Minggu, 14 Juli 2013

Surah Saba' 41-54

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH  Saba'>>

41 Malaikat-malaikat itu menjawab: `Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu`.(QS. 34:41) 

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 41
قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ (41)
Malaikat menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan Maha Suci Engkau Ya Tuhan kami, Engkaulah pelindung kami dari tuduhan-tuduhan orang-orang ini. Kami sekali-kali tidak pernah memerintahkan hal itu. Kami berlepas diri dari mereka, merekalah yang telah sesat menyembah selain Engkau, bahkan kebanyakan mereka menyembah jin-jin dan beriman kepada mereka. Ini bukanlah karena perintah kami tetapi merekalah yang mau saja diperdayakan oleh setan. Hal semacam ini terdapat pula pada ayat lain yaitu mengenai pertanyaan yang dikemukakan Allah kepada Nabi Isa a.s. karena sebagian kaumnya telah menyembahnya dan menyembah ibunya dan menganggap mereka sebagai Tuhan. Allah berfirman:

وإذ قال الله ياعيسى ابن مريم ءأنت قلت للناس اتخذوني وأمي إلهين من دون الله قال سبحانك ما يكون لي أن أقول ما ليس لي بحق إن كنت قلته فقد علمته تعلم ما في نفسي ولا أعلم ما في نفسك إنك أنت علام الغيوب ما قلت لهم إلا ما أمرتني به أن اعبدوا الله ربي وربكم وكنت عليهم شهيدا ما دمت فيهم فلما توفيتني كنت أنت الرقيب عليهم وأنت على كل شيء شهيد
Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman : "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidakkah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib". Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya, yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah engkau wafatkan (angkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu". (Q.S. Al Maidah: 116-117)
Di kala itu para penyembah selain Allah itu tidak dapat berkutik lagi karena telah jelas dan nyata bahwa merekalah yang mengada-adakan sembahan-sembahan kepada selain Allah, merekalah yang bersalah karena mau saja menerima bujukan setan tanpa mempertimbangkan dengan akal mereka yang sehat apakah perbuatan itu wajar dilakukan atau perbuatan itu bertentangan dengan pikiran yang sehat. Kala itu Allah memberikan keputusan-Nya bahwa mereka telah jatuh ke jurang kesesatan dan tak ada lagi yang membela mereka dan ditetapkanlah bahwa mereka harus menerima balasan keingkaran dan kedurhakaan mereka terhadap Allah.

42 Maka pada hari ini sebahagian kamu tidak berkuasa (untuk memberikan) kemanfaatan dan tidak pula kemudharatan kepada sebahagian yang lain. Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim: `Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu`.(QS. 34:42) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 42
فَالْيَوْمَ لَا يَمْلِكُ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا وَنَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّتِي كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ (42)
Maka pada hari itu tidak ada orang-orang yang dapat menolong mereka agar terlepas dari siksa yang telah disediakan Allah bagi mereka, baik sembahan-sembahan mereka maupun usaha mereka untuk bertobat kepada Allah karena pada waktu itu pintu tobat telah tertutup mati. Kemudian mereka digiring ke neraka dan dilemparkan ke dalamnya, serta dikatakan kepada mereka ucapan-ucapan kasar dan menghina. Dikatakanlah kepada mereka, rasakanlah sekarang siksaan pedih yang dahulu waktu di dunia kamu selalu mendustakannya dan memperolok-olok Rasul yang memberi peringatan kepadamu tentang akan datangnya hari berbangkit di mana semua amal perbuatanmu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Yang Maha Bijaksana. Di kala mereka bangkit dan menggigit jari karena menyesal kenapa mereka dahulu tidak menggubris ajakan Rasul Allah bahkan menentang, mencemoohkan dan menyakiti serta menganiaya mereka. Tetapi tak ada gunanya lagi sesalan itu karena nasi sudah menjadi bubur dan harapan akan terlepas dari siksa sudah sirna dan lenyap sama sekali.


43 Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata: `Orang ini tiada lain hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalangi kamu dari apa yang disembah oleh bapak-bapakmu`, dan mereka berkata: ` (Al quran) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja`. Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka: `Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata`.(QS. 34:43) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 43
وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالُوا مَا هَذَا إِلَّا رَجُلٌ يُرِيدُ أَنْ يَصُدَّكُمْ عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُكُمْ وَقَالُوا مَا هَذَا إِلَّا إِفْكٌ مُفْتَرًى وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ (43)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apabila kepada orang-orang kafir dan orang-orang musyrik itu dibacakan ayat-ayat Alquran yang menunjukkan bukti-bukti keesaan Allah SWT dan kebatilan syirik, mempersekutukan Allah SWT, mereka itu berkata: "Sebenarnya maksud Muhammad membacakan Alquran itu tidak lain hanyalah untuk mengalihkan kita semua dari agama yang benar, agama nenek moyang kita, menjadi pengikutnya tanpa alasan, dan keterangan yang menunjukkan kebenaran seruannya. Mereka dengan tandas mengatakan bahwa Alquran yang dibacakan Muhammad itu wahyu dari Tuhannya adalah kebohongan yang diada-adakan. Alquran dikatakan dari Tuhan hanyalah untuk memperlancar seruannya dan untuk menarik hati orang banyak. Kemudian setelah melihat kenyataan bahwa Alquran itu benar-benar mempengaruhi orang-orang Quraisy barulah mereka meningkatkan permusuhannya dan menuduh bahwa Alquran adalah sihir yang nyata, yang tidak diragukan lagi. Telah menjadi tabiat mereka, apabila mereka melihat sesuatu yang menunjukkan kebesaran Allah SWT berupa mukjizat atau lainnya, mereka meremehkannya dan menuduh bahwa itu adalah sihir sebagaimana firman Allah SWT:

وإذا رأوا ءاية يستسخرون وقالوا إن هذا إلا سحر مبين
Artinya:
Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah mereka sangat menghinakan Dan mereka berkata: "Ini tiada lain, hanyalah sihir yang nyata. (Q.S. As Saffat: 14-15)
Dan firman-Nya:

وإن يروا آية يعرضوا ويقولوا سحر مستمر
Artinya:
Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat) mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus. (Q.S. Al Qamar: 2)

44 Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun.(QS. 34:44) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 44
وَمَا آتَيْنَاهُمْ مِنْ كُتُبٍ يَدْرُسُونَهَا وَمَا أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِنْ نَذِيرٍ (44)
Pada ayat ini Allah SWT membantah tuduhan mereka dan menyatakan kebatilan pengakuan mereka bahwa agama nenek moyang mereka itulah agama yang benar. Sebaliknya Allah SWT menyatakan bahwa agama yang benar ialah agama yang berdasarkan wahyu dari Allah dan Kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya untuk disampaikan kepada manusia, yang di dalamnya diterangkan syariat dan hal-hal yang membawa mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, sebagaimana agama yang dibawa oleh junjungan kita Nabi besar Muhammad saw yaitu agama Islam. Apa alasan mereka menetapkan bahwa agama syirik yang mengingkari keesaan Allah SWT, itulah agama yang benar, padahal belum pernah didatangkan kepada mereka kitab sebelum Alquran dan belum pernah diutus kepada mereka seorang Rasul sebelum Nabi Muhammad saw.
Sejalan dengan ayat ini, firman Allah SWT:

أم أنزلنا عليهم سلطانا فهو يتكلم بما كانوا به يشركون
Artinya:
Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran) apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan? (Q.S. Ar Rum: 35)
Dan firman-Nya:

أم ءاتيناهم كتابا من قبله فهم به مستمسكون
Artinya:
Atau adakah Kami memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelum Alquran lalu mereka berpegang dengan kitab itu? (Q.S. Az Zukhruf: 21)

45 Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang-orang kafir Mekah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaan-Ku.(QS. 34:45) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 45
وَكَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَمَا بَلَغُوا مِعْشَارَ مَا آتَيْنَاهُمْ فَكَذَّبُوا رُسُلِي فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ (45)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa umat sebelum mereka, seperti kaum Nabi Nuh, kaum `Ad, kaum Samud dan lainnya adalah umat yang mempunyai kekuatan yang hebat, keberanian yang menonjol, ilmu pengetahuan yang luas, kekayaan harta benda yang berlimpah ruah, yang kalau dibandingkan dengan apa yang dimiliki orang-orang kafir dan musyrikin Mekah, sangatlah besar perbedaannya. Apa yang dimiliki mereka belum mencapai sepersepuluh dari apa yang telah dicapai umat sebelum mereka. Tetapi karena umat terdahulu itu selalu membangkang dan mendustakan Rasul-rasul Allah yang diutus kepada mereka, maka Allah SWT menyiksa dan menghancurkan mereka sehancur-hancurnya. Kekuatan, keberanian, ilmu pengetahuan serta kekayaan yang dimiliki umat yang terdahulu itu tidak sanggup menolongnya, dan tidak mampu mengelakkan azab dan siksaan yang ditimpakan Allah kepada mereka. Bekas-bekas kehancuran umat terdahulu itu dengan mudah mereka saksikan di mana saja dan kapan saja, di waktu mereka bepergian atau singgah di suatu negeri di waktu pagi atau di malam hari, sebagaimana dijelaskan di dalam firman Allah:

وإنكم لتمرون عليهم مصبحين وبالليل أفلا تعقلون
Artinya:
Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi dan di waktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkan? (Q.S. As Saffat: 137-138)
Allah SWT mengisahkan keadaan umat terdahulu itu agar menjadi pelajaran bagi mereka, karena kalau tidak, maka mereka itu akan ditimpa kebinasaan sebagaimana halnya umat sebelum mereka.

46 Katakanlah: `Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila pada sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.(QS. 34:46) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 46
قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَى وَفُرَادَى ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا مَا بِصَاحِبِكُمْ مِنْ جِنَّةٍ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ (46)
Pada ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada Muhammad supaya memperingatkan dan menasihati kaumnya agar jangan cepat-cepat mendustakan kerasulan dan Alquran yang dibawanya. Sebaiknya mereka itu mempergunakan waktunya untuk menghadap Allah dengan ikhlas, memikirkan dan merenungkan dengan sungguh-sungguh apa yang telah dibawa Muhammad baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, semoga dengan demikian mereka dapat mencapai kebenaran yang sebenarnya, menemukan jalan yang lurus yang diridai oleh Allah SWT, menginsafi kebenaran yang dibawanya membuka selubung yang menutup mata mereka sehingga dengan rela dan penuh keikhlasan mengakui kebenaran apa yang dibawa oleh Rasulullah saw itu. Mereka dianjurkan berpikir dan merenung di dalam suasana tenang cukup hanya seorang, atau secara berduaan atau secara berkelompok, karena biasanya kalau banyak orang berkumpul beramai-ramai, pikiran sering terganggu, sehingga apa yang dipikirkan dan direnungkan itu tidak tentu arah tujuannya, tak dapat mengenai sasaran dan sampai kepada apa yang dicita-citakan. Allah SWT menegaskan juga di dalam ayat ini bahwa Muhammad teman mereka itu bukanlah seorang yang gila tidak ada sedikitpun penyakit gila padanya dan dia bukan pula seorang pembohong, tetapi Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang pemberi peringatan agar mereka itu tidak ditimpa azab yang keras akibat keingkaran dan kedurhakaan mereka terhadap perintah-perintah Allah SWT. Hal ini ditegaskan juga dalam suatu hadis sabda Rasulullah saw:

نذير لكم بين يدي عذاب شديد
Artinya:
Sesungguhnya saya ini pemberi peringatan bagi engkau sekalian sebelum (menghadapi) azab yang keras. (H.R. Bukhari dari Ibnu Abbas)


47 Katakanlah:` Upah apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu `.(QS. 34:47)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 47
قُلْ مَا سَأَلْتُكُمْ مِنْ أَجْرٍ فَهُوَ لَكُمْ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (47)
Selanjutnya Allah SWT memerintahkan Muhammad supaya menegaskan kepada umatnya bahwa ia di dalam melaksanakan tugasnya dari Allah SWT, menasihati dan menyuruh mereka beribadah kepada Allah SWT sedikit pun tidak mengharapkan imbalan dan upah dari mereka.
Upahnya di dalam melaksanakan semuanya itu berupa pahala dari Allah SWT. Kalaupun Muhammad meminta sesuatu kepada mereka sebagai upah dari kegiatan dan susah payahnya itu, maka yang diminta itu tidak lain agar mereka itu beriman kepada Allah SWT dan iman itu adalah untuk kebaikan mereka sendiri. Muhammad itu di dalam melaksanakan tugasnya, sama sekali tidak mengharapkan keuntungan duniawi, Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu, mengelabui kebenaran dan keikhlasan Muhammad di dalam melaksanakan tugasnya sebagai Rasul Allah SWT.

48 Katakanlah:` Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang ghaib `.(QS. 34:48)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 48
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَّامُ الْغُيُوبِ (48)
Pada ayat ini Allah SWT memerintahkan Muhammad supaya ia mengatakan kepada orang-orang yang mengingkari keesaan Allah SWT dan tidak mempercayai Rasul-rasul dan hari berbangkit bahwa sesungguhnya Allah SWT mewahyukan kebenaran dan menempatkannya ke dalam hati sanubari orang-orang yang dipilihnya. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib, mengetahui orang-orang yang pantas dipilih menjadi Rasul yang melaksanakan tugas dan kewajiban yang dibebankan kepada mereka, sebagaimana firman Allah SWT.

الله أعلم حيث يجعل رسالته
Artinya:
Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. (Q.S. Al An'am: 124)
Dan firman-Nya:

يلقي الروح من أمره على من يشاء من عباده
Artinya:
(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. (Q.S. Al Mu'min: 15)
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ayat 48 ini, bisa juga diartikan bahwa Allah SWT melemparkan dan menghilangkan kebatilan dengan datangnya wahyu yang mengandung kebenaran. Sejalan dengan penafsiran Ibnu Abbas ini, firman Allah SWT:

بل نقذف بالحق على الباطل فيدمغه
Artinya:
Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, lalu yang hak itu menghancurkannya, (Q.S. Al Anbiya: 18)

49 Katakanlah:` Kebenaran telah datang dan yang bathil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi `.(QS. 34:49)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 49
قُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ (49)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apabila kebenaran suduh datang, maka kebatilan akan hancur binasa dan tidak dapat berbuat sesuatu untuk melawan dan menghancurkan kebenaran itu. Demikianlah setelah Islam datang memancangkan benderanya, dan menyebarkan ajarannya, maka hancur binasalah penyembahan berhala itu.
Di dalam suatu hadis diceritakan bahwa:

أنه لما دخل رسول الله /50 المسجد الحرام يوم الفتح ووجد الأصنام منصوبة حول الكعبة جعل يطعن الصنم منها بسية قوسه ويقرأ: وقل جاء الحق وزهق الباطل إن الباطل كان زهوقا. ويقرأ الآية التالية: قل جاء الحق وما يبدئ الباطل وما يعيد.
Artinya:
Ketika Rasulullah saw memasuki Masjidilharam pada hari penaklukan Mekah dan menemukan banyak berhala terpancang di sekeliling Kakbah. ia lalu menusuk satu berhala di antara berhala-berhala itu dengan ujung panahnya dan membaca "yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap, sesungguhnya yang batil itu sesuatu yang pasti lenyap. dan seterusnya membaca ayat 49 ini. (H.R. Bukhari dan Muslim)
Kebatilan yang tidak bermanfaat itu seperti buih, tidak dapat bertahan dan akan lenyap apabila kebenaran yang bermanfaat itu datang menjelma dan kebenaran akan tetap dipertahankan.
Firman Allah SWT:

فأما الزبد فيذهب جفاء وأما ما ينفع الناس فيمكث في الأرض
Artinya:
Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. (Q.S. Ar Ra'd: 17)


50 Katakanlah:` Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat `.(QS. 34:50) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 50
قُلْ إِنْ ضَلَلْتُ فَإِنَّمَا أَضِلُّ عَلَى نَفْسِي وَإِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِي إِلَيَّ رَبِّي إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ (50)
Sekalipun Nabi Muhammad saw telah cukup memberikan kepada kaumnya petunjuk dan bimbingan, tetapi kaumnya tetap saja memperlihatkan keangkuhan dan kesombongan mereka, bahkan mereka menuduh Muhammad itu telah sesat. Untuk menghibur Nabi Muhammad saw maka ia diperintahkan Allah SWT supaya berterus terang kepada kaumnya, bahwa kalau ia sesat, sehingga menempuh jalan yang salah dan berbuat di luar kebenaran, maka akibat kesesatannya itu adalah tanggungannya sendiri, tetapi kalau perbuatannya itu untuk menegakkan kebenaran, maka itu adalah makna wahyu yang diturunkan Allah kepadanya dan karena hidayah Allah pula, maka ia tetap memperjuangkan yang hak, berjalan di atas rel kebenaran. Allah SWT Maha Mendengar apa yang dikatakannya dan apa yang dikatakan kaumnya, lalu memberi balasan kepada setiap orang dengan balasan yang setimpal. Allah Maha Dekat rahmat-Nya, memperkenankan doa orang-orang yang memohon kepada-Nya sebagaimana firman Allah SWT:

وإذا سألك عبادي عني فإني قريب أجيب دعوة الداع إذا دعان
Artinya:
Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada Ku. (Q.S. Al Baqarah: 186)
Sabda Nabi Besar Muhammad saw:

إنكم لا تدعون أصم ولا غائبا إنما تدعون سميعا قريبا مجيبا.
Artinya:
Sesungguhnya engkau sekalian tidak memohon kepada yang tuli dan tidak pula kepada yang gaib, tetapi engkau sekalian bermohon kepada Yang Maha Mendengar, Maha Dekat dan Maha Mengabulkan.
(H.R. Bukhari dan Muslim dari abu Musa al Asy'ari)

51 Dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat); maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka),(QS. 34:51)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 51
وَلَوْ تَرَى إِذْ فَزِعُوا فَلَا فَوْتَ وَأُخِذُوا مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ (51)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa andaikata Rasul itu menyaksikan orang-orang kafir, yang selalu mendustakannya terperanjat dan ketakutan pada waktu melihat azab yang keras akan ditimpakan kepada mereka. tentu dia itu akan melihat kejadian yang hebat sekali. Mereka tidak mungkin lari dun mengelak dari azab itu, karena memang tidak ada .kemungkinan untuk menjauhkan diri dari azab itu. Dalam keadaan terperanjat dan ketakutan, mereka diambil dan tempat yang dekat untuk dibawa ke api neraka yang menyala-nyala.


52 dan (di waktu itu) mereka berkata:` Kami beriman kepada Allah `, bagaimanakah mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh itu.(QS. 34:52)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 52
وَقَالُوا آمَنَّا بِهِ وَأَنَّى لَهُمُ التَّنَاوُشُ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ (52)
Pada waktu itulah mereka menyatakan bahwa mereka beriman kepada Allah SWT, kepada malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya. Iman mereka itu tidak mungkin lagi diterima dan ditampung karena telah jauh ketinggalan dan tempat di mana pengakuan beriman itu dapat diterima, yaitu di dunia. Di dunialah tempat setiap orang diberi kesempatan untuk beriman, sedang di akhirat bukanlah tempat untuk menerima pengakuan iman dan berani saleh. Sejalan dengan ayat ini, firman Allah SWT:

ولو ترى إذ المجرمون ناكسوا رءوسهم عند ربهم ربنا أبصرنا وسمعنا فارجعنا نعمل صالحا إنا موقنون
Artinya:
Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan Kami, kami telah melihat dan mendengar; maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin. (Q.S. As Sajdah: 12)

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Saba' 52
وَقَالُوا آمَنَّا بِهِ وَأَنَّى لَهُمُ التَّنَاوُشُ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ (52)
(Dan di waktu itu mereka berkata, "Kami beriman kepada-Nya) yakni kepada Nabi Muhammad, atau kepada Alquran (bagaimanakah mereka dapat mencapai) meraih keimanan; dapat dibaca Tanaawusy atau huruf Wau diganti menjadi Hamzah, sehingga bacaannya menjadi Tanaa-usy maksudnya amat mustahillah mereka dapat mencapai keimanan (dari tempat yang jauh itu") dari tempatnya yang sekarang, karena mereka sekarang berada di alam akhirat dan tempat keimanan itu ada di dunia.

53 Dan sesungguhnya mereka telah mengingkari Allah sebelum itu; dan mereka menduga-duga tentang yang ghaib dari tempat yang jauh.(QS. 34:53) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Saba' 53
وَقَدْ كَفَرُوا بِهِ مِنْ قَبْلُ وَيَقْذِفُونَ بِالْغَيْبِ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ (53)
(Dan sesungguhnya mereka telah mengingkari Allah sebelum itu) sewaktu mereka hidup di dunia (dan mereka menduga-duga) meramal-ramal (tentang yang gaib dari tempat yang jauh) yaitu terhadap hal-hal yang tidak dapat dijangkau oleh pengetahuan mereka, karena mereka sewaktu di dunia mengatakan terhadap Nabi, bahwa Dia adalah penyihir, tukang syair dan tukang ramal. Mereka mengatakan tentang Alquran, bahwa itu adalah sihir, syair, dan ramalan.


54 Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. Sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) dalam keraguan yang mendalam.(QS. 34:54) 

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 54
وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِمْ مِنْ قَبْلُ إِنَّهُمْ كَانُوا فِي شَكٍّ مُرِيبٍ (54)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa keinginan mereka beriman kepada Allah, dan kembali ke dunia untuk beramal saleh, tidak mungkin dituruti tidak ada gunanya lagi dan tidak ada jalan untuk dikabulkan, sebagaimana firman Allah SWT:

فلما رأوا بأسنا قالوا ءامنا بالله وحده وكفرنا بما كنا به مشركين فلم يك ينفعهم إيمانهم لما رأوا بأسنا
Artinya:
Maka tatkala mereka melihat azab kami mereka berkata: "Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah". Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka, tatkala mereka telah melihat siksaan Kami (Q.S. Al Mu'min: 84-85)
Tindakan yang demikian itu, telah dilakukan pula kepada umat-umat yang telah melakukan hal yang serupa, yaitu mendustakan Rasul-rasul yang diutus kepada mereka, dan baru menyatakan beriman setelah mereka itu melihat siksa yang akan ditimpakan kepada mereka. Dan mereka di waktu berada di dunia sangat ragu kepada apa yang disampaikan kepada mereka seperti hari berbangkit dan hari pembalasan yang menyebabkan mereka itu mengingkari segala apa yang dibawa oleh Rasul itu.


<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH   Saba' >>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar