Rabu, 28 Maret 2012

Al Imran-150 - 159

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH aL IMRAN>>
TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-150
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/887-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-150.html

بَلِ اللَّهُ مَوْلَاكُمْ وَهُوَ خَيْرُ النَّاصِرِينَ

Dengan ayat ini Allah menekankan agar supaya kaum muslimin taat kepada Allah SWT karena Dialah pelindung mereka dan sebaik-baik Penolong. Dan janganlah mereka mengikuti orang-orang kafir seperti Abu Sufyan dan kawan-kawannya (pada waktu itu). atau orang-orang munafik seperti Abdullah bin `Ubai atau orang-orang kafir dan munafik lainnya yang akan menyesatkan dan menjerumuskan mereka ke jurang yang sangat berbahaya.
TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-151
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/884-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-151.html

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ

Akan kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.(QS. 3:151)
 
Allah menjelaskan bentuk pertolongan-Nya yang diberikan kepada orang-orang mukmin, yaitu dengan memasukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut untuk melanjutkan peperangan. disebabkan mereka mempersekutukan Allah. Tempat mereka itulah neraka. dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang zalim. 
Memang bagaimanapun hebat dan gagah perkasanya seseorang. ia akan merasa lemah dan tidak dapat berbuat sesuatu, apabila ia telah dihinggapi oleh perasaan takut.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-152
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/883-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-152.html

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ حَتَّى إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ 

Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menhendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu; dan sesungguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang-orang yang beriman.(QS. 3:152)

Menurut riwayat Al Wahidi dari Muhammad bin Kaab bahwa sebab turunnya ayat ini adalah sebagai berikut: 
Setelah Nabi Muhammad saw dengan sahabatnya-sahabatnya kembali ke Madinah dari perang Uhud, timbullah pertanyaan di antara mereka mengenai sebab-sebab mereka menderita kekalahan, padahal Allah telah menjanjikan kemenangan, maka turunlah ayat ini yang maksudnya: Allah telah memenuhi segala apa yang telah dijanjikan kepada kamu, di mana kamu telah sampai kepada suatu tahap kemenangan yang telah mengobrak-abrikkan kekuatan musuh yang jauh lebih banyak jumlahnya dan persiapannya. Akan tetapi karena kamu kurang sabar, kurang patuh dan kurang disiplin terhadap komando Muhammad saw, yang memerintahkan agar setiap regu, terutama regu pemanah agar jangan meninggalkan tempatnya masing-masing sebelum ada perintah, tetapi banyak di antara kamu yang melanggarnya, bahkan kamu berselisih karena menghendaki harta dunia, yakni mengejar harta rampasan perang, maka terjadilah sebaliknya, musuh kembali menjadi kuat, karena telah merebut tempat-tempat strategis, akhirnya kamu lemah, sehingga menderita kekalahan disebabkan perbuatan dan tingkah laku kamu sendiri, sebagai ujian dari Allah terhadap keimanan, kesabaran dan kedisiplinan kamu. 
Pada akhir ayat ini, Allah menerangkan yang maksudnya walaupun itu semuanya telah terjadi dan kamu telah sadar menyesali kesalahan-kesalahan kamu itu, karena Allah telah mengampuni kamu, karena Allah selalu memberikan karunia-Nya kepada orang-orang mukmin. 
Para ahli tafsir menguraikan tentang apa yang dimaksudkan janji Allah yang disebutkan pada ayat ini sebagai berikut: 
  1. Janji Allah akan menolong kaum mukminin pada perang Uhud dengan mengirimkan bala bantuan sebanyak lima ribu malaikat, kalau mereka sabar dan bertakwa. Tetapi menurut yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi pasukan malaikat itu tidak jai datang karena mereka kurang sabar. 
  2. Janji Allah akan memberi kemenangan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw kepada regu pemanah selama mereka tidak meninggalkan tempatnya. Tetapi rupanya banyak yang meninggalkan tempat. 
  3. Janji Allah akan menolong setiap orang mukmin yang bersabar dan bertakwa yag banyak disebutkan dalam beberapa ayat dan surat dalam Alquran. 
Kalau kita perhatikan tiga pendapat yang tersebut di atas, tidaklah bertentangan satu dengan yang lain, hanya tinjauannya dari segi yang berlainan. Pendapat yang pertama meninjau dari segi historisnya dan hubungan ayat 152 ini dengan ayat 125. Pendapat yang kedua meninjau dari segi sebagian kenyataan historis tentang pelanggaran mereka terhadap taktik perang yang telah diperintahkan oleh Rasul kepada mereka, pendapat yang ketiga meninjau secara umum, karena di dalam Alquran banyak ayat-ayat yang menjanjikan bantuan dan pertolongan kepada setiap orang yang beriman, sabar dan bertakwa kepada-Nya.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-153
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/882-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-153.html

إِذْ تُصْعِدُونَ وَلَا تَلْوُونَ عَلَى أَحَدٍ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ فِي أُخْرَاكُمْ فَأَثَابَكُمْ غَمًّا بِغَمٍّ لِكَيْلَا تَحْزَنُوا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا مَا أَصَابَكُمْ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 3:153)
Pada ayat ini, Allah mengungkapkan kejadian-kejadian yang penting di barisan kaum muslimin pada perang Uhud, yaitu: sebab-sebab kekalahan mereka pada perang Uhud, di mana sebagian besar dari mereka lari. sedang Rasul memanggil mereka dari belakang agar jangan berbuat demikian dan kembali ke pasukan masing-masing. Akan tetapi mereka tidak memperdulikannya. Oleh karena itu, mereka ditimpa penderitaan yang cukup berat. Kalau mereka sadari apa yang telah mereka perbuat mereka pada waktu itu, tentulah mereka tidak akan bersedih hati atau heran, mengapa mereka menjadi kalah dalam peperangan Uhud itu, Allah Maha Mengetahui semua apa yang akan kamu perbuat.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-154
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/881-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-154.html

ثُمَّ أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ بَعْدِ الْغَمِّ أَمَنَةً نُعَاسًا يَغْشَى طَائِفَةً مِنْكُمْ وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ يَقُولُونَ هَلْ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ مِنْ شَيْءٍ قُلْ إِنَّ الْأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ يُخْفُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ مَا لَا يُبْدُونَ لَكَ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ مَا قُتِلْنَا هَا هُنَا قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَى مَضَاجِعِهِمْ وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Kemudian setelah kamu berduka-cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhdadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata:` Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini? `Katakanlah:` Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah `. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata:` Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini `. Katakanlah:` Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh `. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.(QS. 3:154)
Pada ayat ini Allah menerangkan lanjutan peristiwa setelah mereka mengalami kesulitan pada peperangan Uhud dan menderita kekalahan, maka Allah memberikan kepada segolongan mereka yang kuat iman dan kesabarannya perasaan kantuk untuk menenangkan mereka dari rasa ketakutan lelah dan kegelisahan, dengan demikian dapatlah mereka mengumpulkan kembali kekuatan mereka yang telah berkurang karena sengitnya pertempuran dan kehilangan semangat akibat kekalahan. Sedang segolongan lainnya tidak menerima nikmat kantuk ini, yaitu golongan yang lemah imannya bahkan mereka tetap merasa takut dan gelisah. Ayat ini mengutarakan bahwa pengikut-pengikut Nabi setelah selesai peperangan terbagi atas dua golongan: 
Pertama: golongan yang menyadari bahwa kekalahan mereka pada perang Uhud adalah disebabkan kekeliruan mereka berupa kekurangan disiplin terhadap komando Rasul selaku komandan pertempuran dan mereka tetap yakin dan percaya pertolongan Allah berupa kemenangan bagi orang-orang yang beriman karena meskipun pada kali ini mereka mengalami kekalahan namun Allah tetap akan membela orang-orang yang beriman. Golongan inilah yang memperoleh nikmat kantuk itu. 
Kedua: golongan yang lemah imannya karena diliputi rasa kekuatiran disebabkan mereka belum begitu yakin kepada komando Rasul karena kemunafikan yang telah bersarang di hati mereka. Golongan kedua inilah yang menyangka yang bukan-bukan terhadap Allah dan Muhammad seperti sangkaan orang-orang jahiliah, antara lain mereka menyangka kalau Muhammad benar-benar seorang Nabi dan Rasul, tentu ia dan sahabatnya tidak akan kalah. dalam peperangan Uhud itu Mereka berkata untuk melepaskankan tanggung-jawab "Apakah kita ada hak campur tangan dalam urusan ini?" Katakanlah hai Muhammad: "Semua urusan ini adalah di tangan Allah". 
Mereka banyak menyembunyikan hal-hal yang tidak mereka lahirkan kepadamu, mereka berkata "Sekiranya ada hak campur tangan pada kita, niscaya kita tidak akan dikalahkan di sini". Tetapi katakanlah kepada mereka bahwa andaikata berada di dalam rumah mereka masing-masing dengan tidak ikut berperang, akan tetapi kalau sudah ditakdirkan akan mati di luar rumah, maka mereka pasti akan mati juga di tempat yang sudah ditentukan. Semua kejadian ini adalah untuk menguji apa yang tersimpan di dalam dada kaum muslimin dan untuk membersihkan hati mereka dari keraguan yang dibisikkan oleh setan, sehingga bertambah kuatlah keimanan dalam hati mereka. Allah Maha Mengetahui isi hati mereka.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-155
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/880-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-155.html

إِنَّ الَّذِينَ تَوَلَّوْا مِنْكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ إِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطَانُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا وَلَقَدْ عَفَا اللَّهُ عَنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ 

Sesungguhnya orang-orang yang berpaling diantaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, sesungguhnya mereka digelincirkan oleh syaitan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau) dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.(QS. 3:155)
 
Pada ayat ini , Allah menegaskan lagi bahwa sewaktu pertempuran yang menentukan pada perang Uhud ada sebagian dari kaum muslimin meninggalkan tempat pertahanan yang tidak boleh ditinggalkan terutama oleh barisan pemanah, tetapi mereka tinggalkan juga. karena mereka sudah dipengaruhi oleh setan. 
Mereka merasa musuh sudah kalah dan mengejarnya dengan maksud antara lain untuk mendapatkan harta rampasan, akhirnya mereka kucar-kacir dan menderita kekalahan disebabkan serangan musuh yang bertubi-tubi. Meskipun demikian akhirnya mereka sadar dan menyesali kesalahan mereka, maka Allah mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun dengan membebaskan mereka dari hukuman di akhirat.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-156
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/879-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-156.html

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ كَفَرُوا وَقَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ إِذَا ضَرَبُوا فِي الْأَرْضِ أَوْ كَانُوا غُزًّى لَوْ كَانُوا عِنْدَنَا مَا مَاتُوا وَمَا قُتِلُوا لِيَجْعَلَ اللَّهُ ذَلِكَ حَسْرَةً فِي قُلُوبِهِمْ وَاللَّهُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang:` Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh. `Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.(QS. 3:156)
 
Pada ayat ini dan ayat berikutnya Allah menanamkan semangat berkorban dan berjihad pada orang-orang yang beriman. Allah melarang orang-orang yang beriman, menganut kepercayaan seperti kepercayaan orang-orang kafir yang berkata mengenai teman-temannya yang mati sewaktu dalam perjalanan atau berperang. "Kalau mereka, orang-orang mukmin itu tetap bersama kita, tidak pergi berperang, tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh." 
Kepercayaan dan perkataan itu, bukan saja tidak benar, tetapi juga menimbulkan rasa penyesalan yang sangat dalam, padahal soal hidup dan mati adalah di tangan Tuhan. DIalah yang menghidupkan dan mematikan semua makhluk-makhluk-Nya menurut waktu, tempat dan sebab yang telah ditetapkan-Nya.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-157
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/878-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-157.html

وَلَئِنْ قُتِلْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.(QS. 3:157)
 
Kemudian Allah menerangkan: bahwa tidak ada hal-hal yang perlu ditakuti oleh orang yang beriman apabila mereka berjihad di jalan Allah, karena andaikata mereka gugur atau mati, niscaya mereka akan memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah swt. Itu adalah jauh lebih baik bagi mereka daripada harta rampasan perang atau kekayaan duniawi yang fana ini.

TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-158
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/871-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-158.html


وَلَئِنْ مُتُّمْ أَوْ قُتِلْتُمْ لَإِلَى اللَّهِ تُحْشَرُونَ 

Dan sungguh jika kamu meninggal atau gugur, tentulah kepada Allah saja kamu dikumpulkan.(QS. 3:158)
Semua orang akan mati atau gugur dengan sebab apa saja, baik karena meninggal di dalam peperangan atau di dalam bepergian atau di tempatnya sendiri. Mereka pasti akan dikembalikan kepada Allah dan akan diperhitungkan segala amal perbuatannya di akhirat nanti. Kalau jahat dibalas dengan siksa neraka dan baik dibalah dengan masuk surga. 
Oleh karena itu orang-orang mukmin hendaklah memilih dan menempuh jalan yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah, agar memperoleh ampunan dan rahmat-Nya. Untuk itu, janganlah seseorang muslim merasa enggan berjihad di jalan Allah, untuk mendekatkan diri kepada-Nya.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-159
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/870-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-159.html

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.(QS. 3:159)

Meskipun dalam keadaan genting, seperti terjadinya pelanggaran pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin pada peperangan Uhud sehingga menyebabkan kaum muslimin menderita kekalahan, tetapi beliau tetap bersikap lemah lembut dan tidak marah terhadap yang melanggar itu, bahkan memaafkannya, dan memohonkan untuk mereka ampunan di Allah SWT. Andaikata Nabi Muhammad saw bersikap keras, berhati kasar tentulah mereka akan menjauhkan din dan beliau. Di samping itu Nabi Muhammad saw selalu bermusyawarah dengan mereka dengan segala hal, apalagi dalam urusan peperangan. Oleh karena itu kaum mukmin bertawakal sepenuhnya kepada Allah, karena tidak ada yang dapat membela kaum muslimin selain Allah. 
Di samping itu Nabi Muhammad saw selalu bermusyawarah dengan mereka dengan segala hal, apalagi dalam urusan peperangan. Oleh karena itu kaum muslimin patuh melaksanakan keputusan-keputusan musyawarah karena keputusan itu merupakan keputusan mereka sendiri bersama Nabi. Mereka tetap berjuang dan berjihad di jalan Allah dengan tekad yang bulat tanpa menghiraukan bahaya dan kesulitan yang mereka hadapi. Mereka bertawakkal sepenuh kepada Allah, karena tidak ada yang dapat membela kaum muslimin selain Allah.

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH aL IMRAN>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar