Minggu, 14 Juli 2013

Surah as-Sajdah 21-30

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH  as-Sajdah>>
Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).(QS. 32:21)
Surah As Sajdah 21 
وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (21) 
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa sebenarnya orang-orang kafir itu sewaktu masih hidup di dunia, mereka telah di azab oleh Allah SWT dengan berbagai macam azab, baik yang nampak maupun yang hanya dapat dirasakan saja oleh mereka. 
Banyak cobaan-cobaan yang diberikan Allah kepada manusia selama hidup di dunia, sejak dari cobaan yang kecil sampai kepada cobaan yang paling besar dalam bentuk kemewahan lahiriyah sampai kepada kemiskinan dan kesengsaraan, seorang yang kaya yang tidak dilandasi dengan iman kepada Allah, hatinya selalu was-was dan khawatir, seandainya ada orang yang merampas kekayaannya itu atau ada ahli waris yang hendak membunuh agar ia memperoleh kekayaan itu. 
Seorang penguasa yang tidak beriman selalu khawatir akan berpindahnya kekuasaan itu kepada orang lain; kekhawatiran seperti ini pernah terjadi pada Firaun di kala tukang-tukang sihirnya dikalahkan oleh Musa as. 
Allah SWT berfirman: 
قال آمنتم له قبل أن آذن لكم إنه لكبيركم الذي علمكم السحر فلأقطعن أيديكم وأرجلكم من خلاف ولأصلبنكم في جذوع النخل ولتعلمن أينا أشد عذابا وأبقى 
Artinya: 
Berkata Firaun (kepada tukang sihir): "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya". (Q.S. Taha: 71) 
Banyak penguasa-penguasa yang bersikap seperti sikap Firaun ini, mereka mengira bahwa merekalah yang memiliki semuanya dan merekalah yang paling berkuasa. 
Sebenarnya Allah SWT memberikan cobaan-cobaan dari siksa duniawi itu agar semuanya itu menjadi pelajaran bagi mereka dan agar orang-orang kafir itu mau beriman dan beramal saleh, mudah-mudahan mereka kembali ke jalan yang benar. Biarlah mereka senang menanggung siksa enteng di dunia ini asal di akhirat nanti mereka terhindar dari siksa yang amat berat.

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang berdosa.(QS. 32:22)
As Sajdah 22 
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ (22) 
Allah SWT menerangkan bahwa orang yang paling zalim di sisi Allah SWT ialah orang yang telah sampai kepadanya peringatan Allah, telah sampai pula kepadanya ayat-ayat Alquran dan petunjuk Rasul, kemudian mereka berpaling dari ajaran dan petunjuk itu karena angkuh dan penyakit dengki yang ada di dalam hatinya. 
Pada akhir ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa Dia akan menyiksa dengan siksa yang pedih setiap orang yang berbuat dosa dan maksiat. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Mu'az bin Jabal, ia berkata aku mendengar 
Rasulullah bersabda: 

ثلات من فعلهن فقد أجرم: من عقد لواء في غير حق, أو أعق والديه, أو أمسى مع ظالم ينصره. يقول الله: إنا من المجرمين منتقمون. 
Artinya: 
Tiga perkara, barangsiapa yang mengerjakannya, maka sesungguhnya ia telah mengerjakan perbuatan dosa: barangsiapa yang telah bertekad ikut berperang di jalan yang tidak benar atau mendurhakai kedua orang ibu bapaknya atau orang yang berjalan beserta orang-orang yang zalim lalu ia menolong orang yang zalim itu. Allah berfirman: "Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa".

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu menerima (Al quran itu) dan Kami jadikan Al Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.(QS. 32:23)
As Sajdah 23 
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَلَا تَكُنْ فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَائِهِ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ (23) 
Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT menyatakan bahwa Dia telah menurunkan kepada Musa as kitab Taurat sebagaimana Dia telah menurunkan kepada Muhammad saw Alquran, Dia telah menurunkan pula wahyu kepada Muhammad, Musa dan didustakan oleh kaumnya, dan Dia bersama pengikutnya disiksa oleh Firaun dan kaumnya. sehingga dia dan pengikutnya lari ke daerah Palestina. Demikian pula Muhammad saw telah didustakan pula oleh kaumnya, disakiti dan ditentang sehingga beliau dan para sahabatnya hijrah ke Madinah. Itulah Sunatullah yang berlaku di alam ini. selalu terjadi pertarungan antara yang hak dengan yang batil,. antara kebaikan dan kejahatan, yang semuanya merupakan cobaan bagi orang-orang yang beriman. 
Dalam ayat ini disebut-sebut nama Musa di antara Nabi-nabi dan Rasul-rasul Allah adalah karena banyak persamaan perjuangan Musa as dengan perjuangan Nabi Muhammad saw. 
Ayat ini diturunkan untuk hiburan bagi Nabi Muhammad saw dan para sahabat yang sedang menyampaikan agama Allah kepada manusia. Dan dalam menyampaikan risalah itu dia mendapat ancaman, siksaan dan penganiayaan dari kaumnya. Seakan-akan dikatakan kepada mereka: "Hai Muhammad, janganlah kamu dan pengikut-pengikutmu bersedih hati menghadapi sikap dan tindakan orang-orang musyrik itu. Tentang yang demikian itu adalah wajar dan merupakan Sunnatullah. Ingatlah Musa as dan pengikut-pengikutnya, ia dianiaya dan diburu Firaun dan kaumnya, sampai ia lari menyeberangi Laut Merah, mengarungi padang pasir yang tandus dan panas Dalam keadaan demikian banyak pula di antara pengikut-pengikutnya itu yang munafik dan khianat, tetapi ia tetap tabah dan sabar. Semakin kuat tantangan dan penganiayaan yang dia terima, semakin kuat pula usaha dan kesabarannya. Aku pasti menyayangimu dan pengikut-pengikutmu sebagaimana Aku telah menjaga pula Musa dan pengikut-pengikutnya.

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.(QS. 32:24)
As Sajdah 24 
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ (24) 
Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT telah menjadikan di antara Bani Israel yang mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya menjadi pemuka-pemuka masyarakat. Di antara mereka ada yang diangkat menjadi Nabi dan Rasul yang menyampaikan petunjuk-Nya yang benar kepada kaumnya, dan ada pula di antara mereka yang dijadikan pemimpin kaumnya yang memimpin mereka ke jalan yang benar. Hal itu diberikan karena mereka adalah orang-orang yang beriman dan sabar melaksanakan hukum-hukum Allah, sabar menerima setiap cobaan yang menimpa mereka, dan mereka yakin benar akan petunjuk Kami. 
Allah SWT berfirman: 

وآتينا موسى الكتاب وجعلناه هدى لبني إسرائيل ألا تتخذوا من دوني وكيلا 
Artinya: 
Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikan Kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israel (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku". (Q.S. Al Isra': 2)

Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang memberikan keputusan di antara mereka pada Hari Kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya.(QS. 32:25)
As Sajdah 25 
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ (25) 
Sesungguhnya Tuhan engkaulah hai Muhammad yang menyelesaikan dan memberi keputusan segala perselisihan dan pertentangan tentang soal agama antara kaum Muslimin di hari kiamat. Maka Allah akan memberikan pembalasan yang setimpal kepada orang-orang yang mengingkari seruan Nabi-Nya dan memberi pahala kepada orang-orang yang mengikutinya. 
Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ayat ini, ialah Tuhan engkaulah yang akan menyelesaikan dan memberikan keputusan dengan adil terhadap perselisihan para Rasul dengan umatnya di hari kiamat nanti.

Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Tuhan). Maka apakah mereka tidak mendengar (memperhatikan)?(QS. 32:26)
As Sajdah 26 
أَوَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ أَفَلَا يَسْمَعُونَ (26) 
Pada ayat ini Allah SWT memperingatkan orang-orang musyrik Mekah yang selalu menentang dan mengingkari seruan Nabi Muhammad saw. Peringatan itu disampaikan sebagai berikut. Apakah belum jelas bagi orang-orang kafir jalan yang benar yang telah ditunjukkan kepada mereka. Apakah mereka lupa dan tidak memperhatikan akibat yang diterima umat-umat dahulu yang mendustakan para Rasul yang diutus kepada mereka. Bukankah orang-orang musyrik Mekah sering melakukan perdagangan ke Syria dan ke Yaman dan dalam perjalanan itu mereka menyaksikan dan melihat bekas negeri kaum 'Ad, Samud, Lut, penduduk Aikah dan sebagainya yang telah hancur akibat tindakan mereka yang mendustakan Rasul-rasul yang diutus kepada mereka ? 
Ayat lain yang senada dengan ayat ini ialah, firman Allah SWT: 

فكأين من قرية أهلكناها وهي ظالمة فهي خاوية على عروشها وبئر معطلة وقصر مشيد 
Artinya: 
Berapakah banyaknya kota yang telah Kami binasakan yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi. (Q.S. Al Hajj: 45) 
Dan firman Allah SWT: 

فتلك بيوتهم خاوية بما ظلموا إن في ذلك لآية لقوم يعلمون 
Artinya: 
Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kelaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui. (Q.S. An Naml: 52) 
Dan Allah SWT mengatakan bahwa sebenarnya pada bekas-bekas runtuhan dan tempat kediaman orang-orang yang mendustakan dan mengingkari seruan Rasul itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran. Kejadian itu menunjukkan bahwa Sunnatullah berlaku bagi semua orang yang zalim.

Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman yang daripadanya (dapat) makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?(QS. 32:27)
As Sajdah 27 
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَسُوقُ الْمَاءَ إِلَى الْأَرْضِ الْجُرُزِ فَنُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا تَأْكُلُ مِنْهُ أَنْعَامُهُمْ وَأَنْفُسُهُمْ أَفَلَا يُبْصِرُونَ (27) 
Apakah orang-orang kafir itu buta, sehingga tidak dapat melihat bukti-bukti kebesaran dan kekuasaan Allah? Di antaranya ialah: Allah menghalau awan ke tempat yang kering dan tandus yang tidak mempunyai tumbuh-tumbuhan di tempat itu. Awan itu berubah menjadi air hujan yang menimpa tanah itu yang memungkinkan manusia mengalirkan air ke tanah-tanah yang kering, kemudian tanah itu menjadi subur dan ditumbuhi oleh bermacam-macam tumbuh-tumbuhan dan tanam-tanaman, sebagian tanaman itu dimakan oleh manusia dan sebagian lagi oleh binatang ternak piaraan mereka. 
Apakah mereka tidak melihat bukti-bukti yang demikian itu sehingga mereka dapat mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah, menghidupkan manusia yang telah mati dan membangkitkan mereka dari kuburnya? Jika mereka mau memperhatikan tentulah mereka akan sampai kepada keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa, tidak ada yang sukar bagi-Nya. Jika Dia menghendaki cukuplah Dia mengatakan "kun" (jadilah), maka jadilah yang dikehendaki-Nya itu.

Dan mereka bertanya: `Bilakah kemenangan itu (datang) jika kamu memang orang-orang yang benar?`(QS. 32:28)
 As Sajdah 28 
وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْفَتْحُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (28) 
Kaum Muslimin karena keyakinan mereka kepada agama Islam yang mereka anut sering mengatakan nanti Allah SWT akan memberi kemenangan kepada kita dan di waktu itu akan diputuskan keputusan yang adil antara manusia, termasuk antara kita dengan orang-orang kafir itu. 
Orang-orang kafir itu, terutama kaum musyrik Mekah, setelah mendengarkan ucapan-ucapan kaum Muslimin itu menanyakan hal tersebut dengan maksud untuk mengejek dan memperolok-olokkan kaum Muslimin, mereka mengatakan: "Kamu sekalian, hai Muhammad dan pengikut-pengikut Muhammad selalu mengatakan bahwa kemenangan itu akan segera kamu peroleh, padahal kamu sekalian adalah orang-orang yang tak ada gunanya dan orang-orang rendah di antara kita. Mungkinkah dakwaan kamu terjadi: Jika benar apa yang kamu katakan itu terangkanlah kepada kami, kapan terjadinya?

Katakanlah: `Pada hari kemenangan itu tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.`(QS. 32:29)
As Sajdah 29 
قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِيمَانُهُمْ وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ (29) 
Allan SWT akan menetapkan hukum di antara kita dengan adil pada hari kiamat, maka pada waktu orang-orang berbuat baik akan dibalasi dengan pahala yang baik, sedang orang-orang yang berbuat buruk akan disiksa dengan siksaan yang pedih. Hal ini sesuai dengan firman +Allah SWT: 

ربنا افتح بيننا وبين قومنا بالحق وأنت خير الفاتحين 
Artinya: 
Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. (Q.S. Al A'raf: 89) 
Berdasarkan pengertian di atas, maka maksud ayat ini ialah: "Katakanlah olehmu hai Muhammad kepada orang-orang musyrik Mekah itu termasuk juga di dalamnya orang-orang kafir yang lain bahwa hari kemenangan dan hari penyelesaian yang adil itu ialah hari kiamat, yaitu pada hari itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang hanya pada waktu itu menyatakan imannya, sedang waktu di dunia dia adalah orang kafir dan mereka pada hari itu tidak diberi kesempatan untuk bertobat. Tidak memberi kesempatan bertobat kepada orang-orang kafir pada hari itu, adalah wajar, karena mereka selama hidup di dunia telah diberi peringatan oleh Rasul yang diutus kepada mereka. Rasul itu telah menunjukkan jalan kebahagian yang abadi kepada mereka yang termuat di dalam Alquran dan hadis, tetapi mereka tetap ingkar dan membangkang.

Maka berpalinglah kamu dari mereka dan tunggulah, sesungguhnya mereka (juga) menunggu.(QS. 32:30)
As Sajdah 30 
فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَانْتَظِرْ إِنَّهُمْ مُنْتَظِرُونَ (30) 
Karena orang-orang musyrik tetap ingkar, bahkan mereka telah mulai menantang dan menyakiti kaum Muslimin, maka Allah SWT memerintahkan agar Rasulullah dan kaum Muslimin berpaling dari mereka, jangan mengindahkan mereka dan menyeru mereka lagi, dan sampaikanlah kepada manusia seluruhnya wahyu Kami yang telah disampaikan kepada engkau, sesuai dengan tugas yang Kami berikan kepada engkau. Tunggulah azab yang akan ditimpakan Allah kepada mereka baik di dunia maupun di akhirat, sebagai balasan perbuatan jahat yang telah dilakukan mereka kepadamu dan seluruh kaum Muslimin. Percayalah bahwa Allah benar-benar akan menepati janji-Nya. 
Pada akhir ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa kamu hai Muhammad akan melihat akibat dari sikap kebesaranmu itu dan balasan usaha engkau menyampaikan risalah-Ku yaitu Kami menjaga dan memeliharamu dari segala macam bahaya yang datang dari kaum musyrikin itu. 
Menurut suatu riwayat, bahwa setelah ayat ini, turunlah ayat-ayat yang membolehkan Rasulullah saw dan para sahabat memerangi orang-orang kafir.

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH  as-Sajdah >>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar