Senin, 15 Juli 2013

Surah Fathir 21-30

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH FATHIR>>
21 dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas,(QS. 35:21)

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Faathir 21
وَلَا الظِّلُّ وَلَا الْحَرُورُ (21)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa yang terlindung tidak sama dengan yang kena panas. Sebagian ulama tafsir mengartikan "Zill" (sejuk) di sini dengan surga karena surga itu mempunyai naungan yang menyebabkan hawa sejuk. Sebagaimana firman Allah SWT:

مثل الجنة التي وعد المتقون تجري من تحتها الأنهار أكلها دائم وظلها
Artinya:
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman) mengalir sungai-sungai di dalamnya buahnya tak henti-hentinya sedang naungannya (demikian pula). (Q.S. Ar Ra'd: 35)

Sedang "hari" (panas) diartikan dengan neraka, karena neraka itu, memang satu tempat yang amat panas penuh dengan api yang menyala-nyala, jauh lebih panas dari api yang dikenal di dunia. Sepercik bunga api neraka saja jatuh di dunia, maka dunia akan panas seluruhnya sebagaimana dijelaskan di dalam satu hadis.

Artinya:
Sekiranya sepercik bunga api dari bunga-bunga api neraka (berada) di barat maka akan dirasakan panasnya oleh orang-orang yang berada di timur. (H.R. Ibnu Mardawaih dari Anas)

22 dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.(QS. 35:22)

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Faathir 22
وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاءُ وَلَا الْأَمْوَاتُ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُ وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ (22)
Pada awal ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang hatinya hidup karena beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mengetahui Alquran dan isinya, tiada sama dengan orang yang mati hatinya, akibat kekafiran yang menutupi hatinya, sehingga tidak mau mengetahui perintah-perintah dan larangan-larangan Allah, tidak dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan. Ini adalah perumpamaan bagi orang-orang yang mukmin dan bagi orang-orang kafir. Firman Allah SWT:

أومن كان ميتا فأحييناه وجعلنا له نورا يمشي به في الناس كمن مثله في الظلمات ليس بخارج منها
Artinya:
Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya ?. (Q.S. Al An'am: 122)
 Dan firman-Nya:

مثل الفريقين كالأعمى والأصم والبصير والسميع هل يستويان مثلا
Artinya:
Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin) seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya? (Q.S. Hud: 24)
Orang mukmin itu melihat, mendengar dan bermandikan cahaya terang benderang melintasi siratal mustaqim sampai di surga yang sejuk, mempunyai naungan dan banyak mata air, sedang orang kafir buta dan tuli berjalan di dalam gelap gulita tidak dapat keluar dari padanya, bahkan selalu menyombong di dalam kesesatannya di dunia dan di akhirat sampai dia diberi keputusan masuk neraka yang sangat panas, penuh api menyala-nyala. Allah SWT memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya, mau mendengar hujah atas kebenaran Rasul, dan menerima agama yang dibawanya yaitu Islam dengan baik. Sebagaimana halnya orang yang telah mati dimasukkan dalam kubur, tidak dapat mendengar nasihat-nasihat dan saran-saran yang akan membimbingnya ke jalan yang benar begitu pula yang mati hatinya tidak akan bermanfaat baginya peringatan-peringatan Allah tidak dapat memahami isi Alquran dan ajaran-ajaran agama.


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Faathir 22
وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاءُ وَلَا الْأَمْوَاتُ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُ وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ (22)
(Dan tidak pula sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati) orang-orang beriman dengan orang-orang kafir; ditambahkannya lafal Laa pada ketiga ayat di atas untuk mengukuhkan makna tidak sama. (Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya) untuk mendapat hidayah, karena itu tidak beriman (dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar) yakni orang-orang kafir; mereka diserupakan dengan orang-orang yang telah mati, maksudnya kamu tidak akan sanggup menjadikan mereka mendengar, kemudian mereka mau menerima seruanmu.

23 Kamu tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan.(QS. 35:23)

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Faathir 23
إِنْ أَنْتَ إِلَّا نَذِيرٌ (23)

Pada ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa tugas Rasulullah Muhammad saw, hanyalah memberi peringatan kepada manusia yang belum mendapat petunjuk, ia tidak dibebani perintah untuk memaksakan mereka menerima petunjuk dan agama yang dibawanya, karena petunjuk itu adalah sepenuhnya di tangan Allah, Oleh karena itu tidak pada tempatnya Muhammad bersedih hati dan merasa kecewa kalau mereka itu belum mau menyambut baik seruan ajarannya. Tugas ini ditegaskan sendiri oleh Nabi Muhammad saw sebagaimana firman Allah SWT:

قل إنما أنا منذر

Artinya:
Katakan: "Sesungguhnya aku (Muhammad) hanya seorang pemberi peringatan". (Q.S. Sad: 65)

Dan firman-Nya:

إن يوحى إلي إلا أنما أنا نذير مبين

Artinya:
Tidak diwahyukan kepadaku. melainkan bahwa sesungguhnya aku hanya lah seorang pemberi peringatan yang nyata. (Q.S. Sad: 70)

24 Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.(QS. 35:24)

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Faathir 24
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ (24)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia mengutus Muhammad kepada manusia agar manusia beriman kepada Allah Yang Maha Esa disertai pula dengan syariat yang diwajibkan kepada hamba-Nya, memberi kabar gembira kepada orang yang membenarkan risalahnya, dan menerima baik agama yang dibawanya dari Allah SWT, bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang penuh dengan kenikmatan dan kesenangan. Juga memberi peringatan kepada orang yang mendustakannya dan menolak wahyu yang diturunkan dari Allah SWT bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam neraka yang penuh dengan azab dan siksa yang amat pedih. Pada ayat yang lain Allah menegaskan sebagai berikut:

وما أرسلناك إلا مبشرا ونذيرا
Artinya:
Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. (Q.S. Al Isra': 105)
Tidak ada suatu umatpun sejak Nabi Adam as kecuali diutus kepada mereka oleh Allah SWT seorang utusan yang memberi peringatan supaya umat itu tidak mempunyai alasan lagi untuk membantah Allah sesudah diutus-Nya Rasul-rasul itu Firman Allah SWT:

رسلا مبشرين ومنذرين لئلا يكون للناس على الله حجة بعد الرسل
Artinya:
(Mereka Kami utus) selaku Rasul-rasul membawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-rasul itu (Q.S. An Nisa: 165)
Dan firman-Nya:

وما كنا معذبين حتى نبعث رسولا

Artinya:
Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang Rasul (Q.S. Al Isra': 15)
Pada ayat lain ditegaskan juga sebagai berikut:

وإن يكذبوك فقد كذبت قبلهم قوم نوح وعاد وثمود وقوم إبراهيم وقوم لوط وأصحاب مدين وكذب موسى فأمليت للكافرين ثم أخذتهم فكيف كان نكير
Artinya:
Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan kamu, maka sesungguhnya telah mendustakan juga sebelum mereka kaum Nuh, Ad dan Samud, dan kaum Ibrahim dan kaum Lut, dan penduduk Madyan, dan telah didustakan Musa, laIu Aku tangguhkan (azab-Ku) untuk orang-orang kafir, kemudian Aku azab mereka. maka (lihatlah) bagaimana besarnya kebencian-Ku (kepada mereka itu). (Q.S. Al Hajj: 42-44)

25 Dan jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasulnya); kepada mereka telah datang rasul-rasulnya dengan membawa mukjizat yang nyata, zubur, dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.(QS. 35:25)


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Faathir 25 - 26
وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالزُّبُرِ وَبِالْكِتَابِ الْمُنِيرِ (25) ثُمَّ أَخَذْتُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ (26)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa setelah mereka mengingkari kedatangan Rasul dan mendustakan agama yang dibawanya, Allah mengazab orang-orang kafir itu dengan azab yang pedih. Alangkah hebatnya kemurkaan Allah kepada mereka, apabila mereka tetap dalam keadaan membangkang, tetap mengingkari kerasulan Muhammad dan agama yang dibawanya.
Dan mereka itu akan mengalami seperti apa yang telah dialami umat dahulu. Demikian Sunatullah tetap berlaku dan tidak akan berubah. Sebagaimana firman Allah SWT:

سنة الله في الذين خلوا من قبل ولن تجد لسنة الله تبديلا

Artinya:
Sebagai Sunah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum (mu), dan kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan pada Sunah Allah.
(Q.S. Al ahzab: 62)

26 Kemudian Aku azab orang-orang yang kafir; maka (lihatlah) bagaimana (hebatnya) akibat kemurkaan-Ku.(QS. 35:26) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...

27 Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.(QS. 35:27)


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Faathir 27
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ (27)
Pada ayat ini Allah SWT menguraikan beberapa hal yang menunjukkan kesempurnaan dan kekuasaan Nya yang oleh kaum musyrikin dapat dilihat setiap waktu yang kalau mereka menyadari dan menginsafi semuanya itu tentunya mereka akan menyadari pula keesaan dan kekuasaan Allah Yang Maha Sempurna itu. Allah SWT menjadikan sesuatu yang beraneka ragam macamnya yang bersumber dari yang satu. Allah menurunkan hujan dari langit, karenanya tumbuhlah tumbuh-tumbuhan yang mengeluarkan buah-buahan yang beraneka ragam warna, rasa dan baunya, sebagaimana yang kita saksikan. Buah-buahan itu warnanya ada yang kuning, ada yang merah, ada yang hijan dan sebagainya. Hal yang sama dijelaskan pula di dalam ayat yang lain. Firman Allah SWT:

وفي الأرض قطع متجاورات وجنات من أعناب وزرع ونخيل صنوان وغير صنوان يسقى بماء واحد ونفضل بعضها على بعض في الأكل إن في ذلك لآيات لقوم يعقلون
Artinya:
Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanam-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (Q.S. Ar Ra'd: 4)

Kecuali itu Allah juga menciptakan gunung-gunung yang kelihatan seperti garis-garis ada yang kelihatan putih, ada yang merah dan ada yang hitam pekat, sebagaimana yang dapat kita saksikan. Di antara gunung-gunung itu terbentang pula jalan-jalan yang beraneka ragam pula warnanya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Faathir 27
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ (27)
(Tidakkah kamu melihat) mengetahui (bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan) di dalam ungkapan ayat ini terkandung Iltifat dari dhamir Gaib (dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya) ada yang berwarna hijau, merah dan kuning dan warna-warna lainnya. (Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis) Judadun adalah bentuk jamak dari lafal Juddatun, artinya jalan yang terdapat di gunung dan lainnya (putih, merah) dan kuning (yang beraneka macam warnanya) ada yang tua dan ada yang muda (dan ada -pula yang hitam pekat) di'athafkan kepada lafal Judadun, artinya ialah batu-batu yang besar yang hitam pekat warnanya. Dikatakan Aswadu Gharbiibu, hitam pekat; tetapi sangat sedikit dikatakan Gharabiibu Aswadu.

28 Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.(QS. 35:28)


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Faathir 28
وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ (28)
Pada ayat ini Allah SWT menambah menjelaskan lagi tentang hal-hal yang menunjukkan kesempurnaan dan kekuasaan Nya Allah SWT menciptakan binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak, yang bermacam-macam warnanya sekalipun berasal dari jenis yang satu, bahkan ada binatang yang satu, sering terdapat warna yang bermacam-macam. Maha Suci Allah Pencipta Alam semesta dengan sebaik-baiknya. Sejalan dengan ini firman Allah SWT:

ومن آياته خلق السماوات والأرض واختلاف ألسنتكم وألوانكم
Artinya:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu.
(Q.S. Ar Rum: 22)
Demikianlah Allah SWT membentang tanda-tanda kekuasaan Nya seperti tersebut di atas untuk dapat diketahui secara mendalam. Dan hanya ulama lah yang benar-benar menyadari dan mengetahui tanda-tanda kekuasaan Allah, sehingga mereka benar-benar tunduk akan kekuasaan Nya dan takut akan siksa Nya.
Berkata Ibnu `Abbas: "Yang dinamakan ulama ialah orang-orang yang mengetahui bahwa Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu". Di dalam suatu riwayat dari Ibnu `Abbas ia berkata: "Ulama itu ialah orang yang tidak mempersekutukan Tuhan dengan sesuatu apapun, yang menghalalkan yang telah dihalalkan Allah dan mengharamkan yang telah di haramkan Nya, menjaga perintah-perintah Nya, dan yakin bahwa dia akan bertemu dengan Nya yang akan menghisab dan membatasi semua amalan manusia". Ayat ini ditutup dengan suatu penegasan bahwa Allah SWT Maha Perkasa menindak orang-orang yang kafir kepada Nya. Dia bukan mengazab orang-orang yang beriman dan taat kepada Nya. Maha Pengampun kepada orang-orang yang beriman dan taat kepada Nya. Dia kuasa mengazab orang-orang yang selalu berbuat maksiat dan bergelimang dosa, sebagaimana Dia kuasa memberi pahala kepada orang-orang yang takut kepada Nya dan mengampuni dosa-dosa mereka, maka sepatutnya manusia itu takut kepada Nya.

29 Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,(QS. 35:29)


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Faathir 29 - 30
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang selalu membaca Alquran dan mengamalkan isinya, mengerjakan salat yang diwajibkan pada waktunya, sesuai dengan cara yang telah ditetapkan, dan dengan penuh ikhlas dan khusyuk, menafkahkan harta bendanya tanpa berlebih-lebihan dengan ikhlas tanpa ria, baik secara diam-diam atau terang-terangan, mereka itulah ulama yang mengamalkan ilmunya dan berbuat baik dengan Tuhan mereka. Mereka itu ibarat pedagang yang tidak merugi tetapi memperoleh pahala yang berlipat ganda, sebagai karunia Allah SWT, berdasarkan amal baktinya. Firman Allah SWT:

فأما الذين آمنوا وعملوا الصالحات فيوفيهم أجورهم ويزيدهم من فضله
Artinya:
Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia Nya. (Q.S. An Nisa: 173)
Selain dari itu, mereka akan memperoleh ampunan alas kesalahan-kesalahan dan kejahatan yang telah dilakukannya, karena Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri hamba-hamba Nya, memberikan pahala yang sempurna terhadap amal-amal hamba-hamba Nya, memaafkan kesalahannya dan menambah nikmat Nya. Sejalan dengan ini firman Allah SWT:

إن الله غفور شكور
Artinya:
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (Q.S. Asy Syu'ara: 23)

30 agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.(QS. 35:30)


Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Faathir 29 - 30
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang selalu membaca Alquran dan mengamalkan isinya, mengerjakan salat yang diwajibkan pada waktunya, sesuai dengan cara yang telah ditetapkan, dan dengan penuh ikhlas dan khusyuk, menafkahkan harta bendanya tanpa berlebih-lebihan dengan ikhlas tanpa ria, baik secara diam-diam atau terang-terangan, mereka itulah ulama yang mengamalkan ilmunya dan berbuat baik dengan Tuhan mereka. Mereka itu ibarat pedagang yang tidak merugi tetapi memperoleh pahala yang berlipat ganda, sebagai karunia Allah SWT, berdasarkan amal baktinya. Firman Allah SWT:

فأما الذين آمنوا وعملوا الصالحات فيوفيهم أجورهم ويزيدهم من فضله
Artinya:
Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia Nya. (Q.S. An Nisa: 173)
Selain dari itu, mereka akan memperoleh ampunan alas kesalahan-kesalahan dan kejahatan yang telah dilakukannya, karena Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri hamba-hamba Nya, memberikan pahala yang sempurna terhadap amal-amal hamba-hamba Nya, memaafkan kesalahannya dan menambah nikmat Nya. Sejalan dengan ini firman Allah SWT:

إن الله غفور شكور


Artinya:
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (Q.S. Asy Syu'ara: 23)

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH  Fathir>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar