Selasa, 27 Maret 2012

Ali ‘Imran 20 s/d 24

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH aL IMRAN>>

TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-020
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/1231-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-020.html



فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: `Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku`. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: `Apakah kamu (mau) masuk Islam`. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.(QS. 3:20)
Dalam ayat ini Allah menerangkan bagaimana semestinya Nabi Muhammad saw menghadapi sikap ahil kitab yang menentang agama Islam itu.

Dalam menghadapai mereka itu, Nabi Muhammad saw, diperintahkan untuk menjawab, bilamana mereka mengemukakan bantahan dengan mengatakan kepada mereka bahwa beliau hanya berserah diri kepada Allah demikian pula orang-orang yang mengikutinya. Jawaban demikian adalah untuk menghindari perdebatan-perdebatan yang tidak berfaedah, karena bukti-bukti kekeliruan mereka sudah jelas. 
Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Nya untuk mengatakan kepada orang Yahudi, Nasrani dan kaum musyrikin Arab yang sedang dihadapinya: "Apakah kamu (mau) masuk agama Islam?". Maksudnya apakah kamu mau menerima agama Islam sehingga kamu berserah diri kepada Allah SWT. Pertanyaan itu disampaikan Nabi sesudah beliau berulang kali menunjukkan bukti-bukti kebenarannya, dan sebenarnya suduh pula dimengerti oleh mereka. Ataukah sebenarnya mereka masih ingin meneruskan kekafiran dan perlawanan mereka. Secara tidak langsung ungkapan pertanyaan Nabi itu menunjukkan kebodohan dan ketumpulan otak mereka serta mencela sikap keras dari mereka itu. 
"Sesungguhnya jika mereka itu masuk Islam mereka mendapat petunjuk". Masuk agama Islam berarti berserah diri secara mutlak kepada ke Esaan Allah SWT. Di sinilah letak jiwa segala agama yang dibawa oleh para rasul, yakni berserah diri kepada Allah Yang Maha Esa. Mereka pasti akan memperoleh keuntungan besar dan selamat dari jurang kesengsaraan. Karena penyerahan diri mereka kepada Allah Yang Maha Esa akan mendorong mereka mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw. 
Tetapi jika mereka menolak ajaran Nabi Muhammad saw, maka hal itu tidak menjadi tanggung jawab beliau, sebab tugas beliau hanyalah menyampaikan ajaran Allah. 
"Allah Maha Melihat akan hamba-hamba Nya", Allah Maha Mengetahui hati siapa yang tertutup di antara hamba-hamba Nya, mata siapa yang buta melihat kebenaran, dan siapa pula yang putus asa mencari petunjuk Ilahi. Allah Maha Mengetahui siapa-siapa di antara hamba Nya yang dapat menerima taufik dan hidayah dari pada Nya.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-021
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/1226-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-021.html



إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih.(QS. 3:21)
Dalam ayat ini Allah mencela sikap orang-orang Yahudi di zaman Rasul, yang dengan taklid buta mengikuti saja nenek moyang mereka. Pada hal sesungguhnya mereka itu sudah mengetahui kesalahan-kesalahan dan kejahatan nenek moyang mereka itu. 
Dengan keterangan ayat ini, bertambah jelaslah keburukan orang-orang Yahudi. Dan sukarlah bagi mereka mencari alasan untuk membersihkan diri. Kejahatan mereka yang terbukti dalam sejarah menyebabkan mereka itu mendapat celaan clan kutukan. 
Orang Yahudi di zaman Rasulullah saw dipandang ikut bersalah, karena mereka tidak menunjukkan sikap setuju atau tidak setuju terhadap kejahatan nenek moyang mereka itu. Di samping membunuh para nabi, orang-orang Yahudi zaman dahulu juga telah membunuh para hukama', yaitu yang disebut dalam ayat sebagai "orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil". Mereka terdiri dari cerdik cendikiawan, yang menjadikan keadilan itu sebagai tiang keutamaan. 
Martabat para hukama di dalam memberikan petunjuk itu adalah di bawah martabat para nabi dun demikian pula pengaruh mereka. Membunuh hukama (cendekiawan) berarti membunuh akal dan menghancurkan keadilan. Hal ini merupakan, dosa besar dan sangat merugikan. Karena itu Allah memberikan peringatan kepada orang Yahudi bahwa mereka akan menerima azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Siapakah yang lebih berhak menerima azab yang pedih itu kalau bukan mereka yang kejam lagi melampaui batas dalam berbuat kejahatan, seperti membunuh para nabi dan para cerdik cendekiawan?.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-022
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/1225-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-022.html



أُولَئِكَ الَّذِينَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong.(QS. 3:22)
Dalam ayat ini, Allah SWT menegaskan bahwa orang-orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang jahat itu adalah orang-orang yang dibatalkan Nya segala amal yang mereka lakukan di dunia maupun di akhirat. Di dunia mereka tidak akan mendapatkan pujian manusia atas perbuatannya itu sebab mereka berada dalam kesesatan dan kebatilan. Dan Allah mengutuk : mereka, serta membongkar kejahatan-kejahatan yang mereka tutup-tutupi itu melalui para nabi dan rasul-rasul Nya. Demikianlah arti dari pembatalan amal perbuatan mereka di dunia. 
Adapun di akhirat, mereka tidak akan mendapatkan ganjaran pahala atas segala amal-amal mereka, bankan mereka akan dijerumuskan ke dalam azab yang pedih. Mereka kelak menempati neraka jahim. Tidak ada seorang juapun yang dapat menolong mereka dari tekanan azab Allah. Allah telah menghapuskan pahala para pembunuh nabi-nabi dan para hukama yang menegakkan keadilan. Dan meniadakan pula pertolongan-pertolongan dari siapapun juga. Para pembunuh itu akan dibalas dengan azab yang tidak terhingga dan tak seorangpun dapat menolong mereka. 
Allah telah menyediakan tiga macam azab bagi mereka: 
a.Terkumpulnya pada mereka segala kepedihan dan kesengsaraan. Dan inilah azab yang pedih. 
b.Lenyaplah segala macam nikmat dengan terhapusnya pahala amalan yang mereka lakukan di dunia. Di dunia mereka dikutuk dan dicela, dan di akhirat mereka menderita. 
c.Terus-menerus menderita azab tersebut karena tidak seorangpun yang akan menolong mereka untuk melepaskan mereka dari azab. Inilah yang dimaksud oleh Allah dalam ayat yang artinya "dan sekali-kali mereka itu tidak memperoleh para penolong".


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-023
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/1224-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-023.html



أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُدْعَوْنَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرِيقٌ مِنْهُمْ وَهُمْ مُعْرِضُونَ

Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).(QS. 3:23)
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari,
dari Abdullah Ibnu `Umar ra, bahwa beberapa orang Yahudi datang menghadap Rasulullah saw dengari membawa seorang laki-laki din seorang perempuan yang keduanya telah berbuat zina. Lalu Rasulullah berkata kepada mereka: "Bagaimana tindakanmu terhadap orang yang berbuat zina dari kamu sendiri? Mereka menjawab: "Kami lumur mereka dengan abu lalu kami pukuli". Berkata Rasulullah saw.: "Tidakkah kamu ketemukan hukum rajam dalam Taurat?" Mereka menjawab: "Tidak! Kami tidak menemukan hukum itu di dalamnya" Berkatalah Abdullah bin Salam kepada mereka: "Kamu telah berdusta. Bawalah. Taurat. Bacalah jika kamu sekalian benar". Lalu salah seorang yang ahil dalam Taurat di antara mereka meletakkan telapak tangannya di atas ayat rajam. Mulailah dia membaca selain dari yang tertutup oleh telapak tangannya. Dia membaca ayat rajam. Kemudian Abdullah bin Salam mengangkat telapak tangan orang yang menutupi ayat rajam lalu dia berkata kepada orang-orang Yahudi itu: "Ini apa?" Tatkala orang Yahudi itu melihatnya, mereka berkata: "ltu adalah ayat rajam". Maka Rasulullah memerintahkan untuk merajam mereka berdua lalu mereka dirajam dekat kuburan di samping mesjid. "Akan tetapi orang Yahudi marah terhadap hukuman ini. Maka Allah mencela mereka dengan ayat ini". 
Demikianlah, tabiat orang-orang Yahudi itu, sungguh-sungguh mengherankan. Mereka memalingkan diri dari mengamalkan kitab yang mereka imani sendiri bilamana kitab itu tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka. Inilah kebiasaan tingkah laku penganut-penganut agama Yahudi itu pada masa-masa keruntuhan dan kehancurannya. 
Orang Yahudi datang kepada Rasulullah saw dengan kemauan mereka yang kuat untuk menerima suatu keputusannya. Tetapi apabila keputusan yang diberikan itu tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan, mereka menolak dan menginjak-injaknya. 
Dan lagi mereka hanya menghafal sebagian dari isi Taurat, sedang yang lainnya mereka lupakan. Bagian yang mereka hafal itu tidak mereka pahami dengan baik dan tidak pula mereka amalkan. 
Kitab yang lima yang dinamai Taurat yang dihubungkan dengan nabi Musa as, tidaklah ada bukti yang dapat dipegangi bahwa itulah yang diwahyukan kepada Nabi Musa as.



TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-024
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/1223-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-024.html



ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ وَغَرَّهُمْ فِي دِينِهِمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Hal itu adalah karena mereka mengaku: `Kami tidak akan disentuh oleh api neraka selain beberapa hari yang dapat dihitung`. Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan.(QS. 3:24)
Ayat ini menerangkan alasan atau sebab yang mendorong orang-orang Yahudi untuk menentang dan berpaling dari pada kebenaran. Mereka mempunyai paham yang sudah melekat dalam iktikad mereka, bahwa mereka tidak akan kena azab api neraka kecuali beberapa hari tertentu saja. Anggapan yang sudah melekat kuat ini meresap dalam jiwa mereka, dan akhirnya membentuk sikap mental mereka. Sehingga mereka menganggap enteng hukuman-hukuman yang akan menimpa mereka. Ini disebabkan oleh karena mereka merasa ada hubungan darah dengan para nabi, dan menganggap bahwa mereka akan selamat dari siksa api neraka asal saja mereka tetap dalam agama Yahudi itu. Jadi menurut paham mereka hubungan keturunan dengan nabi, serta tetap tercatat sebagai penganut agama Yahudi itu sudah menjamin untuk dapat masuk surga. 
Memang, barang siapa yang menganggap enteng ancaman Allah, karena percaya bahwa azab itu tidak akan turun menimpanya, maka lenyaplah penghargaan terhadap perintah-perintah Allah serta larangan-larangan Nya. 
Mereka berani memperkosa agama. Demikianlah keadaan suatu umat, ketika mereka mulai meninggalkan agamanya, mereka sudah tidak segan-segan lagi untuk melakukan kejahatan. Gejala membelakangi agama sedemikian ini nampak pada orang-orang Yahudi, Nasrani dan sudah mulai nampak gejalanya di kalangan orang-orang Islam. 
Orang Yahudi mengira bahwa mereka jika masuk neraka hanya diazab dalam "beberapa hari yang dapat dihitung" ialah 40 hari; sejumlah hari yang mereka gunakan untuk menyembah anak sapi. Sebenarnya tidak ada keterangan yang dapat dipercayai untuk menegaskan bilamana hari yang dimaksud, kecuali anggapan kosong dari orang-orang Yahudi. 
Segala kebohongan yang telah mereka ada-adakan telah menipu mereka dalam agama, misalnya ucapan mereka: "Kami adalah anak-anak Tuhan dan kekasih Nya" dan kata-kata mereka "Sesungguhnya nenek moyang kami nabi-nabi yang akan memberikan syafa'at kepada kami" dan "Sesungguhnya Allah telah berjanji kepada Ya'kub tidak akan mengazab anak-anak keturunannya, kecuali hanya dalam tempo yang pendek".




<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                         DAFTAR SURAH aL IMRAN>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar