Minggu, 14 Juli 2013

Surah as-Sajdah 11-20

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH  as-Sajdah>>
Katakanlah:` Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.(QS. 32:11)
As Sajdah 11 
قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ (11) 
Ayat ini menolak anggapan orang-orang musyrik bahwa tidak ada hari itu dengan mengatakan: "Hai orang-orang musyrik sesungguhnya malaikat yang bertugas mencabut nyawa manusia, benar-benar menjaga waktu, maka mereka mencabut nyawa orang itu tepat pada waktunya, tidak mundur sesaatpun, dan tidak pula dicepatkan walaupun sesaat. Hal ini berlaku pula bagi semua orang-orang musyrik itu, mereka tidak dapat lari dari ketetapan Allah itu. Kemudian mereka dibangkitkan kembali di hari Kiamat dan diadili segala perbuatan mereka dengan adil.

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): `Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin`.(QS. 32:12)
Surah As Sajdah 12 
وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ (12) 
Allah memberitahukan kepada Rasul-Nya: "Hai Rasul, sekiranya engkau melihat orang-orang yang mengingkari hari itu, ketika mereka menundukkan kepala mereka kepada Allah karena malu atas segala tindakan dan perbuatan mereka dalam hidup di dunia, seraya berkata: "Wahai Tuhan kami, kami telah melihat kenyataan bahwa hari Kiamat itu benar-benar terjadi dan kami telah merasakan pula malapetaka yang menimpa kami pada hari ini. Wahai Tuhan kami, berilah kesempatan kepada kami untuk kembali ke dunia agar kami dapat mengikuti semua petunjuk Rasul, kami telah benar-benar meyakini apa yang dahulu kami dustakan. Pada saat ini, kami telah mengakui pula bahwa Engkaulah Tuhan yang berhak disembah, Engkaulah yang menghidupkan dan mematikan, Engkau pulalah yang membangkitkan kembali, seperti sekarang ini". 
Ayat yang lain yang searti dengan ayat ini, ialah firman Allah SWT: 

ولو ترى إذ وقفوا على النار فقالوا ياليتنا نرد ولا نكذب بآيات ربنا ونكون من المؤمنين 
Artinya: 
Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman". (tentu lah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). (Q.S. Al An'am: 27)

Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi) nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) daripada-Ku: `Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.(QS. 32:13)
As Sajdah 13 
وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (13) 
Allah SWT menerangkan: "Jikalau Dia menghendaki semua manusia mendapat ilham, dan hidayat untuk beriman dan beramal saleh, tentu hal itu tidak sukar bagi-Nya. Akan tetapi hal itu tidak sesuai dengan Sunatullah yang dahulu berlaku di alam ini. Aturan dan hukum Tuhan yang berlaku di alam ini adalah aturan dan hukum yang paling sempurna. Menurut aturan dan hukum itu ialah menempatkan segala sesuatu di tempatnya, seperti menempatkan mata, telinga, hati, tangan, kaki dan sebagainya berada di tempat yang layak dan wajar, sesuai dengan keagungan dan fungsinya. 
Di antara Sunatullah itu ialah Dia akan mengisi neraka Jahannam dengan jin dan manusia yang layak bertempat tinggal di sana dan layak menjadi penghuninya, sebagaimana Dia akan memenuhi surga dengan orang-orang yang layak pula bertempat tinggal di sana. 
Jika manusia memperhatikan Sunatullah yang berlaku di alam ini, akan nampak suatu keserasian dan kerapihan di dalamnya. Ikan yang hidup di dalam air, ia mempunyai sirip, insang dan berdarah dingin. Demikian pula lalat, ular, burung dan sebagainya. Jika dipalingkan pula mata ke cakrawala luas, maka di dalamnya terdapat pula Sunatullah yang sangat rapi pula, sehingga planet-planet itu tidak berbenturan antara yang satu dengan yang lain. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah As Sajdah 13 
وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (13) 
(Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk baginya) sehingga ia memperoleh petunjuk untuk beriman dan mengerjakan ketaatan atas kemauan sendiri (akan tetapi telah tetaplah perkataan daripada-Ku) yaitu, ("Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahanam itu dengan jin) maksudnya bangsa jin (dan manusia semuanya) malaikat penjaga neraka mengatakan kepada mereka jika mereka dimasukkan ke dalamnya.

Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (Hari Kiamat); sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan`.(QS. 32:14)
Surah As Sajdah 14 
فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (14) 
Oleh karena oran-orang musyrik mendustakan hari itu, memandangnya sebagai suatu yang mustahil terjadi, dan karena mereka yakin bahwa mereka tidak akan bertemu dengan Tuhan pada hari Kiamat, mereka merasakan azab yang ditimpakan itu. Pada waktu pintu tobat telah tertutup, Allah SWT menyatakan, bahwa Dia tidak akan memperhatikan lagi permintaan mereka. Pada akhir ayat ini Allah SWT menyebutkan bentuk azab yang ditimpakan kepada orang-orang kafir itu, yaitu azab yang kekal di dalam neraka, karena tindakan dan perbuatan mereka itu.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.(QS. 32:15)
Surah As Sajdah 15 
إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ (15) 
Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Alquran dan mengakui bahwa Muhammad itu adalah Rasul Allah adalah orang-orang yang apabila diperingatkan kepada mereka ayat-ayat itu dan dibacakan sebagian ayat-ayat itu di hadapan mereka, mereka lalu bersujud kepada Allah, bertasbih memuji-Nya seperti mengucapkan kalimat "Subhanallahi wa bihamdihi, subanalldhil azim". 
Melakukan yang demikian itu adalah sebagian tanda ketaatan dan ketundukan mereka, dan sebagai tanda bahwa mereka benar-benar menghayati ajaran dan petunjuk ayat-ayat yang dibacakan kepada mereka. Tidak sedikitpun terdapat sikap angkuh dan sombong dalam menghambakan diri kepada Allah dan mereka senang dan khusyuk dalam beribadat itu.

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.(QS. 32:16)
As Sajdah 16 
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (16) 
Pada ayat ini Allah menerangkan tanda-tanda lain lagi bagi orang-orang yang beriman, yaitu mereka mengurangi tidur, mereka sering bangun di pertengahan malam melakukan salat malam, berdoa kepada Allah SWT mengharapkan agar dihindarkan dari siksaan-Nya dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang telah mereka peroleh dari Allah. 
Banyak ayat-ayat Alquran dan hadis-hadis Nabi saw yang menerangkan keutamaan dan manfaat salat malam itu, terutama untuk beribadat kepada Allah untuk menambah kekuatan iman di dalam dada. 
Salat tahajud dapat mengangkat manusia ke tempat yang terpuji, sebagaimana 
Allah SWT berfirman: 

ومن الليل فتهجد به نافلة لك عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا 
Artinya: 
Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (Q.S. Al Isra': 79) 
Pada ayat yang lain Allah SWT menerangkan bahwa salat dan membaca Alquran di malam hari itu dapat menguatkan jiwa sehingga jiwa itu akan dapat menerima sesuatu yang lebih berat dan besar dari-Nya. Allah SWT berfirman: 

ياأيها المزمل قم الليل إلا قليلا نصفه أو انقص منه قليلا أو زد عليه ورتل القرءان ترتيلا إنا سنلقي عليك قولا ثقيلا إن ناشئة الليل هي أشد وطئا وأقوم قيلا 
Artinya: 
Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah untuk salat di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dan seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat, sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (Q.S. Al Muzammil: 1-6) 
Diriwayatkan oleh lbnu Jarir Al Hakim dan Ibnu Mardawaihi bahwa Mu'az bin Jabal bertanya kepada Rasulullah saw: 

يا نبي الله أخبرني عما يدخلني الجنة ويباعدني عن النار. قال: لقد سألت عن عظيم وإنه يسير على من يسره الله تعالى عليه. تعبد الله ولا تشرك به شيئا وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت. ثم قال: ألا أدلك على أبواب الخير, الصوم جنة, والصدقة تطفئ الخطيئة, وصلاة الرجل في جوف الليل; ثم قال: تتجافى .. إلى آخرها. 
Artinya: 
Ya Nabi Allah, beritahukanlah kepadaku perbuatan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari api neraka. Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya engkau benar-benar telah menanyakan sesuatu yang besar, sesungguhnya perbuatan itu mudah dilakukan oleh orang yang dimudahkan Allah baginya: "Engkau menyembah Allah, tidak memperserikatkan-Nya dengan sesuatupun, mendirikan salat, menunaikan zakat, puasa pada bulan Ramadhan, berhaji ke Baitullah", kemudian Rasulullah meneruskan sabdanya: "Maukah engkau aku tunjukkan kepadamu pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai, sedekah menghapuskan kesalahan, dan salat pada pertengahan malam, kemudian beliau membaca: "Tatajafa... sampai akhir". (H.R. Ibnu Jarir, Hakim dan Ibnu Mardawaih) 
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu `Abbas berkata: maksud "lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka" ialah beribadat kepada Allah adakalanya bangun dengan mengingat Allah, adakalanya salat, berdiri, duduk atau tidur, mereka selalu mengingat Allah.

Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.(QS. 32:17)
As Sajdah 17 
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (17) 
Ayat ini menerangkan bahwa seseorang tidak dapat mengetahui betapa besar kebahagiaan dan kesenangan yang akan diberikan Allah kepadanya di akhirat nanti, dan betapa enaknya dan nyamannya tinggal di dalam surga itu, sebagai balasan perbuatan baik yang telah dikerjakan selama hidup di dunia. 
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dan imam-imam hadis yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:

يقول الله تعالى: أعددت لعبادي الصالحين ما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر إلا ما أطلعتكم عليه; اقرءوا إن شئتم: فلا تعلم نفس ما أخفي لهم من قرة أعين. 
Artinya: 
Allah SWT berfirman: "Aku telah menyediakan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh apa yang belum pernah mala melihatnya, belum pernah telinga mendengarnya dan belum pernah tergores di dalam hati manusia. kecuali apa yang telah Aku kemukakan kepadamu. Bacalah. jika kamu menghendakinya "Fala ta'lamu nafs.. sampai akhir". 
Diriwayatkan oleh Firyabi, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Jarir, At Tabrani, Al Hakim dan dinyatakan sebagai hadis sahih dari Ibnu Masud ia berkata: "Sesungguhnya termaktub dalam Taurat bahwa Allah menjanjikan kepada orang-orang yang jauh lambung mereka dari tempat tidurnya, apa yang belum dilihat mata, belum didengar telinga, belum tergores dalam hati manusia malaikat yang dekat kepada Tuhan tidak mengetahuinya demikian pula para Rasul yang diutusnya, sesungguhnya itu terdapat pula di dalam Alquran, sebagai yang tersebut dalam ayat ini.

Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.(QS. 32:18)
Surah As Sajdah 18 
أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا لَا يَسْتَوُونَ (18) 
Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah SWT, setelah menerangkan sifat-sifat orang kafir dan sifat-sifat orang-orang mukmin, menyuruh membandingkan kedua sifat itu, apakah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, tidak percaya kepada janji dan ancaman-Nya, mengingkari perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya itu sama dengan orang-orang yang mengikuti ayat-ayat Allah, mengakui kebenaran janji dan ancaman-Nya mengikuti perintah-perintahnya dan menghentikan larangan-larangannya? Allah SWT menegaskan bahwa kedua mereka itu sama sekali tidak sama, amat besar perbedaannya di sisi Allah, orang yang tidak berpengetahuan dan tidak mempunyai pandangan yang tajam saja, dapat membedakan kedua macam golongan itu. Firman Allah yang lain yang sama isinya dengan ayat ini, ialah: 

أم حسب الذين اجترحوا السيئات أن نجعلهم كالذين آمنوا وعملوا الصالحات سواء محياهم ومماتهم ساء ما يحكمون 
Artinya: 
Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu. (Q.S. Al Jasiyah: 21) 
Dan firman Allah SWT: 

أم نجعل الذين آمنوا وعملوا الصالحات كالمفسدين في الأرض أم نجعل المتقين كالفجار 
Artinya: 
Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat? (Q.S. Sad: 28)

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka syurga-syurga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.(QS. 32:19)
Surah As Sajdah 19 
أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَى نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (19) 
Pada ayat ini dijelaskan perbedaan kedua gologan itu dan perbedaan keadaan mereka di akhirat nanti. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mengerjakan amal saleh, mereka akan diberi ganjaran pahala yang berlipat ganda di akhirat nanti. Mereka akan tinggal di rumah-rumah yang baik dengan taman-taman yang indah, sebagai balasan keimanan dan amal saleh mereka yang mereka perbuat selama hidup di dunia. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah As Sajdah 19 
أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَى نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (19) 
(Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga tempat kediaman) arti kata nuzulan asalnya adalah tempat yang disediakan untuk para tamu (sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.)

Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: `Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya`.(QS. 32:20)
As Sajdah 20 
وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ (20) 
Adapun orang-orang yang kafir, mengingkari Allah dan Rasul-Nya mengerjakan perbuatan-perbuatan jahat mereka akan dibalasi dengan siksa neraka di akhirat nanti, setiap mereka mendekati pintu neraka itu hendak keluar, mereka dikembalikan ke dalamnya lagi. 
Ada riwayat yang mengatakan, jika neraka itu diibaratkan dengan kawah atau kepundan gunung berapi, maka orang-orang kafir berada di dasar kawah gunung berapi itu. Nyala. api dari kawah itu sedemikian berbahaya dan setiap saat menyemburkan bunga api keluar. Dalam gambaran itu terbawa pula orang-orang katir yang sedang di azab, mereka terlempar ke mulut kawah itu, kemudian, mereka dibenamkan lagi ke dasarnya, sehingga mereka tidak mempunyai kesempatan sedikitpun untuk ke luar dari neraka itu. 
Di saat mereka dibenamkan kembali ke dalam neraka itu, dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulu kamu tidak mempercayainya sedikitpun sewaktu hidup di dunia.

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH  as-Sajdah >>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar