Rabu, 04 April 2012

Yunus 81 - 90

SURAH YUNUS
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH YUNUS >>
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=5&SuratKe=10#Top
81. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata:` Apa yang kamu lakukan itu, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya `. Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan.(QS. 10:81)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yunus 81 
فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ (81) 
Setelah mereka selesai melontarkan sihir mereka itu, berkatalah Musa kepada mereka tanpa mengindahkan sedikit pun kedahsyatan sihir yang mereka pertunjukan itu, bahwa apa yang mereka lakukan itu hanyalah sihir belaka, atau suatu penyulapan pada penglihatan manusia. Hakikatnya tidak ada suatu perubahan yang terjadi seperti tongkat dan tali menjadi ular. Berbeda dengan apa yang akan dilakukan oleh Musa adalah suatu mukjizat dari kekuasaan Allah swt. Allah swt. akan membatalkan dan memusnahkan sulapan-sulapan itu dengan mukjizat yang dibawa oleh Nabi Musa a.s. Akan menjadi jelas bahwa sihir itu adalah perbuatan manusia bukan peristiwa yang luar biasa. Maka Musa melemparkan tongkatnya, dan Allah menciptakan tongkat itu menjadi ular, lalu ular itu memusnahkan ular sihir yang mereka perbuat itu. Allah tidak akan membiarkan perbuatan kaum perusak itu berlangsung terus. 



Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yunus 81 
فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ (81) 
(Maka setelah mereka lemparkan) tali-tali dan tongkat-tongkat mereka (Musa berkata, "Apa) huruf maa di sini bermakna istifham sekaligus menjadi mubtada sedangkan khabarnya ialah berikutnya (yang kalian datangkan itu itulah sihir) lafal as-sihr menjadi badal. Sedangkan menurut qiraat yang lain dengan memakai hamzah, berarti keduanya menjadi khabar, dan maa bukannya istifhamiyah melainkan maushul dan sekaligus menjadi mubtada. (Sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya.") Allah akan melenyapkannya (Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan).

82. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai (nya).(QS. 10:82)
Surah Yunus 82 
وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ (82) 
Dalam ayat ini, Allah swt. menegaskan bahwa Dia dengan kalimat-Nya mengokohkan kebenaran yang dengan kebenaran itu umat manusia akan mengalami kesejahteraan dan terpelihara dari kelaliman. Kalimat Allah itu adalah aturan Allah yang ditanamkan ke dalam syariat yang disampaikan kepada Rasul-rasul-Nya. Dengan kalimat itu, Musa dapat mengalahkan Firaun dan melepaskan Bani Israel dari perbudakan Firaun, walaupun yang demikian itu tidak disukai oleh Firaun dan pemuka-pemukanya. 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yunus 82 
وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ (82) 
(Dan Allah akan mengukuhkan) meneguhkan dan memenangkan (yang benar dengan kalimat-kalimat-Nya) yakni janji-janji-Nya (walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya.)

83. Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Firaun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang melampaui batas.(QS. 10:83)
Surah Yunus 83 
فَمَا آمَنَ لِمُوسَى إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِنْ قَوْمِهِ عَلَى خَوْفٍ مِنْ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَنْ يَفْتِنَهُمْ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ (83) 
Sesudah itu Allah menceritakan pembangkangan Firaun terhadap seruan Musa a.s., maka dalam ayat ini Allah menerangkan keadaan Musa dengan kaumnya sebelum mereka meninggalkan Mesir. Kegagalan Firaun bersama pemuka-pemuka kaumnya dan tukang-tukang sihir itu mendorong Firaun melakukan perbuatan yang lebih kejam lagi. Dia merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Musa dan orang-orang Bani Israel. Rencana ini menimbulkan rasa ketakutan di kalangan Bani Israel. Maka oleh karena itu tidak banyak di antara mereka yang beriman kepada Nabi Musa. Mereka yang beriman itu umumnya para pemuda. Kaum Nabi Musa merasa takut kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya yang selalu berusaha menyiksa mereka dan memaksa mereka murtad dari agama Musa a.s. Firaun zaman Musa a.s. termasuk raja yang sangat kejam dalam sejarah Mesir. Karena itu dia amat ditakuti oleh rakyatnya. Dia banyak menumpahkan darah manusia dan dia pula yang menganggap dirinya sebagai Tuhan. Bani Israel dijadikan budak di bumi Mesir. 
Firman Allah swt. menjelaskan kekejaman Firaun: 

وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَى وَقَوْمَهُ لِيُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءَهُمْ وَنَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُونَ 
Artinya: 
Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Firaun (kepada Firaun): "Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?" Firaun menjawab: "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka." 
(Q.S. Al-A'raf: 127) 

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yunus 83 
فَمَا آمَنَ لِمُوسَى إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِنْ قَوْمِهِ عَلَى خَوْفٍ مِنْ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَنْ يَفْتِنَهُمْ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ (83) 
(Maka tidak ada yang beriman kepada Musa melainkan pemuda-pemuda) segolongan orang (dari) anak-anak (kaumnya) kaumnya Firaun (dalam keadaan takut bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka.) dalam upayanya untuk memalingkan mereka dari agama Nabi Musa melalui siksaan (Sesungguhnya Firaun itu berbuat sewenang-wenang) berlaku sombong (di muka bumi.) negeri Mesir (Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas) dia sudah sangat keterlaluan karena mengaku menjadi tuhan.

84. Berkata Musa:` Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertakwalah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri. `(QS. 10:84)
Surah Yunus 84 
وَقَالَ مُوسَى يَا قَوْمِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُسْلِمِينَ (84) 
Setelah Musa melihat keadaan orang-orang yang beriman itu dalam ketakutan, maka dia menyerukan kepada mereka agar bertawakal kepada Allah jika mereka beriman kepada-Nya dengan keimanan yang benar yaitu keimanan yang disertai dengan penyerahan diri dan ketaatan yang mutlak terhadap perintah dan larangan Allah swt. Keimanan tanpa pengamalan yang nyata terhadap ajaran Allah dan Rasul-Nya adalah keimanan yang kosong. Dan tawakal kepada Allah barulah lahir dari jiwa seorang yang beriman sesudah dia taat mengamalkan dalam batas kemampuannya akan ajaran agamanya. Ayat ini menunjukkan bahwa tidak semua kaum Bani Israel itu beriman kepada Musa sewaktu mereka berada di Mesir. Bahwa mereka beriman akan adanya Tuhan Yang Maha Esa adalah betul. Tetapi beriman akan adanya Tuhan Yang Maha Esa bukanlah berarti mereka telah beriman akan kerasulan Musa a.s. Di samping beriman kepada Allah, hendaknya seseorang beriman kepada Rasul barulah ia menjadi seorang muslim yang berserah diri dan taat terhadap perintah dan larangan agama yang dibawa Rasul itu. Orang-orang Yahudi itu sesudah selamat meninggalkan bumi Mesir dan tiba di Sinai, mereka menuntut kepada Musa agar membuatkan patung Tuhan bagi mereka, kemudian mereka menjadikan anak lembu sebagai Tuhan dan menyembahnya. Peristiwa ini menunjukkan bahwa tidaklah seluruh orang Yahudi itu beriman dan taat kepada ajaran Musa a.s.

85. Lalu mereka berkata:` Kepada Allah-lah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim,(QS. 10:85)
Surah Yunus 85 
فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (85) 
Orang-orang yang beriman lagi taat itu ketika mendengar seruan Musa segeralah mereka menyambut dengan penuh ketaatan, bahwa mereka hanya kepada Allah saja bertawakal. Mereka menyadari bahwa kemenangan dan kebahagiaan yang dijanjikan Tuhan kepada orang-orang yang beriman adalah tergantung kepada kebulatan hati mereka dan iman, amal dan tawakal. Kemudian sesudah tawakal itu mereka berdoa kepada Allah agar memelihara mereka dari kejahatan orang-orang yang lalim serta melindungi mereka dari kesewenang-wenangan orang-orang yang dapat memalingkan mereka dari agama.

86. dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.`(QS. 10:86)
Surah Yunus 86 
وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (86) 
Ayat ini menerangkan kelanjutan doa Bani Israel bahwa mereka memohon kepada Allah agar mereka dilepaskan dari genggaman kekuasaan Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya. Berabad-abad lamanya mereka dalam perbudakan Firaun dan mereka mengalami kerja paksa dalam pekerjaan kasar di luar perikemanusiaan.

87. Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya:` Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat sembahyang dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman `.(QS. 10:87)
Surah Yunus 87 
وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى وَأَخِيهِ أَنْ تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (87) 
Kemudian Allah menerangkan dalam ayat ini, bahwa Dia memerintahkan Musa dan Harun untuk mencari beberapa buah rumah dalam kota Mesir buat dijadikan tempat tinggal dan perlindungan bagi kaumnya serta tempat kegiatan mereka dalam segala urusan mereka. Allah memerintahkan juga agar rumah itu dijadikan tempat salat. Kemudian khusus kepada Musa sebagai pengemban syariat Allah memerintahkan agar dia memberikan kabar gembira dan bahagia di kemudian hari bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul Nya. Nabi Musa di tempat-tempat perlindungan mempersiapkan lahir dan batin mereka dengan ajaran-ajaran agama serta memasukkan ke dalam jiwa mereka keimanan dan keluhuran budi.

88. Musa berkata:` Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia,--Ya Tuhan kami--akibatnya mereka menyesatkan manusia dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih. `(QS. 10:88)
Surah Yunus 88 
وَقَالَ مُوسَى رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالًا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِكَ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ (88) 
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa setelah Nabi Musa memperhatikan pembangkangan dan perbuatan sewenang-wenang Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya serta melihat pula kecemasan dan ketakutan kaum Bani Israel, maka Musa mengatakan kepada Allah swt. tentang nikmat yang melimpah ruah yang diberikan Allah kepada Firaun dan pembesar-pembesar kaumnya seperti barang perhiasan emas, permata, pakaian kebesaran yang mewah, kendaraan yang megah-megah serta kekayaan lainnya, namun segala nikmat yang diberikan Allah itu justru menjadikan mereka sesat dari jalan Allah. Bahkan mereka bertambah sombong dan berbuat aniaya di atas bumi kemudian Nabi Musa memohon kepada Allah agar Allah menghancurkan kekayaan Firaun itu dan membiarkan mereka dalam kesesatan sehingga mereka tidak beriman. Barulah mereka beriman sewaktu mereka melihat azab yang pedih, tetapi iman mereka tidak diterima lagi, dan tidak ada manfaatnya bagi mereka. 
Nabi Musa mendoakan kehancuran Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya itu sesudah mengemukakan kepada Allah alasan yang mendorongnya sebagai berikut: 
Pertama: Kufur terhadap nikmat Allah swt. Suatu kenyataan bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya memiliki kekuasaan dan kekuatan yang besar. Di samping itu ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncaknya di zaman Firaun di Mesir. Barang-barang peninggalan dari Firaun ini baik yang terdapat di museum Mesir atau pun di Eropa menunjukkan ketinggian peradaban dan kebudayaan mereka. Demikian pula sisa-sisa benda purbakala dan bangunan-bangunan kuno yang terdapat di Mesir. Dalam pemerintahan, Firaun memegang kekuasaan mutlak bahkan kepada rakyatnya dia mengaku dirinya sebagai Tuhan. 
Kedua: Menolak kebenaran. Kenyataan menunjukkan bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya telah jauh meninggalkan nilai-nilai moral kemanusiaan dan agama. Hak asasi manusia tidak dihargainya. Mereka hidup dalam kemewahan di atas derita rakyat. Musa a.s. telah berdaya upaya membawa Firaun dan pembesar-pembesarnya ke jalan Allah dengan menunjukkan bukti-bukti kerasulannya. Dia berikan ajaran tentang kebenaran dan keadilan, serta nasihat dan peringatan siksa Allah dan malapetaka sebagai akibat yang timbul dari perbuatan-perbuatannya. Akan tetapi seruan Musa itu tidaklah mendapat sambutan yang baik bahkan mendapat tantangan serta permusuhan. Dengan demikian kemungkinan untuk menyeru Firaun dan kaumnya ke jalan Allah telah tertutup serta keimanan mereka tidak dapat diharapkan lagi. 
Membiarkan Firaun dan pembesar-pembesarnya dengan kekuasaan, kejayaan dan kekuatannya yang besar sedangkan dasar hidup mereka jauh lebih rendah dari nilai-nilai moral kemanusiaan dan agama ketuhanan yang benar, maka hal demikian itu sangat membahayakan perdamaian dunia dan kesejahteraan umat manusia. Mereka dengan kekuatan dan kekuasaannya itu berbuat maksiat dan kerusakan di muka bumi, mengancam kesejahteraan umat manusia. Oleh karena itu Nabi Musa memanjatkan doa kepada Allah untuk kebahagiaan umat manusia, kiranya Allah melumpuhkan kekuatan Firaun itu dengan membiarkan mereka dalam kesesatan, sebab kesesatan mereka itu segera akan mengakibatkan kehancuran mereka sendiri. Nabi Harun sebagai pembantu utama Nabi Musa mengaminkan doa Nabi Musa itu.

89. Allah berfirman:` Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui `.(QS. 10:89)
Surah Yunus 89 
قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَانِّ سَبِيلَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ (89) 
Dalam ayat ini Allah menyatakan kepada Musa dan Harun bahwa doa mereka untuk kehancuran Firaun dan pembesar kaumnya dan kekuasaannya akan diperkenankan Tuhan. Kehancuran kekuasaan Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya itu sudah menjadi ketetapan Allah. Kemudian Allah memerintahkan kepada kedua Nabi itu untuk tetap menjalankan perintah-Nya dan terus menyampaikan seruan ke jalan Allah dan mempersiapkan kaumnya Bani Israel untuk berjuang dan pindah meninggalkan bumi Mesir. Dan Allah melarang mereka agar jangan mengikuti jalan orang-orang yang tidak menyadari sunah Tuhan pada makhluk-Nya yaitu hukum sebab-akibat. Mereka hendaknya jangan menuntut segera kehancuran Firaun sebelum waktunya atau minta ditunda kehancuran itu pada waktu yang sudah ditetapkan. Masa keruntuhan Firaun itu pasti datang, sebab mereka tidak dapat lepas dari hukum Tuhan itu.

90. Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia:` Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) `.(QS. 10:90)
Surah Yunus 90 
وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا حَتَّى إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ (90) 
Kemudian dalam ayat ini Allah menceritakan tentang kepergian Bani Israel dari bumi Mesir. Ketika Nabi Musa meminta kepada Firaun agar dia membebaskan kaum Bani Israel yang ada di Mesir dari belenggu perbudakannya kemudian mengizinkan mereka kembali ke Palestina untuk menjalankan agama mereka dengan bebas, Firaun menolak permintaan itu, maka terjadilah perbantahan antara Musa dan Firaun sehingga Allah swt. kemudian memperkuat Nabi-Nya dengan beberapa mukjizat. 
Maka akhirnya Firaun mengizinkan Musa dan kaumnya meninggalkan Mesir. Pergilah Bani Israel itu seluruhnya dengan membawa ternak-ternak mereka dan segala harta benda mereka yang dapat dibawa. Tetapi kemudian Firaun dan pembesar-pembesarnya merasa rugi dan menyesal atas kepergian orang Israel itu lalu mereka menyusulnya dengan maksud membawa mereka kembali ke Mesir untuk diperbudak. Rombongan orang Israel itu ditemukan mereka sewaktu akan menyeberang lautan. Kaum Bani Israel itu merasa ketakutan jika tertangkap oleh pasukan Firaun lalu mereka mengadukan halnya kepada Musa. Musa menenteramkan rombongannya dengan meyakinkan kepada mereka bahwa mereka akan menyaksikan kemenangan mereka dan menyaksikan pula kehancuran musuh mereka. Maka Tuhan pun mewahyukan kepada Musa supaya dia memukulkan tongkatnya ke laut. Lautan pun terbelah, masuklah Musa dan kaumnya berjalan di celah-celahnya yang kering hingga tiba di pantai seberang lautan itu. Firaun bersama pemukanya mengikuti pula jalan yang sama tapi ketika tiba di tengah-tengah perjalanan, Musa mengulurkan tangannya ke arah lautan, maka lautan pun kembali seperti sediakala, tenggelamlah Firaun ditelan gelombang bersama pemukanya dan pasukannya. Ketika dia merasa akan mati tenggelam, dia menyatakan iman dan Islamnya. Pernyataan iman kepada Allah itu diucapkan tiga kali dia menyatakan beriman kepada Tuhan yang diimani oleh Bani Israel. Dan pernyataan iman kepada Allah dan Musa a.s. diucapkannya dengan kalimat "aku termasuk orang Islam". Pengakuan Islam mengandung iman kepada Allah dan Rasul-Nya, tetapi pernyataan iman ini dinyatakannya pada saat dia hampir tenggelam dan tidak seorang pun yang dapat menolongnya. Pernyataannya dalam keadaan demikian itu tidak diterima oleh Allah swt. 
Firman Allah swt.: 

فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِ مُشْرِكِينَ فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَ 
Artinya: 
Maka tatkala mereka melihat azab kami, mereka berkata: "Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah." Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir. 
(Q.S. Al-Mu'min: 84, 85)

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yunus 90 
وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا حَتَّى إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ (90) 
(Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut lalu mereka diikuti) disusul dan dikejar (oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas) mereka, lafal baghyan dan `adwan menjadi maf'ul lah (hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkata dia, "Saya percaya bahwa) bahwasanya; dan menurut suatu qiraat lafal annahu dibaca innahu sebagai jumlah isti'naf (tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri.") Firaun sengaja mengulang-ulang perkataannya itu supaya diterima oleh Allah, akan tetapi Allah tidak mau menerimanya. Kemudian malaikat Jibril menyumbat mulutnya dengan lumpur laut, karena merasa khawatir Firaun akan mendapatkan rahmat dari Allah. Lalu Allah berfirman kepadanya:

SURAH YUNUS
<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH YUNUS >>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar