Selasa, 24 April 2012

Yusuf 21 - 30

Surah YUSUF
Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah Yusuf
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=2&SuratKe=12#Top

21. Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya: `Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak.` Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta_bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.(QS. 12:21)
DEPAG / Surah Yusuf 21

وَقَالَ الَّذِي اشْتَرَاهُ مِنْ مِصْرَ لِامْرَأَتِهِ أَكْرِمِي مَثْوَاهُ عَسَى أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَكَذَلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُ مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (21)

Al-Aziz Mesir yang mengambil Yusuf sangat gembira dan berbesar hati karena dapat membeli seorang anak yang elok rupanya, segar dan sehat badannya ditambah lagi karena terdapat padanya tanda-tanda yang baik yang menunjukkan bahwa dia akan mempunyai masa depan yang gemilang sama seperti firasat ayahnya Yakub terhadapnya.
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud pernah berkata tentang hal ini, katanya: "Orang-orang yang paling tepat firasatnya adalah tiga orang, pertama Aziz Mesir ketika ia memerintahkan kepada istrinya supaya kepada Yusuf agar diberikan tempat dan kedudukan yang baik di istananya; kedua putri (putri Nabi Syuaib) yang meminta kepada ayahnya agar Nabi Musa as. diserahi tugas memelihara dombanya sebagai orang gajian dan ketiga Abu Bakar ketika dia mengangkat Umar bin Khattab sebagai penggantinya.
Oleh karena gembiranya Aziz Mesir memerintahkan kepada istrinya: "Berikanlah kepadanya tempat yang baik di istana ini, perlakukanlah dia sebagai salah seorang keluarga bukan sebagai hamba atau pelayan karena dia akan menjadi seorang yang berjasa kepada kita dan negara atau kita angkat dia sebagai anak yang kita cintai dan kita sayangi yang akan menjadi pewaris kita kelak di kemudian hari."
Demikianlah Allah mengatur dan menakdirkan dengan membentangkan jalan bagi Yusuf dan memberi kesempatan kepadanya agar ia mengembangkan bakat dan kepandaiannya sehingga dia mendapat kedudukan yang tinggi di Mesir. Di samping itu Allah mengajarkan pula kepadanya ilmu menakbirkan mimpi dan dengan ilmu itu dapat berhubungan dengan raja sehingga ia dikeluarkan dari penjara dan mendapat kepercayaan yang besar sekali dan akhirnya diserahkan kepadanya urusan perbendaharaan dan kekayaan negara. Demikianlah Allah melaksanakan kehendak-Nya itu tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

22. Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.(QS. 12:22)
DEPAG / Surah Yusuf 22

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (22)

Di kala dia mulai dewasa Allah memberikan pula kepadanya kecerdasan dan kebijaksanaan sehingga ia memberikan pendapat dan pikirannya dalam berbagai macam masalah yang dihadapi dan memberikan kepadanya ilmu meskipun ia tidak belajar. Ilmu yang didapat tanpa belajar ini dinamai ilmu "ladunni" karena ia semata-mata ilham karunia dari Allah.
Demikianlah Allah memberi balasan kepada Yusuf yang tidak pernah mengotori dirinya dengan perbuatan keji dan jahat selalu menjaga kebersihan hati nuraninya, selalu bersifat sabar dan tawakal atas musibah dan bahaya yang menimpanya. Demikianlah Allah membalasi setiap insan yang berbuat baik.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 22
وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (22)
(Dan tatkala dia cukup dewasa) yaitu mencapai umur tiga puluh tahun atau tiga puluh tiga tahun (Kami berikan kepadanya hikmah) kebijaksanaan (dan ilmu) pengetahuan agama sebelum ia diangkat menjadi nabi. (Demikianlah) sebagaimana Kami berikan imbalan kepadanya (Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik) terhadap diri mereka sendiri.

23. Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: `Marilah ke sini.` Yusuf berkata: `Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.` Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.(QS. 12:23)

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ (23)

Istri Al-Aziz adalah seorang wanita yang cantik dan ayu, sangat dimuliakan oleh seluruh penghuni istana karena di samping dia istri Al-Aziz, dia juga berbudi tinggi, berakhlak mulia, bersih dari sifat-sifat congkak dan sombong, menjauhi segala hal yang akan menjatuhkan derajatnya. Tetapi setelah beberapa lama Yusuf tinggal di istana sebagai salah seorang keluarganya, istri Al-Aziz mulai tertarik kepadanya karena akhlak dan ketampanannya. Pada suatu ketika dicobanyalah merayu Yusuf dengan cara yang halus agar ia melakukan sesuatu yang sudah diidam-idamkannya yaitu untuk memenuhi naluri seksnya dengan dikuncinya semua pintu sambil berkata: "Berbuatlah sekehendakmu seluruh jiwa ragaku kuserahkan padamu." Yusuf sebagai seorang yang jujur dan berakhlak mulia sangat terkejut mendengar rayuan dan ajakan itu, apalagi yang mengajaknya itu adalah istri majikannya sendiri yang telah memberinya tempat berteduh dan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Selain dari itu bila ia mematuhi ajakan demikian berarti ia telah melakukan maksiat yang sangat dimurkai Allah. Karena itu dengan spontan ia menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar aku jangan terjerumus ke dalam perbuatan keji dan mungkar. Suamimu itu adalah tuanku, majikanku yang telah berbuat baik kepadaku, apakah dengan perbuatan keji itu akan kubalasi budi baiknya itu? Ini adalah suatu kelaliman dan aku tidak akan melakukannya karena tidak ada orang yang lalim yang sukses dan bahagia hidupnya."

24. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemunkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.(QS. 12:24)
DEPAG / Surah Yusuf 24

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ (24)

Dalam suasana yang kritis ini istri Al-Aziz tidak mau mundur setapak pun karena ia menganggap Yusuf adalah budak yang harus melaksanakan segala keinginan dan perintahnya apalagi dia merasa telah merendahkan dirinya dengan menolak ajakan dan penyerahan jiwa raganya. Maka ketika Yusuf menolak juga, maka dia telah bertekad untuk membalas dendam dengan mencelakakan Yusuf. Tetapi dari pihak Yusuf, ia telah bertekad pula untuk menolaknya karena perbuatan itu melanggar agama, mengkhianati tuannya yang telah berjasa dan berbuat baik kepadanya dan merusak kehormatannya dan kehormatan tuannya. Kedua, Yusuf dan istri Al-Aziz masing-masing telah mempunyai tekad yang bertentangan antara satu sama lainnya. Sebagian ahli tafsir mengartikan (hamma) dalam ayat ini dengan arti "ada perhatian" untuk melakukan perbuatan terlarang itu. Adapun dari pihak Yusuf sebagai seorang pemuda yang jantan dan ganteng tidak ada salahnya kalau ia mempunyai perhatian terhadap istri Al-Aziz yang cantik dan ayu itu sedangkan dia telah membujuk dan merayunya pula.
Jadi dalam hal ini hanya sekadar perhatian tidaklah akan mengurangi kesucian jiwa dan kebersihan hatinya karena ia sebagai manusia normal tentu mempunyai tabiat dan naluri yang sesuai dengan kemudaannya. Tetapi Yusuf dengan segera sadar dan insyaf dan mengingat Tuhannya sehingga tetaplah ia menolak ajakan itu. Dengan kesadaran dan keinsyafan itu bebaslah dia dari bujukan setan. Demikianlah Allah memelihara Yusuf dari perbuatan keji dan mungkar itu karena ia memang termasuk hamba Allah yang saleh.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 24
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ (24)
(Sesungguhnya wanita itu telah mempunyai maksud terhadap Yusuf) artinya dia telah bermaksud terhadap Nabi Yusuf supaya menyetubuhinya (dan Yusuf pun bermaksud melakukannya pula dengan wanita itu) artinya Yusuf pun mempunyai keinginan yang sama (andaikata dia tidak melihat tanda dari Rabbnya) menurut Ibnu Abbas r.a. bahwa pada saat yang kritis itu tiba-tiba Nabi Yakub atau ayahnya tampak di hadapannya, lalu memukul dadanya sehingga keluarlah nafsu syahwat yang telah membara itu dari semua ujung-ujung jarinya. Jawab dari lafal laulaa ialah lajaama`ahaa; artinya niscaya Yusuf menyetubuhinya. (Demikianlah) Kami perlihatkan tanda kekuasaan-Ku kepadanya (agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran) perbuatan khianat (dan kekejian) perbuatan zina. (Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terikhlas) dalam hal ketaatan. Menurut suatu qiraat dibaca mukhlishiin dengan dikasrahkan huruf lam-nya; artinya sama dengan lafal al-mukhtaariina atau orang-orang yang terpilih.

25. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: `Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?`(QS. 12:25)

وَاسْتَبَقَا الْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُ مِنْ دُبُرٍ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَى الْبَابِ قَالَتْ مَا جَزَاءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوءًا إِلَّا أَنْ يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (25)

Dalam keadaan yang bertambah gawat itu yang seorang tetap mendesak dan yang lain tetap menolak, Yusuf memutuskan akan lari saja dari hadapan istri majikannya dan dengan cepat ia melompat ke pintu tetapi istri Al-Aziz menangkap bajunya dari belakang hingga robek. Dalam keadaan tarik-menarik itu muncullah Al-Aziz di muka pintu. Dengan serta merta berteriaklah istri Al-Aziz mengatakan bahwa Yusuf mencoba memperkosanya dengan kekerasan. Dia meminta kepada suaminya agar Yusuf diberi ganjaran yang setimpal. Balasan yang tepat bagi orang yang melakukan kejahatan terhadap keluarganya ialah penjara atau siksa yang pedih.

26. Yusuf berkata: `Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)`, dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: `Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.(QS. 12:26)
DEPAG / Surah Yusuf 26
قَالَ هِيَ رَاوَدَتْنِي عَنْ نَفْسِي وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا إِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِنْ قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الْكَاذِبِينَ (26)
Ayat ini menerangkan tentang bersihnya Yusuf dari berbuat serong, Yusuf adalah seorang pemuda yang takut kepada Tuhannya, yang tidak goyah imannya oleh bujuk rayu seorang wanita. Dengan tegas dia berkata kepada perdana menteri, suami dari perempuan itu, katanya: "Bahwa dalam peristiwa yang terjadi ini, sebenarnya perempuan itulah yang menggoda saya dan mengajak saya untuk memenuhi kehendak nafsunya sampai saya melompat lari seperti yang tuan dapati sekarang ini. " Dalam peristiwa Yusuf ini banyak bukti-bukti untuk membenarkan bahwa Yusuf adalah seorang yang bersih, karena Yusuf adalah budak yang biasanya tidak berani berbuat serong terhadap istri majikannya, Yusuf didapati oleh suami Zulaikha sedang melompat hendak keluar dari dalam rumah. Ini menunjukkan bahwa suami Zulaikha melihat istrinya dalam keadaan bersalah dengan mengenakan pakaian yang bagus sekali, dengan bedak dan wangi-wangian yang semerbak baunya, sedang tidak terdapat di muka Yusuf bekas-bekasnya sebagai bahan yang lain yang kuat sekali, bahwa suaminya tidak pernah melihat akhlak Yusuf yang buruk semenjak Yusuf tinggal di rumahnya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 26
قَالَ هِيَ رَاوَدَتْنِي عَنْ نَفْسِي وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا إِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِنْ قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الْكَاذِبِينَ (26)
(Yusuf berkata) membela dirinya ("Dia menggodaku untuk menundukkan diriku kepadanya," dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya) sepupu Zulaikha. Tetapi menurut suatu riwayat disebutkan, bahwa saksi itu adalah bayi yang masih dalam ayunan. Kemudian saksi itu mengatakan ("Jika baju gamisnya koyak di muka) pada bagian muka Yusuf (maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.").

27. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar.`(QS. 12:27)

وَإِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ الصَّادِقِينَ (27)

Dengan pengetahuan dan pengalamannya terhadap Yusuf, sebenarnya suami Zulaikha telah mempercayai bahwa yang tidak berbuat salah ialah Yusuf. Kemudian keyakinannya ini dikuatkan lagi oleh saksi yang lain yang menyatakan bahwa Yusuf tidak bersalah. Saksi itu ialah anak paman Zulaikha sendiri, seorang cerdik cendekiawan lagi bijaksana, saksi itu berkata: "Kami mendengar suatu keributan, tarik-tarikan dalam rumah sampai kami mendengar bunyi kain sobek. Kalau baju Yusuf yang sobek di sebelah muka, maka perempuan itulah yang benar dan Yusuf pendusta. Kalau bajunya sobek sebelah belakang, benarlah Yusuf dan perempuan itu pendusta." Menurut sebagian riwayat yang menjadi saksi peristiwa ini ialah seorang bayi yang ditakdirkan Allah dapat berbicara untuk sekadar menjadi saksi. Tetapi riwayat ini adalah lemah. Pendapat yang kuat yang menyatakan bahwa saksi dalam peristiwa ini ialah anak paman Zulaikha itu sendiri.

28. Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: `Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar.`(QS. 12:28)

فَلَمَّا رَأَى قَمِيصَهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ إِنَّهُ مِنْ كَيْدِكُنَّ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ (28)

Setelah diadakan penyelidikan dan pertukaran pikiran antara Perdana Menteri dengan keluarga istrinya tentang peristiwa yang terjadi ini, maka diperiksalah baju Yusuf yang sobek itu. Ternyata baju Yusuf yang sebelah belakang sobek. Jelaslah dalam peristiwa ini, Yusuf adalah benar tidak dapatlah dibantah dan diragukan lagi. Maka tuduhan perempuan itu terhadap Yusuf adalah palsu. Tapi bagaimana pandainya pun seorang bersalah mengemukakan alasan-alasannya itu namun yang bersalah akan diketahui juga sesuai dengan pepatah "Sepandai-pandainya membungkus yang busuk, akhirnya akan berbau juga". Setelah jelas duduk persoalan peristiwa ini, maka Perdana Menteri berkata kepada istrinya: "Sekarang jelaslah, engkau telah membujuk dan merayu Yusuf. Ketahuilah, bujuk rayu yang seperti itu besar bahayanya. Untung Yusuf seorang pemuda yang kuat imannya, tidak terpengaruh oleh godaan seperti yang engkau lakukan itu."

29. (Hai) Yusuf: `Berpalinglah dari ini, dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah.`(QS. 12:29)

يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا وَاسْتَغْفِرِي لِذَنْبِكِ إِنَّكِ كُنْتِ مِنَ الْخَاطِئِينَ (29)

Selanjutnya dalam ayat ini Perdana Menteri berkata: "Wahai Yusuf, peliharalah dirimu, tutup mulutmu, jangan sampai kejadian ini engkau ceritakan kepada orang lain. Kejadian ini adalah rahasia kami, kalau diketahui kami akan mendapat malu. Engkau jangan merasa takut dalam persoalan ini, percayalah bahwa kami tetap menjaga namamu, sebab engkau benar-benar orang yang berakhlak mulia dan beriman kuat. Dan engkau hai istriku, bertawakallah kepada Tuhanmu, minta ampunlah terhadap dosamu karena engkau termasuk orang yang bersalah dan berdosa. Kesalahanmu adalah besar, yaitu mengkhianati suamimu, dan kesalahan menuduh orang lain yang bersih dan suci."

30. Dan wanita-wanita di kota berkata: `Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.`(QS. 12:30)

وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَةُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَنْ نَفْسِهِ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (30)

Dalam ayat ini diterangkan bahwa kejadian yang dirahasiakan itu, akhirnya tersiar juga. Bagaimana usaha Perdana Menteri beserta segenap keluarga istana menutup-nutupi rahasia rumah tangganya, usahanya itu akan sia-sia saja. Telah menjadi tutur kata oleh perempuan-perempuan dalam kota mengenai rahasia rumah tangga itu. Lebih-lebih di kalangan istri pembesar-pembesar dan pemimpin kerajaan itu. Ributlah mereka membicarakannya, bahwa istri Perdana Menteri menggoda bujangnya. Dengan nada yang sangat mengharukan keluarlah kata-kata seperti itu dari mulut mereka. Kadang-kadang antara percaya dan tidak memperbincangkan kata-kata itu. Namun berita itu telah menjadi buah bibir di kalangan pemimpin-pemimpin. Bukan hanya sekadar mengatakan bahwa istri Perdana Menteri telah jatuh cinta kepada bujangnya itu, tidak mempedulikan lagi akibat-akibat buruk yang akan terjadi, seperti cemar nama suaminya. Selanjutnya mereka mengatakan: "Sungguh-sungguh kami melihat istri Perdana Menteri itu sudah menempuh jalan sesat yang akan membawa kepada kehinaan."

Surah YUSUF
Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah Yusuf
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=2&SuratKe=12#Top

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar