Rabu, 28 Maret 2012

Ali ‘Imran 80 s/d 84

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH aL IMRAN>>
TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-080
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/1047-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-080.html

وَلَا يَأْمُرَكُمْ أَنْ تَتَّخِذُوا الْمَلَائِكَةَ وَالنَّبِيِّينَ أَرْبَابًا أَيَأْمُرُكُمْ بِالْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?`(QS. 3:80)
Allah SWT menjelaskan lebih lanjut, bahwa tidak pantas bagi seorang manusia yang telah diberi wahyu oleh Allah, kemudian memerintahkan kepada manusia untuk menjadikan malaikat dan para nabi sebagai Tuhan. Hal itu seluruhnya tidak pernah dilakukan oleh para Nabi termasuk Nabi Muhammad saw. Yang pernah terjadi ialah orang-orang Arab menyembah malaikat. Orang-orang Yahudi menyembah Uzair dan orang-orang Nasrani menyembah Al Masih, yang dianggap sebagai putra Tuhan. Semua tindakan ini bertentangan dengan ajaran-ajaran yang dibawa oleh para nabi karena nabi-nabi itu semuanya menyuruh manusia untuk menyembah Allah Yang Maha Esa. 

Sebab nuzulnya ayat-ayat ini adalah sebagai berikut: Abu Hafi' Al Qurodi pada saat pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani Najran berada di dekat Rasulullah saw diajak oleh beliau memeluk agama Islam, ia berkata: "Apakah engkau menginginkan supaya kami menyembahmu, Ya Muhammad, seperti kami menyembah `Isa putra Maryam?". Kemudian seorang Nasrani dari Najran berkata: "Itukah yang engkau kehendaki wahai Muhammad?" Rasulullah menjawab: "Saya berlindung diri kepada Allah dari menyembah selain Allah, atau menyuruh orang menyembah pada selain Allah. Karena bukan untuk maksud itu aku diutus Allah, dan bukan untuk itu pula aku diperintahkan". Berhubung dengan peristiwa itulah maka Allah menurunkan ayat ini. 
Di dalam hadis. yang lain disebutkan: bahwa diriwayatkan oleh Abdur Razzaq dari Al Hasan, ia berkata: "Sampailah berita kepadaku bahwa seorang laki-laki berkata: "Ya Rasulullah, kami memberi salam kepada engkau sebagaimana kami memberi salam kepada sesama kami, apakah tidak sepantasnya kami menyembah engkau ?". Nabi Muhammad saw menjawab: "Tidak!" Akan tetapi muliakanlah Nabimu dan sampaikanlah hak itu kepada yang memilikinya. Seseorang tidak pantas bersujud kepada siapapun selain kepada Allah saja. Maka berkenaan dengan peristiwa itu Allah menurunkan kedua ayat ini.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-081
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/1046-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-081.html

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi:` Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa Kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya `. Allah berfirman:` Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu? `Mereka menjawab:` Kami mengakui `. Allah berfirman:` Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu `.(QS. 3:81)
Allah SWT menerangkan bahwa Dia telah mengambil perjanjian dari para nabi bilamana datang seorang rasul yang membenarkan kitab dun hikmah yang ada pada mereka, mereka akan beriman dengan dia dan akan menolongnya, mereka itu akan mempercayainya, meskipun mereka sendiri telah diberi Al Kitab dan diberi pula hikmah, mereka tetap akan mempercayai dan mendukungnya. Hal itu disebabkan karena maksud dari diutusnya nabi-nabi dan Rasul-rasul itu adalah satu. Yaitu menyampaikan ajaran Allah. Oleh karena itu para Rasul itu harus menguatkan tolong-menolong. 

Di samping itu apabila syariat yang datang terkemudian itu membawa ketentuan-ketentuan yang mengubah atau menghapuskan ketentuan-ketentuan dari syariat yang lalu, tentulah harus diterima, karena ajaran yang berhubungan dengan pokok-pokok agama yang berhubungan dengan keimanan dan ketuhanan yang dibawa para nabi itu adalah sama. Tetapi yang berhubungan dengan syariat (hukum) seperti hukum pidana dan hukum perdata pada masing-masing agama dapat berbeda-beda, disesuaikan dengan keadaan waktu dan tempat. 
Yang dimaksud dengan "Nabi Muhammad saw membenarkan rasul-rasul terdahulu dan kitab-kitab yang dibawanya", ialah membenarkan bahwa Allah telah mengutus rasul-rasul itu dan menurunkan kitab-kitab kepada mereka Dan bukanlah berarti bahwa Muhammad saw membenarkan seluruh isi kitab-kitab itu sebagai yang terdapat sekarang. 
Di dalam ayat ini terdapat isyarat yang kuat, bahwa tidak semestinya agama itu menjadi sumber permusuhan dan kebencian, seperti yang telah dilakukan oleh Ahli Kitab yang memusuhi Nabi Muhammad saw, sehingga sukarlah mereka diajak kembali kepada prinsip-prinsip yang sama, bahkan mereka merintangi, menentang dan mengingkari ajakannya. 
Dengan ringkas dapat dikatakan, bahwa andaikata Ahli Kitab itu memikirkan dari segi persamaan prinsip yang dibawa oleh para nabi, tentulah mereka dapat menerima dan mengikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. serta membenarkan syariat-Nya, sesuai dengan janji yang telah diikrarkan oleh Nabi Musa as dan Nabi `Isa as yaitu bahwa setiap datang seorang nabi sesudah mereka, yang membenarkan Kitab yang ada pada mereka, mereka akan mempercayainya. 
Jika orang-orang Yahudi dan Nasrani percaya kepada Nabi Musa dan Nabi Isa, tentu mereka percaya pula pada apa yang telah dipercayai oleh kedua nabi itu. Seterusnya Allah SWT menerangkan, bahwa janji nabi-nabi yang telah disepakati bersama itu telah dipersaksikan oleh masing-masing pihak, dun Allah SWT menjadi saksi pula atas ikrar mereka itu.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-082
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/1045-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-082.html

فَمَنْ تَوَلَّى بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ 

Barangsiapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.(QS. 3:82)
Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa barangsiapa yang berpaling dari perjanjian yang telah diikrarkan itu, mereka itulah orang-orang yang fasik. 
Yang dimaksud dengan orang-orang yang berpaling ialah orang-orang Yahudi yang berada di masa Rasulullah saw. Mereka ini tidak mempercayai kenabian Muhammad saw yang berarti mereka tidak mempercayai perjanjian yang telah diikrarkan oleh Nabi Musa dan Nabi `Isa as itu. Mereka mengetahui perjanjian yang telah diikrarkan oleh Nabi Musa clan Nabi `Isa itu dan mengetahui isinya, akan tetapi mereka tidak melaksanakannya. Karena itulah mereka dinamakan orang-orang fasik.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-083
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/1044-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-083.html

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ 

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.(QS. 3:83)
Allah SWT tidak membenarkan sikap Ahli Kitab itu, dengan mencelanya karena mereka itu menyeleweng dari kebenaran, setelah kebenaran itu nampak jelas bagi mereka dan tidak mau memeluk agama Islam yang datang dari Allah SWT. 
Allah SWT menegur mereka mengapa mereka berbuat demikian, padahal semua langit dan bumi tunduk kepada Allah dan takluk kepada ketentuan-Nya. 
Secara ringkas dapat diterangkan bahwa orang-orang Yahudi itu tidak percaya kepada agama yang dibawa Nabi Muhammad saw, padahal nabi-nabi mereka mempercayai Nabi Muhammad saw, yang akan datang kemudian. Dengan tidak percayanya orang-orang Yahudi kepada Nabi Muhammad saw berarti mereka tidak percaya kepada nabi-nabi mereka sendiri' dan berarti mereka mencari agama selain Islam. Sikap mereka itu dicela oleh Allah SWT karena apa saja yang ada di langit dan di bumi ini semuanya tunduk dan patuh kepada Allah SWT mengapa mereka tidak berbuat demikian? 
Kemudian Allah menjelaskan bahwa kepada Allah lah kembalinya semua makhluk, baik orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, maupun umat-umat selain mereka. Pada saat itulah mereka akan diberi balasan, sesuai dengan perbuatan mereka di dunia. 
Di dalam ayat ini terdapat ancaman keras bagi orang-orang Ahli Kitab baik orang-orang Yahudi maupun orang-orang. Nasrani, karena mereka telah menyeleweng dari kebenaran, serta tidak mau mengakui kenabian Muhammad saw.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-084
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/1043-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-084.html

قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Katakanlah:` Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri. `(QS. 3:84)
Di dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw termasuk orang-orang yang mengikutinya agar mempercayai, bahwa Allah SWT pasti ada-Nya. Maha Esa serta mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas terhadap seluruh isi alam, dan memerintahkan pula kepadanya untuk mempercayai Kitab Alquran yang diturunkan kepadanya. Di samping itu harus mempercayai pula bahwa Allah SWT telah menurunkan wahyu kepada para Nabi yang terdahulu yaitu Nabi Ibrahim, Ismail, Ishak. Yakub, nabi-nabi keturunan Yakub, dan wahyu yang disampaikan kepada Musa, Isa dan nabi-nabi yang lain yang diutus Allah, yang berfungsi sebagai petunjuk bagi umatnya. Wahyu yang disampaikan kepada para nabi itu mempunyai prinsip dan tingkat yang sama, sesuai dengan firman Allah SWT. 
إنا أوحينا إليك كما أوحينا إلى نوح والنبين من بعده 
Artinya: 
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan Nabi-nabi yang kemudiannya. (Q.S An Nisa': 163) 
Nabi Musa dan Nabi `Isa as disebutkan dalam ayat ini secara khusus. adalah karena pembicaraan dalam ayat ini dan ayat sebelumnya serta sesudahnya bersangkut-paut dengan orang-orang Nasrani dan Yahudi. 
Sesudah itu Allah SWT menyebutkan nabi-nabi yang lain untuk memberikan gambaran kepada orang-orang yang beriman agat mereka juga mempercayai nabi-nabi yang lain dan wahyu-wahyu yang diturunkan kepada mereka seperti Nabi Daud, Nabi Ayub dan lain-lain. Termasuk pula nabi-nabi yang menerima wahyu, akan tetapi tidak dikisahkan Allah di dalam Alquran kepada kita. 
Perintah untuk mempercayai kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad didahulukan penyebutannya dari pada perintah percaya kepada Kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi yang diutus sebelumnya, padahal menurut kenyataannya Kitab-kitab itu diturunkan sebelum Alquran itu adalah untuk memberikan ketegasan bahwa Alquran itu adalah sebagai sumber yang benar untuk mengetahui Kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya, dan karena Alquran itu mengakui kebenaran Kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya itu. Oleh karena itulah maka kenabian dari para nabi yang telah disebutkan dalam Alquran itu wajib kita percayai secara prinsip, sesuai dengan keterangan yang telah diberikan oleh Alquran. 
Sesudah itu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw dun umatnya untuk mengatakan bahwa ia dan umatnya tidak membeda-bedakan derajat para rasul itu, oleh sebab itu orang-orang yang beriman tidak boleh mempercayai sebagian isi Alquran itu tetapi mengingkari sebagiannya yang lain, seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani terhadap kitab-kitab mereka. 
Selanjutnya Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang Mukmin hendaklah membersihkan diri dari perbuatan dosa. 
Ayat ini diawali dengan perintah untuk beriman kepada Allah dan diakhiri dengan perintah untuk "berserah diri taat dan patuh" untuk memberikan penjelasan tentang tujuan dari setiap agama yang dibawa para nabi.

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH aL IMRAN>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar