Minggu, 08 April 2012

Yunus 51 - 60

SURAH YUNUS
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH YUNUS >>
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=3&SuratKe=10#Top


51Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kemudian itu kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?(QS. 10:51)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yunus 51
أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ آمَنْتُمْ بِهِ آلْآنَ وَقَدْ كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ (51)
Sesudah itu Allah swt. memerintahkan kepada Rasul agar menanyakan kepada mereka apakah orang-orang musyrik itu baru mau mempercayainya setelah terjadi azab yang mereka takuti itu. Padahal pada saat itu keimanan mereka tiada berguna lagi, lalu apa gunanya mereka selalu meminta supaya siksa yang dijanjikan kepada mereka itu disegerakan, ataukah permintaan menyegerakan itu hanyalah untuk menunjukkan sikap mereka yang selalu mendustakan ayat-ayat Allah swt. dan menanggapi dengan kesombongan?

52. Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim (musyrik) itu:` Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan. `(QS. 10:52)

ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ (52)
Kemudian Allah menjelaskan bahwa apabila mereka tetap tidak mau percaya juga supaya dikatakan kepada mereka yang menganiaya diri mereka itu bahwa mereka akan merasakan siksaan Allah swt. yang akan datang untuk selama-lamanya. Dan siksaan Allah yang akan ditimpakan kepada mereka itu adalah sebagai imbalan dari apa yang mereka lakukan di dunia ini. Mereka tidak akan diberi balasan terkecuali seimbang dengan perbuatan yang telah mereka lakukan menurut pilihan mereka sendiri, seperti mengingkari kebenaran ayat-ayat Allah, menyekutukan Tuhan, membuat kerusakan di muka bumi serta kebebalan mereka tidak mau berhenti melakukan permusuhan terhadap Rasulullah serta mengingkari terjadinya hari berbangkit.

53. Dan mereka menanyakan kepadamu:` Benarkah (azab yang dijanjikan) itu? `Katakanlah:` Ya, demi Tuhan-ku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya) `.(QS. 10:53)

وَيَسْتَنْبِئُونَكَ أَحَقٌّ هُوَ قُلْ إِي وَرَبِّي إِنَّهُ لَحَقٌّ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ (53)
Kemudian daripada itu Allah swt. menjelaskan kepada Nabi saw. bahwa orang-orang kafir Quraisy akan menanyakan berita yang sangat penting kepadanya, yaitu mengenai ancaman Allah yang akan ditimpakan kepada mereka, baik siksaan dunia maupun siksaan akhirat. Apakah janji itu memang benar-benar akan terjadi ataukah ancaman itu hanya berupa kabar untuk menakut-nakuti saja. Pertanyaan yang demikian menunjukkan keraguan mereka sendiri karena pada saat mereka mendustakan ayat-ayat Allah mereka tidak akan meyakini akan kebenaran ucapan mereka itu karena mereka dipengaruhi oleh perasaan permusuhan kepada Nabi Muhammad saw. dan percaya saja secara taklid kepada kepercayaan nenek moyangnya. Menghadapi pertanyaan itu Rasulullah saw. diperintahkan untuk menjawab bahwa berita itu benar-benar akan terjadi. Bahkan di dalam jawaban itu Allah menyatakan dengan sumpah yang menunjukkan bahwa janji itu memang betul-betul akan terjadi.
Firman Allah swt.:

إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌ مَا لَهُ مِنْ دَافِعٍ
Artinya:
Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi tidak seorang pun yang dapat menolaknya.
(Q.S. At Thur: 7, 8)
Di akhir ayat Allah swt. menandaskan bahwa apabila Allah swt. telah menurunkan siksa yang dijanjikan kepada mereka itu, mereka tidak akan luput dari ancaman itu meskipun mereka lari dari siksaan itu.
Allah swt. berfirman:

وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ نُعجِزَ اللَّهَ فِي الْأَرْضِ وَلَنْ نُعْجِزَهُ هَرَبًا
Artinya:
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada)-Nya dengan lari.
(Q.S. Al-Jin: 12)


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yunus 53
وَيَسْتَنْبِئُونَكَ أَحَقٌّ هُوَ قُلْ إِي وَرَبِّي إِنَّهُ لَحَقٌّ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ (53)
(Dan mereka menanyakan kepadamu) meminta penjelasan darimu ("Benarkah hal itu?") artinya apa yang telah engkau ancamkan kepada kami berupa siksaan dan dibangkitkan dari kubur itu? (Katakanlah, "Ya,) benar (demi Rabbku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kalian sekali-kali tidak dapat luput.") tidak dapat selamat daripadanya.

54. Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak di aniaya.(QS. 10:54) 

وَلَوْ أَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ مَا فِي الْأَرْضِ لَافْتَدَتْ بِهِ وَأَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ (54)
Allah swt. menjelaskan bahwa seandainya tiap-tiap orang yang menganiaya diri mereka, yang mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain, mempunyai seluruh kekayaan yang ada di bumi, dan diberi kemungkinan kepada mereka untuk menebus diri mereka agar mereka selamat dari siksa Allah dengan seluruh kekayaan yang mereka miliki, tentulah kesalahan mereka tidak terimbangi dengan tebusan mereka itu. Apalagi pada saat itu tidak diterima lagi tebusan, maka tidak ada perlindungan lagi bagi mereka untuk menyelamatkan diri mereka dari siksaan Allah swt. Sedang pada saat tibanya azab yang mereka saksikan sendiri dengan sebenar-benarnya mereka berusaha menyembunyikan penyesalan itu. Hal yang demikian itu karena mereka telah benar-benar mengetahui bahwa segenap usaha yang mereka lakukan tidak ada gunanya lagi, baik ia menjerit sekuat-kuatnya atau membungkam seribu bahasa. Pada saat itu keputusan Allah swt. telah dijatuhkan di antara mereka dengan seadil-adilnya. Mereka akan merasakan siksaan atas seluruh tindakan mereka, baik tindakan mereka yang secara fanatik buta mengikuti nenek moyang mereka yang tetap bergelimang dalam kemusyrikan.
Apabila mereka mendapat siksaan serupa itu tidaklah dapat dikatakan bahwa Allah menganiaya mereka, tetapi mereka sendirilah yang menganiaya diri mereka. Siksaan Allah yang akan menimpa mereka itu digambarkan sebagai berikut:

إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا
Artinya:
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang-orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah."
(Q.S. An Naba': 40)
Dan firman-Nya:

يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا
Artinya:
Kecelakaan besarlah bagiku kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).
(Q.S. Al-Furqan: 28)
Dan firman-Nya:

لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا
Artinya:
Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Alquran ketika Alquran itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.
(Q.S. Al-Furqan: 29) 

55. Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (nya).(QS. 10:55)

أَلَا إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَلَا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (55)
Kemudian daripada itu Allah swt. menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya untuk menerapkan hukum-hukum-Nya yang tak dapat dihalang-halangi oleh siapa pun juga, dan tidak dapat pula ditebus dengan segala macam tebusan karena langit, bumi dan segala isinya adalah milik Allah. Allah swt. meminta perhatian kepada seluruh manusia agar tidak melalaikan ketentuan-Nya. Yang dimaksud dengan segala sesuatu yang ada di antara langit dan bumi dalam ayat ini ialah semua benda alam termasuk pula yang berakal. Hal ini dimaksudkan agar manusia suka merenungkan bahwa langit, bumi dan seluruh isinya itu berada dalam pengawasan-Nya, dan Allah menetapkan hukum-hukum-Nya menurut kehendak-Nya. Dia dapat memberikan karunia kepada hamba-hamba-Nya menurut kehendak-Nya, dan memberi siksa kepada makhluk-Nya menurut kehendak-Nya pula.
Selain itu Allah juga menegaskan bahwa janji apa saja yang telah ditetapkan Allah kepada hamba-Nya melalui Rasul-Nya adalah janji yang benar yang pasti akan datang dari Zat yang berkuasa atas segala sesuatu yang sudah tentu berkuasa pula memenuhi janji-Nya. Dalam pada itu tak ada seorang pun yang mempengaruhi-Nya.
Tetapi Allah swt. mencela sebagian besar orang-orang musyrik itu, karena mereka selalu mendustakan ayat-ayat Allah dan tibanya hari berbangkit padahal mereka itu telah membaca kebenaran ayat-ayat Allah itu, dan telah mendengar bimbingan-bimbingan yang dibawa oleh Rasulullah saw. Hal itu menunjukkan bahwa penilaian mereka itu tidak murni lagi, akan tetapi dipengaruhi oleh sikap permusuhan kepada Nabi saw. dan kefanatikan mereka terhadap agama nenek moyang mereka.

56. Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.(QS. 10:56)

هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (56)
Dalam pada itu Allah swt. menandaskan bahwa Dialah Zat yang menunjukkan yang dapat menghidupkan dan mematikan. Dia berkuasa untuk menentukan hidup dan matinya semua kehidupan yang ada di kolong langit dan bumi ini. Tak ada Zat yang lain yang mempengaruhinya dan menghalang-halangi kehendak-Nya. Dengan demikian maka Dia berkuasa pula untuk membangkitkan manusia dari alam kuburnya dan mengembalikan mereka kepadanya pada saat tibanya hari yang telah dijanjikan, yaitu tibanya hari pembalasan yang saat itu manusia akan diadili, dan akan diberi pembalasan sebagaimana mestinya, setimpal dengan amal perbuatannya.

57. Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.(QS. 10:57)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ (57)

Kemudian daripada itu Allah swt. berseru kepada sekalian manusia, bahwa kepada mereka telah didatangkan kitab Alquran melalui Rasul-Nya.
Di dalamnya tersimpul pedoman-pedoman hidup yang sangat berguna bagi kehidupan mereka.
Di dalam ayat ini disebutkan pedoman-pedoman hidup itu sebagai jawaban atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Allah dan ancaman-ancaman-Nya. Ayat ini menyimpulkan tujuan-tujuan Alquranulkarim dalam memperbaiki jiwa manusia pada 4 perkara:
1. Mauizah, yaitu pelajaran dari Allah kepada seluruh manusia agar mereka terbimbing mencintai yang hak dan benar, serta menjauhi perbuatan yang batil dan jahat, sehingga pelajaran ini betul-betul dapat tergambar dalam perbuatan mereka.
2. Syifa', yaitu penyembuh bagi penyakit yang bersarang di dalam dada manusia, seperti penyakit syirik, kufur dan munafik termasuk pula semua penyakit jiwa yang mengganggu ketenteraman jiwa manusia, seperti putus harapan, lemah pendirian, memperturutkan hawa nafsu, menyembunyikan rasa hasad dan dengki terhadap semua manusia, perasaan dengki dan menyembunyikan permusuhan, mencintai kebatilan dan kejahatan serta membenci kebenaran dan keadilan.
3. Hudan, yaitu petunjuk kepada jalan yang lurus yang menyelamatkan manusia dari iktikad yang sesat dengan jalan membimbing akal dan perasaannya agar beriktikad yang benar dengan memperhatikan bukti-bukti ke jalan Allah, serta membimbing mereka agar giat beramal dengan jalan mengutamakan kemaslahatan yang akan mereka dapati dari amal yang ikhlas itu serta menjalankan aturan hukum yang berlaku, mana perbuatan yang boleh dilakukan dan mana perbuatan yang harus dijauhkan.
4. Rahmah, yaitu karunia Allah yang diberikan kepada orang-orang mukmin yang dapat mereka petik dari petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam Alquran. Orang-orang mukmin yang meyakini dan melaksanakan petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam Alquran itu akan merasakan buahnya. Mereka akan hidup tolong-menolong, sayang menyayangi, bekerja sama dengan menegakkan keadilan, menumpas kejahatan dan kekejaman, serta saling bantu-membantu untuk memperoleh kesejahteraan.
Allah swt. berfirman:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
Artinya:
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka.
(Q.S. Al-Fath: 29)
Dan firman-Nya:
ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ
Artinya:
Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.
(Q.S. Al-Balad: 17)
Sifat-sifat yang empat yang terkandung dalam ayat ini diciptakan Allah sesuai dengan fitrah kejadian manusia itu, artinya menurut asal kejadian manusia itu mempunyai kecenderungan untuk menerima nasihat-nasihat yang baik, menerima petuah-petuah yang dapat mengobati kegoncangan jiwanya, menerima petunjuk-petunjuk yang dapat dipedomani untuk kebahagiaan hidupnya dan suka hidup damai, kasih-mengasihi dan sayang-menyayangi di antara mereka.
Sifat rahmah dikhususkan buat orang mukmin di dalam ayat ini, sebab merekalah yang suka mempedomani Alquran dan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Sedang orang-orang kafir dan orang-orang musyrik tidak mau mempercayai apalagi akan mengerjakan kandungan isinya.

58. Katakanlah:` Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan `.(QS. 10:58)

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ (58)
Kemudian daripada itu Allah swt. memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw. agar mengatakan kepada umat-Nya, bahwa karunia dan rahmat Allah yang paling utama melebihi keutamaan-keutamaan yang lain, yang diberikan kepada mereka di dunia, lebih utama dari harta benda, pangkat dan keturunan yang mereka peroleh di dunia. Oleh sebab itu maka Allah memerintahkan agar mereka itu bergembira dan bersyukur atas nikmat yang mereka terima, yang melebihi kenikmatan-kenikmatan yang lainnya.
Kegembiraan orang-orang mukmin yang mereka rasakan karena berpegang teguh kepada Alquran digambarkan dalam ayat-ayat yang lain sebagai berikut:
Allah berfirman:

وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ
Artinya:
Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman.
(Q.S. Ar Rum: 4)
Dan firman-Nya:

وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَفْرَحُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ
Artinya:
Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka, bergembira dengan Kitab yang diturunkan kepadamu.
(Q.S. Ar Ra'd: 36)
Dikatakan bahwa karunia Allah dan rahmat-Nya lebih baik dari yang lain yang dapat mereka capai, karena karunia Allah dan rahmat-Nya yang terpancar dari Alquran itu adalah kekal untuk mereka, sedangkan kenikmatan yang lain adalah bersifat fana, bersifat sementara, yang hanya dapat mereka rasakan selama mereka mengarungi samudra hidup di dunia saja, sedang apabila mereka kembali ke alam baka kenikmatan yang dapat mereka kumpulkan di dunia itu tidak berguna lagi bagi mereka.

59. Katakanlah:` Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal `. Katakanlah:` Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah? `(QS. 10:59)

قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ رِزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِنْهُ حَرَامًا وَحَلَالًا قُلْ آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ أَمْ عَلَى اللَّهِ تَفْتَرُونَ (59)
Allah swt. memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada orang-orang musyrikin yang mengingkari kebenaran wahyu dan kerasulan Muhammad: "Apakah semua rezeki yang telah diturunkan kepada mereka, yang menjadi sumber penghidupan mereka, baik tumbuh-tumbuhan atau binatang ternak, dapat ditentukan hukumnya, halal atau haram oleh mereka sendiri. Padahal sudah jelas bahwa yang menciptakan semuanya itu adalah Allah swt. Maka sebenarnya mereka tidak berhak menentukan hukumnya. Itulah sebabnya maka Allah swt. memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada mereka itu, bahwa yang berhak menentukan hukum itu ialah yang menciptakan kesemuanya, yaitu Allah swt. Ataukah mereka beranggapan bahwa Allah telah memberikan izin kepada mereka untuk menentukan hukum ataukah mereka berbuat sedemikian itu hanyalah dengan mengada-adakan saja atas nama Allah, atau anggapan mereka saja bahwa apa yang telah mereka tentukan sesuai dengan ketentuan Allah, yaitu apa yang mereka haramkan itulah yang diharamkan Allah dan apa yang mereka halalkan itulah yang dihalalkan Allah? Kemungkinan yang pertama, yaitu mereka mendapat izin Allah adalah tidak mungkin terjadi karena mereka sendiri telah mendustakan wahyu itu sendiri, maka kemungkinan kedualah yang bisa terjadi yaitu mereka menentukan hukum itu hanyalah atas dasar dugaan semata, atau dengan kata lain mereka mengada-adakan atas nama Allah.

60. Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri (nya).(QS. 10:60)

وَمَا ظَنُّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ (60)
Sesudah itu Allah swt. mengungkapkan kesalahan dari dugaan mereka yaitu mereka menduga bahwa pada hari pembalasan nanti, yang pada saat itu tiap-tiap diri diberi balasan yang setimpal dengan amalnya, mereka itu tidak diapa-apakan, mereka tidak akan dijatuhi hukuman karena berbuat dusta atas nama Allah, atau karena beranggapan bahwa diri mereka berhak menentukan hukum halal dan haramnya sesuatu. Kesalahan mereka inilah yang menyeret mereka kepada kesalahan yang lebih besar, yaitu mereka secara sengaja telah berani mencampuri urusan yang sebenarnya menjadi hak Allah, menentang wahyu yang diturunkan dari Allah dan mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain.
Allah swt. menjelaskan alasan mengapa mereka harus menerima hukuman, yaitu karena kesalahan mereka sendiri. Allah swt. telah melimpahkan karunia-Nya yang sangat besar kepada manusia, yaitu menurunkan wahyu untuk dijadikan pedoman hidup mereka agar mereka hidup berbahagia di dunia dan di akhirat, dan telah menentukan secara garis besar mengenai halal dan haramnya segala sesuatu agar mereka terbimbing kepada kehidupan yang makmur dan sentosa, serta telah menurunkan aneka ragam rezeki sebagai bahan untuk mencukupi kehidupan mereka.
Di akhir ayat Allah swt. menyayangkan mengapa sebagian besar manusia tidak mau mensyukuri segala macam nikmat yang telah diberikan kepada mereka itu, bahkan mereka menganiaya diri mereka sendiri dengan jalan menentang ketentuan hukum yang telah ditetapkan Allah, dan tidak mau mempedomani wahyu yang telah diturunkan kepada mereka. Kebanyakan dari mereka hidup mempertaruhkan hawa nafsu, menghambur-hamburkan harta benda, karena perasaan takabur dan membanggakan diri.

SURAH YUNUS
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH YUNUS >>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar