Selasa, 24 April 2012

Yusuf 51 - 60

Surah YUSUF
Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah Yusuf
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=3&SuratKe=12#Top
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 51-60
51. Raja berkata (kepada wanita-wanita itu):` Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)? `Mereka berkata:` Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan daripadanya. `Berkata isteri Al Aziz:` Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar. `(QS. 12:51)

قَالَ مَا خَطْبُكُنَّ إِذْ رَاوَدْتُنَّ يُوسُفَ عَنْ نَفْسِهِ قُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ مِنْ سُوءٍ قَالَتِ امْرَأَةُ الْعَزِيزِ الْآنَ حَصْحَصَ الْحَقُّ أَنَا رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ (51)
Setelah utusan kembali menemui raja dan menyampaikan permintaan Yusuf kepadanya, maka dengan segera raja memanggil semua perempuan-perempuan yang memotong jarinya itu dan berkata: "Bagaimana pandanganmu terhadap Yusuf ketika kamu menggodanya dulu? Sebab Yusuf akan aku keluarkan dari penjara." Mereka menjawab: "Bahwa Yusuf seorang pemuda yang suci murni, Maha Sempurna Allah, kami tiada melihat sesuatu yang buruk padanya." Berkatalah pula istri Perdana Menteri yang tergila-gila dan terus menggoda Yusuf selama bersama-sama tinggal di rumahnya: "Memang sudah terlalu lama Yusuf dalam penjara tanpa kesalahan apa-apa. Sayalah yang bersalah karena aku tidak dapat menahan hawa nafsuku, aku selalu menggodanya. Sekarang jelaslah kebenaran itu, bahwa Yusuf tidak bersalah dan dia termasuk orang-orang yang benar."

52. (Yusuf berkata):` Yang demikian itu agar dia (Al Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.(QS. 12:52)

ذَلِكَ لِيَعْلَمَ أَنِّي لَمْ أَخُنْهُ بِالْغَيْبِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ (52)
Ayat ini menerangkan pengakuan Zulaikha yang terus terang mengatakan bahwa dialah yang bersalah, dialah yang menggoda tetapi Yusuf tetap enggan dan berpaling karena takut kepada Tuhannya. Semuanya itu menjadi bukti tentang kejujurannya. Ia tidak mau berdusta terhadap Yusuf walaupun Yusuf dalam penjara. Juga supaya diketahui oleh suaminya bahwa dia berterus terang seperti itu menunjukkan bahwa dia bersih, terpelihara dari perbuatan keji karena kekuatan iman Yusuf. Istrinya tidak mau dituduh pengkhianat sebab Allah swt. tidak akan memberi petunjuk kepada setiap pengkhianatan.
53. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. 12:53)

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ (53)
Dengan perasaan yang amat terharu dan sesal yang amat mendalam, istri Al-Aziz mengakui bahwa dia tidak dapat membersihkan dirinya dari kesalahan dan keterlanjuran dan memang dialah yang telah mengkhianati suaminya dengan merayu Yusuf ketika suaminya tidak di rumah. Untuk mempertahankan nama baiknya dan nama baik suami dan keluarganya dia telah menganjurkan supaya Yusuf dipenjarakan atau ditimpakan kepadanya siksaan yang pedih. Dia telah melakukan kesalahan berganda yaitu berdusta dan memfitnah orang yang jujur dan bersih sehingga dia dijebloskan dalam penjara. Sebagai alasan bagi kesalahan dan keterlanjurannya itu dia mengemukakan bahwa memang jiwa manusia itu condong kepada berbuat maksiat karena dorongan hawa nafsu dan syahwatnya, dan bujukan setan yang selalu berusaha untuk menjerumuskan ke lembah kehinaan dan dorongan ingin mempertahankan kedudukan, kehormatan dan sebagainya. Begitulah sifat manusia pada umumnya kecuali orang-orang yang telah mendapat rahmat Allah, orang-orang yang teguh imannya, teguh pendiriannya, kuat jiwanya sehingga tidak dapat dipengaruhi oleh hawa nafsu dan bujukan setan. Berkata istri Al-Aziz: "Saya memang telah bersalah besar dan amat menyesali keterlanjuran saya itu dan memohon kepada Allah atas semua dosa dan kesalahan saya semoga doaku ini dikabulkan-Nya, karena Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
54. Dan raja berkata: `Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku`. Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: `Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami`.(QS. 12:54)

وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ (54)
Dalam suasana yang sangat mengharukan itu raja memerintahkan supaya Yusuf dijemput ke penjara dan dibawa menghadap ke istana. Di istana, Yusuf menerangkan kepada raja semua pengalamannya semenjak dia tinggal di istana Al-Aziz sampai dia masuk penjara dan akhirnya dapat bertemu muka dengan raja. Mendengar penjelasan Yusuf timbullah keyakinan dalam hati raja bahwa dia benar-benar seorang yang jujur dan setia, seorang yang penuh rasa tanggung jawab, seorang yang berbudi mulia, seorang yang berilmu, seorang yang tabah dan kuat imannya. Karena keyakinan itu raja mengumumkan di hadapan pembesar dan pemimpin negara bahwa dia telah mengangkat Yusuf menjadi orang kepercayaannya. Semua urusan negara diletakkan di bawah pimpinan dan tanggung jawabnya, dialah yang berhak sepenuhnya mengendalikan pemerintahan, dialah satu-satunya orang yang dapat berhubungan langsung dengan raja. Menurut riwayat Ibnu Abbas: Ketika utusan raja sampai di penjara dia berkata kepada Yusuf: "Tanggalkanlah baju penjara yang engkau pakai itu, pakailah baju baru ini dan marilah bersama saya menghadap raja." Semua penghuni penjara berdoa untuknya, demikian pula sebaliknya Yusuf berdoa pula untuk mereka. Ketika sampai di istana, raja merasa sangat heran karena dilihatnya Yusuf masih muda (waktu itu umurnya lebih kurang 30 tahun). Apakah dia yang masih muda ini telah dapat menakbirkan mimpiku dengan tepat, sedangkan semua para ahli sihir dan pemuka-pemuka agama di negeriku tidak ada yang dapat menakbirkannya. Lalu raja memerintahkan supaya dia duduk di hadapannya dan bertitah: "Janganlah engkau merasa takut, lalu dikalungkan ke lehernya kalung emas dan diberi jubah kebesaran dari sutra dan disediakan pula untuknya kuda berpelana yang dihiasi berbagai macam hiasan dan dipukulkan genderang di seluruh pelosok negeri Mesir sebagai pertanda dan pernyataan bahwa Yusuf telah diangkat menjadi khalifah (tangan kanan) raja. Demikian riwayat Ibnu Abbas. Kemudian raja bertitah: "Semenjak hari ini engkau mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi kami dan kami angkat engkau sebagai seorang yang terpercaya, kami percayakan kepadamu semua urusan negara."
55. Berkata Yusuf: `Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan`.(QS. 12:55)

قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ (55)
Kemudian raja bermusyawarah dengan Yusuf mengenai mimpinya dan bagaimana tindakan yang paling baik untuk menanggulangi tujuh tahun masa kering. Yusuf meminta kepada raja supaya diserahkan kepadanya semua urusan yang berhubungan dengan produksi pertanian agar dia dapat mengaturnya dengan sebaik-baiknya sehingga tidak akan terjadi kelaparan walaupun musim kemarau amat panjang. Selanjutnya Yusuf mengetengahkan rencana jangka panjangnya dan berkata: "Dalam musim subur yang panjang itu hendaklah dipergiat pekerjaan pertanian dan kepada seluruh rakyat diperintahkan supaya jangan ada tanah kosong yang tidak ditanami. Kemudian dibangun gudang-gudang yang besar yang dapat menampung semua hasil tanaman dan disimpan di sana dengan batang-batangnya agar tahan lama. Kemudian bila datang musim kemarau yang panjang itu, dapatlah kita ambil simpanan itu sedikit demi sedikit, sedang batang gandum itu boleh kita manfaatkan untuk makanan ternak." Raja sangat gembira mendengar pendapat Yusuf dan bertambah kuatlah kepercayaannya kepada kecerdasan dan kebijaksanaannya dan semua usul Yusuf itu dapat diterimanya. Janganlah urusan pertanian bahkan semua urusan negara telah diserahkan bulat-bulat kepadanya. Maka dengan demikian jadilah Yusuf sebagai penguasa yang sangat disegani, dihormati dan disayangi di Mesir.
56. Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.(QS. 12:56)

وَكَذَلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَاءُ نُصِيبُ بِرَحْمَتِنَا مَنْ نَشَاءُ وَلَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ (56)
Demikianlah Allah mengatur langkah-langkah tahap demi tahap untuk menempatkan Yusuf pada kedudukan yang tinggi dan terhormat di negara Mesir dan berkuasa penuh di setiap pelosok negeri itu sesuai dengan sunah-Nya yang dimulai dengan mimpinya melihat 11 buah bintang, matahari dan bulan sujud kepadanya yang menyebabkan ayahnya Yakub bertambah sayang kepadanya dan karena itu saudara-saudaranya bertambah dengki dan iri terhadapnya. Kemudian dia dimasukkan ke dalam sumur, lalu diambil oleh kafilah yang hendak pergi ke Mesir. Lalu dijual kepada penguasa di sana (Al-Aziz) dengan harga yang amat murah sampai ia menetap di istana sebagai salah seorang keluarga yang dipercaya. Kemudian ia digoda oleh istri Al-Aziz dan difitnah sehingga dijebloskan ke dalam penjara. Dalam penjara dia dikaruniai Allah ilmu menakbirkan mimpi dan menakbirkan mimpi penghuni penjara. Akhirnya ia menakbirkan mimpi raja dan setelah istri Al-Aziz sendiri mengakui bahwa Yusuf tidak bersalah, timbullah kepercayaan raja terhadap dirinya sebagai orang yang jujur, setia tabah dan sabar menghadapi cobaan, berakhlak mulia, berilmu dan bijaksana, dia diangkat sebagai penguasa. Semua kejadian itu merupakan suatu rentetan yang jalin-berjalin sangat erat hubungan satu dengan yang lainnya yang pada mulanya seakan-akan dia sudah ditakdirkan untuk selalu dirundung malang, tetapi pada akhirnya dia mendapat keberuntungan dan kebahagiaan. Dia sampai di Mesir sebagai seorang budak belian, tetapi kemudian dia menjadi orang yang paling dihormati dan disegani di sana. Kalau bukanlah dia seorang manusia yang jujur dan ikhlas, suka berbuat baik dalam segala tindakannya tentulah Allah tidak akan mengaruniakan kepadanya nikmat yang sebesar itu. Demikianlah Allah memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan sesungguhnya Allah akan memberi balasan yang berlipat ganda bagi setiap orang yang berbuat baik.
57. Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.(QS. 12:57)

وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (57)
Di samping balasan di dunia Allah menyediakan pula di akhirat balasan yang lebih baik, lebih berharga dan lebih membahagiakan bagi orang-orang yang tetap beriman dan selalu bertakwa kepada-Nya yaitu surga Jannatun na'im yang terdapat di dalamnya segala macam nikmat dan kesenangan yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.
58. Dan saudara-saudara Yusuf datang (ke Mesir) lalu mereka masuk ke (tempat) nya. Maka Yusuf mengenal mereka, sedang mereka tidak kenal (lagi) kepadanya.(QS. 12:58)

وَجَاءَ إِخْوَةُ يُوسُفَ فَدَخَلُوا عَلَيْهِ فَعَرَفَهُمْ وَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ (58)
Untuk memenuhi permintaan Yakub, berangkatlah saudara-saudara Yusuf kecuali Bunyamin karena tidak diizinkan oleh Yakub untuk membeli bahan makanan yang sangat mereka perlukan. Ketika sampai di sana mereka langsung menemui Yusuf dengan harapan akan segera dapat membeli bahan makanan, karena urusan ini sepenuhnya berada di tangan Yusuf. Ketika mereka masuk menghadap, tahulah Yusuf bahwa yang datang itu adalah saudara-saudaranya sendiri, karena rupa dan jenis pakaian mereka masih melekat dalam ingatannya apalagi dengan jumlah mereka sepuluh orang pula. Berkatalah Yusuf dalam hatinya tidak diragukan lagi mereka ini adalah saudara-saudara saya. Sebaliknya mereka tidak tahu sama sekali bahwa yang mereka hadapi adalah saudara mereka sendiri.
Mereka semua tidak lagi ingat bentuk Yusuf karena sudah lama berpisah apalagi yang mereka hadapi adalah seorang perdana menteri dengan pakaian kebesaran dan tanda-tanda penghargaan berkilau di bajunya. Tidak mungkin Yusuf akan sampai kepada martabat yang amat tinggi itu karena mereka telah membuangnya ke dalam sumur dan kalau dia masih hidup tentulah dia akan menjadi budak beliau yang diperas tenaganya oleh tuannya.
59. Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata: `Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu?(QS. 12:59)

وَلَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ قَالَ ائْتُونِي بِأَخٍ لَكُمْ مِنْ أَبِيكُمْ أَلَا تَرَوْنَ أَنِّي أُوفِي الْكَيْلَ وَأَنَا خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ (59)
Yusuf mengabulkan permintaan mereka membeli barang-barang mereka dan menukarkan dengan bahan makanan dan memerintahkan supaya disiapkan untuk mereka 10 pikul bahan makanan dan keperluan-keperluan lain yang dibutuhkan dalam perjalanan, karena mereka berjumlah sepuluh orang, masing-masing berhak mendapat satu pikul. Tetapi mereka menceritakan bahwa di kampung mereka ada lagi 2 orang yang sangat memerlukan bahan makanan yaitu seorang saudara dan seorang ayah mereka sendiri.
Mereka memohon supaya kepada mereka diberikan 12 pikulan sebab yang sepuluh pikulan itu hanya cukup untuk mereka saja: "Ayah kami tidak dapat datang kemari karena sudah tua dan lemah sedang saudara kami sengaja kami tinggalkan untuk menjaganya dan menyenangkan hatinya." Mendengar keterangan saudara-saudaranya itu Yusuf berkata: "Kalau demikian bawalah saudaramu itu kemari sebagai bukti bagi kami atas kebenaranmu dan kami akan mengabulkan permintaanmu itu. Kami telah melihat sendiri bahan-bahan makanan yang disediakan untuk kamu semua berjumlah 10 pikulan, karena kami hanya sanggup menyerahkan satu pikulan untuk satu orang. Selain dari itu selama di sini kamu semua sudah kami perlakukan dengan baik sebagai tamu kami karena begitulah biasanya kami memperlakukan tamu dengan sebaik-baiknya. Sekarang pulanglah kamu semua dan bawalah bahan makanan itu, kemudian kamu datang kembali membawa barang daganganmu untuk ditukar dengan bahan makanan tetapi dengan syarat harus membawa saudaramu sebagai bukti bagi kebenaran dan kejujuranmu."
60. Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat sukatan lagi daripadaku dan jangan kamu mendekatiku.`(QS. 12:60)

فَإِنْ لَمْ تَأْتُونِي بِهِ فَلَا كَيْلَ لَكُمْ عِنْدِي وَلَا تَقْرَبُونِ (60)
Jika kamu tidak membawa saudaramu itu maka kamu tidak akan mendapat bahan makanan sama sekali karena terbuktilah bagi kami kamu bukan orang-orang yang jujur. Orang-orang yang pembohong dan pendusta tidak akan mendapatkan layanan dari kami dan kami sangat membencinya. Sekali lagi kami tegaskan kepadamu, kalau kamu tidak membawa saudaramu itu janganlah diharapkan bahwa kalian akan diberi bahan makanan dan janganlah mencoba mendekat ke negeri kami apalagi menghadap kepada kami karena tidak ada tempat di sini bagi orang-orang yang tidak jujur.

Surah YUSUF
Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah Yusuf
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=3&SuratKe=12#Top

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar