Senin, 26 Maret 2012

Al Baqarah 201 s/d 205

Kembali ke Daftar Surah                                     Kembali ke Daftar Surah 
TAFSIR DEPAG RI : QS 002 - AL BAQARAH 201
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/157-qs-002-al-baqarah/718-tafsir-depag-ri--qs-002-al-baqarah-201.html
 

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Di dalam ayat ini Allah menyebutkan manusia yang memperoleh keuntungan dunia akhirat, yaitu orang-orang yang di dalam doanya selalu minta supaya mendapat kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, dan terjauh dari siksaan api neraka. Untuk mencapai hidup bahagia di dunia harus melalui beberapa persyaratan, di antaranya harus sabar dalam berusaha, patuh kepada peraturan dan disiplin, pandai bergaul dan dipercaya serta mempunyai maksud baik dalam usahanya. Untuk mencapai hidup bahagia di akhirat haruslah mempunyai iman yang murni dan kuat, serta mengerjakan amal yang saleh dan mempunyai akhlak yang mulia. Maka untuk terlepas dari siksa hendaklah selalu meninggalkan pekerjaan-pekerjaan maksiat, menjauhkan diri dari yang keji serta memelihara diri jangan sampai berbuat hal-hal yang diharamkan Allah karena pengaruh syahwat dan hawa nafsu. 
TAFSIR DEPAG RI : QS 002 - AL BAQARAH 202
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/157-qs-002-al-baqarah/716-tafsir-depag-ri--qs-002-al-baqarah-202.html



أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ 
Mereka yang meminta kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat itulah yang akan mendapat nasib yang baik dan beruntung karena kesungguhannya dalam berusaha dan beramal. Artinya mereka sudah dapat menyamakan permintaan hatinya yang diucapkan oleh lidahnya dengan kesungguhan jasmaninya dalam berusaha dan beramal. Buahnya ialah keberuntungan dan kebahagiaan. Ayat ini ditutup dengan peringatan bahwa Allah sangat cepat perhitungan-Nya. 
Maksudnya ialah supaya setiap manusia tidak boleh ragu-ragu dalam berusaha dan beramal, sebab seluruhnya itu akan diperhitungkan Allah dan tidak akan dirugikan-Nya seorang pun juga. Perhitungan Allah sangat cepat dan tepat sehingga dalam waktu sekejap mata saja, setiap manusia itu sudah dapat melihat hasil usaha dan amalnya dan sekaligus akan dapat menerima balasan dari usaha dan amalnya itu dari Allah.


TAFSIR DEPAG RI : QS 002 - AL BAQARAH 203
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/157-qs-002-al-baqarah/717-tafsir-depag-ri--qs-002-al-baqarah-203.html

أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ 
Mereka yang meminta kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat itulah yang akan mendapat nasib yang baik dan beruntung karena kesungguhannya dalam berusaha dan beramal. Artinya mereka sudah dapat menyamakan permintaan hatinya yang diucapkan oleh lidahnya dengan kesungguhan jasmaninya dalam berusaha dan beramal. Buahnya ialah keberuntungan dan kebahagiaan. Ayat ini ditutup dengan peringatan bahwa Allah sangat cepat perhitungan-Nya. 
Maksudnya ialah supaya setiap manusia tidak boleh ragu-ragu dalam berusaha dan beramal, sebab seluruhnya itu akan diperhitungkan Allah dan tidak akan dirugikan-Nya seorang pun juga. Perhitungan Allah sangat cepat dan tepat sehingga dalam waktu sekejap mata saja, setiap manusia itu sudah dapat melihat hasil usaha dan amalnya dan sekaligus akan dapat menerima balasan dari usaha dan amalnya itu dari Allah.

TAFSIR DEPAG RI : QS 002 - AL BAQARAH 204
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/157-qs-002-al-baqarah/715-tafsir-depag-ri--qs-002-al-baqarah-204.html

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ (
Ayat-ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang munafik bernama Al-Akhnas bin Syariq As-Saqafi. Setiap bertemu dengan Nabi saw. ia memuji-muji dan menyanjung-nyanjung beliau dan ditonjolkan hal-hal yang menunjukkan seakan-akan ia beriman. Ini dilakukan hanya untuk memperoleh sesuatu tujuan tertentu sesuai dengan tuntutan hidupnya di dunia, sampai-sampai ia berani bersumpah dengan nama Allah untuk dapat meyakinkan orang bahwa apa yang diucapkannya itu, benar-benar sesuai dengan isi hatinya. 
Sebagian dari manusia, kata-kata dan ucapannya tentang kehidupan dunia menarik sekali, sehingga banyak orang terpedaya. Ia pintar dan pandai menyusun kata-kata dengan gaya yang menawan. Ia senantiasa tersenyum, memperlihatkan kesungguhannya, malah ia berani bersumpah mengucapkan "demi Allah", untuk dapat meyakinkan bahwa apa yang diucapkannya itu sekan-akan benar-benar dari lubuk hatinya, dan bukanlah sesuatu yang dibikin-bikin, padahal dia adalah musuh besar, seorang munafik yang selalu menentang agama Islam. 
Dengan ayat ini Allah memberitahukan bahwa orang yang seperti Al-Akhnas ini adalah pendusta, tidak dapat dipercaya, dan bahwa ia adalah musuh Islam dan penentang yang keras terhadap Muhammad saw. 
Al-Akhnas ini dan orang-orang lain yang sama halnya, ingin mengelabui dan melakukan makar terhadap umat manusia dengan tiga macam hal: 
1.Dengan kata-kata dan ucapan yang menarik, sehingga orang-orang yang mendengarnya terpesona dan terpengaruh, hatinya tertawan, tidak ragu-ragu sedikit pun tentang kebenaran ucapannya itu. 
2.Bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk menunjukkan kebenarannya dan seakan-akan ia bermaksud baik. 
3.Gigih dalam berdebat dan berhujah menghadapi lawan penentangnya.

TAFSIR DEPAG RI : QS 002 - AL BAQARAH 205
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/157-qs-002-al-baqarah/714-tafsir-depag-ri--qs-002-al-baqarah-205.html
dari creativityinlife.wordpress
وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ 
Golongan manusia semacam ini, apabila ia telah berlalu dan meninggalkan orang yang ditipunya itu, ia melaksanakan tujuannya yang sebenarnya. Ia melakukan kerusakan-kerusakan di atas bumi; tanaman-tanaman dan buah-buahan dirusak dan binatang ternak dibinasakan, apalagi kalau mereka sedang berkuasa, di mana-mana mereka berbuat sesuka hatinya, wanita-wanita dinodai. Tidak ada tempat yang aman dari perbuatan jahatnya. Fitnah di mana-mana mengancam, masyarakat merasa ketakutan dan rumah tangga serta anak-anak berantakan karena tindakannya yang salah. 
Sifat-sifat semacam ini, tidak disukai Allah swt. sedikit pun. Dia murka kepada orang-orang yang berbuat demikian, begitu juga kepada setiap orang yang perbuatannya kotor, menjijikkan. Hal-hal yang lahirnya baik, tetapi tidak mendatangkan maslahat, Allah tidak akan meridainya karena Dia tidak memandang cantiknya rupa dan menariknya kata-kata, tetapi Allah memandang kepada ikhlasnya hati dan maslahatnya sesuatu perbuatan. Sabda Nabi Muhammad saw: 

إن الله لا ينظر إلي أجسامكم ولا إلي صوركم ولكن ينظر إلي قلوبكم 
Artinya: 
Sesungguhnya Allah swt. tidak memandang kepada tubuhmu dan juga tidak kepada bentukmu, tetapi Allah (hanya) memandang kepada hatimu. (H.R Muslim dari Abu Hurairah ra.)

Kembali ke Daftar Surah                                     Kembali ke Daftar Surah 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar