Senin, 01 Juli 2013

Surat AR-RUM 51 - 60

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AR-RUM>>
Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan) lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar.(QS. 30:51)
Surah Ar Ruum 51 
وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّا لَظَلُّوا مِنْ بَعْدِهِ يَكْفُرُونَ (51) 
Ayat ini menerangkan sifat-sifat orang kafir, jika memperoleh kebaikan mereka bergembira, tetapi jika mereka ditimpa bahaya atau cobaan, mereka putus asa, dan putuslah harapan mereka untuk memperoleh kebaikan. Allah SWT menerangkan: "Jika Kami kirim ke kebun orang-orang kafir yang sedang menghijau itu angin panas dan angin yang sangat dingin, yang menyebabkan tumbuh-tumbuhan yang sedang menghijau itu berubah menjadi kering dan kekuning-kuningan, maka mereka berputus asa dan kembali mengingkari nikmat Allah yang pernah diberikan kepada mereka. 
Seakan-akan dengan ayat ini Allah SWT mencela sikap orang kafir pada umumnya, jika ada di antara kaum Muslimin yang bersikap demikian, hendaklah segera menolaknya. Sikap yang benar ialah selalu bersabar atas segala macam cobaan yang diberikan Allah. Cobaan itu ada yang merupakan kesenangan dan ada pula yang berupa kesengsaraan. Cobaan itu sengaja diberikan Allah kepada manusia untuk menguji siapa di antara mereka yang kuat imannya dan siapa pula yang lemah imannya. Allah SWT berfirman: 
كل نفس ذائقة الموت ونبلوكم بالشر والخير فتنة وإلينا ترجعون 
Artinya: 
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu di kembalikan. (Q.S. Al anbiya: 35) 
Allah SWT mengajarkan kepada kaum Muslimin ucapan yang diucapkan seseorang di kala menerima cobaan. Dia berfirman: 

الذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله وإنا إليه راجعون 
Artinya: 
(yaitu) orang-orang yang ditimpa musibah, mereka mengucapkan "Inna Lillahi wa inna ilaihi Raji'un". (Q.S. Al Baqarah: 156)

Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang.(QS. 30:52)
Surah Ar Ruum 52 
فَإِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَى وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ (52) 
Ayat ini menerangkan sikap orang-orang kafir dalam menerima seruan atau ayat-ayat Allah yang disampaikan kepada mereka. Allah SWT menyampaikan kepada Rasulullah saw: "Wahai Rasul, janganlah engkau bersedih hati atas sikap orang-orang kafir itu. Sesungguhnya engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang kafir itu beriman, karena Allah SWT telah mengunci mati pendengaran mereka, sehingga mereka tidak dapat mendengar ayat-ayat Allah yang dibacakan kepada mereka, sebagaimana kamu tidak akan sanggup memberi pengertian kepada orang-orang yang telah mati yang telah dimatikan pula hati dan pendengaran mereka.

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).(QS. 30:53)
 Surah Ar Ruum 53 
وَمَا أَنْتَ بِهَادِي الْعُمْيِ عَنْ ضَلَالَتِهِمْ إِنْ تُسْمِعُ إِلَّا مَنْ يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ مُسْلِمُونَ (53) 
Pada ayat ini Allah SWT menegaskan kepada Nabi-Nya bahwa ia tidak akan sanggup memberi taufik kepada orang-orang yang disesatkan-Nya, karena memberi taufik dan menjadikan sesat itu adalah Dia yang menentukan bukan Rasul, dengan menyatakan: "Wahai Rasul, kamu sekali-kali tidak akan sanggup memberi taufik kepada orang-orang yang disesatkan Allah, sehingga ia tidak sesat lagi. Memberi taufik dan menyesatkan itu berada di tangan-Nya. Dia memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan siapa yang disesatkan-Nya, tidak seorangpun yang sanggup melakukannya selain Dia. 
Selanjutnya Allah SWT menerangkan bahwa tidak ada seorangpun yang mau mendengar dan memahami ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang beriman kepada-Nya dan orang-orang yang di dalam hatinya tidak ada penyakit. Jika orang-orang mukmin itu mendengarkan ayat-ayat, Allah, mereka mendengarkannya dengan baik, berusaha memahami maksud dan maknanya, mengamalkan semua yang diperintahkan Allah dalam ayat-ayat itu dan menghentikan semua yang dilarang-Nya. Mereka tunduk dan berserah diri kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya saja.

Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat; kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.(QS. 30:54)
Surah Ar Ruum 54 
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ (54) 
Ayat ini ditujukan kepada orang-orang musyrik yang mengingkari adanya hari berbangkit. dengan mengatakan "Kamu hai orang-orang musyrik diciptakan dalam keadaan lemah; kamu berasal dari air mani, kemudian menetap dalam rahim ibumu, kemudian lahir ke dunia. Pada saat-saat yang demikian kamu dalam keadaan lemah, tidak berdaya, dan memerlukan bantuan dan pertolongan orang lain, terutama ibu dan bapakmu sendiri. Dia menjadikan bagi kamu telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, hati untuk merasakan sesuatu dan sebagainya, sehingga kamu menjadi dewasa dan kuat. Dalam keadaan dirimu merasa kuat dan berkuasa kamu perserikatkan Dia dengan sesuatu yang lain, sampai pada waktu yang ditentukan. Kemudian kamu menjadi lemah kembali, setelah mencapai umur lanjut dalam keadaan tua bangka, tidak berdaya. Jika kamu mau memperhatikan yang demikian itu, yaitu pada permulaannya kamu lemah, kemudian menjadi kuat, kemudian menjadi lemah kembali, tentulah kamu akan sampai kepada kesimpulan bahwa Dia yang kuasa dan menentukan proses kejadianmu itu, kuasa pula membangkitkan kamu kembali pada hari kiamat. Dialah yang menciptakan segala sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, Dialah yang berkuasa mengatur dan mengurus hamba-hamba Nya dan Dia pulalah yang berkuasa mematikan, menghidupkan dan menentukan segala sesuatu.

Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; `mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)`. Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran).(QS. 30:55)
Surah Ar Ruum 55 
وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍ كَذَلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَ (55) 
Ayat-ayat ini menerangkan sikap orang kafir ketika datang hari berbangkit dan semua makhluk dibangkitkan kembali dari kuburnya. Orang-orang kafir yang berdosa itu menyatakan dengan sumpahnya bahwa mereka hanya berada dalam kubur dalam waktu yang sangat singkat sekali. 
Pada ayat yang lain diterangkan pula sikap mereka itu, Allah SWT berfirman: 

ويوم يحشرهم كأن لم يلبثوا إلا ساعة من النهار يتعارفون بينهم قد خسر الذين كذبوا بلقاء الله وما كانوا مهتدين 
Artinya: 
Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka. (Mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk. (Q.S. Yunus: 45) 
Demikianlah sikap dan keadaan orang-orang kafir itu. Mereka selalu mencemoohkan, baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan mereka. Pada saat mereka akan menerima azab dari Allah, mereka masih berdusta, mereka mengatakan: "Hanya sebentar saja dalam kubur, padahal mereka telah lama di dalamnya, sejak mereka mati sampai mereka dibangkitkan. Demikian pula sewaktu hidup di dunia, mereka telah menerima perintah dan larangan Allah, tetapi mereka tidak mau melaksanakan atau menghentikannya, sebab mereka melakukan yang demikian itu adalah karena mereka telah terpesona oleh harta benda kehidupan dunia, mereka telah kena tipu daya setan dan memperturutkan hawa nafsunya.

Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): `Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini (nya).`(QS. 30:56)
  • Surah Ar Ruum 56 
    وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ فَهَذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (56) 
    Orang-orang yang diberi pengetahuan Al Kitab dan orang-orang yang beriman kepada Allah berkata kepada orang-orang kafir itu, sebagai bantahan terhadap permintaan mereka yang disertai dengan sumpah itu: "Hai orang-orang kafir, bukan kah kamu cukup lama hidup di dalam kubur, sesuai dengan ketetapan Allah, sampai kamu dibangkitkan dari kuburmu hari ini? lnilah hari berbangkit yang pernah kamu dustakan itu, yang pernah kamu ingkari terjadinya sewaktu hidup di dunia dahulu. karena itu kamu tidak pernah mempersiapkan diri untuk menghadapinya, kamu lalai dari padanya, seakan-akan hidup di dunia itulah hidup yang sebenarnya.
Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.(QS. 30:57)
Surah Ar Ruum 57 
فَيَوْمَئِذٍ لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ (57) 
Setelah diterangkan bahwa hidup di dunia adalah untuk mempersiapkan diri untuk hidup di akhirat nanti, dan di akhirat seseorang akan memperoleh balasan yang adil dari segala perbuatannya, maka Allah menerangkan bahwa pada hari kiamat itu tidak berguna lagi permintaan untuk melakukan sesuatu perintah atau menghentikan sesuatu larangan dan pada hari itu pintu tobat telah tertutup.

Dan sesungguhnya telah Kami buat dalam Al quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: `Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka`.(QS. 30:58)
Surah Ar Ruum 58 
وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ وَلَئِنْ جِئْتَهُمْ بِآيَةٍ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا مُبْطِلُونَ (58) 
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia telah membuat pelbagai macam perumpamaan dalam Alquran, berupa keterangan tentang Alquran, berupa keterangan tentang kebenaran, bukti-bukti keesaan dan kekuasaan-Nya, bukti-bukti keluasan nikmat dan karunia-Nya, bukti-bukti adanya hari berbangkit, bukti-bukti kebenaran para Rasul. Penjelasan dan perumpamaan itu dikemukakan untuk direnungkan dan dipikirkan, kemudian diikuti dan diamalkan. Tetapi kebanyakan manusia mengingkarinya. 
Kemudian dijelaskan sifat orang kafir terhadap perumpamaan-perumpamaan itu, bahwa mereka tetap tidak beriman bahkan mereka mengatakan Alquran itu sihir yang diada-adakan dan dongeng-dongengan purbakala. 
Pada ayat-ayat lain dijelaskan sikap orang-orang kafir itu terhadap ayat-ayat Allah. Allah SWT berfirman: 

إن الذين حقت عليهم كلمة ربك لا يؤمنون ولو جاءتهم كل آية حتى يروا العذاب الأليم 
Artinya: 
Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (Q.S. Yunus: 96-97)

Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.(QS. 30:59)
Surah Ar Ruum 59 
كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ (59) 
Demikianlah Allah SWT mengunci mati hati dan pikiran orang-orang yang tidak mau memperhatikan perumpamaan-perumpamaan, mereka tidak memahami ayat-ayat yang dibacakan kepada mereka, mereka bergelimang dalam kesesatan mereka.

Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.(QS. 30:60)
Surah Ar Ruum 60 
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ (60) 
Surat Ar Rum ini ditutup dengan perintah Allah SWT agar para Rasul dan orang-orang yang beriman hendaknya tetap tabah dan saber menghadapi segala macam sikap dan tindakan orang-orang kafir, dan tetap menyampaikan agama Allah kepada manusia. Allah pasti menepati janji-Nya, yaitu akan menolong para Rasul dan orang-orang yang beriman besertanya. Janganlah sekali-kali menggelisahkan kamu sekalian sikap dan tindak tanduk orang-orang kafir itu.

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH AR-RUM>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar