Rabu, 28 Maret 2012

Al Imran-170-179

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH aL IMRAN>>
TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-170
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/854-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-170.html

فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(QS. 3:170)
Para syuhada' itu bergembira ria atas nikmat dan kemurahan yang telah diberikan Allah SWT kepada mereka. Dan mereka bergembira ria terhadap kawan-kawan mereka seperjuangan yang tidak terbunuh dalam perang fi sabilillah dan mengharapkan sekiranya mereka dapat pula memperoleh kemurahan dan nikmat Allah yang serupa dengan apa yang mereka peroleh. Bagi mereka ini tidak ada kekhawatiran dan kesusahan.


TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-171
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/837-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-171.html


يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ 

Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.(QS. 3:171)
Orang-orang mukmin dan mujahidin bergembira atas nikmat dari Allah sebagai pahala amal mereka dan atas tambahan karunia yang lain. Sungguh Allah tidak akan mengurangi pahala yang telah ditentukan bagi para mukminin dan mujahidin.

TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-172
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/836-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-172.html


الَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِلَّهِ وَالرَّسُولِ مِنْ بَعْدِ مَا أَصَابَهُمُ الْقَرْحُ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا أَجْرٌ عَظِيمٌ 


(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.(QS. 3:172)
Orang-orang mukmin memenuhi seruan Allah dan Rasul Nya untuk tetap berada di jalan Allah meskipun mereka telah mendapat luka. Mereka yang berbuat baik dan takwa akan memperoleh pahala yang besar.

TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-173
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/835-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-173.html


الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

(Yaitu) orang-orang (yang mentaati perintah Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:` Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka `, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab:` Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.`(QS. 3:173) Turunnya ayat ini berhubungan dengan Abu Sofyan panglima perang kaum musyrikin Mekah dan tentaranya yang sudah kembali dari perang Uhud. Mereka setelah sampai di suatu tempat bernama Ruha, mereka menyesal dan bermaksud akan kembali lagi untuk melanjutkan perang. Berita ini sampai kepada Rasulullah saw maka beliau memanggil kembali tentara Islam untuk menghadapi Abu Sofyan dan tentaranya. Kata Rasulullah saw: "Jangan ada yang ikut perang hari ini kecuali mereka yang telah ikut kemarin, sedang tentara Islam pada waktu itu telah banyak yang luka-luka. Tapi akhirnya Allah SWT menurunkan rasa takut pad hati kaum musyrikin dan selanjutnya mereka pulang kembali.
Para mujahidin itu ditakut-takuti oleh sebagian musuh (munafik), dengan menyatakan bahwa musuh telah menghimpun kekuatan baru guna menghadapi mereka. Akan tetapi para mujahidin tidak merasa gentar karena berita itu bahkan mereka bertambah-tambah keimanannya dan bertambah tinggi semangatnya untuk menghadapi musuh Allah itu.
Allah SWT tetap akan melindungi kami dan kepada Allah SWT lah kami bertawakal.

TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-174
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/834-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-174.html


فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.(QS. 3:174)
Dengan keimanan dan tekad yang kuat serupa itu akhirnya mereka dapat ke Madinah. Abu Sofyan dan tentaranya tidak jadi melakukan serangan terhadap mereka. Mereka sama sekali tidak mengalami penderitaan dan mereka tetap dalam keridaan Allah. Allah lah yang mempunyai anugerah yang besar.

TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-175
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/833-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-175.html


إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang) musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.(QS. 3:175)
Musuh-musuh yang munafik yang berusaha menakut-nakuti orang-orang mukmin adalah merupakan setan yang mengajak teman-temannya supaya jangan ikut berperang dan menakut-nakuti orang-orang muslimin dengan menyatakan bahwa jumlah musuh amat banyak dan mempunyai senjata lengkap. Allah memperingatkan supaya para mujahidin itu jangan terpengaruh dan jangan ikut kepada mereka, tetapi takutlah kepada Allah dan bersiaplah untuk berperang bersama Rasulullah saw jika kamu sekalian benar-benar beriman.

TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-176
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/832-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-176.html


وَلَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا يُرِيدُ اللَّهُ أَلَّا يَجْعَلَ لَهُمْ حَظًّا فِي الْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir; sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka azab yang pedih.(QS. 3:176)

Nabi Muhammad saw, ketika melihat keadaan yang meliputi kaum Muslimin di peperangan Uhud, beliau merasa sedih dan cemas. Di kala itulah ayat ini turun untuk menghibur Nabi saw. "Wahai Muhammad janganlah merasa sedih dan cemas, melihat perbuatan sebagian pengikutmu yang munafik yang bersama-sama orang kafir menghimpun segala usaha dan kekuatan untuk membela kekafiran. Pada hakikatnya bukanlah Engkau yang diperangi dan dianiaya mereka, tetapi Allah lah yang mereka perangi. Tentulah mereka tidak akan berdaya menentang Allah". Maksud mereka akan mencelakakan dan memberi mudarat kepada kaum muslimin, tetapi pada hakikatnya mereka sendirilah yang celaka. Allah tidak akan memberikan ampunan kepada mereka di akhirat mereka akan mendapat azab yang amat pedih dan tidak terkira besarnya.

TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-177
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/831-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-177.html


إِنَّ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْكُفْرَ بِالْإِيمَانِ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih.(QS. 3:177)

Setelah Allah SWT membukakan kedok orang-orang yang membantu dan memihak orang-orang kafir yang menentang kaum muslimin, dan menegaskan bahwa mereka pada hakikatnya menentang dan memerangi Allah, maka pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa hal itu juga berlaku untuk setiap orang yang lebih mengutamakan kekafiran daripada keimanan. Mereka tidak memberi mudarat kepada Allah sedikitpun, dan bagi mereka azab yang pedih.

TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-178
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/830-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-178.html


وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.(QS. 3:178)
Janganlah sekali-kali orang-orang kafir itu menyangka bahwa dibiarkannya mereka berumur panjang adalah baik bagi diri mereka. Tidaklah demikian halnya, kecuali kalau mereka menambah amal salehnya yang akan menyucikan dan membersihkan mereka dari hal-hal yang keji dan sifat-sifag yang jelek.
Hal-hal yang semacam itulah yang akan bermanfaat bagi mereka dan bagi manusia lainnya. Tetapi kenyataannya, mereka tetap saja berbuat maksiat dan dosa. Dengan demikian mereka membinasakan diri mereka sendiri, sehingga mereka mendapat azab siksa yang menghinakan.

TAFSIR DEPAG RI : QS 003 - AL IMRAN-179
http://rumahislam.com/tafsir-depag-ri/158-qs-003-al-imran/829-tafsir-depag-ri--qs-003-al-imran-179.html

مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّى يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ 

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dengan yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.(QS. 3:179) Salah satu sunnatullah kepada hamba Nya yang tidak dapat dirubah-rubah ialah bahwa Dia tidak akan membiarkan orang-orang mukmin tetap di dalam kesulitan sebagaimana halnya peperangan Uhud. Allah akan memisahkan orang-orang mukmin dari orang-orang munafik dan akan memperbaiki keadaan orang mukmin dan memperkuat iman mereka. Di dalam keadaaan sulit dan susah, dapat dinilai dan dibedakan orang-orang yang kuat imannya dengan orang-orang yang lemah imannya.
Kaum muslimin di uji sampai di mana iman dan kesungguhan mereka menghadapi kaum kafir.
Setelah kaum muslimin mengalami kesulitan dalam peperangan Uhud karena dipukul mundur oleh musuh, dan mereka hampir-hampir patah semangat, di kala itulah diketahui bahwa di antara kaum muslimin ada orang-orang munafik yang menyeleweng, berpihak kepada musuh. Orang-orang yang lemah imannya mengalami kebingungan. Berlainan halnya dengan orang-orang yang kuat imannya, kesulitan yang dihadapinya itu, mendorong mereka untuk menambah kekuatan iman dan semangat mereka.
Hal-hal yang gaib dan hikmah yang tersembunyi dalam peristiwa ini, tidak diperlihatkan, kecuali kepada orang-orang tertentu, seperti kepada rasul yang telah di pilih oleh Allah SWT.

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا(26)إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا(27)
Artinya:
(Dia adalah Tuhan) Yang Maha Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu, kecuali kepada Rasul yang diridai Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.
(Q.S Al Jin: 26-27)
Sesudah Allah SWT menerangkan celaan-celaan kaum munafik atas kenabian Muhammad saw setelah perang Uhud dan menjelaskan bahwa peristiwa Uhud itu banyak mengandung iktibar, maka orang-orang mukmin diperintahkan supaya tetap beriman kepada Allah dan rasul-rasul Nya, dan kepada Nabi Muhammad saw yang membenarkan rasul-rasul sebelumnya. Jika mereka beriman kepadanya terutama mengenai hal-hal yang gaib dan bertakwa kepada Allah dengan menjauhi larangan-larangan Nya, mematuhi segala perintah-perintah Nya, maka mereka akan memperoleh pahala yang amat besar. Di dalam Alquran sering disusulkan kata takwa sesudah kata iman sebagaimana halnya zakat sesudah salat. Itu menunjukkan bahwa iman itu barulah sempurna jika disertai dengan takwa, sebagaimana halnya salat barulah sempurna jika zakat di keluarkan.

<<KEMBALI KE DAFTAR SURAH                           DAFTAR SURAH aL IMRAN>>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar