Senin, 26 Maret 2012

Al Baqarah 246s/d 250

<<Kembali ke Daftar Surah  =======  Kembali ke Daftar Sura>>

TAFSIR DEPAG RI : QS 002 - AL BAQARAH 246
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/157-qs-002-al-baqarah/633-tafsir-depag-ri-qs-002-al-baqarah-246.html



أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلَإِ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَى إِذْ قَالُوا لِنَبِيٍّ لَهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلَّا تُقَاتِلُوا قَالُوا وَمَا لَنَا أَلَّا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ 

Kisah yang pertama tentang Bani Israil pada ayat yang lalu diuraikan secara umum dan dalam ayat ini diuraikan secara terperinci. 
Pada masa itu telah terjadi kebiasaan bagi Bani Israil bahwa soal-soal kenegaraan diatur oleh seorang raja dan soal agama dipimpin oleh seorang yang juga ditaati oleh raja sendiri.
Syamuil yang mengetahui tabiat Bani Israil ketika mendengar usul mereka mengangkat seorang raja, timbul keraguan dalam hatinya tentang kesetiaan Bani Israil itu, sehingga beliau berkata, "Mungkin sekali, jika kepada kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak mau berperang." Beliau sering menyaksikan sifat penakut di kalangan mereka. Mereka menjawab, "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah. Padahal telah cukup alasan-alasan yang mendorong kami untuk melaksanakan perang itu? Kami telah diusir dari kampung halaman kami dan anak-anak kami pun banyak yang ditawan oleh musuh." 
Mereka menyatakan bahwa penderitaan mereka sudah cukup berat sehingga jalan lain tidak ada lagi, kecuali dengan mempergunakan kekerasan. Ternyata benar apa yang diragukan oleh Syamuil, yaitu tatkala perang telah diwajibkan kepada Bani Israil dan Syamuil telah memilih seorang raja untuk memimpin mereka, mereka banyak yang berpaling dan meninggalkan jihad di jalan Allah serta sedikit sekali yang tetap teguh memegang janjinya. Allah swt. mengetahui orang-orang yang tidak ikut berjihad itu dan mereka dimasukkan dalam golongan orang-orang yang zalim, yang menganiaya dirinya sendiri disebabkan tidak mau berjihad untuk membela hak dan kebenaran. Mereka di dunia menjadi orang-orang yang terhina dan di akhirat menjadi orang-orang yang celaka dan mendapat siksa.

TAFSIR DEPAG RI : QS 002 - AL BAQARAH 247
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/157-qs-002-al-baqarah/632-tafsir-depag-ri-qs-002-al-baqarah-247.html



وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ 

Syamuil mengatakan kepada Bani Israil, bahwa Allah swt. telah mengangkat Talut sebagai raja. Orang-orang Bani Israil tidak mau menerima Talut sebagai raja dengan alasan, bahwa menurut tradisi, yang boleh dijadikan raja itu hanyalah dari kabilah Yahudi, sedangkan Talut sendiri adalah dari kabilah Bunyamin. Lagi pula disyaratkan yang boleh menjadi raja itu harus seorang hartawan, sedang Talut sendiri bukan seorang hartawan. Oleh karena itu secara spontan mereka membantah, "Bagaimana Talut akan memerintah kami, padahal kami lebih berhak untuk mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup untuk menjadi raja?"
Syamuil menjawab bahwa Talut diangkat menjadi raja atas pilihan Allah swt. karena itu Allah menganugerahkan kepadanya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa sehingga ia mampu untuk memimpin Bani Israil. Dari ayat ini diambil pengertian bahwa seorang yang akan dijadikan raja itu hendaklah memilih sifat-sifat sebagai berikut: 
  1. Kekuatan fisik sehingga mampu untuk melaksanakan tugasnya sebagai kepala negara. 
  2. Ilmu pengetahuan yang luas, mengetahui di mana letaknya kekuatan umat dan kelemahannya, sehingga dapat memimpinnya dengan penuh kebijaksanaan. 
  3. Kesehatan jasmani dan kecerdasan pikiran. 
  4. Bertakwa kepada Allah supaya mendapat taufik daripada-Nya untuk mengatasi segala kesulitan yang tidak mungkin diatasinya sendiri kecuali dengan taufik dan hidayah-Nya. 
Adapun harta kekayaan tidak dimasukkan menjadi syarat untuk menjadi raja karena bila syarat-syarat yang empat tersebut telah dipenuhi, maka mudahlah baginya untuk mendapatkan harta yang diperlukan sebab Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

TAFSIR DEPAG RI : QS 002 - AL BAQARAH 248
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/157-qs-002-al-baqarah/631-tafsir-depag-ri-qs-002-al-baqarah-248.html

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَى وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ 

Syamuil menyatakan kepada Bani Israil, bahwa Allah swt. telah memilih Talut sebagai raja yang akan memimpin mereka berperang melawan Amaliqah. Dan sebagai tanda bahwa Talut itu betul-betul telah dipilih oleh Allah ialah kembalinya tabut (peti pusaka) kepada Bani Israil setelah beberapa tahun hilang dari tangan mereka karena dirampas oleh musuh. Di dalam tabut itu disimpan beberapa benda sisa peninggalan keluarga Musa dan Harun seperti tongkat Nabi Musa, sandal, serban Nabi Harun, beberapa potong pecahan dari piring batu yang dibawa Musa dari gunung Sinai. Jika Bani Israil mengadakan peperangan, maka tabut itu selalu dibawa mereka bersama tentara karena dirasakan oleh mereka bahwa tabut itu dapat menimbulkan semangat dan keberanian dalam peperangan. 
Pada suatu peperangan antara Bani Israil dan orang-orang Amaliqah, Bani Israil menderita kekalahan yang mengakibatkan tabut dirampas dan dibawa lari oleh musuh. Setelah tabut itu berada beberapa lama di tanga orang-orang Amaliqah, tiba-tiba pada suatu masa Amaliqah itu ditimpa bermacam-macam malapetaka dan bencana seperti wabah tikus yang merusak tanam-tanaman dan berjangkitnya penyakit sehingga mereka merasa sial dengan adanya tabut di tengah-tengah mereka itu dan mereka beranggapan bahwa malapetaka itu datangnya dari Tuhan Bani Israil yang membalas dendam kepada mereka. Lalu mereka mengembalikan tabut itu kepada Bani Israil dengan jalan menempatkannya dalam sebuah pedati yang ditarik oleh dua ekor sapi. Ternyata pedati itu dikemudikan oleh malaikat sehingga kembali lagi kepada Bani Israil. Dan kedatangan tabut itu tepat sekali waktunya dengan terpilihnya Talut sebagai raja. 
Dengan kembalinya tabut itu barulah Bani Israil tunduk dan menerima Talut sebagai raja sebab yang demikian itu adalah bukti dari Allah swt. bagi orang-orang yang beriman.


TAFSIR DEPAG RI : QS 002 - AL BAQARAH 249
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/157-qs-002-al-baqarah/630-tafsir-depag-ri-qs-002-al-baqarah-249.html

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ 

Tatkala raja Talut keluar membawa tentaranya berperang melawan orang-orang Amaliqah beliau memberi petunjuk lebih dahulu tentang peristiwa-peristiwa yang akan dialami, yaitu bahwa mereka nanti akan dicoba oleh Allah swt. dengan sebuah sungai yang mengalir di padang pasir. Beliau memperingatkan bahwa sungai itu bukan sungai biasa tetapi sungai percobaan untuk menguji mereka siapa yang teguh imannya dan siapa yang akan tergoda. Beliau berkata, 
"Barang siapa yang minum dari air sungai itu, maka bukanlah ia termasuk pengikutku, dan barang siapa yang tidak minum, maka ia adalah pengikutku, kecuali jika meminum sekedar seceduk tangan saja." Diriwayatkan bahwa ketika Bani Israil itu melihat tabut telah kembali, mereka tidak ragu-ragu lagi bahwa mereka akan mendapat kemenangan. Karena itu mereka segera mempersiapkan tentara untuk berperang. Atas petunjuk dari raja Thalut maka yang boleh ikut perang itu hanyalah laki-laki yang masih muda dan sehat badannya, tidak diperkenankan seorang yang sedang membangun rumah tetapi belum selesai atau seorang pedagang yang sedang sibuk mengurus perniagaannya dan tidak pula laki-laki yang mempunyai utang dan tidak pula pengantin yang belum berkumpul dengan istrinya. Dengan seleksi demikian maka raja Talut dapat menghimpunkan 80.000 tentara yang dapat diandalkan untuk berperang. Oleh karena pada waktu mereka berangkat itu adalah dalam musim panas dan perjalanan amat jauh melalui padang pasir, maka mereka mohon agar supaya di tengah perjalanan diberi kesempatan minum dari sungai. Sebagian besar tentara itu tidak menghiraukan peringatan raja Thalut. 
Mereka minum sepuas hati dari air sungai itu dan ada pula yang minum hanya seceduk tangan, dan sedikit sekali yang tidak minum sama sekali. 
Ketika raja Talut dan orang-orang yang beriman telah menyeberangi sungai itu untuk melangsungkan jihad fisabilillah, maka berkatalah orang-orang yang telah minum itu, "Kami tidak sanggup pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Jalut itu adalah seorang yang besar tubuhnya seperti raksasa dan menjadi raja bagi orang-orang Amaliqah. 
Ucapan demikian itu tidak menakutkan tentara Talut yang beriman yang berkeyakinan akan menemui Allah pada hari kiamat dengan penuh keteguhan hati. Mereka berkata, "Betapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah, sebab Allah menyertai orang-orang yang sabar dengan pertolongannya." 



TAFSIR DEPAG RI : QS 002 - AL BAQARAH 250
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/157-qs-002-al-baqarah/629-tafsir-depag-ri-qs-002-al-baqarah-250.html

وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ Save

Ketika raja Talut beserta tentaranya telah berhadap-hadapan dengan raja Jalut dan tentaranya, dan menyaksikan betapa banyaknya jumlah musuh dan perlengkapan yang serba sempurna, mereka berdoa kepada Allah swt. agar supaya dilimpahkan iman ke dalam hati mereka, sabar dan tawakal pada Allah dan supaya Allah menolong mereka mengalahkan musuh-musuh-Nya yang menyembah berhala itu.


<<Kembali ke Daftar Surah  ==========  Kembali ke Daftar Sura>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar