mereka kadang-kadang amat jauh. Mereka dapat singgah di kampung-kampung yang ada di sekitar kota-kota besar itu bila merasa lelah. Bila mereka kemalaman mereka dapat berhenti di kampung yang terdekat dan demikianlah seterusnya. Tetapi bagaimanakah sambutan mereka terhadap nikmat dan karunia Allah itu? Mereka menjadi sombong dan takabur. Mereka menganggap perjalanan yang menyenangkan itu membosankan mereka. Mereka ingin supaya kesusahan dan kesulitan dalam perjalanan dan dengan demikian mereka akan merasakan senang bila kembali ke tempat mereka setelah mengalami penderitaan.


19 Maka mereka berkata: `Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami, dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.(QS. 34:19)


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 19
فَقَالُوا رَبَّنَا بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَا وَظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ وَمَزَّقْنَاهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ (19)
Oleh karena itu mereka meminta kepada Allah supaya jarak perjalanan antara suatu negeri dengan negeri lain jarak yang jauh tak ada tempat singgah untuk beristirahat, perjalanan harus dilnjutkan walaupun akan menderita berbagai macam kesulitan. beginilah watak mereka dan watak orang-orang yang sombong, sudah dapat yang mudah dan menyenangkan mereka menginginkan yang susah dan penuh kesulitan serta penderitaan. Tak ubahnya seperti Bani Israel yang telah diberikan Allah makanan yang baik yaitu Manna dan Salwa, lalu mereka meminta makanan biasa tersebut dalam firman-Nya:

وإذ قلتم ياموسى لن نصبر على طعام واحد فادع لنا ربك يخرج لنا مما تنبت الأرض من بقلها وقثائها وفومها وعدسها وبصلها قال أتستبدلون الذي هو أدنى بالذي هو خير اهبطوا مصرا فإن لكم ما سألتم وضربت عليهم الذلة والمسكنة وباءوا بغضب من الله
Artinya:
"Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa kami tidak sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya bawang putihnya, kacang adasnya dan bawang merahnya". Musa berkata "Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik?
Pergilah kamu ke suatu kota pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. (Q.S. Al Baqarah: 61)
Sebenarnya dengan permintaan itu kaum Saba' telah menganiaya diri sendiri dan tidak puas dengan karunia yang dianugerahkan Allah kepada mereka dan mereka tidak mensyukurinya. Mereka telah lupa bahwa Allah telah menghancurkan negeri mereka yang subur dan makmur tiada lain sebabnya melainkan karena tidak mau beriman dan bersyukur atas karunia Allah. Oleh sebab itu Allah melaksanakan permintaan mereka dengan meniadakan tempat-tempat dalam perjalanan mereka, sehingga amat sulitlah bagi mereka melakukan perdagangan mereka, dan morat-maritlah kehidupan mereka. Karena itu mereka harus meninggalkan negeri mereka hijrah ke negeri lain berpencar-pencar di sana-sini. Kabilah Jafnah bin Amr terpaksa tinggal di negeri Syam, Aus dan Khazraj di Madinah, Azad (Uman) tinggal di Oman demikian pula kabilah-kabilah yang lain. Hilanglah wujud mereka sebagai suatu umat yang dahulunya sangat termasyhur sebagai suatu umat yang mulia yang mempunyai peradaban dan kebudayaan yang tinggi. Yang tinggal hanya cerita-cerita yang diriwayatkan dari mulut ke mulut dan jadilah kemasyhuran dan kemegahan mereka sebagai bahan penghibur, dibicarakan di waktu mereka berjaga di malam hari. Sesungguhnya yang dialami kaum Saba' ini patut menjadi pelajaran bagi setiap orang yang sabar dan tahu berterima kasih serta bersyukur alas setiap nikmat yang diterimanya dari Allah Yang Maha Adil dan Maha Pemurah. Setiap hamba harus bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya dan bersabar menerima cobaan-Nya, bahkan ia harus bersyukur kepada-Nya walaupun mendapat cobaan dari pada-Nya.
Diriwayatkan oleh Saad bin Abi Waqas bahwa Rasulullah saw bersabda: "Aku mengagumi ketetapan Allah untuk seorang mukmin. Bila ia mendapat kebaikan ia memuji-Nya dan tetap bersyukur kepada-Nya. Bila ia ditimpa musibah ia memuji-Nya dan tetap bersyukur kepada-Nya, orang mukmin mendapat pahala dalam segala hal walaupun ia hanya memberikan sesuap makanan untuk istrinya".

20 Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.(QS. 34:20) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 20
وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (20)
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Iblis menyangka bahwa kaum Saba' yang telah dibinasakan Allah beserta negeri mereka telah mengikutinya dan dengan penuh kepatuhan melaksanakan tipu dayanya sehingga mereka mendurhakai Allah dan tidak bersyukur atas segala nikmat yang dikaruniakan-Nya kepada mereka, kecuali sebagian dari orang-orang yang beriman yang tetap imannya dan tidak menerima tipu daya itu. Dengan demikian Iblis menyangka bahwa dia dapat menguasai manusia dan membawa mereka ke jalan kesesatan sebagaimana yang diikrarkan di hadapan Allah. Hal ini tersebut dalam firman-Nya:

قال فبعزتك لأغوينهم أجمعين إلا عبادك منهم المخلصين
Artinya:
Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. (Q.S. Sad: 82-83)

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH   Saba' >>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar