Minggu, 22 April 2012

Huud 101 - 110

Surah HUUD
Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah HUUD
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=6&SuratKe=11#Top

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Huud 101

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَكِنْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ لَمَّا جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ (101)

101. Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.(QS. 11:101)
Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa dibinasakannya mereka itu bukanlah tindakan aniaya dari Dia, tetapi mereka sendirilah yang menganiaya dirinya yang menyebabkan Allah terpaksa mengambil tindakan demikian. Mereka mempersekutukan Allah, mengadakan kerusakan di muka bumi terus-menerus sehingga azab tidak dapat ditunda-tunda daripadanya. Andaikata mereka dibiarkan dalam keadaan yang demikian berlarut-larut, niscaya mereka akan tetap saja demikian malah bertambah-tambah penganiayaan, kejahatan dan pengrusakannya di muka bumi sebagaimana tercantum di dalam Alquran:
إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوا إِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا
Artinya:
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.
(Q.S. Nuh: 27)
Rasul-rasul yang diutus kepada mereka cukup gigih dan tangguh memberikan pelajaran dan petunjuk, tetapi mereka tetap saja angkuh dan membangkang. Apabila diberi ancaman, mereka makin membangkang dan menentang karena mereka terlalu percaya bahwa tuhan-tuhan sembahan-sembahannya itulah yang akan menyelamatkannya dari segala marabahaya dan azab yang akan menimpanya, padahal apabila Allah swt. telah memutuskan akan menurunkan azab dan membinasakan suatu kaum, maka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah swt. itu tidak akan bermanfaat sedikit pun dan tidak mempunyai daya sama sekali untuk menahan dan menghalangi keputusan Allah itu. Kepercayaan mereka kepada sembahan-sembahannya itu tidak lain kecuali hanya menambah kebinasaan dan kehancurannya. Mereka percaya bahwa sembahan-sembahan itu akan menimpakan malapetaka kepada Nabi yang diutus sebagaimana diceritakan Allah swt. di dalam firman-Nya mengenai kaum Nabi Hud a.s.:

إِنْ نَقُولُ إِلَّا اعْتَرَاكَ بَعْضُ آلِهَتِنَا بِسُوءٍ
Artinya:
Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.
(Q.S. Hud: 54)

102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.(QS. 11:102)

وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ (102)

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa sebagaimana halnya azab yang ditimpakan kepada negeri-negeri kaum Nuh, kaum `Ad dan kaum Samud begitu pula akan ditimpakan kepada semua negeri yang penduduknya tetap bersifat dan selalu berbuat kerusakan di muka bumi ini. Tidak ada suatu kaum pun yang akan luput dan terhindar daripadanya apabila Allah swt. telah menghendakinya. Sabda Nabi Muhammad saw.:

إن الله ليملي للظالم حتى إذا أخذه لم يفلته
Artinya:
Sesungguhnya Allah swt. menangguhkan siksaan bagi orang-orang yang lalim sehingga apabila Dia mengazabnya dia tidak akan luput dan tidak dapat menghindar daripada-Nya.
(H.R. Ahmad, Bukhari, Muslim, dan Tirmizi dari Abu Musa Al-Asy'ari)
Sesungguhnya azab Allah itu sangat pedih. Kiranya uraian di atas dapat dijadikan pelajaran terutama bagi orang-orang yang lalim supaya mereka sadar dan menginsafi perbuatannya yang jahat itu. Tidak ada suatu usaha dan kekuatan bagaimana pun hebatnya yang dapat menghalangi atau membendung azab Allah yang akan ditimpakan-Nya kepada suatu negeri atau suatu kaum. Firman Allah swt.

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَثَارُوا الْأَرْضَ وَعَمَرُوهَا أَكْثَرَ مِمَّا عَمَرُوهَا وَجَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Artinya:
Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka Rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku lalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku lalim kepada diri sendiri.
(Q.S. Ar Rum: 9)

103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi) nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).(QS. 11:103)
Surah Huud 103

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِمَنْ خَافَ عَذَابَ الْآخِرَةِ ذَلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ (103)

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa apa yang telah dikisahkan tentang kehancuran umat-umat dahulu sebagai akibat dari penganiayaan yang telah dilakukannya sesuai dengan sunatullah adalah menjadi bahan pelajaran bagi orang-orang yang mau sadar dan takut kepada azab akhirat untuk tidak melakukan perbuatan aniaya dari segala macam dan bentuknya, karena menyadari bahwa Allah Yang menyiksa mereka di dunia ini, tentu mampu pula menyiksa mereka di akhirat kelak dan apa yang meliputi mereka di dunia ini merupakan gambaran dan contoh dari apa yang akan ditemuinya di akhirat nanti.
Kejadian-kejadian seperti topan, gempa bumi, tanah longsor dan sebagainya yang menghancurkan harta benda dan jiwa yang tidak sedikit jumlahnya itu adalah azab dan teguran dari Allah swt. kepada manusia untuk menyadari yang diperbuatnya. Dan tidaklah seperti yang dikatakan dan disangka oleh orang-orang rasional, bahwa kejadian-kejadian itu hanya bencana alam saja yang tidak ada sangkut-pautnya dengan kekuasaan Allah swt. Sebelum terjadi hal-hal seperti tersebut di atas, Rasul-rasul utusan Allah telah memperingatkan kepada kaumnya tentang akan terjadinya sesuatu supaya mereka berhati-hati. Itu semua menunjukkan bahwa kejadian-kejadian itu tidaklah secara kebetulan, tetapi erat hubungannya dengan kada' dan kadar, salah satu rukun iman yang wajib kita yakini dan percayai, dan perhatikanlah firman Allah swt.:

وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ
Artinya:
Dan orang-orang yang lalim itu, kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.
(Q.S. Asy Syu'ara: 227)
Orang-orang yang tidak mau sadar akan peringatan Allah di dunia ini akan diazab nanti di akhirat pada hari di mana semua makhluk akan berkumpul untuk diteliti semua amalnya kemudian dibalas dengan seadil-adilnya. Kejadian itu disaksikan oleh semua makhluk baik manusia, jin, malaikat maupun makhluk-makhluk yang lain.

104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.(QS. 11:104)

وَمَا نُؤَخِّرُهُ إِلَّا لِأَجَلٍ مَعْدُودٍ (104)

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa hari kiamat adalah hari di mana segenap makhluk akan berkumpul dan menyaksikan segala kejadian mengenai ditelitinya dan dimintainya tiap-tiap manusia mempertanggungjawabkan amalnya di dunia, tidak akan ditunda dan diperpanjang tetapi akan berakhir sesuai dengan yang telah ditentukan Allah swt., yaitu hari berakhirnya dunia ini, suatu waktu yang tidak seorang makhluk pun yang mengetahuinya.

105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangpun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.(QS. 11:105)

يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ (105)

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa jika hari yang telah ditentukan itu tiba, tak seorang pun dapat berbicara dan berbuat sesuatu kecuali dengan izin Allah sebagaimana firman-Nya:
" هَذَا يَوْمُ لَا يَنْطِقُونَ وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُونَ "
Artinya:
Ini adalah hari yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu) dan tidak diizinkan kepada mereka minta uzur sehingga mereka (dapat) minta uzur.
(Q.S. Al-Mursalat: 35, 36)
Dan firman-Nya:

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفًّا لَا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَقَالَ صَوَابًا
Artinya:
Pada hari ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah dan ia mengucapkan kata-kata yang benar.
(Q.S. An Naba': 38)
Di antara orang-orang yang berkumpul di hari kiamat itu ada yang celaka, maka ia akan mendapat azab yang pedih sebagaimana yang telah diancamkan kepada orang-orang kafir, dan ada yang berbahagia, maka ia akan memperoleh pahala dan kesenangan sepanjang masa sesuai dengan yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa.

106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan nafas dan menariknya (dengan merintih),(QS. 11:106)

فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ (106)

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa orang-orang yang termasuk golongan celaka, karena di waktu mereka berada di dunia telah merusak akidahnya, mengikuti orang-orang yang sesat perbuatannya, sehingga pudar dan padamlah cahaya iman daripadanya, bergelimang dosa sepanjang masa. Mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka dan merasakan azab yang pedih seperti halnya seekor himar yang mengeluarkan dan memasukkan nafasnya disertai rintihan dan teriakan yang amat keras.

107. mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.(QS. 11:107)

خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ (107)

Mereka akan kekal di dalam neraka selama-lamanya kecuali kalau Allah swt. menghendaki yang lain, karena Dia itu Maha Tahu Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Apa saja yang dikehendaki-Nya akan berwujud dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan ada.

108. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.(QS. 11:108)

وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ (108)

Pada ayat ini, Allah swt. menerangkan bahwa orang-orang yang berbahagia karena ketika mereka berada di dunia selalu berhati-hati dan menghindari hal-hal yang akan melibatkannya ke suatu perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah, menjauhi godaan-godaan yang akan menjerumuskannya ke lembah maksiat, mereka akan ditempatkan di surga dan kekal di dalamnya selama-lamanya, kecuali Allah swt. menghendaki yang lain. Balasan yang syahdu dan nikmat yang dianugerahkan kepada orang-orang yang berbahagia adalah karunia semata-mata dari Allah swt. yang terus-menerus tiada putus-putusnya sesuai dengan firman-Nya:

فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
Artinya:
Maka bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.
(Q.S. At Tin: 6)

109. Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang disembah oleh mereka. Mereka tidak menyembah melainkan sebagaimana nenek moyang mereka menyembah dahulu. Dan sesungguhnya Kami pasti akan menyempurnakan dengan secukup-cukupnya pembalasan (terhadap) mereka dengan tidak dikurangi sedikitpun.(QS. 11:109)

فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِمَّا يَعْبُدُ هَؤُلَاءِ مَا يَعْبُدُونَ إِلَّا كَمَا يَعْبُدُ آبَاؤُهُمْ مِنْ قَبْلُ وَإِنَّا لَمُوَفُّوهُمْ نَصِيبَهُمْ غَيْرَ مَنْقُوصٍ (109)

Pada ayat ini Allah swt. menghibur Nabi Besar Muhammad saw. dan memberi peringatan kepada musuh-musuhnya dan orang-orang yang musyrik penyembah berhala. Kepada Nabi Muhammad saw. Allah swt. menekankan agar dia tidak ragu-ragu tentang apa yang akan ditimpakan kepada musuh-musuhnya dan orang-orang musyrik penyembah berhala itu, Allah pasti akan menyiksa mereka karena apa yang disembah mereka itu sama saja dengan yang telah disembah oleh nenek moyangnya. Sebagaimana nenek moyang mereka telah disiksa akibat perbuatannya memusuhi nabi-nabi, dan menyembah berhala, begitu juga yang akan ditimpakan kepada mereka tidak dikurangi sedikit pun.

110. Dan sesungguhnya Kami telah memberi Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkan tentang Kitab itu. Dan seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap Al quran.(QS. 11:110)

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَاخْتُلِفَ فِيهِ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّهُمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍ (110)

Pada ayat ini, Allah swt. menerangkan bahwa Dia telah memberikan kitab Taurat kepada Musa a.s. kemudian kitab Taurat itu diperselisihkan oleh kaumnya, apakah kitab Taurat itu betul dari Allah atau tidak? Ada di antara mereka yang percaya, bahwa kitab Taurat itu betul-betul dari Allah dan sebagian yang lain mengingkarinya. Oleh karena itu Nabi Muhammad tidak perlu merasa gusar kalau dia melihat orang-orang kafir Mekah sangat gelisah dan ragu tentang Alquran, baik mengenai isinya maupun kebenarannya dari Allah swt. Andaikata tidak ada ketentuan dari Allah swt. untuk menangguhkan azab kepada orang-orang yang lalim dan ingkar sampai kepada waktu yang telah ditetapkan tentunya Allah swt. mengazab mereka sebagaimana telah mengazab dan menghancurkan orang-orang yang menentang dakwah rasul dahulu sebelum Nabi Muhammad saw. Sejalan dengan isi ayat ini Allah swt. berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ
Artinya:
Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang lalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.
(Q.S. Ibrahim: 42)

Surah HUUD
Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah HUUD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar