Minggu, 14 Juli 2013

Surah Saba' 31-40

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH  Saba'>>

31 Dan orang-orang kafir berkata:` Kami sekali-kali tidak akan beriman kepada Al quran ini dan tidak (pula) kepada kitab yang sebelumnya `. Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang yang zalim itu dihadapkan Tuhannya, sebahagian dari mereka menghadapkan perkataan kepada sebagian yang lain; orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri:` Kalau tidaklah karena kamu tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman `.(QS. 34:31)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 31
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَنْ نُؤْمِنَ بِهَذَا الْقُرْآنِ وَلَا بِالَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ مَوْقُوفُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ يَرْجِعُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ الْقَوْلَ يَقُولُ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لَوْلَا أَنْتُمْ لَكُنَّا مُؤْمِنِينَ (31)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bagaimana mendalamnya keingkaran Orang-Orang musyrik terhadap agama yang dibawa oleh Muhammad saw dengan agama samawi lainnya yang dibawa oleh Rasul-rasul sebelumnya. Mereka mengatakan tekad mereka tidak akan beriman kepada Alquran dan kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada Rasul-rasul-Nya. Bagi orang-orang yang bertekad seperti ini tidak ada suatu dalil atau buktipun yang dapat mereka terima, walaupun dalil dan bukti itu kuat dan nyata dan dapat diterima oleh akal yang sehat atau pikiran yang jernih.
Hati mereka telah dipenuhi dengan fanatik yang keras sehingga semua yang bertentangan dengan paham mereka adalah salah dan sesat dan sama sekali tidak dapat diterima. Pernah kaum musyrikin Mekah bertanya kepada Ahli kitab tentang Muhammad bagaimana ciri-ciri dan sifat-sifatnya apakah ciri-ciri dan sifat-sifat itu ada tersebut dalam kitab mereka. Sebagian dari Ahli kitab menerangkan dan mengetahui bahwa ciri-ciri dan sifat-sifat Muhammad saw bagi orang yang hatinya bersih dan tidak dikotori oleh kesombongan dan fanatik buta hal ini akan menginsafkan mereka dan menjadikan mereka berpikir, bahwa mungkin Muhammad itu memang seorang Rasul utusan Tuhan. Tetapi bagi mereka jawaban itu menjadikan mereka marah dan menolak mentah-mentah keterangan para Ahli Kitab itu dan tidak mau membenarkan dan mempercayainya.
Memang batin mereka telah ditutup untuk menerima kebenaran sebagaimana tersebut dalam firman:
ختم الله على قلوبهم وعلى سمعهم وعلى أبصارهم غشاوة ولهم عذاب عظيم
Artinya:
Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (Q.S. Al Baqarah: 7)
Oleh karena tidak ada bukti dan keterangan yang dapat menginsafkan mereka dan yang patut dikemukakan kepada mereka ialah ancaman yang keras, maka pada ayat-ayat ini diceritakan bagaimana keadaan mereka dengan pemimpin-pemimpin mereka di akhirat nanti mereka berdiri di hadapan Allah sedang mereka di waktu itu telah melihat siksa yang diadakan Allah bagi mereka.
Di waktu itu sadarlah mereka bahwa mereka telah sesat dan mereka menoleh kepada pemimpin mereka serta mengatakan: "Kalau tidak karena tindakanmu terhadap kami di dunia tentulah kami tidak akan mengalami hal seperti ini", tentulah kami telah beriman kepada Muhammad saw. Dan tentulah kami termasuk hamba Allah yang diridai-Nya.

32 Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah:` Kamikah yang telah menghalangi kamu dari petunjuk sesudah petunjuk itu datang kepadamu? (Tidak), sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berdosa `.(QS. 34:32)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 32
قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا أَنَحْنُ صَدَدْنَاكُمْ عَنِ الْهُدَى بَعْدَ إِذْ جَاءَكُمْ بَلْ كُنْتُمْ مُجْرِمِينَ (32)
Ucapan dan tuduhan ini dijawab oleh para pemimpin yang telah menjerumuskan mereka karena hendak berlepas diri dari tanggung jawab. Apakah pernah kami menghalangi kamu mengikuti petunjuk? Kami tidak pernah memaksa kamu supaya mengikuti kemauan kami dan mengikuti jalan yang kami tempuh. Kami tidak pernah menghalangi kamu mengikuti ajaran yang dibawa oleh Rasul Allah. Hanya kamu sendirilah dengan kemauan kamu sendiri pula yang menolak ajaran itu, dan turut mendustakannya. Kalau kamu telah sesat disebabkan tindakan kamu janganlah kami dibawa-bawa untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu itu. Kamu sebenarnya termasuk orang-orang sesat. Kalau jawaban pemimpin diucapkan waktu mereka masih di dunia pastilah para pengikut itu akan diam tidak berkutik, karena pengaruhnya pemimpin itu terhadap pengikutnya besar sekali. Tetapi lain halnya di akhirat kedudukan manusia di hadapan Allah semua tidak ada bawahan dan pimpinan, tidak ada kaum feodal atau kaum gembel, semua sama pada sisi Allah Yang Maha Adil.

33 Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri:` (Tidak) sebenarnya tipu daya (mu) di waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kamu menyeru kami supaya kami kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya `. Kedua belah pihak menyatakan penyesalan tatkala mereka melihat azab. Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan.(QS. 34:33)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 33
وَقَالَ الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِذْ تَأْمُرُونَنَا أَنْ نَكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَنْدَادًا وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُوا هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (33)
Oleh sebab itu para pengikut itu tidak puas mendengar jawaban para pemimpin dan melanjutkan dakwaan mereka bahwa para pemimpin itu selalu membujuk dan menipu mereka siang dan malam dan memerintahkan supaya ingkar dan dusta kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan yang lain seperti berhala-berhala dan lain sebagainya. Tetapi apa hendak dikata semuanya telah terlanjur dan tidak ada waktu lagi untuk kembali kepada kebenaran, atau untuk bertobat. Semua mereka baik para pemimpin maupun para mengikut telah mengetahui bahwa mereka akan mendapat balasan yang setimpal atas keingkaran dan kedurhakaan mereka. Mereka merasa sangat menyesal, ketika melihat azab yang akan ditimpakan kepada mereka, tetapi sesalan itu tidak berguna lagi. Mereka dimasukkan ke dalam neraka dengan dibelenggu di leher mereka. Memang siksaan itulah yang layak ditimpakan kepada mereka karena sikap dan perbuatan mereka selama di dunia.

34 Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata:` Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya `.(QS. 34:34)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 34
وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ (34)
. Pada ayat ini Allah menerangkan biasanya di negeri-negeri yang diutus kepadanya Rasul-rasul selalu ada penantang-penantang Rasul-rasul itu dan biasanya terdiri dari orang kaya yang hidup mewah dan berkedudukan tinggi. Sebabnya orang-orang yang kaya akan menolak seruan Rasul itu, telah sangat tertarik dan terpedaya oleh kehidupan dunia. Mereka telah tertipu oleh nikmat yang biasa lenyap dan nilai-nilai kosong yang tidak berarti. Hati mereka telah dikotori oleh hal-hal yang merusak fitrahnya sehingga tidak dapat lagi melihat kebenaran selama kebenaran itu bertentangan dengan hawa nafsu mereka dan kedudukan mereka yang tinggi.


35 Dan mereka berkata:` Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab.(QS. 34:35)

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 35
وَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ (35)
Mereka dengan bangga mengatakan kepada Rasul yang menyeru mereka kepada kebenaran dan mengajak mereka supaya beriman: "Kami ini adalah orang-orang kuat yang mempunyai anak-anak yang banyak, mempunyai kekayaan yang dengan kekayaan itu kami menikmati hidup bahagia. Kami mempunyai kedudukan tinggi dalam masyarakat yang tak dapat digoyahkan oleh siapa pun. Semua itu menunjukkan bahwa kami adalah golongan yang diridai Allah. kalau kami tidak diridai Allah tentulah kami akan hidup melarat, selalu dalam kesulitan. Mengapa pula kami harus menerima ajakan dan ajaranmu dan mempercayai ancaman yang kamu ancamkan itu adalah dari Allah.
Tidak mungkin sama sekali kami akan disiksa Allah, karena semua kenyataan menunjukkan bahwa kami dikasihi-Nya". Memang ukuran yang mereka andalkan untuk mengetahui sesuatu hakikat dan kebenaran adalah ukuran palsu dan salah. Kekayaan dan anak yang banyak tidak dapat menjadi ukuran bagi keridaan dan kesayangan Allah. Kadang-kadang kekayaan dan kemewahan itulah yang kerap kali membawa manusia ke jurang kehancuran. Pada ayat lain Allah mencela orang-orang yang berpendirian seperti itu dengan firman-Nya:

أيحسبون أنما نمدهم به من مال وبنين نسارع لهم في الخيرات بل لا يشعرون
Artinya:
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa). Kami segera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.
(Q.S. Al Mu'minun: 55-56)

36 Katakanlah: `Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui`.(QS. 34:36)

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 36
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (36)
Pada ayat ini Allah SWT menyuruh Nabi Muhammad saw. membantah dan menolak paham orang-orang kafir itu, bahwa kekayaan dan banyak anak itu bukanlah ukuran bagi keridaan Allah terhadap seseorang. Allah memudahkan rezeki bagi seseorang sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya dan menyempitkan rezeki yang lain, sesuai pula dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya. Allah-lah Yang Maha Mengetahui hikmah melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi seseorang. Jadi penyempitan rezeki bagi seseorang bukanlah menjadi tanda bagi kemurkaan Allah terhadapnya, agar bertambah sesat dan terpedaya dengan kehidupannya bukan pula menjadi tanda bahwa orang itu dikasihi Allah. Kadang-kadang Allah memberikan rezeki yang berlimpah ruah kepada seorang yang dimurkai-Nya karena kekafiran dan kedurhakaannya, agar bertambah sesat dan terpedaya dengan kehidupannya sehingga ia menjadi sombong dan takabur dan dengan kekayaan itu ia bertambah banyak berbuat maksiat dan kerusakan di muka bumi.
Kadang-kadang Dia menyempitkan rezeki bagi seseorang yang dimurkai-Nya agar ia dengan kesempitan hidup dan kemelaratan itu bertambah mengingkari nikmat Allah dan bertambah-tambah kejahatannya dengan menipu, mencuri, merampok dan perbuatan yang tidak diridai Allah. Mungkin Allah memberikan rezeki yang melimpah ruah kepada seseorang yang diridai dan disayangi-Nya, karena dengan harta yang banyak itu ia bertambah syukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya dengan mempergunakan hartanya untuk hal-hal yang diridai Allah seperti memperbanyak amal bantuan kepada orang-orang yang memerlukannya. Dengan demikian bertambah banyak amal kebaikannya. Mungkin Allah menyempitkan rezeki bagi orang yang diridai dan disayangi-Nya, karena kesempitan rezeki dan penderitaan yang berat itu akan membuat orang bertambah imannya, bertambah kuat kesabarannya, karena menganggapnya sebagai cobaan dari Allah, ujian bagi keimanan dan ketabahan hatinya. Demikianlah bertambah kuat tawakalnya kepada Allah dan bertambah dekat dirinya kepada Allah karena selalu berdoa dan munajat dengan Tuhannya, bahkan selalu mensyukuri-Nya karena walaupun ia hidup melarat, tetapi menganggap nikmat Allah kepadanya tetap besar dengan memberinya kehidupan yang kalau dinilai tak dapat dihargai dengan harta benda bagaimanapun banyaknya. Jadi kekayaan harta benda, pangkat dan kedudukan, kemiskinan, kemelaratan dan penderitaan dapat pula diberikan kepada orang-orang yang dimurkai-Nya, sesuai dengan hikmah kebijaksanaan-Nya. Tetapi banyak manusia yang tidak mengetahui dan menginsafi hal ini.

37 Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam syurga).(QS. 34:37) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 37
وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آمِنُونَ (37)
Pada ayat ini Allah membantah anggapan orang-orang kafir yang mengira bahwa harta dan anak-anak yang mereka miliki merupakan perwujudan dari kasih sayang dan keridaan Allah terhadap mereka. Padahal yang mendekatkan seseorang dengan Allah hanya dengan iman dan amal saleh. Orang-orang yang beriman dan beramal salehlah yang dekat dengan Allah dan menjadi hamba kesayangan-Nya. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh itulah yang dibalas Allah kebaikannya dengan berlipat ganda, satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat.
Mereka akan ditempatkan di tempat-tempat yang khusus dan istimewa. Mereka tinggal menetap di dalam surga itu dengan aman dan sentosa, jauh dari segala gangguan dan hal-hal yang mengurangi kesenangan dan kebahagiaan. Diriwayatkan dari Ali bin Abu Talib bahwa Rasulullah pernah bersabda: *Sesungguhnya di dalam surga ada beberapa tempat yang tertinggi dapat dilihat bagian luarnya dari dalamnya dan dapat dilihat bagian dalamnya dari luar. Salah seorang Baduwi bertanya, untuk siapakah tempat-tempat itu? Rasulullah menjawab: "Untuk orang yang baik tutur katanya, memberi makan orang miskin, banyak berpuasa dan salat di malam hari di kala manusia biasanya sedang tidur nyenyak".

38 Dan orang-orang yang berusaha (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat melepaskan diri dari azab Kami, mereka itu dimasukkan ke dalam azab.(QS. 34:38)
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 38
وَالَّذِينَ يَسْعَوْنَ فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ أُولَئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ (38)
Kemudian pada ayat ini Allah menerangkan pula keadaan orang-orang kafir yang menghalang-halangi orang beriman dengan mencerca agama Allah dan menjelek-jelekkannya, berusaha memadamkan cahayanya dan mengingkari Hari Akhirat serta menyangka bahwa mereka tidak akan diazab, maka mereka akan menerima balasan keingkaran dan kedurhakaan mereka dengan neraka yang menyala-nyala. mereka akan digiring oleh malaikat zabaniyah dan dilemparkan ke dalamnya tanpa ampun.

39 Katakanlah: `Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)`. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.(QS. 34:39)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 39
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (39)
Pada ayat ini Allah menegaskan sekali lagi bahwa Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkannya bagi yang dikehendaki-Nya, dengan hikmah kebijaksanaa-Nya. barang siapa yang disempitkan Allah rezekinya janganlah terlalu bersedih hati, hendaklah ia menghadapinya dengan tabah dan sabar tetap berusaha serta tawakal siapa tahu dalam waktu yang tidak begitu lama Allah akan. memberinya kelapangan, dengan demikian akan hilanglah kesulitan dan kepahitan yang dideritanya. Allah berfirman pada ayat lain:

فإن مع العسر يسرا إن مع العسر يسرا
Artinya:
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Q.S. An Nasyrah: 5-6)
Sebaliknya bagi seseorang diberi Allah kelapangan dan harta kekayaan yang banyak janganlah takabur dan sombong dengan kekayaan itu. Hendaklah dia mempergunakan harta itu untuk hal-hal yang diridai Allah dan janganlah ia sekali-kali bersifat kikir dengan harta itu sampai tidak mau menafkahkannya ke jalan yang bermanfaat untuk masyarakatnya, dan menghardik orang miskin yang meminta pertolongan kepadanya karena hal seperti itu sangat dibenci Allah bahkan dianggapnya sebagai tindakan mendustakan agama-Nya, sebagai tersebut dalam firman-Nya:

أرأيت الذي يكذب بالدين فذلك الذي يدع اليتيم ولا يحض على طعام المسكين
Artinya:
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (Q.S. Al Ma'un: 1-3)
Janganlah seseorang menyangka bahwa harta yang dinafkahkannya itu akan hilang sia-sia. Allah pasti akan menggantinya dengan pahala berlipat ganda kalau tidak di dunia ini di akhirat pasti ia akan menerima ganjaran sampai beratus-ratus kali lipat. Bagi Allah menggantikan harta orang yang suka beramal dan berbuat baik adalah mudah, karena Dia sebaik-baiknya pemberi rezeki.
Rasulullah bersabda:

ما من يوم يصيبح العباد إلا ملكان ينزلان فيقول إحداهما اللهم اعط منفقا خلفا. ويقول الآخر: اللهم اعط ممسكا تلفا.
Artinya:
Pada setiap pagi ada dua malaikat yang turun kepada hamba Allah, yang seorang berdoa. Ya Allah berikanlah kepada orang yang suka menafkahkan hartanya, ganti dari harta yang dinafkahkannya. Dan seorang lagi berdoa pula: Ya Allah timpakanlah kepada orang yang kikir dan tidak mau menafkahkannya kemusnahan harta itu. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)


40 Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: `Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?`(QS. 34:40) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Saba' 40
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلَائِكَةِ أَهَؤُلَاءِ إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ (40)
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa pada hari Kiamat nanti di mana semua hamba Allah dikumpulkan di padang mahsyar untuk dimintai pertanggungjawaban mereka terhadap semua amal mereka di dunia, pada hari itu Allah mengumpulkan para penyembah malaikat dan dikemukakanlah pertanyaan kepada malaikat yang mereka sembah. Benarkah kamu memerintahkan kepada orang-orang ini supaya mereka menyembah kamu ? Sebenarnya Allah sudah mengetahui bahwa para malaikat-Nya itu tidak pernah memerintahkan yang demikian, karena malaikat itu adalah makhluk yang paling taat dan patuh kepada-Nya selalu siap sedia untuk melaksanakan perintah Nya. Tetapi Allah hendak menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya dan mencerca serta menghardik para penyembah selain Allah itu atas kebohongan dan kesesatan mereka dan agar mereka mengetahui kesalahan mereka di hadapan para malaikat itu.


<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH   Saba' >>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar