Selasa, 24 April 2012

Yusuf 61 - 70

Surah YUSUF
Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah Yusuf
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=4&SuratKe=12#Top
61. Mereka berkata: `Kami akan membujuk ayahnya untuk membawanya (ke mari) dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya`.(QS. 12:61)
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 61
قَالُوا سَنُرَاوِدُ عَنْهُ أَبَاهُ وَإِنَّا لَفَاعِلُونَ (61)
Saudara-saudara Yusuf menjawab: "Kalau begitu kami akan kembali pulang dan berusaha dengan sungguh-sungguh agar ayah kami dapat mengizinkan saudara kami itu pergi bersama kami ke Mesir. Kami akan menceritakan kepadanya semua yang telah terjadi dan mengatakan bahwa kami telah disambut dengan baik sekali dan diperlakukan sebagai tamu selama kami berada di Mesir."

62. Yusuf berkata kepada bujang-bujangnya: `Masukkanlah barang-barang (penukar kepunyaan mereka) ke dalam karung-karung mereka, supaya mereka mengetahui apabila mereka telah kembali kepada keluarganya, mudah-mudahan mereka kembali lagi`.(QS. 12:62)

وَقَالَ لِفِتْيَانِهِ اجْعَلُوا بِضَاعَتَهُمْ فِي رِحَالِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَعْرِفُونَهَا إِذَا انْقَلَبُوا إِلَى أَهْلِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (62)
Kemudian Yusuf memerintahkan kepada petugas-petugasnya yang mengurus bahan makanan agar semua barang-barang yang dibawa mereka dimasukkan kembali ke dalam karung-karung bahan makanan tanpa setahu mereka. Barang-barang itu terdiri dari berbagai macam bahan hasil produksi padang pasir seperti kulit bulu domba dan lain sebagainya. Dengan mengembalikan barang-barang itu, Yusuf bermaksud supaya bila mereka sampai di kampung halaman dan membuka barang-barang itu semua dan terdapat di dalamnya selain bahan makanan ada pula barang-barang dagangan yang mereka bawa sendiri, tentulah mereka akan menyadari sepenuhnya betapa baiknya hati penguasa Mesir itu, dan betapa tinggi budi dan jasanya terhadap mereka. Mereka telah diperlakukan sebagai tamu selama di Mesir kemudian diberi pula bahan makanan serta barang-barang dagangan mereka sendiri dikembalikan, lagi pula seakan-akan bahan makanan yang sepuluh pikul itu diberikan kepada mereka dengan cuma-cuma sebagai hadiah yang bagi mereka sendiri sangat diperlukan dan tak ternilai harganya. Dengan kesadaran itu semoga timbullah tekad yang kuat dalam hati mereka untuk kembali ke Mesir membawa barang-barang dan membawa Bunyamin sekaligus sebagaimana diamanatkan oleh Yusuf.
63. Maka tatkala mereka telah kembali pada ayah mereka (Yaqub) mereka berkata: `Wahai ayah kami, kami tidak akan mendapat sukatan (gandum) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami pergi bersama-sama kami supaya kami mendapat sukatan, dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya`.(QS. 12:63)

فَلَمَّا رَجَعُوا إِلَى أَبِيهِمْ قَالُوا يَا أَبَانَا مُنِعَ مِنَّا الْكَيْلُ فَأَرْسِلْ مَعَنَا أَخَانَا نَكْتَلْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ (63)
Tatkala mereka sampai di rumah dan bertemu dengan ayah mereka, mereka memberitahukan semua pengalaman mereka di Mesir dan bagaimana baiknya sambutan penguasa di sana terhadap mereka dengan memperlakukan mereka sebagai tamu dan ketika akan pulang dibekali lagi barang-barang yang diperlukan selama dalam perjalanan. Kami diberi bahan makanan sebagai tukaran barang-barang kami sebanyak 10 pikulan karena kami hanya sepuluh orang.
Karena itu kami ceritakan bahwa kami mempunyai ayah yang telah tua dan seorang saudara lagi yang tidak dapat datang karena kami tugaskan menjaga ayah dan meminta supaya kami diberikan 12 pikulan. Penguasa itu menjawab kalau benar kamu mempunyai saudara bawalah dia kemari dan kami akan memberimu lagi bahan makanan sebanyak yang kamu minta itu dan memperingatkan kami kalau Bunyamin tidak dapat dibawa tak usahlah kami datang ke Mesir, kami tidak akan diberi makanan bahkan dia akan melarang kami memasuki negeri Mesir karena kami dianggap sebagai orang pendusta yang tidak layak dipercayai lagi. Oleh sebab itu kami memohon kepada ayah dengan sekuat-kuatnya agar ayah mengizinkan Bunyamin ikut bersama kami dan dengan demikian kami akan diberi bahan makanan dan disambut dengan sambutan yang lebih baik karena kami telah memenuhi janji kami kepadanya yaitu membawa Bunyamin ke hadapannya. Kami berjanji akan memelihara dan menjaganya dengan sebaik-baiknya.
64. Berkata Yaqub: `Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?` Maka Allah adalah sebaik-baik penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.(QS. 12:64)

قَالَ هَلْ آمَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَا أَمِنْتُكُمْ عَلَى أَخِيهِ مِنْ قَبْلُ فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (64)
Yakub terkejut mendengar permintaan mereka yang terakhir ini dan dengan seketika menjawab: "Apakah aku akan mempercayakan Bunyamin kepadamu sebagaimana aku telah mempercayakan Yusuf di masa yang lalu?" Apakah kamu belum puas dengan mencelakakan Yusuf sehingga sekarang kamu ingin mencelakakan Bunyamin lagi? Apakah aku akan percaya saja kepada janji-janji dan jaminanmu terhadap Bunyamin padahal kamu dahulu telah membuat janji dan jaminan serupa ketika kamu hendak membawa Yusuf bermain-main ke tempat penggembalaan di padang pasir? Aku tidak percaya lagi kepada ucapan dan janjimu. Aku akan menggantungkan harapanku kepada Allah agar Dia tetap memelihara Bunyamin karena Dialah sebaik-baik Penjaga dan Penyayang. Kepada-Nyalah aku bertawakal dalam menghadapi segala persoalan. Hanya Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku bermohon agar Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepadaku dengan melindungi Bunyamin dan menjaga keselamatannya dan tidak akan menimpakan cobaan kepadaku seperti cobaan kehilangan Yusuf anakku yang tercinta. Sesungguhnya rahmat Allah Maha luas dan Karunia-Nya Maha Besar.
65. Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata: `Wahai ayah kami apa lagi yang kita inginkan. Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami, dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir)`.(QS. 12:65)

وَلَمَّا فَتَحُوا مَتَاعَهُمْ وَجَدُوا بِضَاعَتَهُمْ رُدَّتْ إِلَيْهِمْ قَالُوا يَا أَبَانَا مَا نَبْغِي هَذِهِ بِضَاعَتُنَا رُدَّتْ إِلَيْنَا وَنَمِيرُ أَهْلَنَا وَنَحْفَظُ أَخَانَا وَنَزْدَادُ كَيْلَ بَعِيرٍ ذَلِكَ كَيْلٌ يَسِيرٌ (65)
Setelah saudara-saudara Yusuf membuka karung bahan makanan yang mereka bawa dari Mesir itu, ternyata barang-barang mereka sendiri ada pula di dalamnya. Mereka berkata pada ayah mereka: "Wahai ayah kami inilah barang-barang kita yang kami bawa ke Mesir dikembalikan kepada kita. Ini adalah bukti yang nyata betapa baiknya hati penguasa Mesir itu kepada kita dan betapa pemurahnya sehingga dia tidak mau mengambil barang-barang kita sebagai tukaran makanan yang diberikan kepada kita. Dia telah menolong kita dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan. Memang amat besar pertolongannya kepada kita dan amat besar pula utang budi kita terhadapnya. Oleh sebab itu kita harus membalas jasanya dan budi baiknya itu sekurang-kurangnya dengan memenuhi janji kami dengan dia yaitu akan membawa adik kami Bunyamin ke Mesir. Sekarang kita dapat memanfaatkan barang-barang kita itu untuk kepentingan kita di sini di samping kita juga mempunyai makanan untuk mencukupi keperluan kita. Dan kalau kami kembali ke Mesir membawa Bunyamin tentulah kita akan mendapat bahan makanan lebih banyak paling tidak akan bertambah satu pikulan karena kami sudah berjumlah sebelas orang. Bagi Penguasa Mesir satu pikulan bahan makanan itu tidaklah akan memberatkan karena gudang-gudangnya penuh dengan bahan makanan."
66. Yaqub berkata: `Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah, bahwa kamu pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kamu dikepung musuh`. Tatkala mereka memberikan janji mereka, maka Yaqub berkata: `Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)`.(QS. 12:66)

قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُ مَعَكُمْ حَتَّى تُؤْتُونِ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ لَتَأْتُنَّنِي بِهِ إِلَّا أَنْ يُحَاطَ بِكُمْ فَلَمَّا آتَوْهُ مَوْثِقَهُمْ قَالَ اللَّهُ عَلَى مَا نَقُولُ وَكِيلٌ (66)
Mendengar ucapan anak-anaknya itu mulailah Yakub sadar bahwa budi baik penguasa Mesir itu harus dibalas dengan budi baik pula dan tidak ada jalan untuk membalasnya kecuali dengan menepati janji anak-anaknya akan membawa Bunyamin karena dia dan anak-anaknya tidak mempunyai apa-apa untuk dipersembahkan apalagi dia telah menolak menerima barang tukaran dan mengembalikan semuanya. Dengan perasaan yang berat dia berkata kepada anak-anaknya: "Kalau kamu perlu juga membawa Bunyamin ke Mesir, maka aku tidak akan mengizinkan kecuali dengan janji dan ikrar yang dikuatkan dengan sumpah bahwa kamu benar-benar akan menjaga keselamatannya dan membawanya kembali pulang dan kamu bersedia mengorbankan jiwa ragamu bila terjadi hal-hal yang membahayakannya atau mengancam jiwanya." Anak-anak Yakub bersedia bersumpah untuk memenuhi syarat yang dikemukakan ayah mereka dan bersumpahlah mereka dengan menyebut nama Allah bahwa mereka akan menjaga keselamatan Bunyamin membelanya mati-matian bila ada bahaya dan akan membawa Bunyamin pulang kembali kecuali jika benar tidak berdaya lagi karena dikepung oleh bahaya dari segala penjuru. Setelah mendengar sumpah anak-anaknya itu barulah hati Yakub merasa lega dan berkatalah dia: "Allah menjadi saksi atas semua ucapan dan janjimu itu. Dialah Yang Mengawasi segala perbuatan dan tindak-tandukmu dan kepada-Nyalah aku serahkan keselamatan anakku."
67. Dan Yaqub berkata: `Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun daripada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri`.(QS. 12:67)

وَقَالَ يَا بَنِيَّ لَا تَدْخُلُوا مِنْ بَابٍ وَاحِدٍ وَادْخُلُوا مِنْ أَبْوَابٍ مُتَفَرِّقَةٍ وَمَا أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ (67)
Nabi Yakub berkata: "Hai anak-anakku, nanti jika kamu sekalian sampai di muka istana raja di Mesir, janganlah masuk bersama-sama dari satu pintu gerbang, tetapi masuklah dari pintu-pintu gerbang yang lain, supaya terhindar dari penglihatan mata orang yang hasud atau mengalami hal-hal yang tidak diinginkan."
Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. mengakui adanya hasud itu sehingga beliau mengatakan: "Sesungguhnya hasud itu dapat memasukkan seorang ke dalam kubur dan seekor unta ke dalam periuk besar." Dan beliau pernah pula mengajarkan sebuah doa supaya terhindar dari padanya. Doanya demikian: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan yang jahat, dan dari setiap mata yang hasud."
Nabi Yakub menasihatkan pula, bahwa walaupun ada usaha demikian namun beliau tidak dapat mencegah tibanya kepastian dari Allah, sebab keputusan menetapkan sesuatu hanyalah berada di tangan-Nya. Semua pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan kemampuan akan tetapi disertai keyakinan, bahwa ketentuan dari Allah pasti terjadi, dan tidak seorang pun yang dapat menghalang-halanginya. Oleh karena itu kepada-Nyalah dia bertawakal dan kepada-Nyalah semua orang yang bertawakkal berserah diri.
68. Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikitpun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Yaqub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.(QS. 12:68)

وَلَمَّا دَخَلُوا مِنْ حَيْثُ أَمَرَهُمْ أَبُوهُمْ مَا كَانَ يُغْنِي عَنْهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا حَاجَةً فِي نَفْسِ يَعْقُوبَ قَضَاهَا وَإِنَّهُ لَذُو عِلْمٍ لِمَا عَلَّمْنَاهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (68)
Dan tatkala putra-putra Nabi Yakub itu masuk ke istana Yusuf di Mesir sesuai dengan yang diperintahkan oleh beliau yaitu masuknya dari pintu gerbang yang berlain-lainan, maka cara yang mereka lakukan itu tidak dapat melepaskan mereka sedikit pun dari kepastian Allah, akan tetapi di sana ada keinginan Nabi Yakub yang dapat dilaksanakan, di antaranya yaitu pertemuan Yusuf dengan Bunyamin dengan empat mata yang disusul dengan berbagai-bagai perencanaan dan tindakan yang bijaksana. Memang Nabi Yakub itu telah diberi ilmu pengetahuan dengan wahyu oleh Allah swt. hanya kebanyakan manusia tidak mengetahui termasuk anak-anaknya sendiri.
69. Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya, Yusuf berkata: `Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka janganlah kamu berdukacita terhadap apa yang telah mereka kerjakan`.(QS. 12:69)

وَلَمَّا دَخَلُوا عَلَى يُوسُفَ آوَى إِلَيْهِ أَخَاهُ قَالَ إِنِّي أَنَا أَخُوكَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (69)
Dan tatkala mereka masuk ke tempat Yusuf dalam sebuah majelis yang khusus, mula-mula mereka memperkenalkan Bunyamin seraya berkata: "Inilah saudara kami Bunyamin yang dipesan supaya datang bersama-sama dengan kami, sekarang kami memperkenalkan kepada baginda." Yusuf menjawab: "Terima kasih banyak, dan untuk kebaikan ini niscaya kami akan menyediakan balasannya." Lalu Yusuf menyediakan hidangan makanan untuk mereka yang semuanya sebelas orang. Tiap-tiap meja untuk dua orang, sehingga semuanya sudah duduk berhadap-hadapan pada lima meja dalam lima buah petak yang tertutup. Hanya tinggal Bunyamin sendirian tidak mempunyai kawan. Beliau merasa sedih dan hampir-hampir menangis, ingat kepada kakak-kakaknya yang hilang. Dalam hatinya dia mengeluh: "Seandainya kakanda saya Yusuf masih hidup tentulah beliau duduk bersama-sama saya." Yusuf berkata kepada tamu-tamunya: "Kamu yang sepuluh orang, masing-masing berdua masuklah makan dalam kamar, dan karena yang seorang ini, yaitu Bunyamin tidak mempunyai kawan, maka baiklah saya yang menemaninya." Setelah Yusuf dan Bunyamin berempat mata dalam sebuah kamar, maka Yusuf merangkulnya dengan penuh kemesraan dan katanva: Saudara sudah mempunyai anak berapa?" Jawab Bunyamin: "Anak saya semuanya sepuluh laki-laki dan saya beri nama dengan nama saudara saya yang hilang." Yusuf bertanya: "Apakah kamu suka menerima aku sebagai saudaramu, gantinya saudaramu yang hilang itu?" Bunyamin menjawab: "Siapa yang akan menolak mendapatkan seorang saudara seperti engkau yang mulia ini? Cuma sayang satu perkara saja, yaitu karena tidak dilahirkan dari bapakku Yakub dan ibuku Rahil." Karena tidak tahan mendengar ucapan itu, lalu Yusuf menangis dan merangkul lagi Bunyamin seraya berkata: "Akulah Yusuf saudaramu yang dikatakan hilang itu." Lalu Yusuf menasihati saudaranya supaya jangan berduka cita terhadap apa yang telah dikerjakan oleh saudara-saudaranya terhadapnya. Dan Yusuf memberitahukan pula kepada Bunyamin rencana pekerjaannya yang akan dibuat terhadap saudara-saudaranya untuk menguji mereka, apakah akhlaknya masih seperti dahulu atau sudah ada perubahan. Maksudnya supaya Bunyamin jangan kaget, bila nanti terjadi hal-hal yang aneh.
70. Maka tatkala telah disiapkan untuk mereka bahan makanan mereka, Yusuf memasukkan piala (tempat minum) ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan: `Hai kafilah, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang mencuri`.(QS. 12:70)

فَلَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ جَعَلَ السِّقَايَةَ فِي رَحْلِ أَخِيهِ ثُمَّ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا الْعِيرُ إِنَّكُمْ لَسَارِقُونَ (70)
Maka tatkala sudah dipenuhi keperluan mereka tentang bahan makanan itu, Yusuf memasukkan piala raja ke dalam karung Bunyamin secara sembunyi. Setelah kafilah itu berangkat akan meninggalkan Mesir, segera diutus seorang utusan yang menyusul kafilah itu seraya berseru dengan suara yang keras: "Hai kafilah, tunggu dulu sesungguhnya kamu adalah pencuri-pencuri."

Surah YUSUF
Kembali ke Daftar Surah                               Kembali ke Surah Yusuf
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=4&SuratKe=12#Top

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar