Selasa, 24 April 2012

Yusuf 81 - 90

Surah YUSUF
Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah Yusuf
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=5&SuratKe=12#Top
81. Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: `Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri; dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib.(QS. 12:81)
ارْجِعُوا إِلَى أَبِيكُمْ فَقُولُوا يَا أَبَانَا إِنَّ ابْنَكَ سَرَقَ وَمَا شَهِدْنَا إِلَّا بِمَا عَلِمْنَا وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَافِظِينَ (81)
Lalu Yahuz memerintahkan kepada saudara-saudaranya yang sembilan orang supaya pulang menghadap ayahnya dan melaporkan segala kejadian yang dialaminya di Mesir untuk menghindarkan tuduhan-tuduhan yang buruk. (Yusuf) berkata: "Kembalilah kepada ayahmu dan sampaikanlah kepadanya bahwa anaknya Bunyamin telah mencuri takaran raja dan akibatnya dijadikan hamba sahaya selama setahun sesuai dengan syariat kami. Kami hanya dapat menyaksikan apa yang kami ketahui, karena kami melihat sendiri bahwa takaran raja itu dikeluarkan dari kantung Bunyamin. Dan kami sekali-kali tidak mengetahui barang yang gaib. Seandainya kami mengetahui bahwa dia akan mencuri tentu kami tidak akan memberikan janji yang berat pada ayah."

82. Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar`.(QS. 12:82)

وَاسْأَلِ الْقَرْيَةَ الَّتِي كُنَّا فِيهَا وَالْعِيرَ الَّتِي أَقْبَلْنَا فِيهَا وَإِنَّا لَصَادِقُونَ (82)
Dan tanyakanlah hal ini kepada penduduk negeri yang kami berada di situ untuk membeli bahan makanan, karena soal pencurian itu sudah tersebar beritanya di kalangan mereka. Dan tanyakan pulalah kepada kafilah yang datang bersama-sama dengan kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar dan selalu melaporkan apa yang benar-benar terjadi.
83. Yaqub berkata: `Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana`.(QS. 12:83)

قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا فَصَبْرٌ جَمِيلٌ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (83)
Nabi Yakub berkata setelah berhadapan dengan putra-putranya yang memberi laporan seperti yang diamanatkan oleh Yahuz: "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan mengapa kamu mengatakan bahwa yang mencuri harus dijadikan hamba sahaya selama satu tahun, padahal ketentuan itu hanya ada pada syariat kita dan tidak ada dalam perundang-undangan mereka. Maka kesabaran yang baik itulah kesabaranku yang tidak diliputi oleh perasaan kejengkelan dan kemarahan, maka mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku yaitu Yusuf, Bunyamin dan Yahuz, karena sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
84. Dan Yaqub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: `Aduhai duka citaku terhadap Yusuf`, dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya).(QS. 12:84)

وَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا أَسَفَى عَلَى يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ (84)
Karena tidak senang menerima laporan yang disampaikan para putranya, maka Nabi Yakub berpaling dari mereka seraya berkata penuh kesedihan: "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf, karena aku tadinya menunggu-nunggu berita yang menggembirakan dari Mesir tapi kenyataannya justru berita yang menyedihkanlah yang kuterima." Karena kesedihan yang terus-menerus dialaminya itu, maka kedua matanya menjadi putih karena seringnya menangis sehingga keadaannya seperti orang buta, akan tetapi beliau walaupun demikian tetap masih bisa menahan amarahnya terhadap anak-anaknya.
85. Mereka berkata: `Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa`.(QS. 12:85)

قَالُوا تَاللَّهِ تَفْتَأُ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّى تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ الْهَالِكِينَ (85)
Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa anak-anak Yakub yang baru kembali dari Mesir, ketika mendengar keluhan dan kesedihan ayahnya yang mendalam, berkata mereka kepada ayahnya yang diawali dengan sumpah kepada Allah swt. melahirkan rasa kasih dan sayangnya: "Ayah jangan hendaknya selalu mengingat Yusuf karena mengenai peristiwa Yusuf itu sudah lama berlalu. Kalau saja selalu mengingat Yusuf yang dibarengi dengan kesedihan yang mendalam, kami khawatir ayah akan ditimpa penyakit yang akan membinasakan atau ayah meninggal dunia karenanya."
86. Yaqub menjawab: `Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.(QS. 12:86)

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (86)
Pada ayat ini Allah swt. menceritakan sambutan Nabi Yakub kepada anak-anaknya dengan berkata: "Wahai anak-anakku, janganlah kalian mencela dan mencercaku. Saya tidak pernah mengadu kepadamu, begitu juga kepada manusia yang lain tentang kesedihan dan kesusahanku. Saya mengadu dan menyampaikan keluhan atas musibah yang menimpaku hanya kepada Allah swt. Kepada-Nya aku meminta perlindungan, berdoa dan memohon untuk menghilangkan kesusahan dan kesedihan itu. Biarkanlah aku bermunajat dengan Tuhanku. Saya mengetahui dari ilmu yang diberikan Allah kepadaku bahwa Yusuf itu masih hidup dan tetap memperoleh rezeki. Ia adalah pilihan Allah swt. dan Dia akan menyempurnakan nikmat-Nya kepada Yusuf dan kepada keluarga Yakub. Kesemuanya itu kalian tidak mengetahuinya, bahkan telah mengira bahwa Yusuf itu telah mati."
87. Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir`.(QS. 12:87)

يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ (87)
Berkata Yakub: "Wahai anak-anakku, saya tahu bahkan yakin mimpi Yusuf itu benar dan saya akan sujud kepadanya menghormatinya. Kalau kalian berpendapat lain ketahuilah bahwa satu waktu Allah swt. akan memperlihatkan kebenaran pendapatku itu. Untuk ini kembalilah kalian ke Mesir menyelidiki sampai mendapat berita yang pasti tentang Yusuf dan adiknya Bunyamin. Jangan kalian berputus asa, karena yang demikian itu dilarang oleh Allah swt. sebagaimana firman-Nya:

لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
Artinya:
Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah."
(Q.S. Az Zumar: 53)
Selanjutnya Yakub berkata: "Carilah Yusuf dan saudaramu sampai ketemu. Tidak ada putus asa dalam kamus hidup, dan tidak berarti hidup dengan berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir dan orang-orang yang telah sesat sebagaimana firman Allah swt.:

قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ
Artinya:
Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat.
(Q.S. Al-Hijr: 56)
Adapun orang-orang mukmin, mereka tidak akan berputus asa karena musibah yang menimpanya, tidak akan goyah imannya karena bahaya yang melandanya. Mereka bersabar dan tabah menghadapi segala kesulitan yang dialaminya. Ia dengan rela penuh ikhlas menerima qada dan qadar dari Allah swt. dengan keyakinan bahwa suatu saat nanti Allah akan menghilangkan semuanya itu sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا
Artinya:
Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman.
(Q.S. Al Hajj: 38)
88. Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: `Hai Al Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah`.(QS. 12:88)

فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَيْهِ قَالُوا يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهْلَنَا الضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَاعَةٍ مُزْجَاةٍ فَأَوْفِ لَنَا الْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَا إِنَّ اللَّهَ يَجْزِي الْمُتَصَدِّقِينَ (88)
Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa setelah anak-anak Yakub menerima anjuran dari ayahnya supaya mereka kembali ke Mesir berangkatlah mereka. Setelah sampai di Mesir mereka masuklah ke istana Yusuf dengan mengemukakan keadaannya dengan segala kerendahan diri. Mereka ingin mengetahui sampai di mana pengaruh pancingannya itu untuk mengetahui kebenaran ayahnya yang pernah mengatakan bahwa Al-Aziz itu adalah Yusuf. Mereka berkata: "Wahai Al-Aziz, kami ditimpa musibah kelaparan karenanya kami pada kurus-kurus, lemah karena kekurangan makanan, sedang keluarga kami tidak sedikit." Mereka pura-pura mengadukan halnya itu kepada Al-Aziz padahal maksud sebenarnya ialah untuk mengetahui keadaan Yusuf dan Bunyamin. Mereka juga mengemukakan bahwa mereka datang membawa dagangan yang jelek dan rendah mutunya, mungkin tak ada pedagang yang mau menawarnya dengan harapan kiranya Al-Aziz mau menolongnya dengan menyempurnakan takaran dagangannya itu dengan tanpa mempertimbangkan kejelekannya, dan kelebihan dari nilai sebenarnya disedekahkan saja kepada mereka. Allahlah yang membalas budi baik seseorang yang suka bersedekah dan Dia pulalah yang akan mengganti segala apa yang telah disedekahkan dan dinafkahkan itu sebagaimana firman-Nya:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ
Artinya:
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.
(Q.S. Saba': 39)
89. Yusuf berkata: `Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu?`(QS. 12:89)

قَالَ هَلْ عَلِمْتُمْ مَا فَعَلْتُمْ بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذْ أَنْتُمْ جَاهِلُونَ (89)
Setelah anak-anak Yakub mengemukakan isi hatinya kepada Al-Aziz yang di dalam ucapannya mengandung pengertian bahwa mereka menuntut supaya adiknya Bunyamin dikembalikan, Yusuf menjawab: "Wahai kamu sekalian, apakah kalian tidak mengingat kejahatan yang kalian telah lakukan terhadap Yusuf dan Bunyamin adiknya? Alangkah jeleknya apa yang telah kalian perbuat terhadap Yusuf dan saudaranya itu. Mungkin karena kejahilanmu pada waktu itu kamu tidak mengetahui dan merasakan buruknya perbuatanmu itu yang bertentangan dengan syariat agamamu, melanggar kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua dan bergaul secara baik terhadap karib kerabat." Ini adalah realisasi dari apa yang telah Allah wahyukan kepada Yusuf ketika ia dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya sebagaimana firman Allah:

وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِأَمْرِهِمْ هَذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Artinya:
Kami wahyukan kepada Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi.
(Q.S. Yusuf: 15)
90. Mereka berkata: `Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?` Yusuf menjawab: `Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami`. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik `.(QS. 12:90)

قَالُوا أَئِنَّكَ لَأَنْتَ يُوسُفُ قَالَ أَنَا يُوسُفُ وَهَذَا أَخِي قَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ (90)
Setelah mereka mendengar ucapan Yusuf yang diikutinya dengan seksama timbullah di hati mereka bahwa yang dihadapannya itu adalah Yusuf benar-benar. Untuk menguatkan sangkaannya itu, mereka memajukan pertanyaan disertai tekanan penuh dengan rasa heran, katanya: "Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?" Mereka heran. Dua tahun lebih mereka pulang balik kepada Yusuf tetapi tidak mengetahuinya, sedang Yusuf mengetahui mereka hanya dia sembunyikan dalam hatinya. Pertanyaan mereka dijawab oleh Yusuf katanya: "Saya ini adalah Yusuf yang telah kalian aniaya dengan penganiayaan yang cukup berat. Allah swt. telah menolongku dan memuliakanku sampai menduduki pangkat yang tinggi. Saya tidak berdaya sama sekali ketika kalian merencanakan membunuhku kemudian melemparkan aku ke dasar sumur yang dalam. Dan ini adikku Bunyamin yang telah kalian pisahkan dari aku yang kemudian Allah swt. memberikan karunia kepadanya sebagaimana kalian lihat. Allah swt. melimpahkan karunia-Nya kepada kami berdua, mengumpulkan kami kembali sesudah berpisah sekian lama, memuliakan kami sesudah dihina, kembali beramah-tamah sesudah kesepian, menyelamatkan kami dari segala ujian dan cobaan. Tidak semua apa yang dibenci itu buruk akibatnya. Sebaliknya tidak semua yang disenangi itu baik akibatnya. Adakalanya sesuatu yang dibenci itu padahal hakikatnya adalah kebaikan, begitu pula sebaliknya sebagaimana firman Allah swt.:

وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya:
Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
(Q.S. Al-Baqarah: 216)
Agama-agama samawi telah sepakat menetapkan, dan pengalaman-pengalaman telah menunjukkan bahwa orang yang bertakwa kepada Allah swt. dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya serta bersabar menghadapi ujian dan bencana yang menimpanya, godaan-godaan setan dan hawa nafsu, Allah tidak akan menyia-nyiakan balasan amalnya itu di dunia lebih-lebih di akhirat kelak. Di dunia diberi hidayah untuk dapat keluar dari kesulitan yang dialaminya serta diberi rezeki dari arah yang tidak diduga sebelumnya, dan di akhirat diberi pahala tanpa ada perhitungan. Firman Allah swt.:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya:
Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberi rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
(Q.S. At Talaq: 2, 3)
Dan firman-Nya:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya:
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
(Q.S. Az Zumar: 10)


Surah YUSUF
Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah Yusuf
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=5&SuratKe=12#Top

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar