Rabu, 28 Maret 2012

Ali ‘Imran 120 s/d 125

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH aL IMRAN>>
TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-120
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/979-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-120.html

إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.(QS. 3:120)
Selain dari sifat-sifat yang tersebut di atas yang menyebabkan timbulnya larangan bagi kaum muslimin mengambil mereka sebagai teman setia, dalam ayat ini disebutkan lagi suatu sikap yang menggambarkan bagaimana jahatnya hati orang-orang kafir dan hebatnya sifat dengki yang bersemi dalam dada mereka. 
Allah SWT berfirman: 

إن تمسسكم حسنة تسؤهم وإن تصبكم سيئة يفرحوا بها 
Artinya: 
Jika kamu memperoleh kebaikan niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana mereka bergembira karenanya. 
(Q.S Ali Imran: 120) 
Berkata Qatadah dalam menjelaskan firman Allah ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarir: 
"Apabila orang-orang kafir itu melihat persatuan yang kokoh di kalangan kaum muslimin dan mereka memperoleh kemenangan atas musuh-musuh Islam, mereka merasa dengki dan marah. Tetapi bila terdapat perpecahan dan perselisihan di kalangan kaum muslimin dan mereka mendapat kelemahan dalam suatu pertempuran, mereka merasa senang dan bahagia. Memang sudah menjadi sunatullah baik pada masa dahulu sampai masa sekarang maupun pada masa yang akan datang sampai hari kiamat, bila timbul di kalangan orang kafir seorang cendekiawan sebagai penantang agama Islam, Allah tetap akan membukakan kebohongannya. melumpuhkan hujahnya dan memperlihatkan cela dan `aibnya". 
Karena itu Allah memerintahkan kepada umat Islam dalam menghadapi kelicikan dan niat jahat kaum kafir itu agar selalu bersifat sabar dan takwa serta penuh tawakal kepada Nya. Dengan demikian kelicikan mereka itu tidak akan membahayakan sedikitpun. Allah Maha Mengetahui segala tindak tanduk mereka.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-121
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/972-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-121.html

وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,(QS. 3:121)
Orang-orang munafik telah menghasut kaum muslimin supaya jangan ikut berperang. Dalam perjalanan ke medan pertempuran mereka berhasil dan mereka dapat membawa kembali ke Madinah sepertiga dari tentara yang dipersiapkan untuk menghadapi kaum musyrikin. Tak ada yang menyelamatkan kaum muslimin dalam Perang Uhud itu, karena banyaknya musuh yang di hadapi, kecuali pertolongan Allah. Berkat pertolongan Allah. ketabahan hati dan kesabaran menghadapi segala percobaan dan taat serta patuh menjalankan perintah Rasulullah saw kaum muslimin dapat terhindar dari kehancuran. 
Ayat ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan berhubungan dengan perang Uhud 
Pada perang Badar kaum musyrikin menderita kekalahan total dan banyak pemimpin mereka mati sehingga mereka terpaksa kembali ke Mekah dalam keadaan yang menyedihkan dan sangat memalukan. Tetapi mereka tidak tinggal diam dengan pimpinan Abu Sofyan dan orang-orang terkemuka di kalangan kaum Quraisy mereka menyiapkan kekuatan yang lebih besar untuk balas atas kekalahan mereka pada perang Badar itu. Akhirnya mereka dapat mengumpulkan 3.000 orang tentara terbagi atas 700 orang tentara berbaju besi. 200 orang tentara berkuda dan selebihnya tentara biasa dengan persenjataan yang lengkap. Di samping itu mereka membawa pula beberapa orang wanita untuk membangkitkan semangat bertempur di kalangan mereka, dipimpin oleh Hindun istri Sofyan sendiri. 
Pada mulanya Rasulullah saw ingin bertahan saja di Madinah, tetapi kebanyakan para sahabat berpendapat bahwa sebaiknya kaum muslimin menghadapi serangan kaum musyrikin itu di luar kota. Akhirnya Rasulullah saw menerima pendapat mereka dan keluarlah beliau memimpin 1.000 orang tentara untuk menghadapi 3.000 tentara kaum musyrikin yang berkobar-kobar semangatnya. Di tengah jalan atas hasutan Abdullah bin Ubay bin Salul, 300 orang tidak ikut berperang dan kembali ke Madinah. Jadi yang tinggal hanya 700 orang saja lagi, di antaranya 100 orang berbaju besi dan 2 orang berkuda. 
Rasulullah saw memilih tempat di kaki bukit Uhud dan menyiapkan 50 orang pemanah di sebelah atas bukit itu serta memerintahkan kepada mereka supaya jangan meninggalkan tempat itu walau dalam keadaan bagaimanapun. Kewajiban mereka ialah memanah pasukan kuda musuh yang hendak maju menyerang karena kuda tidak tahan terhadap tusukan panah. 
Demikianlah, tentara yang hanya berjumlah 700 orang itu oleh Rasulullah saw ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis untuk menghadapi musuh yang banyaknya 3.000 yang dipersenjatai dengan senjata yang lengkap.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-122
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/971-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-122.html

إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلَا وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.(QS. 3:122)
Dalam suasana yang sulit dan tidak menguntungkan itu ada dua golongan di antara kaum muslimin yang hampir patah semangatnya setelah mengetahui bahwa tiga ratus tentara Islam tidak mau ikut bertempur dan telah kembali ke Madinah. Mereka yang hampir patah semangatnya itu lakan Bani Salamah dari suku Khazraj dan Bani Harisah dari suku `Aus masing-masing mereka adalah sayap kanan dan kiri dari tentara Islam. 
Mereka terpengaruh oleh suasana yang amat mencemaskan dan merasa lebih baik mundur saja dari pada dihancurkan oleh musuh yang demikian besar jumlahnya dan lengkap persenjataannya. Tetapi untunglah perasaan patah semangat itu tidak lama mempengaruhi mereka karena mereka adalah orang-orang yang penuh tawakal kepada Allah dan tetap berkeyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba Nya yang bersabar dan bertakwa kepada Nya.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-123
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/970-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-123.html

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.(QS. 3:123)
Sebagai penambah kekuatan jiwa dan ketabahan hati dalam menghadapi segala bahaya dan kesulitan, Allah mengingatkan mereka kepada peperangan Badar di mana mereka berada dalam keadaan lemah dan jumlah yang amat sedikit dibanding dengan kekuatan dari jumlah musuh. 
Berkat pertolongan Allah, mereka berhasil memporak-porandakan musuh itu hingga banyak di antara pembesar Quraisy yang jatuh menjadi korban dan banyak pula yang ditawan dan tidak sedikit harta rampasan yang diperoleh kaum muslimin. Oleh sebab itu Allah memerintahkan supaya mereka bersabar dan bertakwa kepada Nya dan dengan sabar dan takwa itu mereka akan mendapat pertolongan dari pada Nya dan akan mendapatkan kemenangan dan kiranya mereka akan mensyukuri atas kemenangan itu.




TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-124-125
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/947-tafsir-depag-ri-qs-003-al-imran-125.html

إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَنْ يَكْفِيَكُمْ أَنْ يُمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلَاثَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُنْزَلِينَ

بَلَى إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ 

(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin:` Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)? `(QS. 3:124)
Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.(QS. 3:125)
Untuk lebih memperkuat hati dan tekad kaum muslimin dalam menghadapi peperangan Uhud ini, Nabi mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan dibantu oleh Allah 3,000 Malaikat, bahwa apabila mereka sabar dan tabah menghadapi segala bahaya dan bertakwa, Allah Akan membantu mereka dengan 5.000 Malaikat. 
Menurut riwayat Dahhaq, bantuan dengan 5.000 Malaikat ini adalah janji dari Allah yang dijanjikan Nya kepada Nabi Muhammad saw. jika kaum muslimin sabar dan bertakwa. Ibnu Zaid meriwayatkan, ketika kaum muslimin melihat banyaknya tentara kaum musyrikin dan lengkapnya persiapan mereka, mereka bertanya kepada Rasulullah saw: "Apakah dalam perang Uhud ini Allah SWT tidak akan membantu kita sebagaimana Dia telah membantu kita pada perang badar?" Maka turunlah ayat ini. 
Memang dalam perang Badar Allah telah membantu kaum muslimin dengan 1000 malaikat sebagaimana tersebut dalam firman Nya: 

إذ تستغيثون ربكم فاستحاب لكم إني ممددكم بألف من الملائكة مردفين 
Artinya: 
(ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan Nya bagimu. "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut turut". 
(Q.S Al Anfal: 9) 
pada mulanya dalam perang Uhud ini kaum muslimin sudah dapat mengacau balaukan musuh sehingga banyak di antara mereka yang lari kucar-kacir meninggalkan harta benda mereka, dan mulailah tentara Islam berebut mengambil harta benda itu sebagai ganimah (rampasan). Melihat keadaan ini para pemanah diperintahkan Nabi Muhammad saw. supaya tetap bertahan di tempatnya, apapun yang terjadi, menyangka kaum musyrikin telah kalah, lalu mereka meninggalkan tempat mereka dan turun untuk ikut mengambil harta ganimah. 
Karena tempat itu telah ditinggalkan pasukan pemanah, Khalid bin Walid panglima kaum musyrikin waktu itu, dengan pasukan berkudanya naik ke tempat itu dan mendudukinya, lalu menghujani kaum muslimin dari belakang dengan anak panah sehingga terjadilah kekacauan dan kepanikan di kalangan kaum muslimin. Dalam keadaan kacau balau itu kaum musyrikin mencoba hendak mendekati markas Nabi Muhammad saw. tetapi para sahabat dapat mempertahankannya walaupun Nabi Muhammad saw. mendapat luka pada muka dan bibirnya serta patah sebuah giginya. Akhirnya berkat kesetiaan mereka membela Nabi Muhammad saw. dan kegigihan mereka mempertahankan posisinya, mereka bersama Nabi naik kembali ke bukit Uhud dengan selamat. Dengan demikian berakhirlah pertempuran dan pulanglah kaum musyrikin menuju Mekah dengan rasa puas karena telah dapat membalas kekalahan mereka pada perang Badar. 
Di antara dalil yang menguatkan pendapat bahwa kaum muslimin tidak diberi Allah bantuan dengan malaikat ialah firman Allah berikut ini.



<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH aL IMRAN>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar