Senin, 15 Juli 2013

Surah Yasin 61-70

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH YASIN>>
dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.(QS. 36:61)
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
Surah Yaa siin 60
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (60)
Keadaan mereka, (orang-orang kafir) digiring masuk neraka itu, Allah SWT menghardik dan mengingatkan mereka kepada perbuatan-perbuatan dosa yang pernah mereka kerjakan di dunia dengan mengatakan: "Bukankah dahulu pernah Aku wasiatkan kepadamu agar kamu jangan sekali-kali menyembah setan". Di samping itu telah Aka kemukakan kepadamu bukti-bukti yang kuat, akal pikiran, Aku utus Rasul kepadamu dengan membawa kitab yang berisi petunjuk ke jalan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebenarnya dengan hidayah dan pengutusan Rasul itu telah cukup sebagai alasan bagimu untuk tidak mengikuti godaan setan. Tetapi semuanya itu tidak kamu hiraukan, sehingga jadilah nasibmu seperti keadaan sekarang ini".
Kemudian Allah SWT menerangkan sebab Dia melarang manusia mengikuti setan, yaitu karena Setan itu merupakan musuh yang nyata bagi manusia, permusuhan manusia dengan setan telah berlangsung sejak dahulu kala, yaitu sejak setan menyesatkan Adam dan Hawa, sehingga mereka dikeluarkan Allah SWT dari Surga. Sejak itu setan selalu berusaha dan berdaya upaya menyesatkan manusia.

Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?(QS. 36:62)
Surah Yaa siin 62
وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ (62)
Ayat ini menerangkan pengaruh dan akibat godaan setan kepada manusia, yaitu mereka ingkar dan tidak menaati Allah, bahkan banyak di antara mereka yang mempersekutukan Nya.
Alangkah lemahnya hati manusia, sehingga mereka dapat tergoda oleh setan. Padahal mereka telah dianugerahi akal, pikiran, perasaan, kemampuan jasmani dan rohani, demikian pula taufik dan hidayah berupa agama yang disampaikan Rasul kepada mereka. Sebenarnya dengan semua anugerah yang diberikan itu manusia dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana jalan yang lurus dan mana jalan yang Sesat, mana perbuatan dosa dan mana amal yang saleh. Tetapi mereka lalai dan selalu memperturutkan hawa nafsunya.


 Inilah Jahannam yang dahulu kamu di ancam (dengannya).(QS. 36:63)
 Surah Yaa siin 63
هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (63)
Allah SWT menyatakan kepada orang-orang kafir itu : "Hai orang-orang kafir, inilah neraka Jahanam yang pernah Aku janjikan kepadamu dan janji itu telah disampaikan oleh Rasul yang telah diutus kepadamu semasa hidup di dunia dahulu. Tetapi kamu tidak mempercayainya, bahkan kamu ingkar dan durhaka kepada Ku dart menyembah Tuhan selain Ku.

Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.(QS. 36:64)
  Surah Yaa siin 64
اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ (64)
Hal orang-orang kafir masukan dan rasakanlah pada hari ini kepanasan api neraka itu. Tetaplah di dalamnya sebagai balasan dari keingkaran dan perbuatan dosa yang telah kamu kerjakan dahulu.
Dari ayat-ayat ini dipahami, seakan-akan Allah memperingatkan kepada orang-orang kafir yang sedang diazab itu bahwa mereka tidak perlu lagi menyesal, putus asa dart bersedih hati karena azab yang sedang mereka alami. Azab itu diberikan kepada mereka, merupakan ketetapan Tuhan yang tidak mungkin dirubah lagi. Karena kepada mereka sewakatu hidup di dunia telah disampaikan bermacam-macam peringatan dan bermacam-macam cobaan, tetapi mereka tetap ingkar. Karena itu dan terimalah azab yang sedang ditimpakan itu.

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.(QS. 36:65)
 Surah Yaa siin 65
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (65)
Ayat ini menyatakan bahwa orang-orang kafir pada hari mereka menerima azab dalam neraka itu mengingkari semua perbuatan-perbuatan jahat yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia, bahkan mereka bersumpah bahwa mereka tidak pernah melakukan perbuatan-perbuatan itu, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:

قالوا والله ربنا ما كنا مشركين
Artinya:
Mereka mengatakan: "Demi Allah, Tuhan kami tiadalah kami mempersekutukan Allah". (Q.S. Al An'am: 23)
Dan dalam firman Allah:

إنا أنذرناكم عذابا قريبا يوم ينظر المرء ما قدمت يداه ويقول الكافر ياليتني كنت ترابا
Artinya:
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah". (Q.S. An Naba': 40)
Karena itu Allah SWT mengunci mati mulut-mulut mereka sehingga mereka tidak dapat mengucapkan sepatah katapun dan Allah SWT memerintahkan agar seluruh anggota badan mereka, seperti tangan, kaki mereka, dan sebagainya menjadi saksi atas perbuatan itu dan semua anggota badan mereka itu menerangkan dengan sejelas-jelasnya.
Ada riwayat yang menerangkan bahwa pada waktu itu orang-orang kafir mengingkari dengan sangat segala perbuatan jahat yang telah mereka lakukan di dunia. Karena itu tetangga-tetangga keluarga mereka dart sanak famili mereka menyatakan persaksian mereka dengan sumpah bahwa mereka benar-benar telah melakukan perbuatan jahat dan dosa selama hidup di dunia, seperti mempersekutukan Allah dan sebagainya. Mendengar persaksian itu mereka berkata: "Aku tidak akan menerima persaksian dari siapa pun selain dari persaksian yang aku sendiri yang menyatakannya". Maka Allah pun menutup mulut mereka dan memerintahkan kepada anggota-anggota tubuh mereka: "Berbicaralah engkau". Malta anggota-anggota tubuh mereka itu menuturkan semua yang telah mereka kerjakan itu.
Banyak ayat-ayat Alquran yang menerangkan tentang persaksian anggota tubuh manusia terhadap perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia ini, di antaranya ialah firman Allah SWT:

يوم تشهد عليهم ألسنتهم وأيديهم وأرجلهم بما كانوا يعملون
Artinya:
Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (Q.S. an Nur: 24)
Adapun Allah menjadikan tangan dan kaki berbicara sebagai saksi, adalah karena tanganlah yang mengerjakan perbuatan itu, sedang kaki ikut menyaksikan apa yang dikerjakan oleh tangan itu. Jadi perbuatan tangan merupakan suatu ikrar atau pengakuan sedangkan perkataan kaki merupakan persaksian.
Jika semua perbuatan buruk seorang manusia dibukakan dan diungkapkan selama hidup di dunia dan diketahui oleh orang banyak maka mereka merasa malu dan merasa sukar menyembunyikan muka mereka. Bahkan banyak pula di antara manusia yang membunuh dirinya karena tidak sanggup menahan rasa malu itu. Di akhirat nanti mereka akan mengalami apa yang mereka tidak sanggup mengalami dart menanggungnya semasa hidup di dunia.
Di samping anggota jasmani menjadi saksi di akhirat nanti maka roh dan jiwapun akan menjadi saksi pada hari itu. Persaksian roh dart jiwa akan lebih lengkap dari persaksian anggota badan, karena roh dart jiwa itu di samping mengetahui apa yang diketahui anggota, juga ia merasakan apa yang tidak sanggup anggota badan merasakannya.
Persaksian roh dan jiwa ini dipahami dari firman Allah SWT:

اقرأ كتابك كفى بنفسك اليوم عليك حسيبا
Artinya:
Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu. (Q.S. Al Isra': 14)

 Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).(QS. 36:66)
Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami robah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.(QS. 36:67)
Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...  
 Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?(QS. 36:68)
 Surah Yaa siin 68
وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلَا يَعْقِلُونَ (68)
Orang-orang kafir berkata: "Jika umur kami dipanjangkan Tuhan, tentulah kami berbuat segala macam kebaikan yang diperintahkan Allah". Allah SWT menjawab ucapan mereka itu dengan mengatakan: "Semakin panjang umur orang-orang kafir itu, maka semakin lemahlah ia dan semakin tidak berdaya melakukan apa yang dikatakannya itu".
Apakah orang-orang kafir tidak mempergunakan akalnya bahwa semakin panjang dan tua umur seseorang semakin lemahlah ia baik jasmani maupun rohaninya dan semakin tidak mampu ia berbuat. Allah telah memberinya umur yang cukup kepada mereka, yang dengan umur itu sebenarnya mereka telah dapat berbuat banyak, dapat beramal saleh, dapat menuntut ilmu yang cukup, dapat beribadat dengan baik dan sebagainya. Tetapi mereka tidak mempergunakan umur mereka itu dengan sebaik-baiknya. Allah mengutus para Rasul kepada mereka yang membawa petunjuk ke jalan yang lurus, tetapi mereka tidak mengikuti Rasul dan petunjuk itu bahkan mereka mendustakan dan mengingkarinya.

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,(QS. 36:69)
Surah Yaa siin 69
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ (69)
Dalam ayat ini, Allah membantah tuduhan kaum kafir yang mengatakan bahwa Alquran adalah syair yang diciptakan oleh Nabi Muhammad sendiri. Dengan demikian. menurut tuduhan mereka, Muhammad adalah seorang penyair. Hal ini dibantah keras dalam ayat ini, karena Alquran wahyu Allah yang membawa kebenaran. Sedang Nabi Muhammad menyampaikannya kepada umat manusia.
Alquran jauh berbeda dengan syair yang berkembang di tanah Arab ketika itu.
Pertama Karena syair mementingkan khayal, sehingga apa yang tersebut dalam syair itu kadang-kadang benar dart kadang-kadang merupakan hal-hal yang tidak benar, hanya sekadar menyenangkan hati orang-orang yang mendengarnya. Sehingga timbullah ucapan yang mengatakan bahwa "syair" yang paling baik ialah yang paling bohong". Sedang Alquran membawa ajaran-ajaran yang seluruhnya benar, karena ia berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia, membimbing mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kedua Bahwa dekat sebelum diutusnya Muhammad saw, menjadi Nabi dan Rasul, di antara penyair menggunakan syair-syair tersebut sebagai mata pencaharian. Mereka menciptakan syair-syair untuk memuji orang-orang yang berkuasa. Semakin senang hati yang dipuji itu karena syair tersebut, semakin besar pula hadiah yang akan mereka terima. Dengan demikian, prinsip mereka menciptakan syair tersebut adalah "asal Bapak senang". Mereka tak segan-segan memutar balikkan kenyataan. Yang salah, mereka katakan benar. Yang buruk mereka katakan baik. Sedang Nabi Muhammad jauh sekali dari sifat semacam itu. Beliau menyampaikan Alquran tanpa mengharapkan upah apapun dari manusia. Yang benar ditegakkan, yang salah dibasmi. Ditegaskannya mana yang halal, dan mana yang batil. Dengan demikian, Alquran bukanlah syair, dan Nabi Muhammad bukanlah penyair. Bahkan, kedudukan sebagai penyair suatu hal yang tidak patut bagi seorang Nabi dan Rasul Allah.
Allah SWT menegaskan, bahwa ia tidak mengajarkan syair kepada Muhammad. Ia hanyalah mewahyukan Alquran kepadanya, untuk disampaikan kepada umat manusia. Tuduhan kaum musyrik dart kaum kafir bahwa Muhammad adalah penyair, adalah tuduhan yang tidak patut dart tidak diterima akal yang sehat.
Kemudian Allah menegaskan lagi, bahwa Alquran yang disampaikan oleh Muhammad saw adalah pelajaran dan kitab suci yang memberikan penerangan kepada umat manusia untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin, dunia dan akhirat.
Kaum musyrik mengatakan Alquran itu syair, karena kata-kata dart kalimat-kalimat yang terdapat dalam Alquran demikian indah dan itu. Bahkan kadang-kadang mereka mengatakan Alquran adalah sihir, karena kata-kata dan susunan kalimat Alquran memang mempesona siapa saja yang mendengarnya. Akan tetapi tuduhan mereka ini sama sekali tidak benar. Namun demikian, Alquran bukanlah sihir. Dan bukan pula syair, karena syair, adalah susunan yang terikat kepada pola-pola tertentu, sedang Alquran tidaklah demikian.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 69
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ (69)
(Dan Kami tidak mengajarkan kepadanya) yakni kepada Nabi saw. (tentang syair) ayat ini diturunkan sebagai sanggahan terhadap perkataan orang-orang kafir, karena mereka telah mengatakan, bahwa sesungguhnya Alquran yang didatangkan olehnya adalah syair (dan bersyair itu tidak layak) tidak mudah (baginya.) (Alquran itu tiada lain) apa yang diturunkan kepadanya, tiada lain (hanyalah pelajaran) nasihat (dan Kitab yang memberi penerangan) yang menjelaskan tentang hukum-hukum dan lain-lainnya.

supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.(QS. 36:70)
Surah Yaa siin 70
لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ (70)
Dalam ayat ini, selanjutnya Allah SWT menjelaskan, bahwa fungsi Alquran antara lain untuk memberikan peringatan kepada umat manusia yang hati dan pikirannya hidup, di samping itu menerangkan kepastian adanya kelelapan azab terhadap orang-orang kafir.
Orang-orang yang hati, pikiran dan semangatnya tetap hidup pastilah mengambil Alquran sebagai pedomannya yang utama, karena Alquran membawa ajaran yang melenyapkan kebodohan dan kebekuan, menyembuhkan penyakit-penyakit mental yang merusak hidup manusia, lahir dan batin. Ia menjadi rahmat bagi orang-orang yang bertakwa.
Sebaliknya orang-orang yang hati, pikiran dan semangatnya sudah mati dan membeku, tak man mengambil pelajaran dan bimbingan dari Alquran karena godaan setan sudah membelenggu demikian rupa.
Di samping itu, di antara pemuka-pemuka kaum kafir dan musyrik itu dalam hati mereka telah mengakui kebenaran dan kemukjizatan Alquran, akan tetapi mereka tidak berani mengemukakan pengakuan itu, karena takut akan kehilangan pengaruh di antara kaumnya, atau kehilangan sumber penghasilan mereka.

 <<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH YASIN>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar