Rabu, 28 Maret 2012

Al Imran-180-189

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH aL IMRAN>>
TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-180
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/828-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-180.html

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 3:180) Orang-orang yang telah diberi harta dan limpahan karunia oleh Allah SWT kemudian mereka bakhil, tidak mau mengeluarkan kewajiban mengenai harta tersebut, seperti zakat dan lain-lain, adalah sangat tercela. Janganlah sekali-kali kebakhilan itu dianggap baik dan menguntungkan bagi mereka. Harta benda kekayaan akan tetap utuh dan tidak kurang bila dinafkahkan di jalan Allah bahkan akan bertambah dan diberkati. Tetapi kebakhilan itu adalah suatu hal yang buruk dan merugikan mereka sendiri, karena harta yang tidak dinafkahkan itu akan dikalungkan di leher mereka kelak di hari kiamat sebagai azab dan siksaan yang amat berat, sebab harta benda yang dikalungkan itu akan berubah menjadi ular yang melilit mereka dengan kuat. Nabi Muhammad saw bersabda:

من أتاه الله مالا فلم يؤد زكاته مثل له شجاع أقرع له زبيبتان يطوقه يوم القيامة فيأخذ بلهزمتيه (شد قيه) يقول: أنا مالك أنا كنزك ثم تلا هذه الأية
Artinya:
"Barang siapa yang telah diberi Allah harta, kemudian tidak mengeluarkan zakatnya, akan diperlihatkan hartanya berupa ular sawah yang botak, mempunyai dua bintik hitam di atas kedua matanya, lalu dikalungkan kepadanya di hari kiamat nanti. Ular itu membuka rahangnya dan berkata: "Saya ini adalah hartamu saya ini adalah simpananmu". Kemudian Nabi membaca ayat ini.
(HR Imam Bukhari dan Nasa'i dari Abu Hurairah)
Sebenarnya segala apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah, diberikan Nya kepada orang yang dikehendaki Nya sebagai titipan dan amanat. Sewaktu-waktu dapat dicabut dan dipindahkan ke tangan orang lain menurut kehendak Nya. Jadi apakah alasan bagi mereka yang bakhil dan tidak mau mengeluarkan harta Allah untuk mencari rida Nya? Apa saja yang dikerjakan seseorang, semuanya itu diketahui oleh Allah SWT dan dibalas sesuai dengan amal dan niat.
Nabi Muhammad saw bersabda:

إنما أعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى
Artinya:
"Bahwasanya amal itu tergantung dari niat, dan bahwa akan memperoleh sesuai dengan apa yang diniatkannya.
(HR Imam Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khattab)


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-181
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/827-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-181.html


لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ 

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan:` Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya `. Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka):` Rasakanlah olehmu azab yang membakar. `(QS. 3:181)
Ketika turun wahyu Allah:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا
Artinya:
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, (menafkahkan hartanya di jalan Allah). (Q.S Al Baqarah: 245)
Maka datanglah seorang Yahudi kepada Rasulullah saw dan berkata: "Apakah Tuhanmu fakir?, lalu meminta-minta kepada hamba Nya supaya diberi pinjaman? Kami ini adalah orang-orang yang kaya". Maka turunlah ayat ini. Sesungguhnya Allah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah fakir dan kami ini kaya". Dan percayalah bahwa kata-kata mereka dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar itu akan dicatat, kemudian sebagai balasan, mereka akan diberi ganjaran azab yang setimpal. Pada waktu itulah Allah akan mengatakan kepada mereka: "Rasakanlah azab yang membakar ini sebagaimana pengikut-pengikut kami telah merasakan pedihnya kata-katamu di dunia yang menusuk perasaan".

TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-182
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/826-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-182.html


ذَلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.(QS. 3:182)
Azab yang pedih yang berlaku atas mereka (kaum Yahudi) adalah karena akibat perbuatan mereka sendiri di dunia. Mereka mengatakan, bahwa Allah fakir. Mereka membunuh Nabi-nabi, melakukan perbuatan-perbuatan fasik, maksiat dan lain-lain.
Allah sekali-kali tidak akan menganiaya hamba-hamba Nya. Allah memperlakukan hamba-hamba Nya sesuai amal perbuatannya. Sesuai dengan firman Allah:

TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-183
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/812-tafsir-depag-ri-qs-003-al-imran-18.html

الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ عَهِدَ إِلَيْنَا أَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّى يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ قُلْ قَدْ جَاءَكُمْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِي بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالَّذِي قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

(Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan:` Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seseorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami korban yang dimakan api. `Katakanlah:` Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa orang rasul sebelumku, membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu adalah orang-orang yang benar.`(QS. 3:183)
Beberapa orang Yahudi antara lain Kaab bin Asyraf, Malik bin Azza, Finhas bin `Azuru dan beberapa orang lain lagi, mendatangi Rasulullah saw seraya berkata: "Wahai Muhammad! Engkau mengaku Rasul Allah dan Allah telah mewahyukan kepadamu Kitab; sedang di dalam Kitab Taurat kami dilarang oleh Allah mempercayai seorang rasul, sebelum ia mendatangkan kami korban yang dimakan api. Kalau itu dapat kamu buktikan, maka kami akan mempercayaimu". Maka turunlah ayat ini. Demikianlah kata Ibnu `Abbas ra. 
Pengakuan orang-orang Yahudi tersebut di atas, sebenarnya adalah omong kosong belaka, karena andaikata Nabi Muhammad saw membuktikannya mereka tetap tidak akan percaya. Permintaan mereka itu hanyalah alasan yang dicari-cari untuk tidak mempercayai Rasulullah saw. Untuk itu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw supaya mengatakan kedustaan mereka dengan kata-kata: "Telah datang kepadamu rasul-rasul sebelumku, seperti Zakaria, Yahya dan lainnya, membawa mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran mereka atas kenabiannya, dan membawa apa-apa yang kamu usulkan seperti mendatangkan korban yang dimakan api, namun kamu tetap tidak percaya kepada mereka, bahkan membunuh mereka. Jadi dimana letak kebenaran kamu? cobalah buktikan, jika kamu sungguh-sungguh orang yang benar.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-184
http://islamicentresamarinda.com/alquran/surah/3/ali-imran/180

[3:184]fa-in kadzdzabuuka faqad kudzdziba rusulun min qablika jaauu bilbayyinaati wazzuburi walkitaabi lmuniir
Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mu'jizat-mu'jizat yang nyata, Zabur {256} dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna {257}.
 http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?SuratKe=3&start=181#Top
::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::
Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ali 'Imran 184
فَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ جَاءُوا بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَالْكِتَابِ الْمُنِيرِ (184)
Kalau mereka masih juga tetap mendustakan kamu, sekalipun kamu telah menunjukkan mukjizat-mukjizat yang nyata dan kitab yang membimbing ke jalan yang benar, maka janganlah engkau gusar dan cemas atas kekerasan hati dan kekafiran mereka.
Hal yang seperti itu telah dialami pula oleh rasul-rasul sebelummu. Mereka telah mendatangkan apa yang telah kamu datangkan seperti mukjizat-mukjizat yang nyata. Telah mendatangkan Zabur, yaitu lembaran-lembaran yang berisi wahyu yang diberikan kepada nabi-nabi sebelum kamu yang isinya mengandung hikmah dan juga telah mendatangkan Kitab yang memberikan penjelasan yang sempurna, berisi hukum syariat seperti Taurat, Injil dan Zabur. Mereka tetap sabar dan tabah menghadapi perbuatan yang menyakitkan hati dari orang-orang yang mengingkari mereka.



TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-185
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/746-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-185.html

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.(QS. 3:185)
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati dan di hari kiamat nanti itulah disempurnakan balasan masing-masing yang baik dibalas dengan yang baik, yaitu surga dan yang buruk akan dibalas dengan yang buruk pula yaitu neraka, sesuai dengan sabda Rasulullah saw: 

القبر روضة من رياض الجنة أو حفرة من حفر النار 
Artinya: 
Kubur itu adakalanya merupakan taman dari taman-taman surga, atau merupakan jurang dari jurang-jurang neraka. 
(H.R. Tirmizi dan Tabrani) 
Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, dialah yang berbahagia. Untuk mencapai kebahagiaan di atas, baiklah kita perhatikan sabda Rasulullah saw. yang berbunyi sebagai berikut: 

من أحب أن يزحزح عن النار ويدخل الجنة فلتدركه منيته وهو وهو يؤمن بالله واليوم الآخر وليأت إلى الناس ما يحب أن يؤتى إليه 
Artinya: 
Barangsiapa ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga hendaklah ia mati di dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan supaya ia berbuat kepada manusia seperti yang ia sukai diperbuat orang kepadanya. 
(H.R. Ahmad) 
Kehidupan di dunia ini tiada lain kecuali kesenangan yang memperdayakan. Kesenangan yang dirasakan di dunia ini berupa makanan, minuman, pangkat, kedudukan dan sebagainya, pada umumnya memperdayakan manusia. Disangkanya itulah kebahagiaan, maka tenggelamlah ia padanya. Padahal kalau manusia itu kurang pandai mempergunakannya, maka kesenangan itu akan menjadi bencana yang menyebabkan kerugian di dunia dan di akhirat kelak mendapat azab yang pedih.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-186
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/745-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-186.html

لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ 

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.(QS. 3:186)
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw, dan pengikutnya akan mendapat ujian sebagaimana mereka telah uji dengan kesulitan di peperangan Uhud. Mereka akan diuji lagi mengenal harta dan dirinya. "Sesungguhnya kamu akan diuji mengenal hartamu dan dirimu. Kamu akan berkorban dengan hartamu menghadapi musuhmu untuk menjunjung tinggi derajat umatmu. Kamu akan meningkatkan perjuangan yang mengakibatkan hilangnya keluarga, teman-teman seperjuangan yang dicintai untuk membela yang hak. Kamu akan difitnah oleh orang yang diberi kitab dan orang-orang yang mempersekutukan Allah. Kamu akan mendengar dari mereka hal-hal yang menyakitkan hati, mengganggu ketenteraman jiwa seperti fitnah zina Yang dilancarkan oleh mereka terhadap Siti 'Aisyah. Ia tertinggal dari rombongan Nabi saw ketika kembali dari satu peperangan, di suatu tempat karena mencari kalungnya yang hilang, kemudian datang Safwan bin Mu'atta menjemputnya. Orang-orang munafik menuduh `Aisyah berzina dengan Safwan. 
Satu fitnah yang cukup memalukan, dan menggemparkan masyarakat Madinah pada waktu itu, peristiwa yang terkenal dengan "Hadisul ifki (kabar bohong)". Demikian hebat fitnah yang dilancarkan, dan demikian banyak gangguan yang menyakitkan hati yang ditujukan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar menghadapinya dan menerimanya dengan penuh takwa, maka semuanya itu tidak akan mempunyai arti dan pengaruh sama sekali, dan sesungguhnya sabar dan takwa itu termasuk urusan yang patut diutamakan.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-187
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/744-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-187.html

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ فَنَبَذُوهُ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ وَاشْتَرَوْا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَبِئْسَ مَا يَشْتَرُونَ

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu):` Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya, `lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima.(QS. 3:187)
Allah telah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani dengan perantaraan Nabinya masing-masing, bahwa mereka akan menerangkan isi Kitabnya kepada manusia dengan menjelaskan arti yang terkandung di dalamnya, latar belakang diturunkannya dan tidak ada yang disembunyikan. Tetapi apa yang terjadi? 
Mereka tidak ada perhatian sama sekali tentang janji-janji tersebut; malah mereka melemparkan janji itu ke belakang, menyembunyikan kedatangan Nabi Muhammad saw yang jelas tercantum di dalam Kitab mereka. Mereka menukar rida Allah yang abadi dengan harga dan nilai yang sedikit yaitu kedudukan yang tidak kekal dan merusak Alangkah keliru dan buruknya penukaran yang mereka lakukan itu.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-188
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/743-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-188.html


لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَفْرَحُونَ بِمَا أَتَوْا وَيُحِبُّونَ أَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِنَ الْعَذَابِ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 

Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan--janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.(QS. 3:188) 

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan sifat mereka yang lain yang oleh orang mukmin wajib dihindari yaitu mereka selalu bergembira atas penyelewengan dan pengkhianatan yang dilakukannya. Mereka merasa bangga karena menganggap dirinya adalah tokoh-tokoh masyarakat din pemimpin-pemimpin yang ditaati. Mereka senang dipuji-puji bahwa mereka mengetahui secara mendalam semua isi Kitab, dan ahli dalam menafsirkannya padahal mereka itu bukanlah ahlinya. 
Mereka berbuat demikian untuk mengalihkan perhatian orang-orang banyak dari kebenaran kepada apa yang dikehendaki pembesar-pembesar mereka dan orang awamnya walaupun salah. 
Janganlah kaum muslimin menyangka bahwa Ahli Kitab yang perbuatannya jelek dan mengelabui itu, akan terlepas dari siksaan. bahkan mereka merasakan azab yang pedih.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-189
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/742-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-189.html


وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ 

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.(QS. 3:189)
Kaum mukminin, tidak perlu merasa sedih dan cemas atas penyelewengan mereka, tetapi hendaklah tetap menjelaskan yang hak dan jangan sekali-kali menyembunyikannya sedikitpun. 
Allah akan memenuhi apa yang menjadi keinginan kaum muslimin dan melenyapkan hal-hal yang mungkar yang telah dilarang itu. Kerajaan langit dan bumi dikuasai Allah, diberikan kepada orang yang dikehendaki Nya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidaklah sulit bagi Nya memberikan pertolongan dan memenangkan kaum muslimin atas orang-orang Ahli Kitab dan para musyrikin yang menyakiti mereka dengan perbuatan-perbuatan dan ucapan-ucapan.

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH aL IMRAN>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar